NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 — Hutan Kabut Awan (5) [REVISI]

“Siapa gurumu?” tanya Dai Zhong. Suaranya rendah, namun membawa getaran otoritas.

Wang Yan berdiri dengan sikap hormat, namun pikirannya tetap dingin dan waspada. “Saya tidak memiliki guru, Senior. Saya hanya berlatih secara mandiri melalui kitab-kitab teori dasar,” jawabnya, memberikan jawaban yang secara teknis benar namun menyembunyikan eksistensi Kitab Agung Penipu Langit.

Dai Zhong terdiam. Wajahnya yang tegas tidak menunjukkan emosi apa pun, tetap tenang seperti permukaan telaga yang dalam. Namun, di balik tatapan matanya yang tajam, batinnya bergejolak hebat.

“Tidak memiliki guru? Mustahil,” batin Dai Zhong tajam. “Menyerap pil tingkat 1 kelas tinggi hanya dalam waktu lima belas menit tanpa bimbingan teknik pernapasan tingkat tinggi seharusnya akan membuat jalur meridian seorang praktisi lapisan keempat hancur berantakan. Bahkan murid inti di Sekte Pedang Matahari setidaknya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk menetralisir residu obatnya. Pemuda ini... dia melakukannya dengan sangat bersih, seolah tubuhnya adalah monster rakus yang melahap energi tanpa sisa.”

Dai Zhong sedikit memicingkan mata, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan pada raut wajah Wang Yan, namun ia hanya menemukan ketenangan yang ganjil.

“Lima belas menit,” ucap Dai Zhong akhirnya, nadanya datar namun penuh penekanan.

“Kau tahu bahwa bagi kultivator di tingkatmu, waktu itu dianggap sangat tidak wajar untuk menyerap pil tingkat 1 dengan kemurnian seperti tadi?”

Wang Yan sedikit tersentak, kali ini keterkejutannya nyata. Ia menatap telapak tangannya sendiri sejenak sebelum kembali menatap Dai Zhong.

“Saya... saya tidak tahu, Senior. Saya mengira lima belas menit adalah waktu yang normal. Saya justru merasa sedikit bersalah karena merasa terlalu lama duduk bermeditasi di hadapan Senior,” jawab Wang Yan dengan nada yang tampak tulus.

Di dalam hati, Wang Yan mengumpat pada kecerobohannya sendiri. “Sial. Aku sudah sengaja menahan diri selama empat belas menit setelah energi pemulihan pil itu terserap habis dalam hitungan detik, dan ternyata lima belas menit pun masih dianggap terlalu cepat olehnya? Skala kekuatan di dunia ini benar-benar jauh di bawah efisiensi Teknik Kultivasi Penipu Langit.”

Dai Zhong hanya mengangguk pelan, menyembunyikan fakta bahwa ia baru saja menyaksikan sesuatu yang melampaui logika kultivasi normal di wilayah ini. Ia tidak ingin memuji terlalu berlebihan agar pemuda di depannya tidak menjadi sombong—atau lebih tepatnya, agar ia bisa terus mengamati potensi tersembunyi ini tanpa membuat Wang Yan merasa terancam.

“Ketidaktahuan bisa menjadi pelindung, tapi juga bisa menjadi lubang kuburmu sendiri,” ucap Dai Zhong berwibawa sembari memutar tubuhnya, menatap ke arah vegetasi hutan yang lebih gelap.

“Mampu bertahan dari hantaman Harimau Perak tingkat Kebangkitan Naluri lapisan kedelapan dengan pedang baja yang nyaris patah, lalu memulihkan diri dalam waktu sesingkat itu... Kau memiliki keberuntungan yang besar, Wang Yan.”

Pria itu menyilangkan tangannya di dada. “Tapi ingat, keberuntungan tidak akan datang setiap kali kau berbuat gegabah tanpa persiapan yang matang.”

“Saya mengerti, Senior. Semua saran yang Anda berikan adalah teguran berharga bagi saya. Saya tidak akan mengulangi kecerobohan yang sama di masa depan,” jawab Wang Yan dengan nada serius sambil membungkukkan tubuhnya sekali lagi.

Setelah suasana sedikit mencair, Wang Yan menegakkan tubuhnya. Matanya menatap ke arah bangkai Harimau Perak yang sudah tidak utuh lagi, lalu beralih kembali ke wajah Dai Zhong.

Ada satu hal yang mengganjal dalam analisis logikanya sejak tadi.

“Jika saya boleh bertanya satu hal lagi, Senior... Bukankah sangat aneh melihat Harimau Perak dengan tingkat pertumbuhan setinggi ini berada di pinggiran Hutan Kabut Awan?” Wang Yan menjeda kalimatnya, mencoba menyusun kalimat yang tidak terkesan menggurui.

“Seingat saya, predator puncak seperti ini seharusnya mendiami zona kedalaman yang jauh lebih ekstrem. Kenapa ia bisa berkeliaran begitu dekat dengan batas luar hutan?”

Dai Zhong menatap Wang Yan dengan tatapan yang sedikit lebih lunak. “Kau menanyakan pertanyaan yang bagus, dan memiliki insting pengamatan yang tajam,” jawabnya tenang.

“Ini bukanlah rahasia. Alasanku berada di tempat terpencil ini adalah karena keanehan tersebut. Aku menerima misi untuk menyelidiki gangguan di pusat Hutan Kabut Awan. Sesuatu yang sangat kuat sedang bergerak di dalam sana, memaksa binatang buas di zona dalam untuk melarikan diri ke pinggiran demi bertahan hidup.”

