NovelToon NovelToon
ARSHEL (Arion & Sheril)

ARSHEL (Arion & Sheril)

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:455.5k
Nilai: 5
Nama Author: haniyahhputri

Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.

Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.


Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.

Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33 - Kembalilah

"Gue capek, gue mau pulang."

Arion tercenung mendengar balasan dingin Sheril, tak menyangka dengan jawaban dingin yang Sheril berikan.

"Kenapa?"

"Gue bukan layang-layang, yang bisa lo tarik ulur sesuka hati lo. Gue manusia, gue punya perasaan yang bisa dikecewakan juga. Gak selamanyna dunia terus berputar di poros hidup lo. Berjuang untuk yang pantas di perjuangkan, lepaskan jika memang pantas di buang" sorot mata Sheril begitu jelas menunjukkan kekecewaan.

Mendadak semua perkataan yang telah Arion susun lenyap seketika. "Im sorry." Tak ada yang bisa Arion ucapkan selain kata maaf. Mungkin, tanpa sadar, dirinya sudah menyakiti Sheril.

"Sheril," panggil Arion pelan, kali ini Sheril yang mengabaikannya. Gadis itu lebih memililih untuk langsung melenggang pergi tanpa berniat menanggapi Arion.

Lelaki berdarah Amerika itu melangkah cepat dan menggenggam tangan Sheril dengan erat.

"Gue anter pulang. Gak usah sok nolak."

🌞🌞🌞

Selama di perjalanan pulang tak ada yang membuka perbincangan sedikitpun. Arion memang tidak biasa berbibaca ketika sedang mengendarai motornya, tapi Sheril benar-benar tak seperti biasanya hari ini.

Sesampainya di depan rumah Sheril, tanpa mengucapkan terima kasih atau hal lainnya Sheril langsung turun dari motor Arion dan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Tapi ia mengurungkan niatnya pergi ke kamar ketika melihat Anton dan Dewi sedang berbicara berdua di ruang tamu.

"Kok kamu gak ngabarin dulu pulang telat? Sini duduk, ada yang mau di omongin sama kamu," Dewi menepuk sofa, memberi perintah agar Sheril duduk di sebelahnya.

Sheril melirik Dewi dan Anton secara bergantian, entah dari gelagat yang di tunjukkan oleh Dewi dan Anton atau karena feeling, intinya Sheril sudah bisa menebak kabar apa yang akan mereka sampaikan kepada Sheril. "Sekarang aja. Sheril capek, mau ke kamar."

Anton berdeham, "Jadi gini, saya memutusan untuk menikah dengan mamamu."

Tak ada perubahan raut wajah Sheril meskipun Anton sudah menyampaikan sebuah kabar yang akan mempengaruhi kehidupan Sheril. Ekspresi gadis itu masih tetap sama, datar.

Bingung hendak memberikan respon seperti apa, Sheril memutuskan untuk putar balik dan pergi ke luar rumah. "Jangan cari Sheril." Hanya tiga kata itu yang bisa Sheril ucapkan kepada Dewi dan Anton.

Sheril menghela napas pelan ketika mendapati Arion masih menunggu di depan rumahnya, sementara Arion menunjukkan seulas senyuman tipis melihat Sheril kembali. Tapi perasaan senang Arion berubah menjadi bingung ketika Sheril kembali duduk di jok motornya. Padahal Arion yakin jika di dalam rumah Sheril ada orang, meskipun tidak ada, tapi setahu Arion Sheril sudah terbiasa sendirian di rumah.

"Sheril, what's going on?" Arion di buat semakin kebingungan karena Sheril melingkarkan kedua tangannya di pinggang Arion dan menyandarkan kepalanya di bahu Arion.

"Please. take me anywhere," pinta Sheril dengan nada putus asa.

Meski Arion tak tahu apa yang yang sedang terjadi dengan Sheril, tapi ia mengerti jika gadis ini membutuhkan tempat untuk menenangkan diri. Arion menyalakan motornya lalu pergi membelah kota Jakarta di kala senja yang menjadi saksi bepata rumit perasaan keduanya.

🌞🌞🌞

Arion tidak tahu hendak membawa Sheril kemana selain ke rumahnya. Kota Jakarta terlalu ramai dan padat untuk memberi ruang Sheril tempat menenangkan diri. Rumah Arion yang besar, aman dan selalu sepi menjadi pilihan yang tepat.

