NovelToon NovelToon
Flight To Your Heart

Flight To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Prabu, seorang pria yang dulunya penuh ambisi, kini tenggelam dalam depresi berat yang merenggut gairah hidupnya. Melihat kondisi sang putra yang kian memprihatinkan, ayahnya yang merupakan seorang pilot senior, merasa hanya ada satu orang yang mampu menarik Prabu keluar dari kegelapan: Xena.
Xena bukan sekadar wanita dari masa lalu yang pernah mengejar-ngejar Prabu saat SMA, ia kini adalah seorang dokter spesialis jiwa yang handal. Sang ayah yakin bahwa kombinasi antara keahlian medis dan ketulusan hati Xena adalah kunci kesembuhan Prabu.
Meski dipenuhi penolakan dan sikap dingin yang membeku, Prabu akhirnya menyerah pada desakan orang tuanya. Ia menyetujui pernikahan tersebut dengan satu syarat mutlak di kepalanya: pernikahan ini tak lebih dari sekadar sesi pengobatan.
Xena pun melangkah masuk ke dalam hidup Prabu, bukan lagi sebagai gadis remaja yang naif, melainkan sebagai penyembuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Keesokan paginya, saat langit masih berwarna kelabu dan embun menyelimuti dedaunan, jam dinding di ruang tamu Xena menunjukkan tepat pukul lima pagi.

Suasana masih sangat sunyi, hanya suara jangkrik yang mulai memudar digantikan kicauan burung pagi yang samar.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu yang beruntun itu memecah keheningan.

Xena, yang baru saja terlelap beberapa jam karena kelelahan emosional, menggeliat di balik selimutnya.

Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya dan mata yang masih sangat mengantuk, ia menyeret langkahnya menuju pintu depan.

"Siapa sih pagi-pagi begini..." gumamnya lirih sambil memutar kunci.

Begitu daun pintu terbuka, udara dingin pagi langsung menerpa wajahnya. Namun, rasa dingin itu tidak sebanding dengan keterkejutan yang menghujam jantungnya.

"Selamat pagi, Sayang. Sudah pagi ini," ucap sebuah suara berat yang sangat familiar.

Xena berdiri mematung. Matanya yang tadi menyipit karena kantuk, kini terbuka lebar. Di hadapannya berdiri Prabu.

Pria itu masih mengenakan seragam pilotnya yang tampak sedikit kusut, dasinya sudah dilonggarkan, dan tas terbangnya tersampir di bahu.

Wajahnya terlihat sangat lelah, namun matanya memancarkan binar yang berbeda—binar penuh tekad.

Tanpa menunggu izin, Prabu melangkah masuk ke dalam rumah kecil itu.

Ia membawa sebuah kantong plastik hangat yang aromanya sangat menggoda indra penciuman.

"Aku baru saja mendarat sejam yang lalu," ucap Prabu sambil menaruh kantong plastik itu di atas meja makan kecil Xena.

"Aku ingat kamu pernah bilang ingin sarapan bubur ayam yang ada di dekat bandara Ngurah Rai. Jadi, tadi sebelum take off dari Bali, aku sempatkan beli ini untukmu."

Xena masih bergeming di tempatnya berdiri. Pikirannya kacau.

Kemarin pria ini bersimpuh di bawah kakinya di Jakarta, sorenya ia terbang menembus awan menuju Bali, dan pagi buta ini, ia sudah berdiri di dapur Xena membawa sarapan dari pulau seberang.

"Kenapa kamu di sini, Pra?" suara Xena terdengar serak.

"Kamu seharusnya istirahat di rumah orang tuamu. Jadwal terbangmu pasti padat."

Prabu berbalik, menatap Xena dengan tatapan yang sangat dalam. Ia mendekat, meski Xena refleks mundur selangkah.

"Aku sudah bilang, kan? Aku tidak mau terbang kalau bukan kamu tujuanku untuk pulang," bisik Prabu.

Ia membuka bungkus bubur itu, uap panasnya mengepul di udara.

"Aku akan melakukan apa yang kamu lakukan dulu, Xen. Menjemputmu setiap pagi, memastikan kamu makan dengan benar, dan berada di sini meskipun kamu mengabaikanku."

