NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Paman Kandung

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Tuan Harris Anderson tampak melangkah penuh

percaya diri ke dalam gedung perusahaan nya.

PT. Adora adalah sebuah perusahaan ekspor

impor yang cukup besar. Bergerak di dua bidang

yakni perkebunan dan pertambangan. Setelah mengalami masa terpuruk selama beberapa

tahun terakhir ini, kini perusahaan itu kembali menggeliat penuh dengan semangat.

Sokongan dana yang sangat besar dari Presdir

AM Corp membuat perusahaan ini kembali ke permukaan dengan cepat. Tuan Harris bisa

kembali membusungkan dada dan berdiri

dengan penuh percaya diri seperti saat dulu

dia baru mengambil alih perusahaan ini dari

adik kandungnya.

Saat ini Tuan Harris sedang berada di ruang

kerjanya yang terletak di lantai teratas.

"Tuan..ada seseorang yang ingin menemui anda."

Ujar sekretaris pribadinya, dia berdiri di depan

meja kerjanya dengan menundukkan kepala.

"Suruh masuk !"

"Baik Tuan.."

Sekretaris tadi berlalu keluar dari ruangan.

Tidak lama kemudian masuk seorang laki-laki

tinggi, berpenampilan rapi namun sedikit menyeramkan.

"Apa yang kau dapatkan.?"

Tuan Harris tampak antusias. Laki-laki tadi

menyerahkan amplop kuning kehadapan Tuan

Harris yang langsung di terima dan di bukanya.

"Semua bukti akurat Tuan, gadis itu adalah

keponakan Tuan, putri kandung Tuan Daniel.!"

Tuan Harris tampak terdiam, raut wajahnya

berubah keras.

"Semalam kami mendapatkan sampel darahnya

langsung, dan itu adalah hasil lab nya !"

Tuan Harris melihat dengan seksama hasil tes

DNA yang kini ada di tangannya. Tidak lama dia

meremasnya kuat, sorot matanya berubah dingin

dan ada seringai kecil di bibirnya.

"Jadi benar, dia masih hidup ? Hemm..kenapa

baru sekarang bisa terlacak.?"

"Semua informasi tentang jati dirinya tertutup

dengan sangat rapih. Selama ini ada seseorang

yang sangat berpengaruh telah berdiri dan

berada di belakangnya Tuan.!"

Brak !!

Tuan Harris memukul meja kerjanya dengan

keras, rahang nya terlihat mengeras.

"Kurang ajar ! Aku ingin tahu siapa orang yang

telah berani bermain denganku !"

"Kami sedang melakukan pelacakan Tuan !

Mereka tidak bisa di anggap remeh !"

"Baiklah kalau begitu.! kita lihat siapa orang yang

ada di balik gadis itu. Info apalagi yang kau dapat

dari keponakan ku itu ?"

"Dia sekarang sudah bekerja menjadi asisten

pribadi di sebuah perusahaan perhiasan ternama

Tuan, baru beberapa hari saja."

"Ohh..jadi anak itu belum tahu mengenai aset

yang di bekukan ayahku ?"

"Seperti nya gadis itu tidak tahu apa-apa Tuan.

Tapi ada masalah yang lebih penting Tuan."

Tuan Harris menoleh, menatap tajam laki-laki

itu dengan raut wajah tidak suka.

"Ada apa ?"

"Gadis itu ternyata cukup mengenal dekat Presdir

Abraham. Semalam ada beberapa anggota yang tertangkap oleh orang-orang nya. Tapi saya akan

pastikan bahwa tidak akan ada nama anda dalam

lidah mereka."

Kepalan di tangan Tuan Harris tampak berubah

gemetar. Dia menatap tajam laki-laki itu penuh

dengan ancaman.

"Bagaimana bisa Presdir Aham berhubungan

dengan gadis itu ?"

"Saya sedang menyelidiki nya Tuan."