Pria paruh baya itu kemudian memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Wang Yan, ekspresinya kembali berubah menjadi sangat serius.

“Misi ini melibatkan pembersihan monster tingkat tinggi yang sudah di luar jangkauanmu. Harimau Perak tadi hanyalah satu dari sekian banyak predator yang terusir keluar. Jika kau tetap memaksakan diri masuk lebih dalam atau bahkan bertahan di area ini, kau hanya akan menemui ajal,” ucap Dai Zhong dengan suara berat yang penuh peringatan.

“Sebaiknya kau segera kembali sekarang juga. Hutan Kabut Awan kali ini benar-benar tidak cocok untuk seseorang dengan tingkatan Lautan Spiritual lapisan keempat sepertimu. Jangan biarkan potensi besarmu terbuang sia-sia hanya karena rasa penasaran yang tidak pada tempatnya.”

Wang Yan terdiam. Informasi tentang sesuatu yang lebih kuat di pusat hutan segera terekam dalam ingatannya sebagai variabel risiko yang harus dihindari. Ia tahu kapan harus menekan egonya dan kapan harus mundur demi keselamatan jangka panjang.

“Saya mengerti, Senior. Terima kasih atas peringatannya. Saya akan segera meninggalkan hutan ini secepatnya,” ucap Wang Yan mantap.

Dai Zhong terdiam sejenak, menatap Wang Yan dengan tatapan yang sulit diartikan. Ekspresi wajahnya tidak terbaca, namun ada keraguan yang sempat melintas di matanya sebelum akhirnya ia membuat keputusan.

Pria paruh baya itu kembali menggerakkan jemarinya pada cincin ruang di jarinya. Sesaat kemudian, cahaya redup muncul dan sebuah cincin perunggu polos beserta batu kristal putih jernih yang baru saja ia ambil dari kepala Harimau Perak tadi muncul di telapak tangannya. Tidak hanya itu, sebuah gulungan kulit tua kecil juga turut menyertai benda-benda tersebut.

“Ambil ini,” ucap Dai Zhong sambil menyodorkan benda-benda itu kepada Wang Yan.

Wang Yan tersentak. Ia menatap batu kristal binatang buas tingkat 1 kelas sempurna itu dengan tidak percaya, lalu beralih pada cincin di tangan Dai Zhong.

“Senior, ini... Bukankah ini batu kristal kelas sempurna yang baru saja Senior dapatkan? Dan cincin ini... apakah ini juga Cincin Ruang?” Suara Wang Yan sedikit bergetar. Logika analitisnya yang biasanya tenang mendadak kacau. Benda-benda ini adalah harta yang sanggup memicu pertumpahan darah antar kultivator.

Dai Zhong mengangguk datar. “Benar. Itu adalah Cincin Ruang tingkat rendah dengan kapasitas yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menyimpan barang-barang pentingmu. Dan gulungan itu berisi teknik dasar untuk mengekstrak energi dari batu kristal binatang buas tanpa terkontaminasi racun hewan.”

Ia menjeda kalimatnya, lalu menatap tajam ke arah saku jubah Wang Yan.

“Aku sudah mengamatimu sejak kau mengumpulkan dua kristal tingkat 1 kelas rendah dari para babi hutan tadi. Kau mematikan dan efisien dalam bertarung, tapi kau tampak bingung bagaimana cara menyerap energi dari benda padat itu. Tanpa teknik ini, kristal-kristal di tanganmu hanya akan menjadi batu hiasan yang tidak berguna.”

Wang Yan pikir, tidak masuk akal bagi seorang asing untuk memberikan harta sebanyak ini kepada seseorang yang baru ditemui, apalagi setelah menyelamatkan nyawanya.

“Mengapa, Senior? Bantuan Senior tadi sudah lebih dari cukup untuk saya. Memberikan batu kristal tingkat 1 kelas sempurna, teknik ekstraksi, bahkan sebuah Cincin Ruang... Saya tidak memiliki apa pun untuk membalas kebaikan sebesar ini,” ucap Wang Yan dengan nada waspada yang masih tersisa.

Dai Zhong hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang lebih mirip seringai penuh perhitungan.

“Anggap saja ini sebagai investasi,” jawab Dai Zhong santai.

“Aku sudah hidup cukup lama untuk mengenali potensi yang tidak wajar. Seorang anak muda tanpa guru, mampu bertahan dari Harimau Perak, dan memiliki kecepatan penyerapan energi dari pil yang... unik. Di masa depan, kemungkinan besar kau akan menjadi sosok yang sangat berbeda dari sekarang.”

Ia melangkah mendekati Wang Yan dan menepuk bahunya dengan berat. “Jika suatu saat nanti kau berhasil mencapai puncak, ingatlah bahwa kau pernah berhutang budi pada Dai Zhong dari Sekte Pedang Matahari. Itu sudah cukup bagiku.”

Dai Zhong berbalik. Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, ia melompat ke arah pepohonan tinggi.

“Segera pergi dari sini sebelum hari gelap. Jangan mati sia-sia, Wang Yan!”

Suara itu bergema di tengah kabut yang kembali menutup, meninggalkan Wang Yan yang masih berdiri terpaku dengan tangan penuh dengan harta yang bisa mengubah nasibnya.

“Sekte Pedang Matahari? Siapa sebenarnya Senior itu?”

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!