Xena menatap bubur ayam yang masih hangat itu, lalu beralih menatap wajah suaminya yang kuyu.

Hatinya bergejolak hebat antara rasa haru yang sesak dan luka yang masih menganga.

Di pagi yang buta ini, sang Pilot baru saja membuktikan bahwa ia benar-benar sedang belajar bagaimana caranya mengejar bumi yang telah lama ia sia-siakan.

Prabu tidak membiarkan kecanggungan itu menghentikannya.

Dengan gerakan yang lembut namun penuh ketegasan, ia menggandeng tangan Xena, menuntun wanita itu menuju kamar mandi seolah-olah luka di antara mereka tidak pernah ada.

"Kamu mandi dulu, air hangatnya sudah aku hidupkan," ucap Prabu pelan saat mereka sampai di depan pintu kamar mandi.

Xena hanya diam, tubuhnya masih terasa kaku. Ia merasa seperti ditarik kembali ke dalam rutinitas yang dulu sangat ia dambakan, namun kini terasa begitu asing.

Prabu kemudian mengangsurkan sebuah tas belanja eksklusif dari salah satu butik ternama di Bali.

"Setelah mandi kita sarapan bersama. Dan ini, pakaian yang aku beli tadi di Bali. Semoga kamu suka ya, Istriku," lanjut Prabu dengan binar mata yang mencoba mencari celah di hati Xena.

Xena menatap tas belanja itu dengan tatapan datar, lalu beralih menatap tajam ke arah mata suaminya.

"Mantan istri," koreksi Xena dengan suara dingin yang menusuk.

Langkah Prabu terhenti. Ia meletakkan tas itu di atas meja rias, lalu berbalik menatap Xena dengan senyum tipis yang sarat akan tekad.

Ia melangkah satu langkah lebih dekat, hingga aroma parfum maskulinnya yang bercampur dengan sisa udara penerbangan kembali menyentuh indra penciuman Xena.

"Bukan mantan, Sayang," bisik Prabu, suaranya terdengar sangat yakin.

"Aku masih belum tanda tangan surat perceraian kita. Dan selama tanda tanganku belum ada di sana, kamu masih tetap Nyonya Prabu. Istriku yang sah."

Xena membuang muka, mencoba mengabaikan debaran jantungnya yang mendadak tak keruan.

"Itu cuma masalah waktu, Pra. Kamu nggak bisa menahanku selamanya dengan status itu."

"Aku tidak mencoba menahanmu dengan status, Xen. Aku sedang mencoba memenangkanmu kembali dengan caraku," balas Prabu lembut.

Ia mengusap puncak kepala Xena dengan sangat hati-hati, lalu mundur untuk memberikan ruang.

"Sana mandi, sebelum buburnya dingin."

Xena masuk ke kamar mandi dan menutup pintu dengan rapat.

Di balik pintu, ia menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata.

Di luar, ia mendengar suara Prabu yang mulai sibuk menata meja makan, sesekali bersiul kecil—sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan Prabu yang pemarah beberapa minggu lalu. Sang Pilot benar-benar telah mendarat, dan kali ini, ia tidak berniat untuk lepas landas tanpa membawa hatinya kembali.

Selesai mandi, Xena keluar dengan rambut yang masih sedikit basah, mengenakan pakaian santai yang dibelikan Prabu.

Ia menemukan Prabu sudah duduk tenang di meja makan, menunggunya dengan dua mangkuk bubur yang kepulan uapnya masih terlihat tipis.

"Kita sarapan dulu, setelah itu aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk bekerja," ujar Prabu sambil menyodorkan sendok bersih ke arah Xena.

Xena menarik kursi, namun ia tidak langsung menyentuh makanannya.

Ia menatap wajah Prabu yang terlihat kuyu dengan lingkaran hitam di bawah matanya.

Rasa kasihan dan profesionalitasnya sebagai dokter mulai bergejolak.

