NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Terlarang
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di balik dinding suci sebuah pondok pesantren, tersembunyi seorang buronan. Reyshaka El Zhafran atau Shaka—tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di tempat yang paling ia hindari. Demi lolos dari kejaran polisi, pengedar narkoba itu nekat bersembunyi di pesantren milik Ustadz Haidar, seorang ulama yang dikenal bijak dan disegani.

Awalnya, Shaka hanya ingin selamat. Namun hari demi hari, ketenangan, nasihat, dan ketulusan Ustadz Haidar perlahan meruntuhkan tembok keras di hatinya. Untuk pertama kalinya, Shaka mulai mengenal arti penyesalan dan harapan untuk berubah. Semua menjadi semakin rumit saat ia bertemu Hanindya Daisha Ayu—putri sang ustadz yang berhati lembut dan shalihah. Tanpa disadari, perasaan itu tumbuh diam-diam, menyiksa shaka dalam keheningan.

Tapi bagaimana mungkin seorang mantan pengedar narkoba seperti dirinya pantas mencintai perempuan sebersih Hanindya?
Terlebih, Hanindya telah dijodohkan dengan Ustadz Ilyas—lelaki yang jauh lebih layak dibanding dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Ilyas.” panggil ustadz Haidar yang membuat Ustadz Ilyas langsung sedikit terkejut lalu berdiri.

“Iya abi?”

“Tolong maju ke depan.”

“Iya abi.”

Lelaki itu berjalan pelan menuju depan musholla. Wajahnya terlihat sedikit malu namun senyumnya tidak bisa disembunyikan sama sekali. Lalu Ustadz Haidar kembali menoleh ke arah Hanindya.

“Hanin juga.”

Hanindya yang sejak tadi duduk bersama para santriwati langsung sedikit terkejut. Beberapa santriwati di sekitarnya langsung tersenyum jahil sambil menggoda pelan.

“Ciee…”

“Hanin maju tuh…”

Hanindya langsung menunduk malu sampai pipinya memerah. Namun akhirnya ia tetap berdiri lalu berjalan pelan ke depan musholla.

Dan entah kenapa saat melihat Hanindya berjalan berdampingan dengan Ustadz Ilyas di depan sana, dada Shaka kembali terasa nyeri, sangat nyeri. Keduanya terlihat begitu cocok dan serasi seolah memang sudah ditakdirkan bersama sejak awal. Hanindya mengenakan gamis putih polos dengan jilbab krem lembut yang menutupi rambutnya dengan rapi. Wajahnya terlihat cantik pagi itu sementara Ustadz Ilyas berdiri di sampingnya dengan baju koko putih dan peci hitam sederhana. Tatapan mereka bahkan terasa sama hangatnya dan itu justru membuat Shaka semakin sulit bernapas.

Ustadz Haidar lalu tersenyum bahagia melihat keduanya sebelum akhirnya berkata,

“InsyaAllah, satu minggu lagi pondok pesantren kita akan melaksanakan acara pernikahan.”

Suasana di musholla mendadak riuh setelah mendapat kabar mengejutkan itu.

“Hah serius?!”

“MasyaAllah!”

“Ustadz Ilyas sama Kak Hanin mau nikah ya?!”

Beberapa santri bahkan langsung tersenyum lebar sementara para santriwati terlihat heboh sendiri sambil menutup mulut mereka karena ikut bahagia. Ustadz Haidar kembali melanjutkan perkataannya dengan pelan,

“Abi sudah menetapkan bahwa akad nikah Ilyas dan putri Abi, Hanindya, akan dilaksanakan minggu depan di pondok ini.”

Dan kali ini musholla benar-benar dipenuhi suara bahagia.

“MasyaAllah…”

“Barakallah ustadz!”

“Selamat ustadz!”

“Selamat kak Hanin!”

