NovelToon NovelToon
Tentang Jiwa Dokter

Tentang Jiwa Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Duniahiburan / Cinta Terlarang / Dokter / Tamat
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

persahabatan segitiga antara Tobia, seorang laki-laki tampan cekatan dan penyayang yang sudah bekerja sebagai perawat dengan Mada, seorang gadis periang yg masih kuliah semester 5, mereka tumbuh bersahabat sejak Mada pindah rumah saat usianya 9 tahun. Akankah persahabatan ini berubah menjadi rasa lain atau akankah persahabatan ini menjadi aneh karena kehadiran dokter Harun diantara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STUG

Tidak ada si salah dan si benar. Pada dasarnya semua orang benar dalam porsi dan versi masing-masing.

Memilih benar atau memilih salah bukan hal mudah. Semua kembali pada dasar pemikiran masing-masing.

......................

Kita kembali ke pesta sejenak yaaa.....

Mada yang masih larut dengan perasaan kecewa yang semakin dalam, kembali merasa bingung dengan sikap yang dipilih Tobia.

"Aku salah apa sebenarnya?" gumamnya lirih disela isak yang tertahan.

"Tidak bisakah aku diberi waktu dan kesempatan untuk mendapatkan jawaban semua pertanyaan ku? Tuhan, kenapa diam saja?" keluh Mada sambil merapikan kembali riasan wajahnya yang hampir berantakan karena air mata.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" pekik Mada dalam hati.

Berbagai perasaan berkecamuk di hati Mada. Waktu yang pasti lebih dari 10 menit, ia habiskan di depan cermin di dalam toilet itu. Sesekali ia menangisi dirinya sendiri, lalu mengutuk dirinya sendiri.

Beberapa saat kemudian, ia mengutuki nasib, mengutuk Tobia yang tiba-tiba pergi tanpa ada kalimat perpisahan dan penjelasan.

"Bey... kamu oke?" sapa dokter Harun dari belakang sambil meraih pundak kiri Mada.

Mada tak bisa menutupi kagetnya, Mada tak menyangka dokter Harun akan menyusul dan mencarinya.

"Ada apa?" tanya dokter Harun lagi menyelidik ke seluruh wajah Mada sambil memegangi kedua pipi Mada dengan penuh perhatian.

Mada tak bisa lagi menyembunyikan wajahnya yang sedikit sembab karena air mata. Tak ada satu katapun yang mampu keluar dari mulut Mada.

Dokter Harun memeluk Mada perlahan. Mengusap belakang kepala Mada dengan penuh pengertian.

Air mata Mada semakin jatuh meleleh tak tertahan. Hatinya bimbang tanpa bisa ia kendalikan. Pelukan hangat,dan usapan lembut dokter Harun membuatnya semakin merasa hancur.

"Apa ini... Rasa nyaman ini kenapa terasa kosong. Kenapa rasa bersalah yang datang mengganggu." gumam Mada dalam hati.

"Aku sangat menyayangi pria baik ini. Dia pria terhangat yang aku temui. Tapi kenapa aku semakin merasa bersalah. Rasa salah macam apa ini?"

Jawaban tak ia temukan. Mada membenkan wajahnya dalam dekapan dokter Harun.

"Kamu mau pulang saja?" tanya dokter Harun kemudian.

Mada hanya bisa mengangguk perlahan menanggapi pertanyaan dokter Harun.

Dokter Harun hanya meninggalkan pesan singkat pada tuan rumah, sekedar berpamitan untuk meninggalkan pesta yang sebenarnya belum usai.

Dokter Harun membawa Mada keluar dari pesta melalui pintu lain dari sisi rumah mewah itu, agar tak ada yang melihat betapa sembab dan murungnya wajah Mada.

Hampir tak ada percakapan dalam mobil diantara keduanya. Mada terus melihat ke sisi luar jendela, entah menikmati pemandangan jalan, atau karena pikirannya melayang tanpa terkendali.

Dokter Harun sesekali menoleh pada kekasih yang duduk disamping kemudinya. Tak satu pun pertanyaan ia ajukan. Lalu sesekali menghela nafas, seakan memberikan ruang untuk kekasihnya.