Terdapat satu buah mobil terparkir di pekarangan rumah Arion, tumben sekali Katherine kembali menjenguknya ke Indonesia tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Sementara Sheril mengikuti langkah kaki Arion membawanya masuk ke dalam rumah tanpa memikirkan hal lainnya.

Di ujung tangga, Katherina sudah siap menyambut kepulangan anak tirinya. Namun Katherin mengurungkan niat ketika Arion meletakkan jari telunjuknya di bibir, menyuruh agar Katherine tidak berbicara.

Sheril sendiri tidak menyadari jika ada orang lain di rumah Arion selain mereka berdua. Arion memutuskan untuk membawa Sheril ke halaman belakang rumah rumahnya. Membiarkan Sheril duduk termenung di pinggir kolam renang sambil menyelupkan kedua kakinya di air.

"Lo bisa cerita ke gue kalau lo udah siap," ujar Arion memberitahu agar Sheril tidak merasa kesepian.

Sheril mengangguk pelan. "Gue butuh waktu."

Sadar diri, Arion meninggalkan Sheril sendirian di halaman belakang rumahnya. Memberikan Sheril sedikit waktu untuk menyendiri.

"What the hell happened here?"

Arion terkejut dengan kehadiran Katherine yang tiba-tiba muncul di balik pintu.

"You scocked me!"

Katherine malah terkekeh melihat ekspresi wajah terkejut Arion.

"Who is she?"

Mengabaikan pertanyaan Katherine, Arion kembali melangkah menuju kulkas untuk mengambil beberapa buah kotak susu yang tersisa. Meskipun selama beberapa bulan kemarin hubungan Sheril dan Arion renggang, tapi Arion masih menyimpan beberapa kotak susu kesukaan Sheril di kulkas.

"Since when? I didn't know you like milk."

Arion mendengus malas, sejak kapan Katherine jadi banyak bertanya seperti ini?

"Can you order a pizza, Kate? She hasn't eaten yet." Pinta Arion tanpa perlu menjawab berbagai macam pertanyaan yang Katherine lontarkan sebelumnya.

Kesal karena pertanyaannya tak ada yang di jawab satupun oleh Arion, sementara putranya menyuruhnya tanpa timbal balik, Katherine berkacak pinggang. "Are you fucking kidding me?"

"C'mon Kate!" bujuk Arion, tidak ingin menjadikan kejadian ini menjadi sebuah masalah.

"Oh, gosh! You don't even answer my question, and you asked for help, then you care about her but not about me? Seriously?" omel Katherine.

"Okay, fine! She is Sheril Patricia Eudora if you want to know." Balas Arion tidak sabar.

"Not her name! I mean, who is she in your life? Your friend or your girlfriend?" tanya Katherine blak-blakkan.

"She is more special than both." Jawaban singkat Arion membuat Katherine menatap putranya tak percaya.

Tanpa menunggu balasan Katherine, Arion bergegas meninggalkan Katherine sendirian yang masih terkejut dengan pengakuan Arion.

🌞🌞🌞

Arion duduk di sebelah Sheril, ikut menenggelamkan kedua kakinya di kolam renang persis seperti yang sedang Sheril lakukan sejak tadi. Sheril masih saja terus menunduk, rambutnya sudah tidak tertata rapih lagi. Bahu Sheril sedikit bergetar, berusaha menahan tangisannya.

Tanpa mengatakan apa-apa, Arion menarik ke dalam pelukan, membiarkan Sheril bersandar pada dada bidangnya, meluapkan segala kesedihannya.

"Menangislah kalau sedih. Tersenyumlah kalau senang. Tapi jangan tersenyum di saat sedang menahan tangisan." Arion menepuk punggung Sheril secara perlahan dengan tempo lamban, beursaha memberi ketenangan bagi Sheril.

Seakan kalimat yang Arion ucapkan adalah sebuah mantra, Sheril kembali menangis di dalam pelukan Arion, meluapkan segala kesedihan yang tengah menghantui relung hatinya.

"Gue tau, nyokap bokap gue udah resmi bercerai. Sebenci-bencinya gue sama bokap kandung gue, jujur, gue gak mau punya bokap baru. Gue emang pingin nyokap gue bahagia, tapi darah emang lebih kental dari air."

Arion membiarkan Sheril mencurahkan isi hatinya.

"Gue trauma. Gue takut kalau Anton berubah nantinya dan nyakitin gue. Emang gue percaya kalau Anton pas untuk jadi suami nyokap gue, tapi gue gak percaya kalau Anton pantas jadi bokap gue."