Beberapa santri kecil bahkan mulai bertepuk tangan kecil sebelum akhirnya ditegur temannya sendiri karena masih berada di dalam musholla. Sementara itu Shaka hanya diam. Ia duduk membeku di tempatnya sambil menatap ke depan tanpa suara. Semua orang terlihat bahagia dan itu justru membuat dirinya merasa semakin asing di tengah kebahagiaan mereka. Di depan sana, Ustadz Ilyas tersenyum malu-malu sambil sesekali mengusap tengkuknya sendiri, sedangkan Hanindya terlihat menunduk malu dengan senyum kecil yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

Lalu tanpa sengaja tatapan Hanindya dan Ustadz Ilyas bertemu. Hanya sebentar namun cukup untuk membuat dada Shaka terasa seperti diremas cukup keras. Tatapan itu terlihat berbeda. Ada cinta di sana. Ada kebahagiaan yang begitu tulus. Ustadz Ilyas menatap Hanindya dengan penuh cinta sementara Hanindya membalasnya dengan senyum malu-malu yang begitu tulus. Dan entah kenapa pemandangan kecil itu terasa jauh lebih menyakitkan dibanding apa pun pagi ini.

Shaka langsung menundukkan wajahnya cepat-cepat. Tenggorokannya terasa panas, dadanya sesak. Ia bahkan mulai kesulitan mendengar suara di sekitarnya sendiri. Yang terdengar sekarang hanya suara hatinya yang perlahan hancur karena untuk pertama kalinya ia sadar, Hanindya memang tidak pernah menjadi miliknya dan tidak akan pernah. Acara pengumuman itu masih terus berlangsung beberapa menit lagi. Para santri dan santriwati mulai ramai memberi selamat satu per satu namun Shaka memilih diam. Ia hanya duduk sambil menundukkan wajahnya.

Sampai akhirnya setelah semuanya selesai dan para santri mulai keluar dari musholla, Shaka langsung berdiri pelan. Langkahnya terasa berat. Ia bahkan tidak berani melihat ke arah Hanindya maupun Ustadz Ilyas lagi.

“Shaka!” panggil Ustadz Ilyas yang memanggilnya dari belakang namun Shaka hanya menoleh sedikit.

“Iya ustadz?”

“Kamu nggak ikut sarapan?” tanya ustadz Ilyas yang membuat Shaka cepat-cepat menggeleng kecil.

“Nanti aja ustadz, saya mau ke kamar dulu.”

“Oh… iya.” Ustadz Ilyas tersenyum kecil tanpa curiga sedikit pun. “Jangan lupa makan ya.”

“Iya ustadz.”

Shaka langsung pergi sebelum lelaki itu sempat berkata lagi. Langkahnya semakin cepat melewati halaman pondok yang masih dipenuhi para santri. Beberapa orang bahkan masih membicarakan kabar pernikahan tadi dengan wajah bahagia.

“Ustadz Ilyas sama kak Hanin cocok banget ya.”

“Iya MasyaAllah…”

“Semoga pernikahan mereka nanti sakinah mawaddah warahmah.”

Kalimat-kalimat itu terus terdengar di telinga Shaka sepanjang perjalanan menuju asrama.

Dan semakin ia mendengarnya, semakin sakit rasanya. Sampai akhirnya ia berhasil masuk ke kamar asramanya sendiri.

Brak.

Pintu kamar tertutup pelan di belakang tubuhnya. Dan saat itulah semua kekuatan Shaka seperti langsung runtuh begitu saja. Tubuh tingginya perlahan jatuh terduduk di lantai dingin kamar sementara tangannya langsung memegang dada sendiri kuat-kuat.

Napasnya memburu, dadanya benar-benar terasa sangat sakit.

“Ah”

Suara lirih keluar dari bibirnya sendiri. Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun hidup di jalanan, Shaka menangis. Air mata langsung jatuh begitu saja tanpa bisa ditahan lagi. Ia menundukkan wajah sambil memegangi dadanya sendiri kuat-kuat. Kenapa rasanya sesakit ini? Kenapa rasanya seperti ada sesuatu yang direbut paksa dari dirinya? Padahal Hanindya bahkan bukan menjadi miliknya.

