NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

"Terima kasih." Ucap Catalina sambil mengembalikan helm pada King. Setelah menenangkan diri sebentar, Catalina akhirnya pulang dengan diantar sang sahabat.

"Iya sama-sama. Sana masuk ke dalam dan jangan lupa minum obat terus istirahat!" suruh King padanya.

"Iya bawel," jawab Catalina bercanda.

King mendekat untuk menepuk rambut sang gadis. "Bukan bawel, ku ini namanya perhatian sama sahabat sendiri. Oke ku pamit!" ucapnya.

"Iya iya. Eh iya ini jaketnya!" Catalina segera melepaskan jaketnya untuk di kembalikan.

"Dah pake aja. Bye!" katanya membuat Catalina terbengong. King pun mengendarai motornya kembali meninggalkan rumah sang gadis.

..........

Pagi harinya. Cuaca terlihat sedikit mendung tapi belum ada tanda-tanda hujan akan turun. Mae yang kini berada di mobil Prince untuk diantarkan pulang kerumahnya, masih terus menatap pria di sebelahnya dengan penuh pikiran. Pasalnya pria tersebut kini bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa kemarin malam di saat ia menciumnya lagi. Prince yang sadar sedang di perhatikan sedikit menoleh.

"Ada apa denganmu?" tanyanya.

Mae segera menggeleng. Prince mengangguk dan melanjutkan fokus menyetirnya.

"Prince!" Mae akhirnya memanggil.

"Hmm." Kata Prince menoleh sedikit.

"Soal semalam...? Apa lu serius?" Mae mulai bertanya walau sedikit ragu.

"Hmm." Katanya lagi sambil terus menyetir.

"Lu benar-benar suka ma gue?" Sontak Mae menfokuskan diri menghadap ke arahnya.

"Iya." Ucap Prince sambil sedikit menoleh dan tersenyum.

"Ha-ha-ha, jangan becanda!" Respon yang mengejutkan padanya karena langsung tertawa dan menepuk pundak Prince dengan kencang.

Crititttt. Prince yang terkejut segera mengerem mobilnya. Sambil mengusap bahunya, lelaki ini menoleh ke arah sang gadis.

"Mae tatap mataku, apa aku terlihat bercanda!?"

Mae terdiam karena tak tau harus berbicara apa lagi.

"Kita sudah berciuman tentu saja aku menyukaimu lalu bagaimana denganmu?"

Mae mendadak menjadi bingung dan gugup. "Guee....belum yakin soal itu. Hiii!" katanya sambil sedikit nyengir kuda.

"Oke!" Nada Prince terdengar pelan dan sepertinya sedikit kecewa dengan jawabannya. Ia lalu mulai bersiap untuk menyetir kembali. Tak mau melihat lelaki disebelahnya kecewa, Mae mulai berbicara lagi walau dengan nada yang sedikit pelan.

"Tapi... Kalo lu mau ngejar gue silahkan aja sih," izinnya pelan.

Prince langsung menoleh. "Beneran?" Mae mengangguk. "Serius?" Mengetahui hal itu, lelaki ini tak bisa mengontrol rasa senangnya. Ia sampai beberapa kali bertanya untuk memastikannya.

"Astaga iya," jawabnya. "Dah cepet jalan lagi dah jam berapa ini?" Suruh Mae sambil melihat jam ponselnya dan sedikit tersenyum di sana.

"Oke oke." Prince tersenyum senang sambil siap-siap untuk menyetir kembali.

Beberapa menit kemudian. Mereka berdua telah sampai. Di bantu oleh Prince, Mae turun dengan perlahan karena kakinya masih sedikit nyeri.

Babe Rojali yang sedang duduk menikmati kopi pagi langsung beranjak ketika melihat putrinya berjalan pincang.

"Eh E, lu kenape pincang begitu?" tanyanya langsung.

"Cuma keseleo aja pas kerja kemaren Be," jawab Mae sambil berjalan pelan dibantu oleh Prince.

"Astaga makanya hati-hati E. Sini Babe bantu!" tawarnya dan langsung meraih tangan sang putri.

"Nyak kemana Be?" tanya Mae yang celingukan karena tak melihat sosok ibunya.

"Lagi ke pasar," jawabnya, "Kalo Nyak tau lu begini, pasti dah kaya beo," lanjutnya menunjuk ke arah sang putri.

"Hehe. Oke deh Be mumpung Nyak pergi Mae mau siap-siap dulu!" pamit Mae padanya.

"Lah lu mau berangkat?" Babe Rojali terkejut.

"Iye Mae baek-baek aja kok," jawabnya.

"Ya udah deh." Babe Rojali pun mengizinkan Mae bekerja dan melepaskan putrinya untuk berjalan sendiri ke dalam.