Arion pernah merasakan bagaimana berada di posisi Sheril ketika Jonathan hendak menikah dengan Katherine setelah resmi bercerai dengan Isabella. Bedanya, Arion tidak merasakan bagaimana disakiti secara fisik oleh orang tua kandung sendiri.

Ah, Arion jadi teringat saat masa-masa Sheril kritis karena luka tusukan yang disebabkan oleh ayah kandungnya sendiri. Pasti kejadian itu menjadi trauma tersendiri bagi Sheril.

"Kayaknya gue belum pernah certain gimana keadaan keluarga gue yang sebenarnya sampai gue bisa tinggal di Jakarta sendirian."

Sheril mengurai pelukan mereka, menghapus air matanya dan menatap Arion penuh tanda tanya. Sebab selama ini jika di ingat kembali, Arion belum pernah bercerita sedikitpun mengenai dirinya kepada Sheril.

Arion tersenyum tipis, tangannya terangkat untuk mengelus rambut Sheril dengan gerakan lembut dan perlahan. Begitu berhati-hati, seolah jika salah sedikit hal itu akan menyakiti Sheril.

Sheril sangat tahu, Arion tidak pernah bisa menenangkannya melalui kata-kata. Namun dengan tindakan, Sheril sangat tahu jika Arion berusaha untuk memberikannya ketenangan.

"Williams Company, perusahaan keluarga gue sempat kena skandal para penipu dan koruptor. Bukan Cuma perusahaan, tapi bokap gue juga. Jonathan dituduh selingkuh, nyatanya Isabella udah lebih dulu selingkuh sebelum Jonathan ketemu Katherine lagi."

Dahi Sheril mengerut, tidak mengenal nama-nama yang Arion sebutkan dalam ceritanya. Jonathan? Isabella? Katherine?

"Bokap, nyokap, and step mother, what in bahasa?" Arion menjadi kebingungan sendiri bagaimana menjelaskan siapa Katherine.

"Ibu tiri." Jawab Sheril.

"Lo baca aja artikel terkait skandal Williams Company di search engine, lo bisa tanya apapun ke gue. Kejadiannya udah lama, tapi gue baru bisa nerima kehadiran Kate sekarang. Gue tahu gak gampang ngejalaninya, tapi gue yakin, lo pasti bisa."

Arion merentangkan kedua tangannya dengan senyuman paling tulus yang hanya Arion tunjukkan kepada Sheril selama mengenal gadis bawel itu. Dengan mata yang masih sembab, Sheril tak bisa menyembunyikan lagi senyumannya. Sheril menyambut pelukan Arion dengan hangat. Suasana hatinya menjadi lebih baik karena Arion.

"Never give up. Cause now, you have me, by your side." Bisikkan Arion menjadi mantra bagi Sheril. Di tambah dengan kecupan singkat di puncak kepala, Sheril benar-benar merasa jauh lebih baik.

Arion mengurai pelukan mereka dan memberikkan kotak susu kepada Sheril. Ah, Arion benar-benar tahu apa yang Sheril inginkan saat ini.

"Hi, guys!" sapaan Kate, membuat kedua remaja (tingkat akhir) tersebut terlonjak karena terkejut dengan kehadiran Katherine yang tiba-tiba.

"Hai!" Sheril menyapa kembali tak kalah ramah dengan senyuman lebar bak bertemu teman lama, meski sebenarnya ia tidak tahu siapa sosok wanita bule cantik di hadapannya saat ini.

"Did you introduce me to her?" tanya Katherine kepada Arion karena menjadi penasaran bagaimana Sheril bisa seramah ini padahal ini adalah pertemuan pertama mereka.

Tanpa sadar, Arion berdecih. "Cish, for what, Kate? I didnt introduce you to her,"

Katherine menaikkan alisnya sebelah. "So, how can she be so friendly?"

Jika saja Katherine lancar berbahasa Indonesia, ingin sekali Arion membalasnya dengan kalimat, 'kurang main sih lo di Jakarta'. Kalimat yang sering Gara ucapkan ketika Arion terkejut dengan hal-hal yang baru ia ketahui di Jakarta.

Mengabaikan rasa kebingungan Katherine, Arion memperkenalkan Katherine kepada Sheril. "Kenalin, dia Katherine, ibu tiri gue,"

Sheril menatap Katherine dengan penuh kagum. "Hi, I'm Sheril. Nice to meet you!"

