NovelToon NovelToon
Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:27M
Nilai: 4.7
Nama Author: Lie_lili

Mona Kavitha Luis adalah anak yatim piatu.
Orang tuanya meninggal karena kecelakaan pada saat dia berusia 18 tahun, tetapi Mona yakin jika orang tuanya meninggal karena suatu kesengajaan, papanya meninggalkan sebuah perusahaan besar kepadanya. Mona selalu ingin menyelidiki kecelakaan yang menimpa orang tuanya tetapi selalu dilarang oleh tantenya. Mona sekarang tinggal bersama adik papanya bernama Dewi Felicya Luis. Tantenya ini sangat baik dan sayang terhadap Mona.

Apakah disini tantenya terlibat atas kecelakaan orang tuanya Mona atau Rekan bisnis papanya yang tidak menyukai keluarga mereka yang berhasil??

*****
Suatu hari Mona terpaksa menikah dengan supir pribadinya dikarenakan suatu kesalah pahaman, tetapi supir itu sendiri juga menyimpan suatu rahasia.

Siapakah supir itu, Mona tidak mengetahuinya dan bagaimana Mona akhirnya bisa menerima supir itu sebagai suaminya.

Silakan dibaca teman2
Semoga kalian suka.

Terima kasih
🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Sangat Tidak Percaya

Tok! Tok! Tok!

Belum juga Friska keluar dari ruangan Mona, pintu ruangan Mona sudah diketuk lagi.

"Masuklah" ucap Mona, Friska pun menunggu siapa yang masuk.

"Ada apa pak Sapto?" Ketika Mona melihat yang masuk adalah pak Sapto satpam yang berjaga dipintu gerbang utama.

"Ma-af nona!" Ucap Pak sapto agak terbata-bata.

"Ini" pak Sapto menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat, terlihat tebal.

"Ini dari mana pak, kog tidak ada pengirim" Mona membolak balikkan amplop tersebut.

"Saya juga tidak tau nona, soalnya isi kemarin ada seorang pria data dengan pakaian biasa saja menyerahkan, ketika ditanya dia enggak jawab seperti bisu!" Ucap Pak Sapto.

"Yang saya lihat hanya ada tulisan untuk nama nona!" Ucap pak Sapto.

"Oh"

"Yah sudah bapak silakan kembali bertugas" ucap Mona sambil menyobek amplop tersebut.

"Apa ini" tubuh Mona bergetar melihatnya, dia sangat kaget.

"Nona kenapa" Friska kaget melihat tubuh Mona yang tiba-tiba lemas menyadarkan badannya kekursi besarnya itu.

"Aku sungguh tidak percaya Fris"

"Ini sungguh diluar nalar ku!"

Mona pun mempersilakan Friska untuk melihat apa isi amplop itu.

"Apa ini benar, siapa pengirimnya" ucap Friska dengan kagetnya dia.

"Siapa orang hebat yang bisa menemukan bukti ini semua nona?"

"Jangan kamu tanya aku Fris, aku sudah sangat lelah, a-ku!" Tiba-tiba saja Mona menangis, airmatanya menetes dipipi putih mulusnya.

"Sabar nona, kita selidiki dulu"

"Semua ini belum tentu benar, siapa tau ada yang ingin nona tersakit"

"Ta-pi nona kan selama ini tidak ada musuh" Friska berpikir dengan menjelingkan matanya ke kanan ke kiri.

Mona sangat tidak percaya jika orang itu sampai rela berbuat sejauh ini.

"Apa salah ku ya Tuhan" batin Mona, dia pun langsung mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

Mona sudah tidak tau harus berbuat apa, lalu siapa lagi yang harus dia percaya.

"Friska coba kamu selidiki lagi data-data ini sekarang" perintah Mona tegas.

"Baik nona, segera saya kerjakan" Friska pun segera mengambil amplop yang berisi data itu dan segera keruangannya, untuk mencari kebenaran.

Ketika Friska telah keluar dari ruangannya, Mona segera mengunci pintu ruangannya, dan merintahkan Friska jika dia tidak ingin diganggu sampai waktu pulang, ada acara apa pun semua diminta untuk dibatalkan.

Didalam ruangannya Mona sangat menyesali hidupnya, mengapa ada orang begitu jahat terhadapnya.

Tidak terasa airmata pun mengalir dipipinya, lagi-lagi dia menangis, dia tidak sanggup menahan derita hidup ini.

Mona pun memilih meninggalkan pekerjaannya, dia memilih membaring tubuhnya disofa, diruangan besar Mona terdapat sofa yang memang dikhususkan santai.

Dada Mona terasa sesak mengingat data yang barusan dia lihat, dia ingin marah, tetapi jika saat ini dia langsung marah sangat lah tidak jelas, jika data itu membohonginnya, maka dia akan semakin membuat masalah menjadi besar.

