Menikah bukan karena terpaksa, bukan karena keinginan orangtua, bukan karena adanya hutang, juga bukan karena keuntungan bisnis semata. Tetapi karena ....
Kaili adalah seorang gadis yang memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa melihat. Kaili terpaksa menikah dengan Presdir Lee yang terkenal akan kekejamannya.
Tak ingin membantah Sang Daddy, Presdir Lee terpksa menikahi Kaili yang sama sekali tidak dia cintai. Ketika menikahi Kaili, ternyata Presdir Lee telah menikah lebih dulu dengan kekasihnya yaitu, Yuki. Pernikahan keduanya diketahui oleh semua anggota keluarga dari pihak Presdir Lee. Bahkan, Tuan Shilin merestui keduanya.
Lantas, kenapa Tuan Shilin menikahkan kembali Putranya dengan seorang gadis buta seperti Kalii? Misteri apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Lalu bagaimana sulit kehidupan Kaili selanjutnya? Akankah Presdir Lee mau menerima Kaili sebagai istri? Akankah tumbuh benih-benih cinta antara keduanya?
Sekuel : My Boss Is My Husband
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IBPD BAB 34
"Saya ingin buang air kecil. Saya mohon izinkan saya keluar dari sini." Ucap Kaili memohon dihadapan Nupu yang kini melipat kedua tangannya di dada.
Nupu itu mendekati Kaili, lalu menggenggam kuat rambut panjang Kaili membuat Kaili memejamkan matanya meringis menahan sakit di kulit kepalanya. "Keluar dari penjara ini. Jangan bermimpi, kau tidak akan pernah dikeluarkan dari penjara ini. Kau akan tetap berada di penjara ini hingga kau membusuk!" Bentaknya lalu menghempaskan Kaili kuat. Tubuh yang lemas serta tak bertenaga, membuat Kaili terhuyung-huyung.
"Ayo ikut aku!" Ujar sang Nupu menarik lengan Kaili kasar. "Disana, disana sudah tersedia toilet lengkap. Kau saja yang buta hingga tidak melihatnya," sambung sang Nupu melempar Kaili masuk kedalam toilet mini yang masih berada di dalam penjara itu.
"Dasar pembunuh!" Sindir sang Nupu lalu pergi meninggalkan Kaili Sorang diri.
"A-aku bukan pembunuh. Apa Yuki benar-benar telah meninggal? Tidak, itu tidak mungkin. Walaupun itu benar, bukan aku yang membunuhnya." Ucap Kaili, lalu kembali meraba dengan cepat untuk mencari keberadaan closet. Begitu menemukannya, Kaili segera membuang hajatnya disana. Sebelum keluar dari toilet, tak lupa Kaili membersihkan muka juga luka di jari-jarinya. Setelah semua beres, Berulah Kaili kembali meraba untuk keluar dari toilet.
"Makanan basi, mereka memberikanku makanan basi. Kenapa meraka tega sekali kepadaku? Apa salahku kepada mereka?" Ujar Kaili beriringan dengan air matanya yang mengalir deras. Kaili menyingkirkan piring itu kesamping. Lalu meraih segelas minuman dan langsung meneguknya hingga tidak bersisa.
"Aw! Mataku sangat perih." Ringis Kaili sambil mengusap matanya kasar berharap dapat meredakan perih itu.
"Apa mereka banar-benar akan membuatku terkurung disini hingga mati. Mommy Aeri, aku harap dia tidak akan percaya dengan semua yang terlihat. Karena yang terlihat saat ini, bukanlah kebenarannya. Apa yang harus aku lakukan agar semua orang percaya kepadaku. Aku bukan seorang pembunuh, mana mungkin aku tega melakukan itu. Ibu, Ayah, apakah di alam sana ada kebahagiaan. Bila di alam sana Ibu dan Ayah berbahagia. Kaili mohon, jemput Kaili. Disini sangat menyedihkan, Kaili tidak tau sampai kapan Kaili akan bertahan." Ucap Kaili, lalu kembali memejamkan matanya paksa.
Byuurr!
Seseorang membangunkan Kaili dengan menyiramnya seember air, yang berhasil membuat Kaili bergetar kedinginan. Dengan kasar Kaili mencoba membuka matanya yang terasa sangat lengket.
"Si-siapa?" Kaili mengusap wajahnya, guna menyingkirkan sisa air yang ada disana. Kaili terus mengusapnya kasar—hingga akhirnya, dia berhasil membuat matanya terbuka lebar.
Samar-samar, bahkan sangat buram, Kaili dapat melihat seorang lelaki berkaki jenjang berdiri tepat dihadapannya. wajah lelaki itu blur dan Kaili tidak bisa melihat wajah itu dengan jelas. Namun, tentu saja Kaili dapat menebak siapa lelaki bertubuh atletis dengan wajah tampan mempesona yang kini menatapnya sinis. Tatapan matanya yang tajam dan sangat mengerikan, membuat Kaili bergidik ngeri serta ketakutan.
"Tu-tuan," ucap Kaili terbata-bata.
"Jadi, kau memang berbohong tentang matamu yang buta." Saut Lee menarik kuat rambut panjang Kaili. Tarikannya semakin kuat, hingga membuat Kaili meringis kesakitan. Kaili memejamkan matanya kala kembali merasakan perih di kulit kepalanya. Kali ini, perihnya terasa berbeda dengan perih yang Kaili rasakan ketika sang Nupu yang menarik rambutnya. Mungkin karena yang menarik rambutnya saat ini adalah lelaki, jelas tenaga lelaki berbeda dengan tenaga perempuan. Tangan Lee sampai bergetar, tanda bahwa dia menarik rambut Kaili dengan sekuat tenaga. Saking kuatnya mampu mengalirkan darah segar hingga ke kening Kaili.
greget ihkkkk😡
happy ending buat pasangan Lee - Kaili..
tapi sad ending buat Shilin - Aeri.. 😭😭😭
ya walopun emang Aeri udah cukup berumur dan memang mungkin sudah waktunya pulang, tapi tetep aja nyesek bacanya kak..,😭😭😭
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
mslh yuki aja blm selesai kok dh tamat
krn pd kejadian itu kai pergi sm tuan garod