Dina seorang putri tunggal,kebanggaan papa dan mamanya.Dina mendapatkan beasiswa di Jerman,bidang studi Kedokteran.
Dina seorang gadis yang cantik,putih,tinggi dan menarik.Tapi tergolong kutu buku.Dina seorang siswa yang pintar dan selalu juara umum .Guru - guru sangat menyayanginya.
Aldi Wijaya sahabat Dina yang sama memperoleh beasiswa ke Jerman.Menyukai Dina dalam diam.
Sean Prayoga seorang dokter senior,yang juga berprofesi dosen di kampus,serta seorang pengusaha.Dingin,kaku,cuek .
Perjuangan seperti apa yang harus di lakukan Dina?Agar merubah nasib keluarganya?
Perjuangan apa yang di tempuh seorang Aldi Wijaya ,buat meraih cinta dalam diamnya?
Perjuangan apa yang Sean perlihatkan untuk kesungguhan dirinya untuk menahlukkan seorang Dina?
Akankah Dina memilih sosok ,Wesliy ,Firman?teman masa Smp dan Sma nya?atau Dian memilih Aldi karena hanya Aldi yang sangat layak buat mendapatkan dirinya?
Atau teman teman barunya selama perkuliahan?
Berhasilkah anak seorang dari keluarga sederhana menjadi seorang dokter tamatan luar Negeri?
Apakah sosok Dewa ,teman semasa SMA berhasil menahlukkan hati seorang Dina Dinata?
atau sosok dosen tampan bernama Derren Weller yang memenangkan dan menahlukkan hati seorang dokter terbaik seperti Dina Dinata.
Simak dan baca yah guyssss.
jangan lupa tinggalkan jejak.
kisah ini banyak adegan kocak,lucu,romantis,action nya.Mudah -mudahan suka yah....makasih😍😘😗😙
Mampir juga ke novel saya lainnya:
1.Story of celebrity(end)
2.Suami yang terabaikan(end)
3.My bodyguard my wife(end)
4.Ketika Hati bertuan(end).
5.Terbentuknya satu Hati(end)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Kelompok 5
Aldi dan Lisa pun mengerjakan tugas.Lisa yang tidak serius membuat Aldi mengerjakan seperti seorang diri.Dan Aldi melaporkan semua nya ke Pakdos Riky Ritz . Aldi di beri kebebasan untuk menukar teman joinnya . Aldi pun mendapat seorang perempuan mahasiswa sekelas dengan Melani . Siluman ular jelas emosi penggantian itu . Pakdos Riky yang kebetulan berada di rumah sakit itu langsung membereskan itu semua .
Wanita yang join satu tim dengan Aldi bernama Alexa . Hampir sama dengan teman Aldi sebelumnya yang menemaninya . Alex pamitan setelah Aldi bisa terbebas dari siluman ular .
Alexa Hogan lumayan cantik , berani dan tekun. Walau tidak sepintar Dina ataupun Melani . Alexa seorang blasteran . Dia cerita ,papa nya orang Belanda , sedangkan mama nya perpaduan Thailand dan indonesia .
Dina dan Dewa memasuki rumah sakit ke 3. Rumah sakit terakhir . Seorang petugas menunjukkan kepada mereka ruangan para dokter yang sudah punya janji dengan mereka .
Ternyata mereka di tujukan pada sebuah ruangan .
Disana juga terdapat Aldi dan seorang wanita . Dina sedikit kaget , Aldi bisa tersenyum pada gadis itu . Mereka sibuk mengetik dan saling berdebat .
Dewa melihat mimik wajah datar Dina .
Sebuah proyektor di hidupkan . Dan Dina di kerjain para dokter disana . Berdasarkan keterangan dan nilai Dina , Dina sangat di rekoment pakdos Darren Willer . Mereka pun ingin menguji calon dokter cantik tersebut .
Beberapa pertanyaan sulit mereka ajukan pada Dina dan Dewa . Pengiasaan lebih cenderung pada Dina . Sesekali Dewa membantu Dina dalam penyempurnaan jawaban Dina .Terkadang juga Dewa memberikan pendapatnya .
Dina terlihat tenang , walaupun Aldi menatap ke arahnya . Dina menganggapi semua pertanyaan dokter di sana .
Selama 3 jam Dina di tanyai dan di berikan juga sejumlah materi mengenai analissi nya .
Para dokter senior mengangguk angguk dan berdecak kagum . Demikian juga seorang dokter bedah wanita tiba tiba menepuk tangannya .
" Very good .....tipe asisten idaman gue kelak . lu semua mundur....okey...ujarnya . Dia ini mirip duplikat gue . Tapi gue akui...dia bisa lebih dari gue . Begitu dia selesai , Darren dan gue akan menempanya . Waww....kebayang....gak hasilnya ".
" Kenalkan...saya Ken...dokter bedah tulang,ujar Kenzo ,save nomor saya ya Din...saya masih jomblo..." ujar dokter Ken .
" Saya dokter Samuel.Kalau butuh materi saya siap membantu.save ini kartu nama saya.Saya juga dokter bedah di rumah sakit ini . Kami ada 5 dokter senior ," ujar dokter Samuel .
" Saya dokter Glen , senang mengenalmu Al.kami bertiga jomblo . Ini kartu nama saya ."
" Ketiga lelaki ini , incaran perawat dan dokter koas,. Mereka biasanya sadis dan super cool . Termasuk dokter Derren . Dokter Kenzo anak jutawan Jepang , punya perusahaan otomotif , hotel dan beberapa rumah sakit besar di Jepang ."