"Prince, lu tunggu sini bentar ya. Lu ngobrol dulu dah ma si Babe," suruhnya.

"Ya Mae," ucap Prince mengangguk.

"Be, Mae masuk dulu!" pamitnya lagi.

"Pelan-pelan E!" Pesan Babe Rojali yang masih khawatir.

"Hmm." Mae mengangguk.

Mae masuk berjalan pelan masuk kedalam untuk bersiap. Sedangkan Prince memilih duduk di kursi sebelah Babe. Suasana sedikit canggung karena Prince bingung ingin memulai berbicara seperti apa.

"Eh Prince, putri gue kagak nyusahin lu kan?" Babe Rojali membuka pembicaraan dengan bertanya.

"Kagak Be," jawab Prince langsung.

"Baguslah." Babe Rojali manggut-manggut. "Tapi lu kagak berbuat macem-macem ma putri gue juga kan?" tanyanya lagi untuk memastikan.

"Soal itu.... Prince sudah menyentuh bibirnya semalaman hehe." Jujur Prince mengaku.

Babe Rojali yang sedang menyeruput kopinya langsung tersedak tiba-tiba.

Uhuk uhuk!

"Pelan-pelan Be," ucap Prince langsung membantunya.

"Apa lu nyium si Mae gitu?" tanya Bane Rojali yang tampak marah.

"Hehe iya Be. Maaf Prince kagak sengaja," jawabnya sedikit menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Wajah Babe Rojali langsung berubah memerah setelah mendengarnya. Prince sedikit takut kena semprot pria tua di sebelahnya itu. Ia memilih menggeser kursinya untuk menghindar.

"Kagak sengaja ya?" Babe Rojali bertanya dengan mengulang perkataannya.

Prince yang sedikit takut mengangguk pelan.

"Cuma nyium aja kan kagak lebih?" tanyanya.

"Kagak Be, beneran." Prince langsung menjawabnya lagi di sertai tanda sumpah dari jarinya

"Baguslah, kalau lu kebablasan tak nikahi langsung sama putri gue. Mau?" Canda Babe Rojali.

"Mau lah Be," jawab cepat Prince membuat Babe Rojali terkejut.

"Mau apa?" Tiba-tiba Mae yang sudah siap mengejutkan mereka berdua.

Prince berdiri dan menggeleng. "Kagak ada E, ayo berangkat!" ajaknya.

"Be, pamit dulu!" ucap Mae berpamitan.

"Ya ati-ati. Eh Prince, jaga putri gue yang becus!" peringat Babe Rojali pada calon menantunya.

Prince mengangguk cepat sambil mengangkat satu jempolnya dan tersenyum. Mae yang berada di sebelahnya sedikit memasang wajah bingung karena tak mengerti maksud Prince tersebut.

..........

Green House Design

Kantor terlihat karyawan masih cukup sibuk untuk mengurus persiapan acara pengenalan desain terbaru yang akan di gelar beberapa hari lagi.

"Tumben si Catalina sama King belum datang?" tanya Raka pada Jumi yang di sebelahnya.

"Iya. Tapi baguslah, gue rada empet liat si Cat itu datang juga kagak bantuin dia," jawab si gadis berambut sebahu ini sambil merapikan mejanya.

"Ehem !" Seorang datang mengejutkan keduanya.

Mereka kompak menoleh. "Hehe Mae!"

"Ya, kalian berdua kayaknya makin akrab aja nih. Kompak ngegosip di pagi hari," sindir Mae bercanda.

"Hehe kagak kok," elak Jumi terkekeh.

"Eh gimana kabar kaki lu E?" tunjuk Raka ke kaki Mae yang di perban.

"Dah agak mendingan, terlebih lagi masih utuh dua kaki gue," candanya.

"Ya elah canda aja lu E!" tepuk Raka ke pundaknya pelan.

"Mae!" Prince datang memanggilnya sambil berjalan menghampiri.

Mae menoleh begitu juga Jumi dan Raka.

"Pak Prince!" Sapa Raka dan Jumi berbarengan.

"Ada apa?" tanya Mae padanya.

"Bisa minta tolong antar kan ini ke kantor bagian desain?" Pinta Prince menyerahkan dokumennya pada Mae.

"Aku?" Tunjuk Mae terkejut ke dirinya sendiri.

"Iya calon istriku," ucap Prince sedikit menggodanya.

"Ehem hem hem!" Jumi dan Raka senyum-senyum melihatnya.

"Hush Prince!" suruh Mae pada Prince untuk diam karena sekarang dirinya merasa malu.

