NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Kebangkitan dan Ikatan Pertama

Arkan duduk di tepi ranjang rumah sakit, matanya menatap telapak tangan kanannya yang masih memakai Cincin Naga Emas. Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah tirai, membuat permata merah di mata naga itu berkilau samar. Ia merasakan denyut energi yang hangat mengalir dari cincin ke seluruh tubuhnya, seolah ada makhluk hidup di dalam nadinya.

“Semuanya nyata…” gumamnya pelan. Ribuan informasi masih berputar di benaknya seperti film yang diputar cepat. Teknik Tubuh Naga, Pedang Naga, Penyembuhan… semuanya siap digunakan, tapi Arkan tahu ia masih lemah. Hanya tingkat satu Qi Condensation. Seperti bayi naga yang baru menetas.

Pintu kamar terbuka pelan. Sela Juanda masuk dengan membawa tas plastik berisi sarapan. Gadis itu sudah berganti pakaian—kaos longgar berwarna krem dan celana jeans ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi namun tetap terlihat polos. Rambut hitam panjangnya diikat ekor kuda sederhana. Matanya yang besar menatap Arkan dengan campuran khawatir dan rasa penasaran yang kuat.

“Kamu sudah bangun dan duduk. Bagus,” kata Sela dengan suara lembut tapi tegas. Ia meletakkan tas di meja. “Dokter bilang kamu boleh pulang hari ini. Tidak ada luka dalam. Ajaib sekali… kemarin kamu babak belur.”

Arkan menatap Sela lekat-lekat. Gadis di depannya ini cantik luar biasa. Kulitnya putih mulus, bibirnya alami merah muda, dan ada aura lembut yang membuat orang ingin melindunginya. Tapi di balik itu, Arkan merasakan ketegasan dan dominasi halus yang membuat darah Naganya sedikit bergejolak.

“Terima kasih, Sela. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku sudah mati di gang itu,” ujar Arkan sambil berdiri. Tubuh kekarnya terasa ringan, otot-ototnya penuh tenaga baru. “Kamu sendiri baik-baik saja? Siapa mereka yang mengejar kamu semalam?”

Sela menggigit bibir bawahnya, tampak ragu. Ia duduk di kursi, tangannya saling meremas. “Aku… aku tidak tahu pasti. Ayahku punya bisnis besar di Cikampek dan Jakarta. Properti, tambang, dan beberapa perusahaan. Akhir-akhir ini ada ancaman. Mereka bilang ingin aku sebagai ‘jaminan’. Aku kabur dari sopir yang ternyata mata-mata mereka.”

Arkan mendekat. Tingginya yang 185 cm membuat Sela harus mendongak. Aura dominannya keluar secara alami. “Mulai sekarang, kamu tidak sendirian. Aku akan lindungi kamu.”

Sela tersenyum tipis, pipinya sedikit merona. Meski penurut dan polos di satu sisi, ia juga tegas. “Kamu baru saja dipukuli habis-habisan karena aku. Kenapa kamu masih mau membantu?”

“Karena aku sudah memilih,” jawab Arkan tegas. “Dan aku tidak pernah mundur dari pilihan itu.”

Mereka berdua keluar dari rumah sakit setelah urusan administrasi selesai. Sela menawarkan mengantar Arkan pulang dengan mobilnya. Sepanjang jalan, Arkan diam-diam mencoba mengalirkan Naga Qi ke seluruh tubuh. Ia merasakan setiap selnya memperbarui diri. Luka memar kecil di wajahnya hilang tanpa bekas dalam hitungan menit.

Sesampainya di rumah Arkan, suasana masih sepi. Debu tipis sudah mulai menempel di meja. Arkan berdiri di ruang tamu, menatap kertas pesan orang tuanya yang masih tergeletak. Hatanya perih, tapi sekarang ada kekuatan baru yang membakar semangatnya.

“Aku akan cari kalian,” bisiknya dalam hati.

Sela membantu membereskan rumah. Gadis itu ternyata sangat telaten. Sambil bekerja, ia bercerita tentang dirinya. Umur 18 tahun, baru lulus SMA swasta elite di Jakarta tapi sedang tinggal di Cikampek karena urusan keluarga. Pintar, juara olimpiade sains, tapi polos dalam hal hubungan.

“Arkan… cincin di jarimu itu aneh,” kata Sela tiba-tiba saat mereka istirahat di teras. “Saat aku pegang tanganmu di rumah sakit, aku merasa ada getaran hangat. Seperti… hidup.”

Arkan menatap cincinnya. Ia memutuskan untuk jujur sebagian. “Cincin ini warisan dari orang tuaku. Aku sendiri belum paham sepenuhnya. Tapi… setelah kejadian semalam, aku berubah. Aku merasa lebih kuat.”

Untuk membuktikannya, Arkan berdiri dan mendekati pohon mangga tua di halaman belakang. Ia mengalirkan Naga Qi ke tangan kanannya sesuai teknik Tubuh Naga tingkat dasar. Otot lengannya menegang, kulitnya sedikit mengkilap seperti sisik tipis. Dengan satu pukulan pelan, *DUAR!*

Pohon mangga yang besar itu bergoyang hebat. Sebuah cabang tebal patah dan jatuh ke tanah. Arkan sendiri terkejut. Ia hanya memakai sepersepuluh kekuatan, tapi hasilnya sudah seperti ini.

Sela menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak. “Arkan… itu… bagaimana bisa?!”

Arkan tersenyum dominan, mendekati Sela. “Ini baru permulaan. Ada kekuatan di dalam diriku sekarang. Aku tidak tahu dari mana, tapi aku akan kuasai ini. Dan aku ingin kamu aman di sampingku.”