Katherine menjadi gelagapan sendiri karena Sheril begitu ramah, seumur hidupnya, baru kali ini Katherine menemukan orang seramah Sheril ketika pertama kali berjumpa. "Oh, hi Sheril. I'm Katherine, mothers Arion. Nice to meet you too!"

Sheril terkejut ketika Arion menggenggam tangannya dengan lembut dan mengajaknya untuk berdiri. "Pulang yuk, udah malam, lo juga harus belajar'kan," ajak Arion.

"Oke." seakan beban tadi sudah hilang, Sheril menjadi tidak takut untuk pulang ke rumah.

Tanpa perlu pamit kepada Katherine, Arion langsung mengajak Sheril pergi. Merasa tidak enak dengan Katherine karena tidak sempat pamit dengan sopan, Sheril sedikit berteriak. "Im sorry, we have to meet again!" ujarnya seraya melambaikan tangan kepada Katherine. Padahal Sheril tidak perlu melakukan hal tersebut sebenarnya.

Arion membelah kota Jakarta dengan bulan yang menjadi saksi bisu perasaan bahagia mereka yang akhirnya bisa saling yakin dengan perasaan keduanya tanpa memikirkan bagaimana dari akhir ini semua.

Malam ini angin berhembus cukup kencang, tapi hal itu tidak berarti karena Sheril menggunakan jaket kebanggaan Arion dan memeluk pinggang Arion selama di perjalanan.

Setelah motor Arion terhenti sepenuhnya di depan rumah Sheril, gadis itu turun dari motor Arion seraya menenteng sekotak pizza pesanan Katherine tadi.

"Jaket lo?" Sheril menunjukkan jaket berharum maskulin yang sedang ia gunakan.

"Pakai aja, besok gue jemput lo. By the way, maaf untuk kejadian tadi sore." Perasaan bersalah terus menghantui Arion.

Sheril tersenyum lebar. "Gue juga minta maaf."

Arion mengangguk, betapa beruntungnya ia dicintai oleh gadis bawel yang penyabar dan pemaaf ini. Tangan Arion terangkat untuk mengusap puncak kepala Sheril dengan lembut.

Baru tadi pagi ia terombang-ambing karena ragu dengan perasaan Arion sesungguhnya kepada Sheril. Namun, malam ini Arion membuktikan bahwa Sheril juga pantas untuk Arion cintai juga.

"Jangan pernah lelah untuk mencintai gue, Sheril. Kembalilah."

1
Iceu Ktp
novel mu bagus aku suka cerita nya semangat untuk berkarya
Niyan Wahyuni
😭😭😭
Pipit Sopiah
dari season pertama sekarang season kedua serasa sheril ngejar-ngejar Arion 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
di season 2 lanjut lagi,,, tp tolak dong sheril jangan berharap terus. ubah sikap dan tingkah lakumu.
Pipit Sopiah
maaf Thor setiap bab aku ga kasih komen habisnya aku nangis terus bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu thor
haniyahhputri
Arion is such a lovely because he exists in Author's real life. Rayhan also exists in Author's real life.
Meidy Mangalengkang
visualnya dong
abel
kak season 3 kapan up?
udh nunggu lama bgt 😭
mrs.wang
ceritanya bagus, detil bgt, tiap bab nya gak ada yg aq skip, pernah nyoba skip biar langsung ke bab yg sheril sm arion lg mani2nya, eh malah gak nyambung, akhirnya baca lagi yg diskip td, overall ceritanya bgs bgt, cm part uwu sheril arionnya dikit bgt, dan endingnya kayak kurang greget gtu, krn yakin deh banyak yg pengen arion sm sheril resmi pacaran trs nikah. kli seandainya di season 3 sheril gak sm arion, atau arion dibuat meninggal fix aq gak lanjut baca cerita ini, krn aq pengen arion sheril segera happy ending, dan buat rayhan kasi cewek baru
mrs.wang
arion tinggal lamar sheril lalu nikah, gampang toh?
mrs.wang
sheril hrs sm arion, kasi cewek baru buat raihan
mrs.wang
gak rela klo sherli gak sama arion, sherli hrs sm ariob
mrs.wang
🥰🥰🥰🥰🥰
mrs.wang
love bgt sm cerita ini
mrs.wang
bagus bagus bagus ceritanya🥰
mrs.wang
bagussssss bgtttt ceritanya😭😭😭
mrs.wang
huhuhu manis bgt ceritanya🥰
Ayuu Puspiitaa
kapan nih season 3 dah lama banget nunggunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!