NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Sudah tiga hari berlalu sejak Vania membuka toko kue nya. Vania mulai kembali menata hati yqng sempat kacau karena kebohongan Nathan yang menutupi identitasnya sebagai Kakak tiri Irene.

Satria sudah menjelaskan padanya siapa Nathan dan bagaimana Nathan juga keluarganya. Vania sendiri tidak menanggapi hal itu lagi. Dia hanya ingin fokus dengan bisnisnya sekarang.

Toh orang yang seharusnya menjelaskan pada Vania sendiri menghilang sejak hari dimana kebenaran itu terungkap.

"Dasar pengecut."

Kata itulah yang selalu Vania gumamkan dalam hati untuk Nathan. Pergi tanpa penjelasan apapun, dan membuat Vania kesal sekali. Padahal Satria sudah menjelaskan tapi Vania tetap ingin Nathan sendiri yang datang langsung padanya.

.

.

Di Negara C

"Astaga Bram, sampai kapan Kita harus disini?" gerutu Nathan kesal.

Sudah tiga hari Nathan juga Bram harus pergi mengurus permasalahan proyek kerja sama dengan perusahaan Daniel.

Ada kecurangan yang terendus oleh Daniel dan itu terjadi karena ulah dari salah satu investor perusahaan Nathan. Untuk itu Natha juga Bram harus segera menyelesaikan permasalahan ini.

Tapi Nathan tidak menyangka jika akan selama ini Dirinya terjebak di Negara C dengan masalah kantor juga masalah Vania yang masih belum mendengar penjelasan apapun darinya.

"Sabar Bos, ini baru tiga hari, biasanya juga kalau pergi untuk urusan kantor sampai berminggu-minggu." jawab Bram dengan setengah mengejek.

Bukan Bram tidak tahu kenapa Nathan selalu uring-uringan selama pergi. Tapi Bram rasa urusan perusahaan jauh lebih harus di selesaikan dengan cepat sebelum Daniel sendiri yang turun tangan mengurus pengkhianat di perusahaan Nathan.

.

.

Pukul Enam Vania baru saja tiba dirumah. Duduk bersandar di sofa ruang tamu tanpa melepas sepatunya. Matanya terpejam, hari ini cukup lelah karena ada pemesanan dalam jumlah banyak sehingga Vania juga ikut membantu di dapur.

"Mba Vania." sapa Bibi Lauren pengasuh juga ART baru dirumah Vania yang ditugaskan Nathan.

Vania menghela nafas, lagi-lagi Vania mengingat Nathan yang sudah banyak ikut campur dalam setiap urusannya.

"Apa Resa sudah tidur Bi?" tanya Vania menegakkan tubuhnya.

"Belum Mba, Resa sedang mengerjakan tugas sekolahnya." jawab Bibi Lauren.

Vania mengangguk kemudian berpamitan ke atas menuju kamar Resa.

Ceklek

"Bunda." seru Resa yang tersenyum menyambut Vania.

Melihat senyum Resa yang tidak pernah pudar menjadi obat dari segala kegelisahan hati Vania.

"Resa sedang apa?" tanya Vania mendekat dan duduk di sisi Resa.

"Aku sedang mewarnai gambar Bunda." jelas Resa sambil kembali melanjutkan gambarnya.

Vania melihat gambar Resa yang banyak sekali keluarga disana. Vania bertanya siapa saja yang digambar oleh Putranya itu.

"Ada Ayah, Mom Irene, Granny, Grappy, Bunda juga Uncle Nathan." jelas Resa.

Deg

Vania kembali teringat dengan Nathan. Resa bahkan sampai menggambarkan Nathan juga ke dalam keluarganya.

"Bunda, Uncle Nathan ko belum pulang juga?" tanya Resa.

Memang beberapa kali Resa menanyakan Nathan padanya. Dan Vania selalu mengatakan jika Nathan sedang sibuk bekerja ke luar kota. Entah benar atau tidak yang pasti Vania hanya mengatakan hal yang diketahuinya saja dari Satria.

"Uncle Nathan kan orang sibuk sayang, Resa tidak boleh terlalu sering mengganggu Uncle ya." ucap Vania pelan.

"Kenapa Bunda, Uncle Nathan pernah bilang sama Resa kalau Dia akan selalu bersama Resa."

Vania terdiam. Tidak menyangka jika Nathan dan Resa sudah dekat seperti itu. Vania mengulas senyum dan mengelus kepala Resa lembut.

"Resa sabar ya, nanti kalau urusan pekerjaan Uncle selesai pasti Dia akan pulang menemui Resa." jelas Vania dan diangguki oleh Resa.

.

.

Berulang kali Nathan melakukan panggilan pada nomor Vania tapi selalu teralihkan. Vania pasti sudah memblokir nomornya. Tidak hilang akal, Nathan juga mencoba menelpon dengan meminjam ponsel Bram.

Tapi usaha nya terus gagal karena Vania menolak panggilan itu. Kesal setengah mati Nathan bahkan hendak melempar ponsel Bram.

"Jangan Bos." tahan Bram saat melihat Nathan ingin melempar ponsel mahalnya.

Dengan cepat Bram merebut ponsel itu dan mendekapnya seolah itu adalah barang berharga yang sangat disayanginya.

"Ck, Kau takut sekali." cibir Nathan.

Merebahkan diri di kasur hotel sambil memandang langit-langit kamar.

"Apa Vania tidak akan memaafkan Aku Bram." ucap Nathan.

Bram menggelengkan kepalanya. Melihat Nathan yang seperti ini membuat Bram yakin jika Bos nya benar-benar mencintai Vania.

"Bos tenang saja, Satria yang berkhianat saja bisa Vania maafkan. Apalagi Bos yang hanya sedikit berbohong saja." tutur Bram mengungkapkan pendapatnya.

"Benarkah?"

Bram mengangguk cepat.

"Kalau tidak di maafkan juga, Bos pakai saja cara Daniel tempo hari." celetuk Bram sebelum berlari dari kamar Nathan untuk menghindari amukan Bos nya.

"BRAAAM"

.

.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!