NovelToon NovelToon
Safira [Sugar Baby]

Safira [Sugar Baby]

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Teen / Selingkuh
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: putrijawa

SPIN OFF Ayah Untuk Safira

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa status dirinya merupakan anak rahasia, membuat Safira harus extra hati - hati untuk bersikap dengan seorang pria. Belum lagi sikap sang ayah yang seolah enggan menganggap keberadaannya. Semakin membuat Safira membenci sosok ayah biologisnya.
Beruntung Safira masih memiliki sosok laki - laki yang bisa ia jadikan sosok panutan. Laki - laki yang nantinya akan menjadi role mode nya untuk mencari tambatan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrijawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapture 34.

Setelah mengantarkan Safira menemui teman - temannya, Bima tidak langsung pulang. Ia memilih menunggu di area parkir sampai gadis itu selesai dengan kedua temannya.

Sambil menunggu, tentu saja calon CEO itu memilih mengerjakan pekerjaan kantornya. Memeriksa beberapa file yang memang diserahkan oleh asisten pribadi ayahnya untuk di pelajari.

"Perasaan gue kenapa jadi gak enak gini, ya ?" gumam Bima yang mulai merasa gelisah.

Pemuda itu memejamkan matanya sejenak sambil menyandarkan punggungnya yang terasa pegal. Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ternyata tidak terasa sudah sejam lebih ia menghabiskan waktu dengan berkutat pada laptopnya.

"Apa Fia belum selesai sama temen - temennya, ya ?" gumam pemuda itu seraya memeriksa ponselnya. Keningnya mengerut saat tak mendapati pemberitahuan apapun yang masuk ke ponselnya dari Safira.

"Gue cek ke dalem aja kali, ya. Sekalian pesen minuman." ucapnya seorang diri.

Baru saja ia akan membuka pintu mobilnya, dering di ponselnya membuat pemuda itu mengurungkan niatnya.

"Baru juga mau disamperin." ucap Bima seorang diri saat mendapati nama Safira yang terpampang di layar ponselnya.

"Halo, Fi. Kamu bel---"

[Bim. Tolongin aku. Kepala aku berat banget. Aku gak tau dibawa mereka kemana.]

Suara parau Safira berhasil membuat jantung pemuda itu berdetak dua kali lebih cepat. Tenggorokannya terasa tercekat hingga tak mampu menjawab permintaan gadisnya itu.

"Fi, kamu, kamu bisa kas---"

Belum lagi sempat pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, suara seorang pria diseberang sana semakin membuat irama jantungnya berdegup tak karuan.

[Wah, akhirnya kita bisa berada dikamar yang sama, ya. Dan sebentar lagi kita akan berada di ranjang yang sama. Berbagi peluh dalam penyatuan kita.]

Demi apapun, Bima merasa dunianya berhenti berputar. Bayangan Safira yang saat ini berada dalam kungkungan pria lain membuat dadanya terasa sesak. Bima merutuki kebodohannya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga lalai menjaga gadisnya.

[In your dream.]

Itu adalah suara Safira yang terdengar menolak keinginan pria tersebut. Lalu setelahnya, Bima dapat mendengar suara berisik dan pekikan Safira yang sepertinya tengah melakukan perlawanan.

Bima sendiri masih mematung ditempat. Secepat mungkin ia menggelengkan kepalanya untuk memulihkan kesadarannya dari rasa terkejut. Pemuda itu menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri. Lalu ia mendapati sebuah gedung yang tak jauh dari Kafe.

"Pasti dia dibawa kesana." ucapnya bermonolog.

Tanpa membuang waktu, Bima langsung bergegas menuju gedung bertingkat tersebut. Ia bahkan memarkirkan mobilnya secara asal. Lalu dengan tergesa segera menuju resepsionis untuk menanyakan suatu hal.

"Selamat sore, Mas. Ada yang bisa saya bantu ?" tanya petugas wanita dengan senyum sopannya.

"Maaf, Mbak. Saya ingin bertanya, apa ada pengunjung atas nama Safira Mazzaya yang menginap di hotel ini ?" tanya Bima sambil mengatur kekhawatirannya.

"Sebentar, ya Mas, saya periksa terlebih dulu."

Bima hanya mengangguki ucapan petugas wanita tersebut. Matanya memindai sekitar berharap menemukan seseorang yang dikenalnya.

"Maaf, Mas. Tidak ada nama Safira Mazzaya yang menginap disini."

