Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.
Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.
Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.
Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.
Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..
Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?
Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..
**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Paman Kandung
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
♥️♥️♥️♥️♥️
Tuan Harris Anderson tampak melangkah penuh
percaya diri ke dalam gedung perusahaan nya.
PT. Adora adalah sebuah perusahaan ekspor
impor yang cukup besar. Bergerak di dua bidang
yakni perkebunan dan pertambangan. Setelah mengalami masa terpuruk selama beberapa
tahun terakhir ini, kini perusahaan itu kembali menggeliat penuh dengan semangat.
Sokongan dana yang sangat besar dari Presdir
AM Corp membuat perusahaan ini kembali ke permukaan dengan cepat. Tuan Harris bisa
kembali membusungkan dada dan berdiri
dengan penuh percaya diri seperti saat dulu
dia baru mengambil alih perusahaan ini dari
adik kandungnya.
Saat ini Tuan Harris sedang berada di ruang
kerjanya yang terletak di lantai teratas.
"Tuan..ada seseorang yang ingin menemui anda."
Ujar sekretaris pribadinya, dia berdiri di depan
meja kerjanya dengan menundukkan kepala.
"Suruh masuk !"
"Baik Tuan.."
Sekretaris tadi berlalu keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian masuk seorang laki-laki
tinggi, berpenampilan rapi namun sedikit menyeramkan.
"Apa yang kau dapatkan.?"
Tuan Harris tampak antusias. Laki-laki tadi
menyerahkan amplop kuning kehadapan Tuan
Harris yang langsung di terima dan di bukanya.
"Semua bukti akurat Tuan, gadis itu adalah
keponakan Tuan, putri kandung Tuan Daniel.!"
Tuan Harris tampak terdiam, raut wajahnya
berubah keras.
"Semalam kami mendapatkan sampel darahnya
langsung, dan itu adalah hasil lab nya !"
Tuan Harris melihat dengan seksama hasil tes
DNA yang kini ada di tangannya. Tidak lama dia
meremasnya kuat, sorot matanya berubah dingin
dan ada seringai kecil di bibirnya.
"Jadi benar, dia masih hidup ? Hemm..kenapa
baru sekarang bisa terlacak.?"
"Semua informasi tentang jati dirinya tertutup
dengan sangat rapih. Selama ini ada seseorang
yang sangat berpengaruh telah berdiri dan
berada di belakangnya Tuan.!"
Brak !!
Tuan Harris memukul meja kerjanya dengan
keras, rahang nya terlihat mengeras.
"Kurang ajar ! Aku ingin tahu siapa orang yang
telah berani bermain denganku !"
"Kami sedang melakukan pelacakan Tuan !
Mereka tidak bisa di anggap remeh !"
"Baiklah kalau begitu.! kita lihat siapa orang yang
ada di balik gadis itu. Info apalagi yang kau dapat
dari keponakan ku itu ?"
"Dia sekarang sudah bekerja menjadi asisten
pribadi di sebuah perusahaan perhiasan ternama
Tuan, baru beberapa hari saja."
"Ohh..jadi anak itu belum tahu mengenai aset
yang di bekukan ayahku ?"
"Seperti nya gadis itu tidak tahu apa-apa Tuan.
Tapi ada masalah yang lebih penting Tuan."
Tuan Harris menoleh, menatap tajam laki-laki
itu dengan raut wajah tidak suka.
"Ada apa ?"
"Gadis itu ternyata cukup mengenal dekat Presdir
Abraham. Semalam ada beberapa anggota yang tertangkap oleh orang-orang nya. Tapi saya akan
pastikan bahwa tidak akan ada nama anda dalam
lidah mereka."
Kepalan di tangan Tuan Harris tampak berubah
gemetar. Dia menatap tajam laki-laki itu penuh
dengan ancaman.
"Bagaimana bisa Presdir Aham berhubungan
dengan gadis itu ?"
"Saya sedang menyelidiki nya Tuan."
"Pastikan kalian bergerak dengan hati-hati !
Jangan sampai Aham menyelidiki masalah ini
lebih jauh. Aku tidak mau hubungan anakku
dengannya jadi kacau gara-gara masalah ini.!"
"Baik Tuan. Untuk saat ini, kami harus bergerak
senyap dulu. Orang-orang Presdir Aham tidak
bisa kita tembus.!"
Tuan Harris tampak terdiam sedikit tegang.
Dia kembali menatap tajam laki-laki itu, hatinya
di selimuti dengan berbagai pertanyaan.
"Kalau begitu kalian lakukan cara lain, jangan
muncul dulu sampai keadaan aman !"
"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi !"
Laki-laki itu menunduk sebentar, kemudian
berlalu pergi dari ruangan itu.
"Kenapa gadis itu bisa ada hubungan dengan
Aham, sebenarnya ada apa ini ? Aku harus
segera memastikan sesuatu.!"
Gumam Tuan Harris, dia mengambil ponselnya,
kemudian menghubungi Feli untuk segera
mencari jawaban dan memastikan semuanya.
***** *****
Hari ini Naya benar-benar di sibukkan dengan
berbagai jawdal pertemuan dan urusan orderan
yang hampir jatuh tempo beberapa hari lagi.
Dia sampai harus bolak balik ke bagian produksi
untuk mengecek kesiapan barang pesanan yang
harus segera di antar pada pemesan.
Naya memperhatikan Monica yang baru saja
masuk ke dalam ruangan kantor nya. Wanita
bertubuh tinggi itu terlihat bugar, hanya ada
luka memar di bagian pipi sebelah kirinya.
"Nona..Pak Richard bersama dengan model
yang akan menggarap iklan produk kita sudah menunggu anda di ruang khusus."
Naya tampak menghentikan kegiatannya, dia
terdiam berpikir.
"Beritahu Robin untuk turun menemani saya."
"Baik Nona, saya permisi."
Naya mengangguk seraya kemudian cepat-cepat
membereskan semua pekerjaan nya.
Naya dan Robin melangkah masuk kedalam satu
ruangan khusus yang biasa di pergunakan untuk
menjamu klien penting.
Sampai di dalam ruangan, Naya tampak terkejut
melihat Richard bersama dengan model yang di
bawanya. Dan model itu pun terlihat sama
terkejut nya saat melihat kemunculan Naya ke
dalam ruangan itu.
"Catherine.."
Gumam Naya dengan tatapan heran, apakah
Catherine yang akan menjadi model nya?
"Selamat siang Pak Richard, ternyata anda cukup
cepat juga memutuskan modelnya."
Robin segera menjalankan perannya sebagai
direktur perusahaan ini. Tatapan Catherine
terlihat masih sedikit penuh selidik terhadap
kehadiran Naya.
"Terimakasih Pak Robin..kenalkan, ini adalah
model yang akan membintangi iklan produk
perhiasan perusahaan anda, nona Catherine.
Anda pasti tahu siapa dia kan ? "
Robin tersenyum seraya berjabat tangan dengan
Catherine. Sementara Naya kini bersikap seolah
tidak mengenal Catherine.
"Tentu saja, Nona Catherine adalah model yang
paling cocok untuk produk kami. Nama besarnya
di dunia model, sudah tidak di ragukan lagi. Saya
yakin pasti akan membawa respon yang sangat
baik dari pasar."
"Anda terlalu berlebihan Pak Robin. Produk
perhiasan kalian sangat populer dan di minati
di seluruh dunia, saya sangat senang bisa menjadi
bagian dari promosi kali ini.."
Ujar Catherine dengan senyum semanis madu,
tapi tatapannya terlempar kearah Naya yang
terdiam dengan wajah datar.
"Silahkan duduk Pak Richard, Nona Catherine.".
Robin mempersilahkan kedua kliennya itu untuk
duduk kembali. Mereka semua duduk saling
berhadapan. Catherine duduk dengan gaya sok
modis nya, tumpang kaki dengan santai, hingga
paha putihnya kini terpampang jelas di hadapan
Robin dan Naya.
"Ngomong-ngomong..wanita ini siapa ya ? apa
dia memang di butuhkan di sini.?"
Catherine berpaling pada Naya disertai tatapan
sinis yang sangat meremehkan. Robin tampak
berubah sedikit pias wajahnya, namun buru-buru
dia menguasai situasi.
"Nona Catherine.. dia adalah asisten saya, tentu
saja saya sangat membutuhkan kehadirannya."
"Oohh..hanya seorang asisten ! saya kira cukup
penting.! Ya.. tentu saja, karirnya hanya akan
tidak jauh dari hal-hal seperti ini. Dari seorang
pelayan pribadi, jadi asisten pribadi. !"
Ketus Catherine dengan menyebikkan bibirnya.
Richard tampak menautkan alisnya, merasa heran
sedikit terkejut dengan ucapan modelnya barusan.
Dia menatap Catherine dan Naya bergantian.
