"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.
Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.
Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.
Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"
Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.
Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.
Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 IRI YANG TAK PERNAH PADAM
Setelah Kai mengucapkan kalimat yang membuat Ana bingung, gadis itu memutuskan untuk menanyakan kepada Kai apa maksud dari ucapannya tadi.
Tapi ketika ia hendak beranjak pergi, terlihat beberapa siswa dan siswi melihatnya dengan ekspresi penasaran.
"Aku nggak mau jadi bahan topik pembicaraan, aku juga nggak mau menyulitkan diri sendiri karena tingkah laku kedua cowok populer ini." keluh Ana.
"Aku harus berhati-hati." tambahnya lagi.
[Di dalam Kelas.]
Kai masuk lebih dulu sebelum Ana, terlihat ia tampak sangat tampan saat berjalan masuk ke dalam kelas. Sampai seisi kelas hanya tertuju pada pergerakannya.
Ana masuk dan melihat situasi tersebut, sungguh tidak mungkin kalau ia dekat dengan Kai.
Melihat para penggemar Kai saja sudah membuatnya pusing. Karena banyak dan sedikit liar.
"Bisa habis riwayatku kalau terlalu dekat sama dia, penggemarnya aja banyak. Nanti aku bisa terinjak-injak." gerutu Ana dalam hati, dan kembali duduk di bangkunya.
Kai terus memandang ke arah Ana yang membuat gadis itu tidak nyaman. Bukan karena tidak suka, melainkan Ana takut akan disalah pahami oleh penggemarnya Kai.
[FLASH BACK]
Setelah kejadian perundungan itu..
"Jia. Kamu tahu aku suka banget sama kamu. Tapi aku juga nggak bisa membenarkan perbuatan kamu ke gadis cupu itu." sahut Gerry merasa bersalah.
Suasana seketika sunyi, gadis cupu yang berjalan pulang sendirian itu adalah Anabella.
Jia dan beberapa temannya melihatnya menjauh dari sekolah.
"(Senyum menyeringai) Dasar payah! Kenapa kamu harus merasa bersalah kayak orang bodoh? Dia itu pantas menerima ini semua." geram Jia, sambil mendorong dengan kasar bahu Gerry sedangkan teman-teman Geng Wink Beauty itu hanya tertawa puas.
"Ayo guys! Tinggalkan aja cowok miskin nggak berguna ini." sinis Jia, lalu pergi bersama teman-temannya.
Gerry memandang ke arah gerbang sekolah, tapi tubuh Ana sudah tidak terlihat lagi.
_________________________________
KEMBALI KE MASA SETELAH GLOW UP ANA
Jiarelyan Sahrika Nevayora. Gadis dengan rambut panjang pirang sepinggang karena dicat rambut, menggunakan aksesoris super mencolok tapi dia adalah gadis tercantik dan terpopuler di sekolahnya.
Salah satu temannya bernama Vinka berlari sambil terengah-engah.
"Jia! Jia! Ini berita yang nggak masuk akal. Lihat ini deh!" pekik Vinka, memperlihatkan layar ponselnya.
"(Menghela nafas, muak) Ada apa sih, Vinka?! Masih pagi udah ribut aja. Nggak lihat aku lagi Curly rambut, Hah?!" geram Jia, mencatok rambutnya di dalam kelas.
"Sh*t! Lihat dulu aja deh. Kamu bakal menyesal!" gerutu Vinka, memang dia satu-satunya teman Jia yang paling berani dan ceplas-ceplos.
"Cih. Ada apa sih?" Lalu melihat ke layar ponsel milik Vinka. Betapa terkejutnya ketika melihat ada sebuah foto gadis cantik yang namanya sangat tidak asing bagi Jia.
"Anabella Queena Tanaya, Siswa terpopuler dan tercantik 2027 SMA BHAKTI JAYA."
Begitu melihat jumlah yang menyukai foto tersebut, semakin membuatnya syok.
5.580 like
Bahkan melebihi foto dirinya yang diunggah di forum media sekolahnya yang hanya 1.000 like.
"Ini nggak mungkin! A-apa benar gadis cantik yang ada di foto ini adalah Ana si cupu?! NGGAK MUNGKIN!" geram Jia, sampai melempar alat catok yang ada di tangannya ke lantai.
BRAK!
Semua orang yang ada dikelas terkejut dan langsung menatap Jia yang sudah merah padam tersebut.
Jia mengepalkan tangannya.
