Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 33_ Sesuatu yang Tiba-Tiba Muncul
Zhang Xiuhan menatap patung dirinya yang sangat besar dan kokoh. Ternyata para anggota Fengbao merupakan orang-orang yang sangat tangkas dalam melaksanakan tugas. Dengan dibantu para warga yang sengaja melibatkan diri atas inisiatif pribadi dalam pembangunan patung itu, kini patung Li Jie telah berdiri tegak di tengah-tengah desa Haidong. Begitu gagah.
"Itu sungguh patung yang sangat keren, Paman. Juga sangat tampan," ujar Zhillin sangat jujur. Membuat wajah Zhang Xiuhan sedikit memerah. Juga gugup.
"Benar, aku juga tidak mengira bahwa wajahku setampan itu," begitulah kira-kira yang dikatakan Zhang Xiuhan dalam batinnya. Ia sangat ingin menggoda Zhillin muda dengan harapan akan mendatangkan senyum pada wajah gadis itu. Tapi yang keluar dari mulutnya ternyata sangat berbeda.
"Jangan terlalu mudah memuji orang lain, apalagi pada lawan jenis. Haaah, dasar gadis nakal!" Zhang Xiuhan tak tahu bagaimana bisa kalimat yang ia ucapkan menjadi begitu menyebalkan. Yang jelas ia menjadi demikian hanya demi Zhillin.
"Hehehe, tapi bagiku Paman bukan orang lain."
Namun ternyata Zhillin muda tidak mudah tersinggung. Ia bahkan terlihat senang-senang saja atas ucapan Zhang Xiuhan yang ketus itu. Sungguh sangat berbeda dengan guru Zhillin.
Pada akhirnya Zhang Xiuhan juga turut tersenyum. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena tingkah manja Zhillin muda.
"Ada apa Paman? Mengapa Paman terlihat cemas?" tukas Zhillin yang melihat perubahan ekspresi wajah Zhang Xiuhan.
Zhang Xiuhan diam. Tidak menjawab. Juga tidak berencana untuk menjawab.
Zhillin benar, Zhang Xiuhan memang sedang mengkhawatirkan satu hal. Dan saat mengingatnya, Zhang Xiuhan menjadi sedikit gusar pada keselamatan warga Haidong. Hal yang mengganggu pikiran lelaki itu tidak lain adalah Patriark Bao Li.
Ia telah mencari kepala desa Haidong itu di seluruh markas Fengbao, juga telah mencarinya di hutan Yueyang dan sekitarnya. Tapi tidak ada. Patriark Bao Li tidak ditemukan.
Para penduduk tidak tahu bahwa Patriark Bao Li belum jelas kabarnya. Kabar yang beredar di masyarakat hanya sampai berita lelaki itu terkunci di dalam gudang racun di Jin Quo. Dan semua penghuni Jin Quo tewas keracunan.
Mereka tidak tahu bahwa jasad Patriark Bao Li tidak pernah ditemukan. Zhang Xiuhan pun menyimpan sendiri hal itu karena tidak ingin membuat para warga Haidong menjadi cemas dan kembali dihantui ketakutan.
"Paman?"
"Tidak bisakah kau diam sebentar?"
"Kim Ju memanggil Paman dari tadi."
Sejujurnya Zhillin pun terkadang merasa heran dengan sikap Paman Li Jie. Terkadang begitu ketus, tapi seringkali begitu manis.
Namun mau seperti apapun sikap sang paman, Zhillin tidak peduli. Sekarang sudah tidak ada lagi keraguan di hati gadis itu. Ia sepenuhnya yakin bahwa Zhang Xiuhan adalah seorang yang baik. Dan ia suka. Sangat suka.
"O, kau sudah datang," ujar Zhang Xiuhan sambil memegangi lehernya.
"Iya, Tuan."
"Bagus duduklah. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu."
Kim Ju yang telah pulih keadaannya lantas tersenyum dan duduk di kursi tamu, di ruangan Patriark Bao Li, dalam markas Fengbao yang kini berubah menjadi tempat layanan terpadu bagi masyarakat Haidong. Lelaki Joseon itu hampir tidak percaya jika tempat yang dulu selalu dijauhi warga itu, kini penuh sesak oleh warga yang mengadukan banyak hal, meminta bantuan ini dan itu kepada para mantan anggota Fengbao.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Zhang Xiuhan dengan wajah dan suara yang datar kepada Zhillin yang turut duduk manis di samping Kim Ju. Membuat Zhillin meringis lebar sekali dengan kedua kelopak mata yang berkedip lebih sering. Memunculkan senyum pula di wajah Kim Ju.