"Pastikan kalian bergerak dengan hati-hati !

Jangan sampai Aham menyelidiki masalah ini

lebih jauh. Aku tidak mau hubungan anakku

dengannya jadi kacau gara-gara masalah ini.!"

"Baik Tuan. Untuk saat ini, kami harus bergerak

senyap dulu. Orang-orang Presdir Aham tidak

bisa kita tembus.!"

Tuan Harris tampak terdiam sedikit tegang.

Dia kembali menatap tajam laki-laki itu, hatinya

di selimuti dengan berbagai pertanyaan.

"Kalau begitu kalian lakukan cara lain, jangan

muncul dulu sampai keadaan aman !"

"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi !"

Laki-laki itu menunduk sebentar, kemudian

berlalu pergi dari ruangan itu.

"Kenapa gadis itu bisa ada hubungan dengan

Aham, sebenarnya ada apa ini ? Aku harus

segera memastikan sesuatu.!"

Gumam Tuan Harris, dia mengambil ponselnya,

kemudian menghubungi Feli untuk segera

mencari jawaban dan memastikan semuanya.

***** *****

Hari ini Naya benar-benar di sibukkan dengan

berbagai jawdal pertemuan dan urusan orderan

yang hampir jatuh tempo beberapa hari lagi.

Dia sampai harus bolak balik ke bagian produksi

untuk mengecek kesiapan barang pesanan yang

harus segera di antar pada pemesan.

Naya memperhatikan Monica yang baru saja

masuk ke dalam ruangan kantor nya. Wanita

bertubuh tinggi itu terlihat bugar, hanya ada

luka memar di bagian pipi sebelah kirinya.

"Nona..Pak Richard bersama dengan model

yang akan menggarap iklan produk kita sudah menunggu anda di ruang khusus."

Naya tampak menghentikan kegiatannya, dia

terdiam berpikir.

"Beritahu Robin untuk turun menemani saya."

"Baik Nona, saya permisi."

Naya mengangguk seraya kemudian cepat-cepat

membereskan semua pekerjaan nya.

Naya dan Robin melangkah masuk kedalam satu

ruangan khusus yang biasa di pergunakan untuk

menjamu klien penting.

Sampai di dalam ruangan, Naya tampak terkejut

melihat Richard bersama dengan model yang di

bawanya. Dan model itu pun terlihat sama

terkejut nya saat melihat kemunculan Naya ke

dalam ruangan itu.

"Catherine.."

Gumam Naya dengan tatapan heran, apakah

Catherine yang akan menjadi model nya?

"Selamat siang Pak Richard, ternyata anda cukup

cepat juga memutuskan modelnya."

Robin segera menjalankan perannya sebagai

direktur perusahaan ini. Tatapan Catherine

terlihat masih sedikit penuh selidik terhadap

kehadiran Naya.

"Terimakasih Pak Robin..kenalkan, ini adalah

model yang akan membintangi iklan produk

perhiasan perusahaan anda, nona Catherine.

Anda pasti tahu siapa dia kan ? "

Robin tersenyum seraya berjabat tangan dengan

Catherine. Sementara Naya kini bersikap seolah

tidak mengenal Catherine.

"Tentu saja, Nona Catherine adalah model yang

paling cocok untuk produk kami. Nama besarnya

di dunia model, sudah tidak di ragukan lagi. Saya

yakin pasti akan membawa respon yang sangat

baik dari pasar."

"Anda terlalu berlebihan Pak Robin. Produk

perhiasan kalian sangat populer dan di minati

di seluruh dunia, saya sangat senang bisa menjadi

bagian dari promosi kali ini.."

Ujar Catherine dengan senyum semanis madu,

tapi tatapannya terlempar kearah Naya yang

terdiam dengan wajah datar.

"Silahkan duduk Pak Richard, Nona Catherine.".

