NovelToon NovelToon
Mengapa Menikah?

Mengapa Menikah?

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Menikah dengan seseorang yang dicintai dan mencintai kita adalah hal yang paling membahagiakan. Hal itu lah yang dirasakan Naisha atau yang kerap disapa Nai. Nai sangat bahagia bisa menikah dengan Adnan kekasihnya.
Namun siapa sangka malam pengantin yang menjadi malam yang diharapkan setiap pasangan setelah menikah menjadi malam yang paling sendu bagi Nai.
" Jangan harap aku akan menyentuh mu."
" Apa maksudmu Ad?"
" Kau pikir aku menikahimu karena mencintaimu? Tidak Nai, aku tidak pernah mencintaimu."
Hancur sudah hati gadis itu. Pria yang begitu di cintai nya ternyata tidak menginginkannya.
Tidak ingin membuat kedua orangtua nya sedih Nai bertahan dengan pernikahannya hingga seorang pria yang lebih muda datang mengisi harinya.
" Noona, aku akan membawamu pergi dari pria brengsek itu," ucap Nataya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MM 34. Apa Mau Anda Tuan?

Naisha sedikit melamun di meja kerjanya. Beberapa hari ini tidak melihat Nataya membuatnya bertanya tanya ada apa gerangan dengan bocah tersebut. Biasanya Nataya selalu muncul di hadapannya baik itu saat pagi hari atau malam hari.

" Mbak!"

Panggilan Rey membuyarkan lamunannya akan pria tersebut.

" Lagi mikirin apa?"

" Nggak, nggak lagi mikirin apa apa? Gimana? Sudah mengerti mengenai NO?"

Rey terdiam sejenak. Setelah ia pulih dari kecelakaannya, pria berusia 23 tahun itu memang langsung kembali ke Star Building dan belajar mengambil alih semua urusan No. Dari mulai pemilihan desain, warna, dan model yang akan dikeluarkan.

NO yang merupakan alat alat outdoor tersebut harus selalu berinovasi dalam mengeluarkan produk produk barunya. Hal tersebut bertujuan agar NO tetap eksis dan diminati para penikmat olahraga outdoor. 

Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin ia revisi mengenai sepatu yang dikeluarkan kemarin. Namun produk tersebut sudah di launching saat ia masuk rumah sakit.

Juga, Rey merasa bahwa tenda keluaran NO sudah harus di update. Rey juga berencana untuk mengupgrade warna warna yang NO keluarkan. NO identik dengan warna warna dark, Rey ingin membuat NO sedikit lebih warm dengan warna warna yang lebih terlihat.

Apa yang dipikirkan oleh Rey ia sampaikan kepada sang kakak. Naisha tersenyum lebar, rupanya ketertarikan Rey terhadap NO membuat adiknya itu berpikir lebih produktif.

" Bagus, apa yang kau katakan bagus kok. Tinggal eksekusi."

" Bagaimana eksekusinya mbak?"

" Panggil semua tim NO lalu adakan rapat. Presentasikan apa yang sudah kamu pikirkan, berikan gambaran keinginanmu. Buat perbandingan, jangan lupa target pasar yang dituju dengan adanya perubahan tersebut. Jangan asal mengubah sesuatu tapi tujuan dari perubahan itu tidak jelas. Jika itu kamu lakukan sudah pasti mereka akan menolak usulanmu."

Rey mengangguk paham. Ia benar benar kagum dengan kakak perempuannya itu. Saat seperti itu Naisha terlihat begitu berwibawa dan cerdas. Memang layak sebagai CEO Star Building.

" Mbak, udah deh mbak aja selamanya yang jadi CEO kenapa juga harus Rey sih."

" Because I'm a woman. I just want to be a housewife."

" Memang kenapa kalau ibu rumah tangga. Tuh nyatanya mama nya Nataya juga sampai sekarang juga bekerja."

" Tidak ada yang salah Rey. Mbak juga tetap akan bekerja. Tapi mbak ingin prioritas utama mbak adalah suami dan anak anak mbak nanti. Lagian kan ada kamu. Ya kamu lah yang harus mengurus Star Building. Beruntung lho DCC dipegang sama Om Dante dan DIS di pegang sama Tante Alina. Coba jika nggak, kamu bakalan yang pusing ngurus semuanya."

Kedua kakak beradik itu tahu betul sang ayah sama sekali tidak pernah mau ikut campur dalam usaha apapun milik Dewantara Corp Company atau yang dikenal dengan DCC. Juna bahkan menolak dengan lantang saat diminta mengurusi DCC. Meskipun begitu ia memiliki saham di DCC tapi waktu itu pun bukan atas nama dia sendiri. Arjuna Dewantara lebih senang mengembangkan bisnisnya yang tanpa campur tangan Dewantara.

" Ya baiklah aku paham kok. Oh iya apakah kita bisa mengajukan usul untuk tema seperti apa iklan ke JD Advertising."

" Tentu, kita bebas request. Katakan saja apa yang kamu inginkan untuk iklan sebuah produk, pihak JD Advertising akan mencoba mewujudkan iklan yang kamu inginkan."

Rey mengangguk mengerti, ia menemukan ketertarikan saat membicarakan mengenai NO. Hal tersebut juga dirasakan oleh Naisha. Wanita itu sungguh senang.

" Mbak, tadi ngelamun apakah mikirin bocah kampret."

" Bocah kampret? Siapa?"

" Nataya!"

Uhuk … uhuk

Naisha tersedak salivanya sendiri. Susah payah ia mengalihkan pembicaraan agar tidak ditanya mengapa dirinya tadi melamun sekarang malah langsung ditembak ditempat oleh sang adik.