"Gadis kecil, hem hem!" Zhang Xiuhan menunjuk pintu keluar sebagai isyarat bagi Zhillin untuk pergi dari ruangan itu. Tapi Zhillin justru tersenyum lebih lebar dan membuat kedua kakinya turut berada di atas kursi, tanda bahwa ia tidak akan pergi dari situ. Zhillin juga berjanji hanya akan diam menyimak tanpa mengatakan apapun. Juga akan menyimpan semua yang ia dengar.
"Kau ini! Dasar gadis nakal!"
Zhang Xiuhan menggendong Zhillin dan menurunkannya di depan pintu. Lantas dengan cepat ia menutup pintu ruangan itu.
Zhillin tertunduk kesal. Lalu meniupkan angin pada rambut hitamnya yang turut bergeser menutupi dahi. Namun, gadis itu menjadi kaget atas apa yang terjadi pada rambutnya. Biasanya ketika ia melakukan hal demikian, rambutnya yang jatuh menutupi dahi akan terangkat melayang karena terkena angin yang ia hembuskan dari mulut. Tapi kini, muncul es di rambutnya.
"Gadis nakal, aku tahu kau masih di sana. Cepat pergi dan bantulah petugas untuk membuat para warga mau mengantre dan tidak berdesak-desakan!"
Zhillin berjalan menjauh dari ruangan itu dengan menggerutu. Ia berjalan sambil tertunduk, berusaha melepaskan es dari rambutnya.
***
"Awalnya aku berpikir untuk menghancurkam Jin Quo. Tapi ada banyak obat yang mungkin sangat berharga bagi para penduduk. Sepertinya akan lebih baik jika Jin Quo dijadikan sebagai balai pelayanan kesehatan masyarakat. Dan kau sebagai pengurusnya."
"Tuan... "
"Kau bisa mengamalkan segala pengetahuanmu di sana agar bisa bermanfaat bagi masyarakat."
"Tentu Tuan, tentu saya ingin menjadi bermanfaat bagi warga Haidong, juga bagi semua orang yang membutuhkan."
"Bagus. Kau bisa tetap melanjutkan penelitian di Jin Quo, tapi dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik pula."
Kim Ju mengangguk mantap. Ia tidak mengira jika pengkhianatannya pada Patriark Bao Li mengantarkannya pada kesempatan untuk bisa menebus segala kejahatannya sebagai seorang peneliti.
"Tapi ada satu hal yang tidak diketahui semua orang. Aku tidak menemukan jasad Patriark Bao Li."
Kim Ju terbatuk. Ia sangat terkejut dengan ucapan Zhang Xiuhan. Kim Ju menyangka jika Patriark Bao Li sudah mati.
"Aku tidak yakin dia sudah mati. Yang ingin aku katakan padamu, kau harus membantu menjaga Haidong. Para anggota Fengbao sudah tidak berkutik. Tapi tidak tahu lagi jika mereka tahu bahwa Patriark Bao Li masih hidup. Sedangkan aku tidak bisa terus berada di Haidong. Ada banyak hal yang mesti aku selesaikan di tempat lain, secepatnya."
"Tuan... "
"Mungkin aku akan ke Haidong sesekali saja."
Kim Ju diam. Ada banyak hal mengejutkan yang ia dengar dalam sekali duduk. Ia tidak tahu harus berkata apa.
Tok, tok, tok!
Seseorang mengetuk pintu dengan terburu-buru. Ia terus mengetuk bahkan setelah Kim Ju menyahut dan memintanya untuk menunggu sebentar.
"Ada apa?"
"Gawat, gadis itu, gadis itu, dia membuat para warga yang ada di depan balai membeku, menjadi es," jawab seorang pemuda panik.
"Maksudmu Zhillin?" sergap Zhang Xiuhan yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan cepat mendekati pemuda itu.
"Aku tidak tahu namanya Tuan, tapi dia merupakan gadis yang dulu sering dikejar-kejar para anggota Feng... "
Pemuda desa itu belum menyelesaikan jawabannya. Tapi Zhang Xiuhan menerobos, melewati pemuda itu dan Kim Ju. Ia bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Zhang Xiuhan berlari dengan detak jantung yang lebih cepat. Ia mencemaskan keselamatan para warga. Juga mengkhawatirkan Zhillin.
\=\=\=\=
Tanya doang, kalau misal nanti saya bikin novel sejenis, yang inshaAllah semoga kualitasnya lebih baik, tetapi tayangnya di Youtube kira-kira nyaman gak bacanya? Yang jelas kalau di Youtube itu free, ada audio dan juga teksnya, audio yg ngisi juga suaranya inshaAllah enak, kira kira gimana ya kakak2 semua? Nyaman gak kalau kaya gitu? Sumpah, aturan di Noveltoon itu semakin hari semakin bikin meringis 😫😫😫
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