"Pra, pulanglah. Kamu nanti siang masih harus terbang lagi ke Bali. Kamu butuh istirahat, kamu butuh tidur yang berkualitas agar tetap fokus di kokpit," pinta Xena dengan nada yang mulai melunak, meski tetap berusaha menjaga jarak.

Prabu justru tersenyum lebar, ia menyesap kopi hitamnya perlahan.

"Kamu dulu saat SMA bisa mengejarku tanpa kenal lelah meski aku berkali-kali mengabaikanmu. Sekarang, anggap saja giliranku. Aku akan mengejarmu, Xen. Ke mana pun."

Xena bergidik pelan, sebuah reaksi spontan yang muncul begitu saja.

"Hiii... mengerikan," gumam Xena pendek.

Tawa Prabu pecah seketika. Suara tawa yang lepas, berat, dan terdengar sangat tulus itu memenuhi ruangan dapur yang sempit.

Sudah sangat lama Xena tidak mendengar tawa itu—tawa yang dulu selalu ia dambakan saat mereka masih di sekolah.

"Kenapa mengerikan?" tanya Prabu di sela tawanya yang mulai mereda.

Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Xena dengan kilatan jahil di matanya.

"Lebih mengerikan lagi jika aku menagih malam pertama kita yang terlambat sepuluh tahun, kan?"

"PRABU!"

Pipi Xena mendadak terasa panas. Wajahnya memerah hingga ke telinga.

Ia segera menundukkan kepala, menyembunyikan rasa malunya dengan mulai menyuap bubur ayam itu dengan terburu-buru.

Prabu kembali terkekeh melihat reaksi istrinya. Ia mulai ikut makan, menikmati setiap suapan bubur yang ia beli dari Bali tersebut.

Suasana pagi itu terasa sangat berbeda; tidak ada lagi ketegangan yang menyesakkan, hanya ada seorang pria yang sedang berusaha mencairkan gunung es yang ia ciptakan sendiri, dan seorang wanita yang sedang berjuang keras agar tidak jatuh kembali ke dalam pesona yang sama.

"Enak?" tanya Prabu lembut.

Xena tidak menjawab, ia hanya terus mengunyah sambil menatap lurus ke arah mangkuknya, mencoba menata detak jantungnya yang mendadak tidak keruan karena candaan nakal suaminya.

1
Nur Asiah
semua novel genre romantis pasti ujungnya ya balikan
my name is pho: enaknya balikan apa nggak nih
🤭
total 1 replies
Nur Asiah
makan xena yg banyak,biar sehat setelah itu berikanlah kesempatan untuk prabu sekali lagi💪💪
falea sezi
males ujungnya balikan/Puke/
falea sezi
skip sena goblok di injak2 harga diri masih aja mau
falea sezi
klo balik sena oon tolol
falea sezi
goblok jd sena q penjarain trs gugat cerai
falea sezi
laki menjijikkan
falea sezi
enak bgt dateng2 suruh nikah
Nur Asiah
sepertinya perjalanan meraih cinta Xena masih panjang,prabu semangat
Alex
ini hari libur Thor, knpa bawangnya sebanyak ini😭😭😭😭😭
Nur Asiah
setelah kesekian bab aku baja akhirnya nyesek juga rasanya,selamat prabu impianmu kembali dengan lepasnya Xena darimu
Rian Moontero
lanjooott👍👍
miesui jazz jeff n jexx
sgt bgs...
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Alex
kapok kamu pra
wwkwkwkwk
Alex
xena😭😭😭😭
Alex
kok kmu yg nonjok sih pra, harusnya ku tonjok duluan atau ku benturkan palamu di karang yg ada di pantai biar agak encer🤭
gemes bgt sama nie orang dech
my name is pho: sabar kak🤭
total 1 replies
Alex
pra, kmu mau ku getok pakai palu apa pakai kentongan, heran dech, emosi Mulu 😄
my name is pho: sabar kak🤭🥰
total 1 replies
Alex
siap menunggumu untuk lari aku pra, hbis itu Xena akn meninggalkanmu
hahahahaha
ketawa jahat ini🤭
Alex
awas gue tandain loe prabu
nanti kalau bucin Kutendang dari pesawat🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!