Akhirnya Mona pun tertidur disofanya.

*****

Diruangan Friska, dia sedang meneliti data-data yang datang dari amplop tersebut.

"Kasihan nona" gumam Friska.

"Aku sungguh tidak percaya, jika ini benar, maka ini hal terburuk yang pernah nona alami!"

Friska juga meminta kepada bagian resepcionis jika ada yang mencarinya, bilang bahwa dia sedang sibuk. Dia ingin fokus meneliti data ini, karena ini hal terbesar dari hidup bosnya.

"Apakah tuan Gavin yang mengirim data ini" sepintas Friska kepikiran Gavin yang selalu membantu Mona.

"Aku harus menghubungin Dirgo" ucap Friska.

Friska pun segera mencari hpnya karena dia berniat menanyakannya pada Dirgo.

"Eh! Tunggu" ucap Friska berhenti mencari hpnya.

"Nomor si resek itukan aku tidak ada"

"Oh, yak ampun" Friska sedikit menyesalin tidak memiliki nomor hp Dirgo disituasi genting ini.

"Tapi untuk apa aku yang minta nomornya, harusnya dia" ucap Friska kemudian memajukan bibirnya, seperti menjelekkan mukanya sendiri. Gengsi Friska lebih kuat dari yang lain.

"Aku harus membantu nona selesaikan tugas ini segera" ucap Friska dengan semangat.

Friska pun kembali fokus mengejarkan data-data itu hingga sore menjelang, hingga ketika dia diajak pulang oleh Mona dan Gavin , Friska pun belum ingin pulang karena hanya tinggal sedikit lagi tugas dia selesai.

Bagi dia tanggung untuk meninggalkan pekerjaan itu.

*****

Diperjalan pulang Gavin melihat raut yang berbeda dengan wajah Mona.

"Kau kenapa?" Tanya Gavin dengan Mode Gavin yang sesungguhnya, suara yang tajam, tegas.

"A-ku lelah saja" ucap Mona dengan lemah.

Kemudian Gavin pun tidak ingin lagi bertanya kepada Mona, karena dia tau kalau Mona ditanya terus pun dalam kondisi ini tidak akan menjawab.

1
Ahmad Budianto
trus lanjutanya gmn, ?
🌺zahro🌺
semangat Dirgo,semoga bonus dri bosmu berlimpah ruah🤣🤣
Eddy Junaedi
wah gavin kehilangan 1 anak perempuan yg blm dilahirkan eh malahan dapat double bonus bayi kembar laki-laki
Eddy Junaedi
gtu donk istri ngambek ia di bujuk pulang gtu vin hebat km saking takut kehilangan belahan jiwanya sampai rela menempuh perjalanan yg lumayan jauh untuk menjemput belahan jiwanya ingat ia vin jgn buat mona nangis lg
Eddy Junaedi
sukurin memang enak di tolak mentah mentah ky gtu km becca
Eddy Junaedi
bucinnya kebangetan tuh Gavin mangkanya klo Ama istri itu harus saling percaya dan pengertian itu aja udh buat hati mona senang vin
Eddy Junaedi
haduh Gavin Gavin ada aj ia tingkahnya lucu klo udh mode ngambek
Eddy Junaedi
haduh
Eddy Junaedi
gtu donk vin suka duka dirasa bersama pahit manis jg harus dirasakan bersama itu yg namanya suami istri
Eddy Junaedi
waduh udh mau unboxing lg aja km ia vin
Eddy Junaedi
gtu donk mona jgn diam aja klo di tindas sama rebecca sifat bar bar km harus km tunjukan demi menjaga harga diri km sebagai isteri dan melindungi suami km dari ulat ulat pengganggu rumah tangga km
Eddy Junaedi
hebat friska bs membuat mona ceria dan ga sedih sedih lg
Eddy Junaedi
good
Eddy Junaedi
knapa ia dengan anak kecil itu
Eddy Junaedi
waduh kasiannya pelayan sunny
Eddy Junaedi
kejam sekali
Eddy Junaedi
waduh hebat gavin sigap sangat lihat mona yg kesakitan akibat ulahnya rebecca
Eddy Junaedi
dasar dasar mertua ga ada akhlak kmarin minta mona hamil dalam tempo 2 bln mendengar mona hamil sikapnya biasa aja jd bingung apa yg di mau sama mamanya gavin
Eddy Junaedi
lucu
Eddy Junaedi
mana mau gavin lepaskan mona orng gavin udh jatuh cinta sama mona tega bgt ia mamanya gavin mau pisahkan mona hanya tuk ikuti kemauan rebecca yg hanya bs menghambur hamburkan uangnya aja dasar aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!