Bima terdiam sejenak. "Kalo Aqilah, Mbak ? Aqilah Jayadi. Atau Aqilah Putri Jayadi."

Bima kembali menunggu dengan perasaan tak karuan. Ia harus segera menemukan keberadaan Safira agar sesuatu yang buruk tak terjadi padanya.

"Maaf, Mas. Tidak ada nama Aqilah di daftar pengunjung." ucap petugas resepsionis tersebut membuat Bima mengacak rambutnya frustasi.

Pemuda itu masih tampak berpikir. Namun otaknya seakan tak berfungsi untuk menemukan solusi atas masalahnya.

Bima berjalan sedikit menjauh dari meja resepsionis. Pandangannya tertuju pada lorong menuju lift.

'Gak mungkin gue periksa satu persatu kamar yang ada. Buang waktu.' ucapnya dalam hati.

Disaat yang bersamaan, ponsel dalam sakunya berdering. Dengan cepat Bima langsung mengeluarkan ponselnya dan merasa beruntung dengan nama yang muncul dilayar ponselnya.

"Halo."

[Bim, lo dimana ? Gue dapet telpon dari Fia. Kayaknya dia dalam bahaya.]

"Lo dapet telpon juga ? Mending sekarang lo langsung cek gps Fia. Gue---"

[Gpsnya nunjukkin dia lagi di hotel Emerald. Gue sama Rinal udah dijalan kesana. Lo mending cepetan nyusul.]

"Gue udah disini. Kira - kira lo bisa hack CCTV hotel untuk liat Fia ada dikamar mana ? Gue udah coba nanya sama resepsionis tapi gak nemu." ucap Bima frustasi.

[Oke. Gue usahain. Lo tunggu aja disana. Bentar lagi kita berdua bakal nyampek.]

Sambungan langsung terputus secara sepihak. Pikiran Bima semakin kacau saat mengetahui kebenaran tentang keberadaan Safira.

Ditempat lain, Aqilah nampak gelisah di tempatnya. Tadi setelah membawa paksa Safira masuk ke kamar hotel, Aqilah langsung pulang meninggalkan temannya itu. Bahkan ia menolak ajakan Bilqis untuk menikmati makanan di Kafe yang ada dihotel tersebut.

"Gimana keadaan Safira sekarang, ya ?" gumam Aqilah cemas.

Gadis itu sampai menggigiti kuku jari tangannya saking cemas memikirkan Safira. Berkali - kali ia memeriksa ponselnya berharap ada kabar dari Bilqis mengenai temannya itu. Namun sepertinya Bilqis tengah sibuk dengan kesenangannya.

"Kalo setelah ini Safira malah benci sama gue gimana ?" tanyanya seorang diri.

Aqilah mengacak rambutnya frustasi. "Harusnya gue gak usah ikutin rencana Bilqis. Harusnya gue biarin aja dia bertindak sendirian. Kalo gini ceritanya, bisa - bisa gue ketauan lagi sama Mama Papa." ucapnya menyesali perbuatannya.

Gadis itu tak bisa mengenyahkan Safira dari pikirannya. Meski ia sudah mencoba melarutkan diri dengan sosial medianya, nyatanya kekhawatirannya terhadap Safira semakin bertambah. Rasa bersalahnya terus muncul dan menghantuinya.

Ceklek.

Pintu kamarnya terbuka, bersamaan dengan munculnya Adit disana.

"Ish. Lo bikin kaget aja tau, gak ?" bentak Aqilah kesal.

"Lah. Gue udah ketok pintu dari tadi. Lo ngapain emangnya sampek gak denger gedoran gue dipintu ?"

"Berisik, lo!"

Melihat kakaknya kesal, Aditya menghela nafas pelan. "Sori, sori. Eh, kak. Tadi lo ketemu sama Fia 'kan ?" tanyanya mengalihkan.

Aqilah menatap sekilas pada adiknya. Ingatannya tentang ucapan Safira yang mengatakan jika gadis itu telah memiliki seseorang yang tengah dekat dengannya kembali muncul.

"Gimana, kak ? Dia pasti makin cantik." ucap Adit terlihat antusias.

Aqilah berdecak pelan. "Mending lo cari cewek lain, deh. Safira udah punya gebetan."

"Maksud lo pacar gitu ?" tanya Adit memperjelas.

Aqilah melirik sekilas pada adiknya. Ia membenarkan posisi duduknya untuk menghadap Aditya.