"Jadi kalian saling kenal Cath.?"
"Iyalah kenal Mas, dia itu kan mantan pelayan
pribadi nya kekasihku..Pelayan tidak tahu diri.!"
Naya menatap Catherine tajam, sedikit terganggu dengan apa yang di ucapkan nya.
Richard semakin di buat heran sekaligus ada rasa
tidak nyaman dalam hatinya saat mendengar Naya
pernah jadi pelayan pribadi seorang Abraham.
Dia jadi berpikir ke belakang, pada kejadian hari
kemarin saat di restauran. Jadi Laki-laki dengan
pengaruh yang sangat besar itu sangat mengenal
Naya ? pantas saja kemarin dia bereaksi aneh
dan tidak terduga.
"Apa semua itu benar Nay.?"
Naya menatap Richard yang saat ini sedang
menatapnya penuh selidik. Tidak lama dia
kembali pada berkas di tangannya.
"Mohon maaf Pak Richard, sebaiknya urusan
pekerjaan tidak perlu di campur aduk dengan
masalah pribadi."
Naya berucap dengan tenang, dia menyimpan
kontrak kerjasama di atas meja. Catherine tampak
hanya menatapnya sekilas. Sejujurnya dia sedikit
terkejut ketika melihat Richard sepertinya sudah
sangat mengenal si pelayan pribadi itu.
"Tolong katakan saja Nay.."
Richard masih belum terima, dia harus mendapat
penjelasan dari wanita yang berstatus mantan
kekasih tapi masih sangat di cintainya itu.
"Pak Direktur, kita kembali pada pembahasan
kontrak kerjasama saja. Saya yakin anda sangat
sibuk, masih banyak urusan yang harus anda
bereskan, begitupun dengan kami.."
Naya terlihat acuh dan tidak terpancing. Catherine
meraih berkas kontrak dengan tatapan sinis tidak
terlepas kearah Naya.
"Dia memang mantan pelayan pribadi Aham Mas.
Gara-gara dia, hubungan ku dengan nya sedikit
terganggu.! Entahlah..aku tidak mengerti apa yang
sudah dia lakukan hingga bisa menjadi pelayan
pribadi seorang Geraldi Abraham..sangat aneh
dan tidak masuk akal bagiku.!"
Geram Catherine. Naya semakin merasa gerah
dengan sikap Catherine. Begitupun Robin, dia
tampak tidak suka dengan sikap arogan nya
model internasional itu.
"Pak Richard..apa sebaiknya pembicaraan ini kita
batalkan saja, saya kira kita sama-sama sibuk.."
"Ohh..tidak Pak Robin, mari kita kembali pada
pembahasan kerjasama kita. !"
Potong Richard dengan wajah sedikit tidak enak.
Sebelum mereka kembali pada pembahasan,
Richard menatap intens wajah Naya. Ada rasa
tidak nyaman dalam hatinya. Dia seakan tidak
rela kalau wanita itu pernah dekat dengan laki-
laki lain, apalagi orang itu seorang Abraham.
***** *****
Aham baru saja keluar dari lift khusus lantai
teratas gedung perusahaan nya. Dia berjalan
dengan langkah mantap, gagah dan penuh
wibawa. Para sekretaris langsung berdiri dan membungkuk hormat begitu atasannya itu
melintas dengan aura sedingin salju yang
melingkupi seluruh dirinya.
Hari ini entah kenapa Pak Presdir itu tampaknya
sedang dalam mode tidak aman. Sejak pagi dia
terus saja menyebar aura ketakutan dan rasa
tidak nyaman untuk semua karyawan yang
terpaksa harus berinteraksi dengannya. Semua
orang kena damprat, tidak ada pekerjaan yang
benar di matanya, semua jadi serba salah.
Leo sendiri di buat bingung dan kalangkabut oleh sikap Tuan Muda nya itu. Ada apa sebenarnya
dengan Bos nya itu, padahal baru beberapa hari terakhir ini dia mengalami kemajuan kearah sikap yang lebih normal, tapi sekarang kenapa balik lagi
ke asal ? Nona Muda..apa ini ada hubungannya dengan istri Tuan nya itu ? Leo hanya bisa
menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari
terus mengikuti langkah Aham masuk ke dalam ruangannya.
"Apa orang-orang itu sudah buka mulut ?"
Aham duduk di kursi kebesarannya, memulai
kembali aktifitas kerjanya yang seolah tidak ada
habis-habisnya.
"Mereka adalah orang-orang suruhan Paman nya
Nona Muda Tuan."