Shaka tertawa kecil di sela tangisnya sendiri. Tawanya terdengar pahit.

“Bodoh…” gumamnya serak. “Aku benar benar bodoh…”

Ia mengusap wajahnya dengan kasar namun air matanya justru semakin jatuh. Selama ini ia selalu berpikir dirinya hanya kagum pada Hanindya. Hanya merasa nyaman setiap berada dekat perempuan itu, namun sekarang Shaka sadar ia benar-benar mencintainya. Dan kesadaran itu datang di waktu yang paling salah. Shaka memejamkan matanya kuat-kuat. Bayangan Hanindya terus muncul di kepalanya. Senyumnya, tatapannya, cara perempuan itu memujinya, dan cara Hanindya selalu percaya bahwa dirinya bisa berubah menjadi lebih baik. Semua itu membuat hati Shaka perlahan luluh tanpa ia sadari. Dan sekarang perempuan itu akan menikah dengan orang lain.

Dengan lelaki yang jauh lebih baik darinya. Shaka mengepalkan tangannya kuat-kuat. Di satu sisi ia benar-benar ingin mengatakan semuanya. Ingin mengungkapkan bahwa ia mencintai Hanindya. Bahwa dirinya tidak ingin kehilangan perempuan itu, bahwa untuk pertama kalinya dalam hidup, ia merasakan cinta setulus ini. Namun di sisi lain bagaimana mungkin ia melakukan itu?Bagaimana mungkin ia merebut perempuan yang dicintai Ustadz Ilyas? Lelaki yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.

Ustadz Ilyas sudah begitu banyak membantunya, membimbingnya, mengajarinya agama, mengubah hidupnya sedikit demi sedikit. Dan sekarang apa balasannya? Dirinya justru diam-diam menyukai perempuan yang akan dinikahi lelaki itu.

Shaka langsung menutup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya. Tangisnya pecah lagi. Ia membenci dirinya sendiri sekarang. Sangat benci. Karena untuk pertama kalinya sejak datang ke pesantren Shaka merasa kembali menjadi manusia penuh dosa.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Good morning thor welcome back, semoga hari mu menyenangkan, cukup Shaka dan yang lainya lagi sedih jangan hariku 👍😁.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Kayanya keluarga ustadz Haidar ini keluarga huruf H 😁👍
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
nggak berani.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Thor aku mau tanya keluarga ustadz Ilyas mana?
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
No matter how sinful someone's past may be, if they sincerely repent and still have a good heart, God will make it easy for them👍👍
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
keburung terburung nafsu
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Belajar agama menjadi hak semua insan manusia, termasuk para anak jalanan dan preman.
Di tengah “pemberontakan” batinnya, mereka sebenarnya menginginkan tempat untuk merubah watak dan nalurinya, dan itu bukan hal yang mudah.
Apalagi saat ini banyak berkembang paham radikalisme dan intoleran terhadap sesama yang berdampak negatif bagi masyarakat.
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk tafaqquh fiddin (memahami agama) dan membentuk moralitas umat yang islami melalui pendidikan.
Sampai sekarang, pondok pesantren pada umumnya bertujuan untuk belajar agama dan mencetak pribadi muslim yang kaffah yang melaksanakan ajaran islam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
sabar tenang ucu geulis boleh kau marah tapi setidaknya bukan sepenuhnya salah dia tapi salah keadaan.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
banyak berdoa aja
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
iya sekarang buruan.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
iya Abi, tong ngahuleng ih hayu urang KA rumah sakit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
welcome back thor aku kembali baca 🤗
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
😭😭😭😭 aku tak sanggup semua ini.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
langsung pergi ke RS dong.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Tenang tarik nafas Shaka, tahan, tahan, tahan, tahan, tahan......
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
pas banget aku lagi makan wk.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Alhamdulillah 🤲
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
aing aja deg degan begini 😩
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
berdoa aja Shaka 🤲
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Aku punya pirasat deh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!