" Dokter Samuel asal Italy . Orangtuanya memiliki usaha migas , rumah sakit mata , beberapanrumah sakit besar untuk menolong masyarakat susah ."
" Dokter Glen , dokter orang tuanya pemilik mall di Texas , Canada . Juga punya banyak perusahaan alat medis dan beberapa rumah sakit ."
" Aku seperti mak comblang kalian dehhhh...," ujar dokter Gress .
" Silakan dipilih Al...kalau minat . Mereka kalau ud minat sangat jarang . Susah mendapat kartu nama mereka . Mereka tertarik banget sama kamu.Hanya kamu mereka bombardir selama 3 jam . Salut saya . Kamu memang menarik Al..."
" Saya Gres , dokter bedah di rumah sakit ini . Saya berasal dari Cicago , ada blasteran dengan indonesia juga . Nenek saya berasal dari Bali . Kulit saya bagus kan seperti kamu Al . Saya ditolak pakdos mu , dokter Darren sebanyak 20 kali penolakan . Heran ....dia memilihmu . Taoi kamu nya gak mau...," ujar Gres tertawa.
" Dia patah hati...lucu banget . Aku puas Al...dia akhirnya merasakan penolakanmu , hahahahha .
," ujar Gres sangat bahagia .
" Calon dokter brilyan nih...pantasan aja Darren sering muji - muji dia , hmmm dalam banget suka nya sama seorang Dian ".
Dian melotot . Apaaan sihhh...duh Aldi dengar gak yah....dia tuh di sudut sana . Tapi tuh cewek siapa sihhh. Masa siluman ular,gak kan...wajahnya beda . Nih cakep , lembut, anggun...beda banget sama si ular . Body nya tinggi, lebih mungilan aku . Dina sangat kikuk.
" Kamu buka kartunya Darren . Ketahuan bisa marah dianya...," ujar Samuel .
" Nunggu dia ungkapin cinta , dah basiiii bro....cewek gini cakep...pasti gue yakin di kampus banyak yang naksir ."
Dewa senyum demikian juga ke 4 dokter senior .
" Kamu gak mau sama dokter Derren?tanya dokter Gres menatap Dina ".
" Gak...," ujar Dina .
" Kenapa? " tanya Gres....
" Gak kenapa kenapa juga....," ujar Dina dengan polos .
Dina saat ini sangat lapar , energinya habis 3 jam di bombardir ke 4 dokter senior.Dia eror jadinya .
" Permisi , aku lapar banget...," ujar Dina . Membuka tasnya dan mengunyah rotinya .
Ke empat dokter pun tertawa melihat ekspresi Dina yang biasa aja .
" Boleh minta rotinya? " ujar Glen .
" Nih cuma 2 ,1 roti aku gak cukup . Kalau udah lapar , aku mesti ngunyah .Tanya aja pakdos Derren . Waktu mata kuliahnya , aku gak peduli , kalau lagi lapar , yah makan, " ujar Dina .
Dina mengambil minumnya .
" Yukkkk aku traktir...," ujar Ken.
" Wa...makan yukkkk...ku lapar banget nih....," ujar Dina .
" Saya yang ngajak , kenapa Dewa yang kamu ajakin...," ujar dokter Ken tertawa .
Dina melototkan matanya . Agar Dewa nanya gimana kesimpulan tugas mereka . Apa ada yang kurang atau gimana .
Dokter Ken , dokter Glen dan Dokter Samuel serta dokter Gres tersenyum melihat expresi lototan mata Dina .
" Tugas kami gimana Dok? " tanya Dewa .
" Din...besok kamu temui saya jam 2 siang. Setelah kuliahmu selesai . Ada penambahan dari saya ," ujar Ken .
" Lusa kamu temui saya , di rumah sakit jam 12 siang,apa bisa?" ujar Samuel .
" Kalau kamu kapan ada waktu,kalau bisa di hari ke 3 .,Pukul 3 sore . Penting dan di ingat ."
Ketiga dokter melihat jadwal mereka .
" Jangan tidak datang ," ujar mereka serempak ber 3 .
" Saya dok ?" tanya Dewa .
" Kamu cukup temui saya 2 hari berturut turut,kapan aja no problem . Saya dari siang jam 12 sudah di rumah sakit ini ," ujar Dokter Gress .
Dina membereskan buku buku dan kertasnya .
Sangat lega satu tahapan sudah dia lalui . Tinggal 3 tahapan dengan dokter dokter ganteng . Hmmmmm.......kalau ku cerita sama. Melani...pasti dia bilang aku beruntung . Cuci mata , hehehehehe...
Tapi pandangan Aldi begitu tajam . Wajahnya keliatan kesal,.
Aku cuek aja . Ku cemburu juga dengan tuh cewek .Tadi sesekali aku melihat mereka begitu solid mengerjakan tugas kelaompoknya .
Ke empat dokter mengantar kami ke tempat parkir.Kami pun permisi . Aldi masih disana duduk dengab wanita itu . Ku berusaha bersikap profesional . Pengendalian diriku kan baik . Tapi kalau soal Aldi , jantunggku merasa teremas , gak nyaman liat dia dengan siapapun .
Kupakai jaket jeans ku,.
Sudah mulai sore .
" Kita makan dulu ya Din...," ujar Dewa .
" Ya Wa...aku sangat kelaparan, " ujar Dina .
🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘
Happy reading
Jangan lupa like
Vote
Koment