WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembaran Baru
9 Tahun Kemudian
Kevin dan Dela bangkit dari keterpurukan insiden itu. Kini Kevin dan Dela telah menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar S1.
Kini Kevin dan Dela pun sudah membina rumah tangga..
Rumah Kevin
19:00
"Uughhh Mamaaaa. Papa mana sih?! katanya mau pulang cepat" tanya seorang pangeran kecil sambil menggembungkan pipinya cemberut.
Kenzo Pratama, putra Kevin dan Angel.
Pangeran kecil dengan wajah yang imut, dan kulit putih bersih serta rambut hitam yang lurus, jangan lupa hidung mancung.
Usia Kenzo sudah menginjak 5 th.
Angel? siapa dia? Angel adalah adik kelas Kevin sewaktu di SMA..
"Assalamu'alaikum... Papa datang.." Ucap Kevin
"Wa'alaikum salam." sahut Angel. Angel mencium tangan Kevin dan membantu membawakan tas kerja Kevin..
"Papaaaaa..." Teriak Kenzo dan berlari memeluk Kevin.
"Hayo... jawab salam dulu dong" ujar Angel
"Ah iya maaf... Kenzo lupa.. heheh wa'alaiku. salam papa"
Kevin mencium gemas putranya itu.
Angel berlalu membawa tas kerja Kevin dan Menyiapkan makanan di meja.
"Pa, Kenzo, ayo makan.. " panggil Angel
"Baiklah... Ayo jagoankuu kita isi bensin.. " ujar Kevin
"Ayoo ... " Kenzo tersenyum lepas.
Sesudah makan..
"Papa mau kemana?" tanya Kenzo yang melihat Kevin menaiki anak tangga
"Papa mau mandi sayang.." jawab Kevin
"Hmmm Papa lupaan ya?" ujar Kenzo menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya
"Lupa apa ya?" Kevin mengurungkan niatnya dan mendekat ke arah Kenzo yang berdiri.
"Kan Papa janji pulang cepat dan temani Ken main. huh" Kevin melengos dan cemberut.
"Huufftt maafkan Papa sayang... Papa lupa.. hehehhe"
"Pokoknya temenin" rajuk Kenzo
"Hayo... Jagoan nggak boleh nakal ya... Papa pasti capek... Besok saja ya sayang" Angel datang dari dapur membawa segelas susu.
"Hmm nggak mau"
Angel menggeleng kepalanya..
Kevin pun memutar kepala Kenzo untuk berhadapan, dan Kevin berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Kenzo.
"Baiklah, Papa temani main ya... Tapi Papa mau mandi dulu" ujar Kevin sambil mencubit pipi Kenzo
"Aaww sakit Pa. hmm" bukannya membaik Kenzo malah makin ngambek. Kenzo mengelus pipinya.
"Hmmm jagoan Papa dan Mama masih ngambek ya?" tanya Angel mencoba membujuk.
Kenzo menyipitkan matanya dan melirik Ortunya, karena gemas Kevin meniup mata Kenzo, hingga berkedip berkali kali..
"Aaghh Papaaa"
Kevin dan Angel terkekeh..
"Hmmm sepertinya Ken masih ngambek Pa, ya sudah kita tidur saja yuk" ujar Angel mengedipkan matanya pada Kevin memberi isyarat
"Mama benar.. Ayo " Kevin berdiri dan hendak membalik badann
"Ah Papa... Ken tidak ngambek lagi. Hehhe.. Ayo main" cegah Kenzo
"Nah gitu dong.. Oke, Papa mandi dulu yaa" ujar Kevin mencium kening Kenzo
Angel hanya tersenyum melihat kelakuan putranya itu.
"Baiklah Paa.. Ken tunggu ya." Kevin mengangguk.
---
Disisi Lain di Rumah Dela.
"Haahhh sudah siap." ucap Dela sambil berkacak pinggang.
"Aahh baunya enak sekali.. kwkwkw.. tidak apalah aku memuji masakanku.." lanjutnya.
Dela membawa menu makanan ke meja, setelah itu dia cuci tangan..
Setelah di tata sedemikian rupa, Dela melihat seksama makanan yang tersaji di meja.
"Hihihi... Pintar masak juga aku." pujinya sendiri.
Tiba-tiba...
Haaapp
Ada sepasang tangan yang melingkar di perut Dela, yap orang itu memeluk Dela dari belakang.
Dela terkejut bukan main... Seandainya pegang pisau, sudah habis orang itu. hahah.
"Huh kau ini. Buat kaget orang saja... Salam tidak ada, masuk mengendap-endap. hm" ujar Dela cemberut.
"Hehehe maaf maaf.. Asaalamu'alaikum istriku sayang." lelaki itu mencium pucuk kepala Dela dari belakang. Kemudian ia meletakkan dagunya di bahu Dela.
Satria Wijaya, ia suami Dela... Yang telah menerima kekurangan Dela dan tetap mau menikahi gadis yang masa lalunya bisa di bilang jelek..
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa