NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LAMARAN 1
Seperti mentari yang tidak sekalipun ingkar janji, dia selalu ada setiap pagi memberi cahaya dan warna untuk manusia. Dan seperti janji air... dia selalu siap mengalir menghilangkan dahaga.
Keesokan harinya sepulang kerja, queen dan erfan berangkat membeli cincin dan seserahan, erfan sama sekali tidak mau mengulur waktu, tidak mau menunda-nunda apa yang sudah di sepakati bersama queen.
Setelah membeli semua apa yang sudah di butuhkan, mereka mampir ke warung bebek langganan queen.
"kamu mau bebek bagian apa sayang? " tanya erfan.
"Biar aku yang pesan mas..." queen tidak menjawab pertanyaan erfan.
"tidak, kamu capek dek... Biar mas yang pesan, kamu mau dada apa paha? , dan mau minum apa?" erfan mengulang pertanyaan.
" dada saja mas, air jeruk hangat" jawab queen.
" oke sayang"
Setelah memesan makanan, erfan kembali duduk di sebelah queen, menggenggam tangan queen. Dia terus memandang queen dengan tatapan penuh sayang, hingga membuat queen menunduk malu.
"kenapa?? " tanya erfan.
"jangan menatapku seperti itu... Aku malu"
" kenapa malu... Bahkan aku sudah melihat lebih dari ini" jawab erfan sambil tersenyum.
" maas, jangan membahas itu" kata queen dengan manja.
"ooooh jadi ini laki-laki pilihan kamu dek? "
Queen dan erfan kaget, tiba-tiba abdi sudah ada di samping mereka dengan muka merah padam.
Erfan segera membaca situasi, beruntung tempat itu sepi, hanya ada mereka, teman abdi dan 2 pengunjung yang beli untuk di bawa pulang.
dan teman abdi memandang queen dengan pandangan jijik dan sinis. seolah-olah queen adalah wanita paling tidak berharga. Erfan yang melihat itu langsung menggenggam jemari queen, memberi kekuatan melalui genggaman itu.
"Dek... Jika kamu merasa ada yang harus di selesaikan, selesaikan sekarang. Jangan sampai saat menikah nanti, masih ada batu yang menghalangi jalan." erfan berkata dengan nada tegas.
" maaf mas... Apapun yang terjadi di antara kita, semua sudah selesai dan kamu sudah menerimanya. Aku menerima mas erfan setelah kita selesai" queen berkata tanpa ragu.
" bahkan baru beberapa waktu lalu aku dan kamu...." belum selesai abdi berkata, erfan sudah memotong.
" jangan menjadi pengecut dengan mempermalukan seorang wanita apa lagi di tempat umum!!!! " erfan berkata penuh tekanan.
Mulut abdi langsung tertutup, dia melihat sekeliling dan tersadar di mana dia berada saat ini.
"dan kamu!! Jaga mata mu, jangan menghakimi queen seolah kamu manusia paling suci dan paling benar" erfan menunjuk teman abdi.
" kalau memang kalian jantan dan dewasa, jika ada masalah... Silahkan duduk!! Kita bicara baik-baik" lanjut erfan.
Lalu mereka berempat duduk, erfan memberi kode untuk menunda sajian pesanannya.
keadaan hening, mereka berempat duduk dalam diam. Queen yang merasa semua berawal darinya, ingin bicara... Tetapi di tahan oleh ergan.
" jadi... apa yang ingin kamu sampaikan " erfan membuka pembicaraan dengan tetap menggenggam tangan queen.
" aku ingin bicara dengan queen berdua" jawab abdi.
" tidak!!! seberapapun lamanya kamu menjalin kasih bersama queen, sedalam apapun perbuatan kalian, sejauh apapun hubungan kalian, tetapi akulah yang sudah mengkhitbah queen di depan orang tuanya. Jadi aku berhak melarang queen dekat dengan lelaki lain. Dan harus kamu tau... Aku... Tau semua tentang kalian!!! " erfan berkata dengan tegas dan penuh tekanan.
" jika kamu tau... Berarti kamu harus menunggu sampai terbukti bahwa queen tidak ham..." belum sempat abdi melanjutkan kata-katanya, erfan kembali memotong.
" itu... Tidak terjadi!!! Queen saat ini sedang hai*, jadi tidak terjadi apa dalam tubuhnya. " jawab erfan.
" dek!! Lihat aku!! Apa yang dia katakan benar?" abdi memandang queen penuh kecewa.
" ya. Aku baik-baik saja. maaf mas... Aku sebentar lagi menikah, aku mohon... Maafkan aku dan biarkan aku pergi... Aku selalu berdoa semoga mas mendapatkan yang terbaik. " jawab queen.
Abdi terdiam, dia tertegun oleh jawaban queen yang tidak ada ragu sama sekali. Teman queen menepuk pundak abdi dan beranjak pergi. Dia muak melihat queen yang menyakiti abdi dengan begitu dalam.
" baiklah jika ini pilihan mu dek. Semoga bahagia" jawab abdi dan berlalu pergi.
Abdi meninggalkan erfan dan queen bersama luka dan kecewa.... Selama ini dia diam karena berharap queen akan datang padanya, memintanya kembali atau meminta pertanggung jawabannya, tapi ternyata... Dia salah... Queen benar-benar telah kepas dan tidak ada celah untuknya kembali....
" ayo... Kita pergi. Lupakan cewek murahan kayak gitu" ucap temannya yang membuat hati abdi bertambah sakit.
Abdi memasuki mobil yang di kendarai temannya, dan melaju pergi meninggalkan area tempat queen dan erfan makan.
Sementara di dalam warung, pesanan sudah di antar, namun erfan masih menatap queen yang melamun.
" kamu ingin mengejarnya dek?? ... Dia belum jauh" kata erfan.
queen tersentak dan berkata" bicara apa kamu mas??"
" kamu dari tadi melamun setelah dia pergi" jawab erfan dengan nada dingin.
" maafkan aku... Aku tidak ada niat kembali padanya, aku.... benar ya aku wanita murahan.." kata queen.
Ergan menggenggam tangan queen dan berkata
" tidak. Kamu wanita baik, kami wanita spesial yang di kirim Allah untukku. Jangan membuatku cemburu dengan melamun, aku... Benar-benar cemburu.
"sudah. Sekarang ayo makan... Kita harus segera pulang untuk membicarakan konsep lamaran dengan ibu ku" kata erfan.
Lalu mereka makan dengan tenang... Dan erfan sesekali menyuapi queen seperti biasanya.
"terimakasih mas... sudah menjadikan ku ratu di hatimu " queen berkata dalam hati tanpa ingin mengungkapkan....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...