Leo membuka file rahasia yang baru bisa di akses
dan di retas beberapa saat lalu. Aham melihat dan
meneliti secara detail isi dari file tersebut. Alis nya
terangkat, keterkejutan langsung muncul di wajah
nya. Dia bolak balik meyakinkan isi dari file itu.
"Harris Anderson, pamannya wanita itu ? Paman
kandung nya ?"
Aham menangkup dagu dengan kedua tangannya.
Dia benar-benar terkejut dengan kenyataan ini.
"Tuan, coba anda hubungkan informasi ini dengan
informasi sebelumnya dari file rahasia yang di
telah di tinggalkan oleh Tuan Besar."
Leo mengakses semua data rahasia dari file yang telah di simpan dan di serahkan oleh Pak Bastian. Aham segera memeriksa nya, dia membuka dan
menghubungkan semua informasi penting itu.
Tidak ada satu hal kecil pun yang dia lewatkan.
Semuanya di lihat dengan detail dan terurut.
Aham menghela napas nya berat, dia mengurut
keningnya merasa begitu terkejut dengan semua
informasi tentang jatidiri wanita yang telah jadi
istrinya itu. Wanita yang sempat di tolaknya mati-
matian saat kakeknya begitu keukeh dan yakin
untuk di jodohkan dengan dirinya.
"Kenapa Kakek harus menyimpan semua rahasia
ini, bahkan sampai dia pergi sekalipun, dia tidak
pernah memberitahu hal ini padaku.!"
Desah Aham sambil meremas kepalanya, dia
benar-benar merasa tidak di percaya oleh kakek
nya, dia kalah dengan Noah yang sudah dari kecil
mengetahui hal ini.
"Tuan Besar sangat mengkhawatirkan keselamatan
Nona Kanaya, karena keserakahan paman nya itu
keluarga mereka tercerai berai !"
"Aku begitu gegabah dalam menanggapi semua
hal yang telah di siratkan dari setiap ucapan
kakek tentang wanita ini.!"
Aham merenung dan kembali mengurut pelipis
nya, bayangan wajah cantik Naya saat ini
memenuhi isi pikirannya .
"Nona Muda sudah jadi yatim piatu sejak usia 3
tahun, dia selamat dari kecelakaan yang di alami
Tuan Dananjaya. Sejak itu Tuan Besar menghapus semua informasi asli tentang Nona Muda."
"Jadi dia sengaja memanipulasi informasi tentang
kedudukannya di perusahaan miliknya itu.?"
"Benar Tuan, untuk sementara waktu Nona masih
harus berhati-hati, karena paman nya itu belum
memperlihatkan keberadaan nya pada Nona.."
"Apa dia sudah tahu soal pamannya itu.? "
"Belum Tuan, Pak Bastian belum mengatakan
semuanya dengan gamblang.!"
"Aku tahu tujuannya apa, biarkan saja seperti
itu, dia akan tahu sendiri nanti."
Desis Aham seraya menyandarkan kepalanya.
Ada rasa bersalah dan menyesal dalam hatinya
karena baru tahu semua kenyataan ini sekarang.
Ternyata hidup wanita keras kepala itu sudah
sangat menderita dari kecil.
"Sekarang aku tahu, kenapa Kakek menolak keras
kehadiran Feli di sisiku.! Semua ada hubungannya
dengan hal ini."
Gumam Aham menarik napas dalam-dalam.
"Benar Tuan. Semuanya semata- mata demi
kebaikan Tuan Muda sendiri."
Aham terdiam, dia memejamkan matanya.Baiklah sekarang benang merah itu sudah terhubung, dia
hanya tinggal menarik ulur dan mengendalikan
nya. Mulai sekarang dia akan menerima apa
yang sudah di amanah kan oleh kakeknya, dia
akan mengambil tanggungjawab terhadap hidup
Kanaya yang sempat tidak dianggap nya itu .
"Kita pergi ke kantor wanita itu sekarang.!"
"Tapi Tuan, sebentar lagi akan ada meeting.."
"Batalkan, ubah jadwalnya.!"
Leo hanya bisa tertegun mendengar perintah
Tuan nya itu, ini adalah sesuatu yang baru saja
terjadi, Tuan nya melupakan komitmen demi
sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting.
Tuan, Tuan..kumat lagi deh gila nya !! Leo hanya
bisa menggelengkan kepala bingung sambil
mengikuti langkah semangat Tuan nya .
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Bersambung.....
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