Deanitha elisya merupakan Seorang mahasiswi cantik di salah satu universitas ternama di kotanya. memiliki kecantikan yang nyaris sempurna membuat banyak yang iri hati bahkan merasa tersaingi. namun begitu, Dea begitu biasa ia di sapa, sama sekali tidak peduli, baginya yang terpenting adalah ia segera menyelesaikan pendidikannya agar dapat membanggakan kakak laki-lakinya, yang merupakan satu satunya keluarga yang ia miliki setelah kepergian kedua orang tuanya untuk selamanya.
Brian Jilbert, pria berprofesi sebagai CEO sekaligus pemimpin perusahaan miliknya sendiri. pria yang begitu menyayangi adik sepupunya, rela melakukan apapun demi adik sepupu kesayangannya itu. hingga suatu hari ia sengaja melakukan tindakan yang merugikan seorang gadis, yang dianggap sebagai perusak hubungan asmara adik sepupu kesayangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkara salad buah tante Lili Dilema.
Sejak Tiga puluh menit sebelum pesawat yang ditumpangi Brian dan asisten Bani landing di bandara internasional JFK, beberapa orang pria bertubuh kekar telah terlihat menunggu kedatangan keduanya. Para pria tersebut tak lain adalah bodyguard Brian yang stay di negara itu.
"Selamat datang, tuan." salah seorang pria yang berdiri di barisan terdepan mengucapkan selamat datang pada Brian.
Brian hanya meresponnya dengan anggukan sekilas. Sesaat kemudian pria itu pun mempersilahkan Brian untuk melanjutkan langkahnya menuju mobil yang telah disediakan.
Tujuan utama Brian setelah menginjakkan kaki di negara itu tak lain adalah menemui Sahabatnya, Lion, yang sejak tadi telah menunggu kedatangannya di rumah sakit. Kesibukannya yang cukup padat hari ini membuat Lion terpaksa membatalkan rencana awalnya untuk menjemput Brian di bandara.
Kurang lebih satu jam berkutat di jalan raya kini mobil yang ditumpangi Brian tiba di depan salah satu rumah sakit internasional di negara tersebut.
Asisten Bani yang lebih dulu turun dari mobil lantas beranjak membukakan pintu mobil untuk Brian. Kini Brian dan asisten Bani yang di dampingi oleh beberapa orang bodyguardnya melangkah memasuki pintu masuk utama gedung rumah sakit.
Brian yang cukup mengenal situasi di rumah sakit tersebut terlihat berjalan menuju ke arah lift yang akan mengantarkannya ke lantai tiga di mana ruangan Lion bertugas. Setibanya di lantai tiga Brian pun langsung melangkahkan kaki ke arah ruangan Lion berada.
Meskipun Lion merupakan sahabat baiknya, namun Brian tetap mengedepankan adab dengan mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Lion bangkit dari duduknya ketika menyadari kedatangan Brian yang kini berdiri di ambang pintu.
"Selamat siang."
"Kawan...." Lion nampak antusias menyambut kedatangan sahabat lamanya itu. "Maaf karena aku tidak sempat menjemputmu di bandara." ungkap Lion setelah melerai pelukannya pada Brian.
"Tidak masalah." brian dapat memahami kesibukan Lion. Untungnya saat ini Brian tiba di rumah sakit saat waktu istirahat siang hingga ia tak perlu merasa tak enak sudah mengganggu kesibukan Lion.
Lion mengajak Brian duduk di sofa ruangan kerjanya begitu pula dengan asisten Bani, namun sepertinya asisten Bani sadar akan tugasnya, hingga pria itu memilih berdiri tak jauh dari sofa yang di tempati Brian.
"Aku sudah menghubungi beberapa dokter spesialis, sepertinya setengah jam lagi mereka akan kesini untuk melayani mu berkonsultasi. Dan aku juga menyampaikan pada mereka untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh." beritahu Lion pada Brian.
"Terima kasih sebelumnya kau sudah banyak membantuku." Brian mengucapkan terima kasih pada Lion karena sahabatnya itu sudah banyak membantu dirinya dalam mencari dokter yang tepat.
"Tidak perlu berterima kasih."
Sesuai dengan janji Lion, setengah jam kemudian kurang lebih lima orang pria berjas putih terlihat memasuki ruangan Lion. Kelima dokter tersebut bergabung dalam satu Tim yang siap memberi pelayanan pada Brian selaku pasien VVIP.
Setelah memperkenalkan nama serta profesi masing-masing, kelima dokter tersebut mulai meminta Brian untuk menceritakan secara detail tentang keluhannya.