Robin mempersilahkan kedua kliennya itu untuk

duduk kembali. Mereka semua duduk saling

berhadapan. Catherine duduk dengan gaya sok

modis nya, tumpang kaki dengan santai, hingga

paha putihnya kini terpampang jelas di hadapan

Robin dan Naya.

"Ngomong-ngomong..wanita ini siapa ya ? apa

dia memang di butuhkan di sini.?"

Catherine berpaling pada Naya disertai tatapan

sinis yang sangat meremehkan. Robin tampak

berubah sedikit pias wajahnya, namun buru-buru

dia menguasai situasi.

"Nona Catherine.. dia adalah asisten saya, tentu

saja saya sangat membutuhkan kehadirannya."

"Oohh..hanya seorang asisten ! saya kira cukup

penting.! Ya.. tentu saja, karirnya hanya akan

tidak jauh dari hal-hal seperti ini. Dari seorang

pelayan pribadi, jadi asisten pribadi. !"

Ketus Catherine dengan menyebikkan bibirnya.

Richard tampak menautkan alisnya, merasa heran

sedikit terkejut dengan ucapan modelnya barusan.

Dia menatap Catherine dan Naya bergantian.

"Jadi kalian saling kenal Cath.?"

"Iyalah kenal Mas, dia itu kan mantan pelayan

pribadi nya kekasihku..Pelayan tidak tahu diri.!"

Naya menatap Catherine tajam, sedikit terganggu dengan apa yang di ucapkan nya.

Richard semakin di buat heran sekaligus ada rasa

tidak nyaman dalam hatinya saat mendengar Naya

pernah jadi pelayan pribadi seorang Abraham.

Dia jadi berpikir ke belakang, pada kejadian hari

kemarin saat di restauran. Jadi Laki-laki dengan

pengaruh yang sangat besar itu sangat mengenal

Naya ? pantas saja kemarin dia bereaksi aneh

dan tidak terduga.

"Apa semua itu benar Nay.?"

Naya menatap Richard yang saat ini sedang

menatapnya penuh selidik. Tidak lama dia

kembali pada berkas di tangannya.

"Mohon maaf Pak Richard, sebaiknya urusan

pekerjaan tidak perlu di campur aduk dengan

masalah pribadi."

Naya berucap dengan tenang, dia menyimpan

kontrak kerjasama di atas meja. Catherine tampak

hanya menatapnya sekilas. Sejujurnya dia sedikit

terkejut ketika melihat Richard sepertinya sudah

sangat mengenal si pelayan pribadi itu.

"Tolong katakan saja Nay.."

Richard masih belum terima, dia harus mendapat

penjelasan dari wanita yang berstatus mantan

kekasih tapi masih sangat di cintainya itu.

"Pak Direktur, kita kembali pada pembahasan

kontrak kerjasama saja. Saya yakin anda sangat

sibuk, masih banyak urusan yang harus anda

bereskan, begitupun dengan kami.."

Naya terlihat acuh dan tidak terpancing. Catherine

meraih berkas kontrak dengan tatapan sinis tidak

terlepas kearah Naya.

"Dia memang mantan pelayan pribadi Aham Mas.

Gara-gara dia, hubungan ku dengan nya sedikit

terganggu.! Entahlah..aku tidak mengerti apa yang

sudah dia lakukan hingga bisa menjadi pelayan

pribadi seorang Geraldi Abraham..sangat aneh

dan tidak masuk akal bagiku.!"

Geram Catherine. Naya semakin merasa gerah

dengan sikap Catherine. Begitupun Robin, dia

tampak tidak suka dengan sikap arogan nya

model internasional itu.

"Pak Richard..apa sebaiknya pembicaraan ini kita

batalkan saja, saya kira kita sama-sama sibuk.."

"Ohh..tidak Pak Robin, mari kita kembali pada

pembahasan kerjasama kita. !"

Potong Richard dengan wajah sedikit tidak enak.

