NovelToon NovelToon
Pelakor Berkedok Sahabat

Pelakor Berkedok Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gusmon

Nadya adalah definisi istri sempurna: cantik dengan wajah baby face yang menggemaskan, tubuh sintal yang terjaga, dan hati selembut sutra. Namun, kebaikannya yang tanpa batas justru menjadi bumerang. Demi membangkitkan butik eksklusifnya yang mulai lesu, Nadya mempekerjakan Stefani, seorang top affiliate e-commerce berusia 21 tahun yang sedang naik daun.


Stefani bukan sekadar rekan kerja biasa. Di balik wajah cantiknya yang sensual dan gaya bicaranya yang manja, ia adalah predator yang haus akan kemewahan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah mewah Nadya, target Stefani berubah. Ia tidak lagi menginginkan komisi penjualan, ia menginginkan seluruh hidup Nadya—termasuk suaminya, Erian.


Erian, seorang eksekutif muda yang gagah, selama ini memendam gairah besar yang tidak tersalurkan karena sifat Nadya yang terlalu pasif dan "terlalu baik" di ranjang. Celah inilah yang dimanfaatkan Stefani dengan sangat licik. Dengan kedok profesionalisme—sering menginap untuk alasan live.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusmon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Serangan Mendadak Clarissa

Udara di dalam kantor pagi itu terasa berat dan penuh muatan listrik statis yang siap meledak kapan saja. Erian, yang pikirannya masih separuh tertinggal di atas ranjang Stefani dengan bekas gigitan yang masih berdenyut di punggung tangannya, mencoba fokus pada tumpukan audit di meja kerjanya. Namun, fokusnya buyar seketika saat pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan yang sopan.

Clarissa melangkah masuk dengan aura yang mendominasi seluruh ruangan. Penampilannya pagi ini benar-benar provokatif, sebuah tantangan visual yang sulit diabaikan oleh pria mana pun. Ia mengenakan rok span mini yang memeluk pinggulnya dengan sangat ketat, dipadukan dengan blazer dan kemeja yang sangat tipis, hampir transparan di bawah sorotan lampu kantor, menonjolkan lekuk tubuhnya yang atletis namun feminin. Rambutnya diikat gaya updo yang rapi, mengekspos leher jenjangnya yang putih, dan parfum sensual yang ia gunakan seolah memenuhi oksigen di sekitar Erian, aroma yang sangat berbeda dengan aroma manis Stefani—ini adalah aroma kekuasaan dan gairah yang matang.

Tanpa basa-basi, Clarissa berjalan mendekat, matanya yang tajam menatap langsung ke manik mata Erian yang tampak lelah. Sebelum Erian sempat mengeluarkan sepatah kata pun untuk menyapa, Clarissa sudah menjangkau lengannya. Dengan kekuatan yang mengejutkan, ia menyeret tangan Erian keluar dari ruangan, melewati lorong sepi menuju area toilet eksekutif di lantai itu.

Begitu mereka berada di dalam, Clarissa menendang pintu hingga tertutup dan mengunci pintu toilet dengan bunyi klik yang final. Suasana sunyi di luar seketika kontras dengan gemuruh napas di dalam ruangan sempit berdinding marmer itu.

Tanpa memberikan jeda bagi Erian untuk protes atau sekadar mengatur napas, Clarissa langsung mencium bibir Erian dengan sangat mesra. Ciuman itu adalah sebuah serangan; penuh dengan rasa lapar, otoritas, dan klaim kepemilikan. Lidahnya bermain dengan lihai, memaksa Erian untuk membalas pagutannya. Erian, yang memang sudah berada dalam kondisi mental yang kacau akibat efek sisa obat semalam dan tekanan rasa bersalah, merasa pertahanannya kembali runtuh. Gairah yang baru saja ia coba jinakkan kini bangkit kembali seperti singa yang kelaparan.

Sambil terus melumat bibir Erian, tangan Clarissa bergerak dengan presisi yang luar biasa. Jemarinya yang ramping dan kuat melepaskan gesper Erian dengan sangat cekatan, seolah ia sudah menghafal setiap lekuk aksesori pria itu. Bunyi logam yang beradu terdengar nyaring di ruangan yang sunyi itu, disusul dengan suara seretan resleting yang terbuka, dan dalam hitungan detik, Clarissa telah memelorotkan celana Erian ke bawah.

Erian mengerang rendah di sela-sela ciuman mereka. Tangannya yang besar, yang semalam mencengkeram pantat Stefani, kini menemukan pelabuhan baru. Ia mencengkeram kuat-kuat pinggul Clarissa, merasakan tekstur halus dari kulit dan kain rok span yang kini ikut dipelorotkan ke bawah oleh Clarissa sendiri.

Clarissa melepaskan pagutan bibir mereka, napasnya memburu, meninggalkan jejak lipstik merah di bibir Erian. Ia memutar tubuhnya membelakangi Erian, lalu dengan gerakan yang sangat sensual, Clarissa membungkuk dengan kedua tangan bertumpu pada closet. Posisi itu mengekspos lekuk tubuhnya dengan sempurna, sebuah pemandangan yang membuat adrenalin Erian mencapai titik didih.

"Cepat Erian, jangan buat aku menunggu," perintah Clarissa dengan suara rendah yang serak, penuh dengan nada imperatif yang tak terbantahkan.

Erian tidak lagi berpikir. Segala beban pikiran tentang Nadya yang sedang sakit di rumah, atau tentang pengkhianatannya dengan Stefani beberapa jam yang lalu, seolah menguap tertiup gairah yang ditawarkan Clarissa. Ia maju selangkah, menekan tubuhnya ke arah Clarissa yang sudah siap di depannya. Cengkeramannya pada pinggul Clarissa semakin mengeras, seolah ia ingin meninggalkan bekas permanen di sana.

Di toilet kantor yang dingin itu, sebuah pengkhianatan kedua sedang berlangsung. Jika semalam adalah tentang jebakan dan obat perangsang, pagi ini adalah tentang perebutan kekuasaan dan gairah yang murni antara dua rekan kerja yang sudah lama menyimpan api di bawah permukaan. Erian terjepit di antara dua wanita yang masing-masing memiliki agenda gelap, sementara ia sendiri semakin tenggelam dalam pusaran nafsu yang mengancam akan menghancurkan segala yang telah ia bangun.

"Sekarang, Erian!" desis Clarissa lagi, kepalanya menoleh ke belakang, menatap Erian dengan tatapan menantang yang seolah berkata bahwa dialah satu-satunya wanita yang pantas mendapatkan pria itu.

Erian pun bergerak, memberikan apa yang diminta Clarissa dengan intensitas yang sama besarnya. Di balik pintu terkunci itu, suara napas yang beradu dan gesekan kulit menjadi satu-satunya bahasa yang mereka pahami, mengabaikan dunia korporat yang sedang berjalan di luar sana.

1
Lee Mba Young
Baca novel ini Stefani kayak nya lbih menggairahkan drpd Nadya. bisa memberi kepuasan pd erian.
pdhl Nadya blm punya anak masa gk bisa muasin suami nya terlalu lempeng ya bosen lah.
Lee Mba Young
tanpa pengaman tinggal nunggu Stefani hamil 🤣. syukurin Nadya bawa wanita lain ke rumah, jng Salah kan suami mu nnti, Stefani lebih menggairahkan, bisa liar tiap laki pasti akn ketagihan.
sdng Nadya wanita gk tau gimana nyenengin suami pdhl blm punya anak. sakit perut saja tinggal minum obat ndadak kluar Kamar oalah manja nya.
Deeva Satrya
Nadia kmr sbelah msk GK kedengeran pdhl mereka berdua triak triak an psti keras bngt,, sat set KK ending Nadia nangkep mereka berdua lgi indehoi 🤣🤣🤣🤣🤣
katty
up
Ovha Selvia
Nadya bodohnya minta ampun wkwkwkwkw
Lee Mba Young
Kbanyakan istri sah ki mesti baik nya kbanyakan bodoh mudah di tipu. masukin wanita lain ke rumah pdhl itu TDK bnar menurut agama.
ntar kl suami selingkuh dng wanita itu yg di Salah kan suaminya pdhl yg Salah jls istri sah yg mmbawa wanita lain tinggal di situ 🤣🤭.
mkne kl erian terjerat ma pelakor ya yg Salah istri sah lah. gk muasin suami plus malah bawa wanita lain seatap. 😄🤭
katty
lanjut
katty
/Shy/
katty
lanjut
Indi_Dedy77
nadya oon, suaminya CEO tp oon juga, jd ada lubang si ular bs masuk se enaknya. kan bs pake ancaman utk stefani biar keluar dr rumahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!