"Kalau benar, itu adalah si cupu. Aku nggak akan biarkan dia senang dan mendapat banyak pujian." jelasnya, dengan senyuman menyeringai penuh niat jahat.
Dia melihat seseorang yang dulu membantunya saat kejadian bullying itu, adalah..
Gerry.
Niat Jia semakin jelas saja, terutama ia bisa dengan mudah meluluhkan hati Gerry. Gerry sangat menyukai Jia, tapi Jia hanya memanfaatkannya sebagai alat untuk mengalahkan Ana.
Tentunya dengan cara menggoda.
Jia menarik napas, menetralkan emosinya untuk terlihat santai.
"Hai. Ger..." panggilnya kepada laki-laki yang baru saja masuk ke dalam kelas.
Gerry tampak kebingungan dan melihat kiri dan kanan. "Aku?"
"Iya. Kamu hari ini ada waktu luang, nggak?" tanya Jia, dengan memasang wajah ramah.
"Aku.. hari ini nggak ada kegiatan lagi, kok. Memangnya kenapa?" tanya Gerry masih dengan ekspresi yang bingung.
"Oh.. kalau gitu kamu mau ikut ke Kafe nggak? Ada sesuatu yang mau aku sampaikan." jelas Jia lagi.
Gerry pun mengangguk, tersenyum.
Jia pun juga tersenyum tipis.
Di Kafe, Gerry dan Jia duduk saling berhadapan. Entah mengapa Gerry jadi canggung untuk memulai obrolan itu. Sedangkan Jia masih melihat layar ponselnya dan mengabaikan Gerry yang ada di hadapannya.
"Em.. Jia. Jadi kamu mau ngobrol tentang apa?" tanya Gerry.
"Oh.. aku mau minta tolong sama kamu. Kamu mau kan bantu aku?"
Jia pun memberitahukan kalau ia butuh video yang dulu direkam oleh Gerry dan memintanya untuk mempublikasikan di forum sekolah Ana. Awalnya Gerry tidak mau tapi yang membuatnya setuju adalah Jia bersedia menjadi pacar Gerry, kalau dirinya bisa membocorkan video tersebut untuk mempermalukan Ana.
"Gimana? Aku nggak akan kasih kesempatan kedua kalinya, Ger."
"Kalau kamu mau kita pacaran, kamu harus bantu aku." tambahnya lagi.
Jia begini bukan karena dia sangat benci kepada Ana, tapi dia sangat iri dengan Ana yang bisa bangkit dan malah banyak mendapat pujian dari banyak orang.
Senyum menyeringai itu mulai tersungging di bibir.
"Ana sayang.. Dulu aku yang mempermalukanmu, tapi mulai hari ini seluruh dunia yang mempermalukanmu. Hahahahah."
batin Jia, sangat puas karena ia berhasil memulai rencana jahatnya kepada Ana.
Keesokan paginya, Ana seperti biasa berangkat ke sekolah dengan naik bis dan hari ini pun berjalan seperti biasanya.
Berjalan di koridor sekolah, terlihat beberapa orang sedang melihat ponsel mereka masing-masing dan melirik aneh ke arah Ana.
Ana bingung, tapi ia masih berpikir positif. Mungkin hanya perasaannya saja.
"Jadi gadis itu cuma membohongi kita dengan paras cantiknya?" bisik beberapa siswa. Tapi Ana tidak mendengar obrolan itu dengan jelas.
Sesampainya di kelas, suasana tampak hening dan semuanya menatap aneh ke arah Ana.
Sheila dan Jeje pun hanya terdiam.
"Ada apa?" tanya Ana perlahan.
Sheila, menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Jeje hanya tersenyum.
Semakin membingungkan, terlebih Kai yang belum ada di kelasnya.
"Apa mereka sedang membicarakan aku dan Kai?" batin Ana.
"Kai masuk dengan wajah suram, seperti habis memarahi seseorang."
Sementara itu di kantin, terlihat Nathan sedang membeli jus semangka dan ia berniat untuk memberikannya kepada Ana. Namun beberapa siswa membicarakan Ana.
"Aku yakin. Dia itu cuma gadis pecundang yang menutupi paras jeleknya dengan makeup."
"Jelas sekali di video itu, dia jelek banget. Hih aku aja jijik lihatnya." timpal siswa yang lain.
Nathan langsung mengernyitkan dahinya.
"Mereka membicarakan siapa? Heboh banget." batin Nathan, merasa terusik.
#Bersambung...