Perjalanan pulang dokter Harun dan Mada kali ini tampak sangat sepi. Jalan yang tadinya mereka lalui pun terasa menjadi lebih panjang. Keduanya merasakan sepi dan kosong yang tak mampu dijelaskan.

Belum separuh perjalanan pulang, Mada tampak memejamkan mata dan tertidur. Dokter Harun yang menyadari hal itu, segera menepi sesaat, untuk menurunkan sandaran, agar Mada bisa nyaman istirahat, dan mengecek sabuk pengaman yang mengait di dada Mada. Hanya untuk memastikam berfungsi dengan benar.

Dirasa semua aman, dokter Harun melanjutkan kemudinya, kali ini dengan kecepatan nyaman, berharap agar kekasihnya tidur dengan nyaman. Musik balad, dengan irama slow, diatur dokter Harun, agar Mada semakin nyaman.

"Istirahatlah. Jangan pikirkan apapun. Maafkan aku atas semuanya." gumam dokter Harun perlahan, sbil melirikada yang sudah terlelap.

......................

Yang sebenarnya terjadi selama Mada sibuk dengan dirinya sendiri di toilet tamu saat di pesta rumah Tanisha.......

Tobia meninggalkan Mada yang masih kecewa sama bingung. Namun hati kecilnya tak bisa berbohong. Ia pun merasa hancur dan frustasi.

Tobia berjalan mantap menuju meja jamuan pesta. Ia meraih gelas berisi wine, dan menenggaknya habis. Lalu menuju ke dokter Harun yang tengah berbincang seru dengan koleganya.

"Dokter, bisa kita bicara sebentar?" kata Tobia tetapemjaga kesopanan. Bagaimanapun, dokter Harun adalah dokter yang harus ia hormati.

Tanpa banyak bertanya, dokter Harun mengikuti kemana Tobia melangkah. Sampai akhirnya keduanya duduk di bangku paling pojok di area pesta.

"Aku tahu kemana arah pembicaraanmu." kata dokter Harun sebelum Tobia memulai berbicara.

"Kau tahu?!!" seru Tobia setengah bertanya. Tobia benar-benar tak menyangka dokter Harun akan berkata demikian.

"Aku tahu siapa kamu. Tapi sepertinya kamu tidak mengenaliku." kata dokter Harun yang tentunya membuat Tobia semakin bingung.

"Apa maksudmu?!!" tanya Tobia dengan nada sedikit marah menyelidik menatap tegas ke wajah dokter Harun.

Dokter Harun tersenyum kecut,memiringkan ujung bibirnya, memandang ke arah kerumunan orang sesaat, lalu kembali menatap Tobia dan berkata dengan lebih tegas.

"Terima kasih sudah menjaga Mada selama ini. Maaf jika aku terkesan jahat. Tapi kebahagiaan Mada adalah prioritas utama kita sekarang."

"Apa maksudmu dengan kita?!" Tobia masih tak mengerti dengan kalimat dokter Harun.

"Kamu benar-benar tak mengingat siapa aku? Aku si bocah ayam! Aku selalu datang mencarimu! tapi kamu tak pernah mengenaliku! Sampai akhirnya Mada yang kutemukan!"

Kalimat -kalimat tegas pengakuan dokter Harun membungkam mulut Tobia sesaat. Meski sebenarnya Tobia sudah tahu siapa dokter Harun, namun kenyataan lain masih membingungkan.

"Kamu... Kamu mencariku?" kalimat Tobia terbata. Tobia bangkit dari duduknya, perlahan mencerna ulang kalimat-kalimat dokter Harun.

"Aku tidak pernah lupa untuk berkunjung. Bahkan setelah kakek tak tinggal disana. Tapi nyatanya kamu yang tidak pernah ada ditempatmu." kata dokter Harun dengan wajah seriusnya.

"Setiap ada kesempatan, aku selalu berusaha kembali. Tapi rumahmu selalu kosong. sampai akhirnya aku melihat Mada yang menempati rumah kakekku." imbuh dokter Harun dan membuat Tobia semakin bingung,sambil berusaha mengingat.