Sela mundur selangkah, tapi matanya tidak takut. Ada rasa kagum, penasaran, dan sesuatu yang lebih dalam. Ia yang biasanya dominan dalam lingkungan sosialnya, kali ini merasa nyaman berada di bawah perlindungan Arkan. “Kalau begitu… ajari aku juga. Aku tidak mau jadi beban.”

Arkan mengangguk. “Baiklah. Tapi dulu kita harus amankan rumah ini.”

Malam harinya, setelah makan malam sederhana yang dimasak Sela, Arkan duduk bersila di kamarnya. Sela menunggu di luar kamar, memberinya ruang. Arkan mulai kultivasi pertama yang sesungguhnya.

Ia mengikuti petunjuk warisan: Tarik napas dalam, bayangkan Naga Emas melingkar di dantiannya. Udara di sekitar rumah mulai berputar pelan. Partikel-partikel energi alam mengalir masuk ke tubuhnya. Dantiannya yang kecil berputar lebih cepat, menyimpan Naga Qi murni.

Setelah satu jam, Arkan membuka mata. Keringat membasahi tubuh kekarnya. Ia merasa levelnya naik sedikit. Kekuatan fisiknya bertambah. Ia mencoba teknik penyembuhan kecil—luka kecil di telapak tangan yang sengaja ia buat dengan pisau dapur sembuh dalam 10 detik.

“Lu luar biasa…” bisiknya puas.

Tapi ketenangan itu tidak bertahan lama.

Tengah malam, Arkan mendengar suara langkah di luar rumah. Insting Naganya berteriak bahaya. Ia bangun cepat, hanya memakai celana pendek hitam yang memperlihatkan otot perut dan dada kekarnya. Sela juga terbangun dan keluar kamar dengan wajah cemas.

“Mereka datang lagi,” kata Arkan pelan. “Tiga orang. Dua di depan, satu di belakang.”

Sela mengangguk tegas meski tangannya gemetar. “Aku sudah hubungi ayah, tapi butuh waktu.”

Arkan tersenyum dingin. “Kali ini giliran aku.”

Ia keluar rumah tanpa senjata. Tiga pria bertopeng hitam sudah berdiri di halaman. Salah satunya memegang pisau panjang, yang lain membawa pentungan besi.

“Anak itu masih hidup? Dan ceweknya juga di sini. Beruntung sekali,” kata pemimpin mereka sambil tertawa.

Arkan melangkah maju. Aura dominannya menyebar. Tekanan Jiwa Naga tingkat dasar membuat ketiga pria itu mundur selangkah tanpa sadar.

“Kalian salah target,” ujar Arkan dingin. “Sekarang, kalian yang akan menyesal.”

Pertarungan meledak.

Pria pertama menyerang dengan pisau. Arkan menggunakan Teknik Tubuh Naga—kulit lengannya mengeras. Ia menangkap pisau itu dengan telapak tangan kosong. Logamnya bengkok. Dengan satu tinju, ia menghantam dada pria itu hingga terbang tiga meter dan pingsan.

Pria kedua memukul dengan pentungan besi. Arkan menghindar cepat, lalu balas dengan tendangan yang memanfaatkan kekuatan Naga Muscle. Tulang kaki pria itu patah dengan suara keras.

Pria ketiga, yang paling kuat, mengeluarkan pistol. Tapi sebelum ia menembak, Arkan sudah bergerak. Dalam sekejap ia berada di depan pria itu. Tangan kanannya mencengkeram leher lawan dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Mata Arkan berkilau merah keemasan sesaat.

“Siapa yang menyuruh kalian?” tanyanya dengan suara rendah yang penuh tekanan.

Pria itu ketakutan. “Klan… Black Viper… mereka ingin gadis itu untuk… nego bisnis ayahnya…”

Arkan melempar pria itu ke tanah hingga pingsan. Ia tidak membunuh—masih punya hati penyayang—tapi meninggalkan mereka dalam keadaan babak belur parah.

Sela keluar dari rumah, matanya penuh kekaguman. Ia berlari mendekat dan memeluk Arkan erat. Tubuh seksi dan lembutnya menempel di dada kekar Arkan. “Kamu… kamu luar biasa.”

Arkan membalas pelukan itu, tangannya yang besar mengusap punggung Sela. “Mulai sekarang, kita bersama. Aku akan lindungi kamu, dan kamu… bantu aku memahami dunia ini.”

Malam itu, setelah mengikat ketiga penyerang dan menghubungi polisi dengan cerita yang sudah disesuaikan, Arkan dan Sela duduk di teras. Hujan gerimis kembali turun.

Arkan mulai menceritakan sedikit tentang warisan Naga Emas. Sela mendengarkan dengan serius. Gadis pintar itu cepat memahami. “Kalau begitu, aku ingin belajar juga. Aku tidak mau lemah.”

Arkan mengangguk. Ia meraih tangan Sela dan meletakkan telapak tangannya di dada gadis itu sebentar, mengalirkan sedikit Naga Qi murni sebagai benih. Sela merasa hangat di dantiannya sendiri. Bukan warisan sebesar Arkan, tapi cukup untuk memberinya potensi.

“Kita akan kuat bersama,” kata Arkan tegas.

Sela tersenyum polos namun penuh tekad. “Ya… Tuan Naga.”

Arkan tertawa kecil mendengar panggilan itu. Di dalam hatinya, naga emas bergemuruh senang. Dunia baru telah terbuka. Orang tuanya masih hilang, ancaman Black Viper muncul, dan kekuatan dalam dirinya baru saja terbangun.

1
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!