Cukup lama Brian berkonsultasi, sampai dengan para dokter tersebut mengajaknya menuju ruang laboratorium untuk melakukan beberapa tes nantinya. Sementara Lion tidak bisa ikut menemani Brian karena waktu istirahat siangnya telah usai, di mana ia harus kembali melanjutkan tugasnya untuk memberikan pelayanan pada pasien yang sejak tadi mengantri.
Hari itu cukup melelahkan bagi Brian, karena pria itu harus menghabiskan waktu kurang lebih satu jam untuk melakukan berbagai macam tes.
"Baiklah tuan Brian Jilbert, untuk hasilnya akan keluar dua hari ke depan, untuk itu kami berharap agar anda Sabar menunggu." kata salah seorang dokter sebagai perwakilan dari ke empat rekan seprofesinya.
"Baik dokter. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih untuk waktu dan konsultasinya hari ini." ucap Brian lalu kemudian mengulurkan tangannya untuk menyalami para tim medis sebelum pamit meninggalkan rumah sakit.
Setelah dari rumah sakit mereka pun beranjak menuju kediaman papa Rio. Kedatangan Brian di siang hari itu cukup mengejutkan Tante Lili, mengingat Brian tak menyampaikan tentang kabar kedatangan dirinya sebelumnya.
"Brian...." Tante Lili yang baru saja membuka pintu rumah dikejutkan dengan keberadaan keponakannya itu. Untuk Sejenak Tante Lili memeluk Brian, sebelum sesaat kemudian kembali melerai pelukannya dan meminta Brian dan juga asisten Bani untuk segera masuk ke dalam, sementara para bodyguardnya telah di minta oleh Brian untuk kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
"Kamu kenapa tidak bilang bilang kalau mau datang ke sini Brian, biar Tante jemput di bandara." cicit Tante Lili.
Brian hanya merespon kalimat Tante Lili dengan senyum tipis, karena tidak mungkin juga ia mengatakan alasannya yang sebenarnya jika ia sengaja tidak memberi kabar serta tak juga ingin dijemput di bandara sebab ingin langsung ke bandara untuk melakukan cek up kesehatan, bisa jadi semua akan dibuat cemas jika ia berterus terang.
Mengingat saat ini waktu makan siang telah berlalu beberapa saat yang lalu, tante lili pun segera mengajak Brian dan asisten Bani untuk menuju meja makan. Brian dan juga asisten Bani yang kebetulan belum sempat makan siang, lantas segera mengikuti langkah Tante Lili menuju meja makan.
Seperti biasa, Tante lili yang hobi sekali memasak kebetulan hari ini kembali memasak berbagai macam makanan, hingga saat ini berbagai macam menu makanan telah tersaji di atas meja makan. berbeda dengan asisten Bani yang sudah tidak sabar untuk segera menyadap hidangan yang terlihat menggunggah selera di depan mata, Brian justru terlihat tak tertarik dengan makanan dihadapannya itu.
"Kamu kenapa nggak makan, Brian ????." tanya Tante Lili saat Brian tak kunjung mengisi piringnya dengan nasi ataupun lauk.
"Kamu diet ya???." tebakan Tante Lili dijawab Brian dengan gelengan kepala. "Brian hanya sedang tidak na_fsu makan saja Tante." jawab Brian apa adanya.
"Tidak naf_su makan???." ulang Tante dengan kerutan halus yang tercipta di keningnya. seakan tak percaya mengingat saat ini semua masakan yang tersaji di meja makan adalah makanan kesukaan Brian.
Seolah tak peduli dengan raut bingung di wajah Tantenya itu, Brian berlalu meninggalkan meja makan hendak mengambil sebotol air dingin di kulkas. namun siapa sangka ketika melihat sesuatu di dalam kulkas membuat kedua bola mata Brian berubah berbinar melihatnya.
Brian terlihat mengambil sebuah mangkuk yang berisi salad buah dari dalam kulkas lalu kemudian membawanya ke meja makan untuk di santap olehnya. Sementara Tante Lili yang baru saja kembali ke meja makan dibuat sulit menelan salivanya melihat Brian yang tengah lahapnya menyantap salad buah yang akan diberikannya pada Dea.
Kini Tante Lili berada di dalam dilema, menegur Brian agar tidak menghabiskan salad buah tersebut rasanya tidak tega, tapi jika tidak menegurnya Brian pasti akan menghabiskannya, lalu bagaimana dengan si bumil, Dea????.
"Argh.." Tante Lili hanya bisa mengerang dalam hati sembari menatap Brian yang masih terlihat menyantap salad buah yang nyaris ludes tak berbekas tersebut.
akhirnya armada di kasih jodoh juga sama Author🤭