"Jangan bercanda... Aku tidak pernah kemana-mana. Jangan mengada-ada." kalimat Tobia terdengar mengambang.

"Untuk apa aku mengada-ada!" seru dokter Harun tertahan, tak ingin menimbulkan keributan.

"Sudahlah, itu tak penting lagi. Sekarang, lanjutkan membuat Mada bahagia. Dia sepertinya sangat menyukaimu. Jadi kuharap jangan pernah mengecewakannya." kata Tobia tak ingin memperpanjang kesalahpahaman.

"Aku juga tahu akan hal itu! Tapi sepertinya Mada masih terlalu tergantung padamu." kata dokter Harun.

"Dasar bocah ayam bodoh! Kalau kamu menginginkan dia buat dia semakin tergantung padamu!" seru Tobia.

"Aku tak ingin memaksanya terlalu cepat. Itulah sebabnya kubiarkan dia mengikutimu tadi." dokter Harun benar- benar terdengar bijak. Tak ada raut wajah marah sedikitpun.

"Sudah cukup perbincangan kita. Aku sebaiknya pulang. Dan kamu bawa mada juga pulang. Aku tak peduli apapun yang akan kamu lakukan. Dia di toilet sekarang." kata Tobia mengakhiri perbincangan aneh di pesta itu.

Tobia pergi berlalu meninggalkan pesta membawa kepala yang dipenuhi dengan pertanyaan dan rasa gelisah semakin menjadi...

Dokter Harun pun bergegas menuju toilet menyusul Mada.

...----------------...

Sejenak kita menuju ke rumah pak Brady.....

Bu Vriana yg masih syok dengan apa yang pak Brady sarankan, duduk termenung sambil melihat terus ke layar ponselnya yang sengaja ia letakkan di atas meja.

Bu Vriana berniat untuk melakukan panggilan telpon pada anak sulungnya. Namun belum juga diraih ponselnya sudah berdering. Ada panggilan lain yang membuat raut wajah Bu Vriana tampak serius.

Bu Vriana tampak berpikir sejenak, seakan ragu harus menerima panggilan tersebut atau tidak.

...****************...

To be continue.....

1
tes
𝐫𝐚.
Saya bacanya Amesia/Facepalm/
ah tapi lucu
Chio
wah aku juga punya banyak diecast mobil jeep. Tobia hobi kita sama! 😭
Chio
Kenren alurnya! ternyata anak tetangga.
Adelia Rahma
penisiin kenapa ya istrinya mas tob tob 🤔🤔
yosh—: sip lah Joss kk😁
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Udah jadi pasutri jg masih pada ngeyel 🤣🤣🤣
lanjut baca novel ini lah dah lama gak baca 🥱🥱🥱 ..
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mada kah 🤔
By
pasutri terbaik sepanjang abad novel ada/Sweat//Applaud//Applaud//Applaud//Facepalm//Facepalm/
By
bellia bellio/Sweat/ besok nya lagi nama anaknya tambah belia beliau
❤️⃟Wᵃf🦀༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
akhirnya Tobia danMada bersatu, aku suka aku suka
❤️⃟Wᵃf🦀༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
plisss..jangan sampe kecelakaan lagi lahhh
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa walaupun cuma dua part,tapi masih untung dibuatin bonchap🤭🤭
Makasih bang yosh,kereen novelnya
habis ini otw baca yang lainnya... apalagi yang burn out tuh,bikin penasaran 😄😄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
astaga /Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
heeh aku jomblo juga ini/Grimace//Grimace//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bagusan oyeeen.... kotak kan oyeen juga🏃🏃🏃🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
/Smug//Smug//Smug//Smug//Smug/ kebiasaan
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aaaa makasih bang yosh bonus chapter nya 😍😍😍😍😍
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa tak demo ke Hosea kalo sampai gitu beneran.... baru juga bahagia Tobia dan twins/Grimace//Grimace/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
naah suami idaman 😌😌😍😍
maauu dong Tobia buat aku aja😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!