"Dia, sih bilang bukan pacar. Tapi mereka deket. Dan katanya lagi, cowok itu lebih tua dari dia. Mungkin aja selera Aqilah cowok yang dewasa. Lo 'kan lebih muda dari dia."

Giliran Aditya yang berdecak kesal mendengar jawaban kakaknya. "Umur kita cuma beda tujuh bulan, doang. Bukan tujuh tahun. Gue masih punya kesempetan sebelum janur kuning melengkung."

Aqilah memutar bola matanya jengah. Adiknya itu memang tengah buta dan bodoh karena cinta. Mana mungkin bisa dinasehati.

1
SarSari_
wuaaahh udah cntik, pinter, lulusan termuda...yg dapetin hatinya safira yakin deh bruntung bngt
cimownim
Safira ketemu siapaa???
MARDONI
Cerita tentang Safira yang harus menghadapi kenyataan sebagai anak rahasia dan sikap ayahnya yang tidak mengakui keberadaannya sungguh menyentuh hati. Namun, adanya sosok laki-laki yang bisa jadi panutan dan role modelnya membuat cerita terasa penuh harapan. Semangat terus untuk karya ini, penasaran banget dengan kelanjutan perjuangan dan pencarian tambatan hati Safira! ✨
MARDONI
Lucu banget melihat Safira yang biasanya santai sampai berdandan khusus buat Bima. Reaksi Rendy juga khas banget sebagai papa yang protektif 😂 Tapi bagian paling manis jelas saat mereka sudah duduk di restoran. Bima yang terus menggoda Safira, Safira yang balik meledek Bima, sampai akhirnya mereka saling menggenggam tangan… suasananya benar-benar romantis dan bikin senyum sendiri.
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
Kalo aku jadi Safira kayaknya ngga bakal sekuat itu dehh ngadepin semua cobaan yg dia alami.Masih punya ayah tapi orang itu gaada.Kalo aku sih udah milih buat pasrahh aja ngga kaya dia yg masih kuat.
putrijawa: Safira kuat karna bundanya juga kuat😁
total 1 replies
Hunk
Di keluarga barunya pun ayah nya dah punya anak. Sedih banget.
Hunk
Ibu adalah yg terbaik
MARDONI
hati Safira kelihatan banget nggak nyaman tiap ketemu Arsena 😭 padahal Mamih sama Papih Arsena baik banget. Tapi pas Kaivan datang bawa iga bakar terus Safira langsung senyum cerah itu kerasa beda banget suasananya. Arsena yang ngeliatin dari jauh sambil cemburu tuh bikin deg-degan juga 🥹
putrijawa: takut ada perang ya?
total 1 replies
Izmie kim💜
dua kemungkinan sih cowok lebih banyak pertimbangan kalau di tolak dia takut hubungan yang dulu baik malah akan jadi gak enak aja
Izmie kim💜: nah gitu makanya laki-laki kalau suka sama temen selalu mikir mikir dan nahan dulu kalau mau nembak 🤭
total 2 replies
Izmie kim💜
heh safira anak kandungnya bukan kaya kamu woy
putrijawa: sabar pemirsah
total 1 replies
cimownim
jarang banget dapet papah Sambung sebaik itu😍
SarSari_
lah Adit nih gak update apa gimna sih 😂
putrijawa: gak ada yg tau tentang kemampuan Safira😁
total 1 replies
Indira Mr
Anak nya aku udah gede.. 😂😂😂
putrijawa: halo tante.. anaknya ganteng yaa 🤭
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Susah yaa jadi anak yg gak bisa marah2 ke org tua😔 padahal kelakuan mereka kadang di luar nurul🤦
putrijawa: bener. apalagi punya sifat gak enakan😔
total 2 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ayah tukang boong nih
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selamat ulangtahun ya Safira 🍰
putrijawa: walaupun sudah lewat, tapi trima kasih 🤭
total 1 replies
LOL #555
hah , itu bukan ayah sambung nya kan ?🧐
MARDONI
Safira kelihatan ceria banget di dapur sama Chef Kaivan, apalagi pas dia antusias banget soal masakan. Terus bagian Bima yang chat sambil bercanda soal “calon CEO” itu bikin senyum sendiri. Tapi kalimat terakhir yang tiba-tiba ada orang bilang “takdir ingin mempersatukan kita” itu bikin deg-degan banget 😭
SarSari_
betul , Safira mah cewek mahal...
Izmie kim💜
takut juga ya ngadepin laki-laki kaya gitu setau aku makin di tolak makin gencar mending kita jaga jarak perlahan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!