Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat mata
Setelah terjadi banyak drama antara Raka dan Farel, kini Farel berhasil berduaan dengan Crystal. Saat ini, keduanya tengah berada di dalam kamar Crystal.
Farel menggenggam tangan Crystal dengan lembut, ia tatap nya wajah ayu sang kekasih yang selama beberapa minggu ini tak bisa ia temui.
Rindu,
itulah yang di rasakan keduanya saat ini,
Begitu banyak pertanyaan yang ingin Farel tanyakan, namun ..
Crystal telah lebih dulu untuk tidak bertanya apapun, tentang dirinya yang sudah menghilang.
"Kenapa?" tanya Farel lembut, namun Crystal tau bahwa jauh di dalam lubuk hati Farel pasti menyimpan rasa kecewa yang begitu dalam untuknya.
"Maafkan aku," ucap Crystal lirih.
"Apakah aku salah bila aku cemburu dengan Raka?" tanya Farel pelan sambil memejamkan matanya, menarik napas sedalam mungkin untuk menekan rasa kecewanya.
Mengapa?
Mengapa Crystal lebih terbuka kepada Raka di bandingkan dirinya?
Bolehkah Farel merasa iri dan cemburu?
"Aku memiliki masalah yang tidak seharusnya melibatkan mu, aku—"
"Apakah lamu tidak mempercayai ku? Apakah rasa cintamu padaku hanya—"
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Karena itu, aku tidak ingin membebanimu,"
"Tapi aku tidak pernah merasa terbebani!" kata Farel dengan tegas. "Kamu bukan beban untukku, kamu segalanya."
"Farel ... "
"Crystal, ikut pulang denganku, kamu akan lebih aman di sana,"
"Tidak, aku—"
"Apa kamu lebih memilih tinggal disini?" seru Farel marah.
"Tidak, bukan begitu. Aku juga akan segera pergi dari sini. Aku akan kembali ke Club, di sana lah tempat tinggal ku,"
"Enggak! aku tidak akan mengizinkan kamu kembali kesana lagi. aku gak mau ambil resiko Crys! aku gak mau kehilangan kamu lagi!"
"Kamu tidak akan kehilangan aku Rel, aku baik di sana. Di sana ada Sheila yang—"
"Kumohon, ikut denganku," pinta Farel memohon.
"Crys, apa kamu tidak ingin kembali hidup normal?" tanya Farel membuat Crystal terdiam. Siapa yang tidak ingin menjalani hidup normal. Namun, urusannya dengan sang Ayah belum selesai, ia tidak ingin membebani Farel dengan masalahnya.
"Farel, beri aku waktu satu bulan. Bila dalam waktu itu aku belum bisa menyelesaikan masalah ku, aku akan mengikuti semua kemauan mu,"
"Tiga minggu!"
"Farel, satu bulan,"
"Satu minggu!"
"Dua minggu! oke, beri aku waktu dua minggu! aku janji akan segera menyelesaikannya,"
Farel hanya mengangguk, mengiyakan setiap perkataan Crystal. Untuk saat ini, dirinya hanya akan memantau Crystal, sebenarnya tadi Raka sudah memberikan beberapa informasi kepadanya. Namun, ia masih tetap ingin menanyakan langsung kepada Crystal, dan ternyata memang Crystal belum siap bercerita dengannya. Itu menandakan bahwa cinta Crystal belum begitu kuat padanya.
"Oh iya, apakah Tian ada menemui kamu?" tanya Crystal.
"Tidak, tapi aku yang menemuinya beberapa kali,"
"Untuk?"
"Tentu saja untuk mencari kamu," ucap Farel gemas dan mencubit hidung Crystal dengan gemas.
"Farelll!" seru Crystal mengusap hidungnya.
"Aku kangen sama kamu," bisik Farel memeluk tubuh Crystal dengan erat.
"Aku juga," gumam Crystal membalas pelukan Farel.
'Aku janji, akan membantumu sebisaku! akan ku pastikan mereka menyesal karena sudah menyakiti wanitaku," gumam Farel dalam hati.
'Aku berjanji, akan menghabiskan seluruh sisa hidupku bersama mu, setelah semua selesai, aku janji hanya akan selalu bersama mu,' gumam Crystal tersenyum di pelukan Farel.
"Farel ... " panggil Crystal yang masih memeluk Farel.
"Hemm ... "
"Kamu udah makan?"
"Belum. kenapa?"
"Kayaknya kamu lapar deh, perut kamu bunyi kenceng banget!"
"Hah!" Farel langsung melepaskan pelukannya.
"Tapi aku tidak lapar loh!" katanya sambil mengerutkan dahinya menatap Crystal.
"Masa sih?" gumam Crystal lalu kembali terdengar suara perut yang berbunyi.
"Kamu lapar?" tanya Farel.
"Hehehe," Crystal hanya menjawab dengan cengiran di wajahnya, membuat Farel berdecak dan menggelengkan kepala.
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