Sebelum mereka kembali pada pembahasan,

Richard menatap intens wajah Naya. Ada rasa

tidak nyaman dalam hatinya. Dia seakan tidak

rela kalau wanita itu pernah dekat dengan laki-

laki lain, apalagi orang itu seorang Abraham.

***** *****

Aham baru saja keluar dari lift khusus lantai

teratas gedung perusahaan nya. Dia berjalan

dengan langkah mantap, gagah dan penuh

wibawa. Para sekretaris langsung berdiri dan membungkuk hormat begitu atasannya itu

melintas dengan aura sedingin salju yang

melingkupi seluruh dirinya.

Hari ini entah kenapa Pak Presdir itu tampaknya

sedang dalam mode tidak aman. Sejak pagi dia

terus saja menyebar aura ketakutan dan rasa

tidak nyaman untuk semua karyawan yang

terpaksa harus berinteraksi dengannya. Semua

orang kena damprat, tidak ada pekerjaan yang

benar di matanya, semua jadi serba salah.

Leo sendiri di buat bingung dan kalangkabut oleh sikap Tuan Muda nya itu. Ada apa sebenarnya

dengan Bos nya itu, padahal baru beberapa hari terakhir ini dia mengalami kemajuan kearah sikap yang lebih normal, tapi sekarang kenapa balik lagi

ke asal ? Nona Muda..apa ini ada hubungannya dengan istri Tuan nya itu ? Leo hanya bisa

menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari

terus mengikuti langkah Aham masuk ke dalam ruangannya.

"Apa orang-orang itu sudah buka mulut ?"

Aham duduk di kursi kebesarannya, memulai

kembali aktifitas kerjanya yang seolah tidak ada

habis-habisnya.

"Mereka adalah orang-orang suruhan Paman nya

Nona Muda Tuan."

Leo membuka file rahasia yang baru bisa di akses

dan di retas beberapa saat lalu. Aham melihat dan

meneliti secara detail isi dari file tersebut. Alis nya

terangkat, keterkejutan langsung muncul di wajah

nya. Dia bolak balik meyakinkan isi dari file itu.

"Harris Anderson, pamannya wanita itu ? Paman

kandung nya ?"

Aham menangkup dagu dengan kedua tangannya.

Dia benar-benar terkejut dengan kenyataan ini.

"Tuan, coba anda hubungkan informasi ini dengan

informasi sebelumnya dari file rahasia yang di

telah di tinggalkan oleh Tuan Besar."

Leo mengakses semua data rahasia dari file yang telah di simpan dan di serahkan oleh Pak Bastian. Aham segera memeriksa nya, dia membuka dan

menghubungkan semua informasi penting itu.

Tidak ada satu hal kecil pun yang dia lewatkan.

Semuanya di lihat dengan detail dan terurut.

Aham menghela napas nya berat, dia mengurut

keningnya merasa begitu terkejut dengan semua

informasi tentang jatidiri wanita yang telah jadi

istrinya itu. Wanita yang sempat di tolaknya mati-

matian saat kakeknya begitu keukeh dan yakin

untuk di jodohkan dengan dirinya.

"Kenapa Kakek harus menyimpan semua rahasia

ini, bahkan sampai dia pergi sekalipun, dia tidak

pernah memberitahu hal ini padaku.!"

Desah Aham sambil meremas kepalanya, dia

benar-benar merasa tidak di percaya oleh kakek

nya, dia kalah dengan Noah yang sudah dari kecil

mengetahui hal ini.

"Tuan Besar sangat mengkhawatirkan keselamatan

Nona Kanaya, karena keserakahan paman nya itu

keluarga mereka tercerai berai !"

"Aku begitu gegabah dalam menanggapi semua

hal yang telah di siratkan dari setiap ucapan

kakek tentang wanita ini.!"

Aham merenung dan kembali mengurut pelipis

nya, bayangan wajah cantik Naya saat ini

memenuhi isi pikirannya .