"Aw, kenapa? Demi mengejarmu ku akan terus terang mulai sekarang. Mengerti!" ucap Prince membuatnya semakin malu.

"He, terserah lu. Jadi ini sapa yang harus gue temuin di bagian desain?" Mae memilih bertanya tentang tugasnya.

"Cari aja yang namanya Ara, dia temanku." jawabnya.

"Owh." Mae mengangguk-angguk mengerti.

"Makasih calon istriku," ucap Prince kembali menggodanya.

Prince tersenyum puas sambil berjalan kembali ke ruangannya. Sementara Mae harus menahan rasa malunya karena Jumi dan Raka menggodanya. Bukan hanya itu saja karyawan yang tengah bekerja di sana juga ikut menggodanya.

"Hei! Berhenti melihatku seperti itu!" Suruh Mae langsung pada semua teman-temannya.

"Ciyeee!!!" Sorak seluruh karyawan yang di sana kompak menggodanya.

"Ku lebih baik selesaikan tugasku dulu. Kalian ya!" tunjuknya ke semua rekan-rekan kantornya. Mereka hanya tersenyum dan tambah semakin menggodanya.

Mae meninggalkan ruangan kerja sambil menahan senyum malunya. Hatinya merasa senang hingga membuatnya terus tersenyum sepanjang jalan menuju kantor bagian desain.

King yang tak pergi bekerja sekarang telah sampai di depan pintu apartemen tempat tinggal sahabatnya. Ia memilih untuk merawat sang sahabat daripada mengurus pekerjaannya. Setelah menekan bel cukup lama, seorang gadis dengan tampilan lesu dan pucat keluar. Gadis ini terlihat terkejut dengan siapa yang datang berkunjung.

"King?"

"Ya ini aku. Bagaimana kabarmu?" tanyanya.

"Masih sedikit kurang enak badan," jawabnya, "Masuklah!" suruh Catalina membukakan pintu untuknya.

King mengangguk dan berjalan masuk. "Hmm. Apa kamu sudah minum obat?" tanyanya.

Catalina menggeleng sambil menuju tempat duduknya.

"Bagaimana dengan sarapan? Apa sudah?" King kembali bertanya.

Lagi-lagi Catalina menggeleng.

"Astaga Cat, pantas saja dirimu terlihat buruk. Untung saja aku belikan sarapan dan obat untukmu," ucap King yang mulai menyiapkan makanan untuknya.

"Terima kasih," ucap Catalina yang sudah duduk di kursi makan.

"Oke. Makanlah dan setelah itu minum obatmu!" perintahnya setelah menyajikan makanan di depannya.

"Ya. Terima kasih sudah perduli padaku," ucap Catalina lagi yang bersiap untuk menyantapnya.

"Cat, kamu itu sahabatku siapa lagi kalau bukan aku ha?" jelasnya serius.

"Iya iya," ucap Catalina mengangguk-angguk.

"Hmm. Kalo begitu cepat makan!" suruhnya.

"Ish kamu sangat bawel seperti ibuku saja," sindir Catalina sambil terus makan.

"Siapa ibumu?" King langsung menyentil dahi Catalina.

"Aw sakit tau!" Catalina mengusap pelan dahinya yang disentil.

"Haha maaf maaf." King tertawa dan segera mengelus kepalanya.

Catalina mendadak berhenti menyuap karena terkejut.

Kembali dengan Mae yang kini sudah tiba di kantor bagian desain. Ia sedikit bingung karena baru pertama kalinya berkunjung. Ia celingukan kesana kemari mencari orang yang bisa membantunya. Matanya berhasil menangkap seorang gadis tinggi yang sedang memfotokopi sesuatu di sana. Mae pun melangkah mendekati untuk bertanya.

"Permisi, kepala bagian desain yang mana ya?"

"Itu di sana, tunjuk karyawan wanita tersebut. Bentar saya panggilkan saja ya?" suruhnya.

Mae mengangguk untuk menunggu.

"Maaf, Bu Ara ada yang ingin bertemu dengan Anda," ucap karyawan tadi berbisik memberitahu.

"Siapa?" tanya wanita bernama Ara itu.

"Dari kantor penjualan dan pemasaran, sekretaris Pak Prince. Bu Mae," jawabnya.

"Owh jadi dia orangnya," ucap Ara sambil menoleh menatap ke arah Mae.

Mae sendiri sedang melihat ke sekeliling kantor bagian desain sambil menunggu orang yang di carinya datang. Tampak dari jauh Bu Ara yang selaku ketua di bagian Desain tersenyum meremehkan ketika melihat orang yang mencarinya.

BERSAMBUNG

1
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ❤️⃟Wfѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡zc❖
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: follback ya kakak
total 3 replies
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ❤️⃟Wfѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!