" Enggak, ngapain mikirin teman mu itu."

Rey menelisik wajah sang kakak, ia menatap mata Naisha dengan lekat. Tampak sekali kakaknya itu berbohong. Rey sedari kecil hafal, Nasha akan mengedip ngedipkan matanya jika ia tengah berbohong akan suatu hal. Pemuda itu pun hanya tersenyum lalu berdehem.

" Ehem, ooh nggak mikirin. Ya udah sih kalau gitu nggak usah salting. Cuman emang sekarang dia lagi sibuk sih, kan kuliah lagi ngambil spesialis bedah anak."

" Ooh jadi ambil spesialis, alhamdulillah kalau begitu."

Rey hanya menyunggingkan senyum saat kakaknya bergumam pelan. Ia tahu, tampaknya sang kakak menaruh rasa kepada sahabatnya itu. Meskipun Naisha berusaha berbicara tidak, tapi Rey bisa menangkap binar ketertarikan dari mata sang kakak.

Hais, kayaknya judul ftv sahabatku menjadi kakak iparku bakalan cepat terwujud. 

Rey bermonolog dalam hati, hingga ia terkejut saat Airin masuk membuka pintu dengan begitu keras.

" Eh anak piyik, pelan pelan napa buka pintunya. Et deh dah kayak orang kabur karena ketahuan nyolong."

" Astagfirullah maaf hyung eh abang. Maaf kak Nai. Itu ada itu?"

" Itu siapa?"

Belum selesai Airin mengucapkan perkataannya seseorang sudah muncul dari balik pintu dengan sebuket bunga mawar putih disertai senyuman yang begitu lebar. Tapi semua orang yang berada di ruangan Naisha tidak ada yang membalas senyumnya tersebut.

" Hay sayang."

" Mau apa kamu ke sini?"

Dengan santainya Adnan langsung menerobos masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan Naisha. Rey sudah mengepalkan tangannya dengan erat bersiap melayangkan tinjunya kepada pria tak tahu malu yang berada di hadapannya itu. Namun sentuhan tangan sang kakak membuatnya melonggarkan kepalan tangannya.

" Mau apa anda kemari, kita tidak sedang dalam urusan kerjasama jadi apa tujuan anda datang ke sini?"

Hati Adnan mencelos mendengar setiap kata yang keluar dari bibir wanita yang ada di depannya itu. Sapaan 'anda' yang diucapkan Naisha mempertegas bahwa mereka benar benar orang asing sekarang. Disisi lain, Naisha yang terlihat semakin cantik dan menarik di mata Adnan sungguh membuat pria itu tak berkedip menatap nya.

" Jaga pandangan anda tuan!" sergah Rey. Ia sungguh risih melihat Adnan yang menatap kakak perempuannya dengan penuh harap.

" Ekhem, aku hanya ingin memberikan ini padamu. Apakah kita bisa bisa berbicara berdua?"

Baik Nisha, Rey, dan Airin, ketiganya mengerutkan alis mereka masing masing mendengar permintaan Adnan. Tentu saja Naisha akan menolak mentah mentah, ia masih sangat trauma mengingat apa yang sudah pria itu lakukan kepadanya waktu itu.

" Maaf saya tidak bisa berbicara berdua dengan Anda tuan."

" Nai, please aku mohon. Berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahanku. Aku sungguh minta maaf Nai, aku mencintaimu. Kembali lah padaku aku mohon."

Naisha membelalakkan matanya mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Adnan. Sedangkan Rey dan Airin membuat ekspresi muntah. Bahkan Rey merasa bulu kuduknya berdiri saat Adnan mengucapkan kata demi kata tersebut.

Emang lu kate mbak gue wanita bodoh yang dengan gampangnya menerima kata maaf setelah disakiti sebegitu dalamnya. Dasar cowok beegoo. Lihat saja apa yang akan gue lakuin ke laki laki kampret macam kau orang ini.

TBC

1
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor 🥰
🌹🪴eiv🪴🌹
kok heran aku nggak di novel nggak di sinetron,lha wong salah udah korupsi kok Mau balas dendam,hati yg picik kalo dibikin cerita gini pasti ada kejadian nyatanya ya ,ih miris
Ais....... padahal keluarganya hancur karena ulah sendiri
🌹🪴eiv🪴🌹
habis kena gampar jadi sehat ya nand 🤣🤣🤣 jadi bisa mikir 👻👻👻
Alif
bodoh! laki2 laknat kyk gt kamu tangisi nai, nai.
Alif
okelah wanita kuat gk menyek2
Jumi Eko
bagus
mimma
Luar biasa
echa purin
👍🏻
슈가
Luar biasa
Rosni Hasan
baguuus.. like this
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
hwaiting
Lia Kiftia Usman
makasih ... karyamu indah thor...
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Intan Pakpahan
dokter gelooo wkwkwwkwk
Soraya
mksh ya thor karyanya 👍
Soraya
gak perlu gugat cerai kli cukup pembatalan nikah aja secara mereka blm berhubungan badan
Soraya
bukannya juna nyuruh detektif buat ngawasin Adnan sama Naya kok bisa dia gak tau klo Adnan pergi nemuin pacarnya
Soraya
mampir thor
Yus Nita
blom sempurna ilmu mu kawan, hingga jejak mu begitu mudah terciduk 😁😁😁
Yus Nita
sakit ny cinta bertepuk sebelah tangan.
gayung pun tak bersambut, akan cinta pupus sebelum mekar 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!