"Nona Muda sudah jadi yatim piatu sejak usia 3

tahun, dia selamat dari kecelakaan yang di alami

Tuan Dananjaya. Sejak itu Tuan Besar menghapus semua informasi asli tentang Nona Muda."

"Jadi dia sengaja memanipulasi informasi tentang

kedudukannya di perusahaan miliknya itu.?"

"Benar Tuan, untuk sementara waktu Nona masih

harus berhati-hati, karena paman nya itu belum

memperlihatkan keberadaan nya pada Nona.."

"Apa dia sudah tahu soal pamannya itu.? "

"Belum Tuan, Pak Bastian belum mengatakan

semuanya dengan gamblang.!"

"Aku tahu tujuannya apa, biarkan saja seperti

itu, dia akan tahu sendiri nanti."

Desis Aham seraya menyandarkan kepalanya.

Ada rasa bersalah dan menyesal dalam hatinya

karena baru tahu semua kenyataan ini sekarang.

Ternyata hidup wanita keras kepala itu sudah

sangat menderita dari kecil.

"Sekarang aku tahu, kenapa Kakek menolak keras

kehadiran Feli di sisiku.! Semua ada hubungannya

dengan hal ini."

Gumam Aham menarik napas dalam-dalam.

"Benar Tuan. Semuanya semata- mata demi

kebaikan Tuan Muda sendiri."

Aham terdiam, dia memejamkan matanya.Baiklah sekarang benang merah itu sudah terhubung, dia

hanya tinggal menarik ulur dan mengendalikan

nya. Mulai sekarang dia akan menerima apa

yang sudah di amanah kan oleh kakeknya, dia

akan mengambil tanggungjawab terhadap hidup

Kanaya yang sempat tidak dianggap nya itu .

"Kita pergi ke kantor wanita itu sekarang.!"

"Tapi Tuan, sebentar lagi akan ada meeting.."

"Batalkan, ubah jadwalnya.!"

Leo hanya bisa tertegun mendengar perintah

Tuan nya itu, ini adalah sesuatu yang baru saja

terjadi, Tuan nya melupakan komitmen demi

sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting.

Tuan, Tuan..kumat lagi deh gila nya !! Leo hanya

bisa menggelengkan kepala bingung sambil

mengikuti langkah semangat Tuan nya .

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Bersambung.....

1
ayu cantik
bagus
Nunung Suwandari
Hai aku kembali untuk membaca ini 😍
Marhaban ya Nur17
klo ama melani terjadi keren neh Noah 😄😄😄😄 soalnya ama feli jg dapet
Marhaban ya Nur17
tinggal ngomong gtu doank banyak drama
Marhaban ya Nur17
naya diem bae y klo di tarik Noah wkwkkw
Marhaban ya Nur17
g habis pikir cerita wkwkkwk satu masalah belum kelar ada lg yg datang wkkwkwk aneh
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw belum dapet fill nya
Marhaban ya Nur17
ngapa aham g bilang ke semua orang gtu msh nutup"
Marhaban ya Nur17
muter" itu aja deh kayanya wkkwkwkw alurnya lama, pembahasannya itu" aja gw mau udh n tp udh setengah jalan
Marhaban ya Nur17
bar" se yara wkekke
Marhaban ya Nur17
makanya jan sombong
Marhaban ya Nur17
elah lambat banget thor kek kura" alurnya
Marhaban ya Nur17
Lola amat se alurnya
Marhaban ya Nur17
kapan bucinnya aham 🤔🤔🤔
Rohayani
udh 2x baca tetep aja suka...
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪
Marhaban ya Nur17
knp se semua orang enteng banget tangannya
Marhaban ya Nur17
nah klo kaya gini kan ok àham
Marhaban ya Nur17
ternyata feli ama naya saudara an y
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw benci ama pemain cowoknya wkwkkwkkw
Marhaban ya Nur17
pusing gw jg klo banyak harta wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!