NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:234.6k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pakian yang sama

Malam semakin larut. Semua orang telah tertidur pulas. Hanya ada kesunyian di rumah besar itu. Terlihat Elena yang kini mulai mengantuk setelah beberap saat ia membuka laptopnya. Ia mengetikkan sesuatu di layar latop tersebut. Sesekali Elena menguap dan menggosok matanya yang telah lelah. Setelah selesai dengan ketikannya di laptop itu, Elena mulai menyingkirkan laptop itu. Ia menyimpnnya keatas nakas di sebelahnya dan bersiap untuk tidur.

Setelah pandangannya ia alihkan kearah sebuah jam dinding yang ada di kamarnya itu. Terlihat jarum jam yang menunjukkan pukul dua dini hari. Elena pun mulai merapikan bantal dan berbaring diatasnya. Sambil menarik selimut yang menutupi kaki sampai purutnya. Tangannya terlipat sambil peandangannya menatap keatas dimana hanya terlihat langit-langit kamar yang berwarna putih bersih.

Ruangan kamar itu bernuansa violet yang lembut. Hanya saja pernak pernik dan hiasan dinding serta beberapa bingkai foto yang berwarna lain. Tetapi nuansa di kamar itu begitu nyaman. Hingga setiap pasang mata yang melihat kamar Elena, pasti ia merasa damai, tenteram dan nyaman saat menatapnya. Perlahan Elena mengatupkan matanya. Dan beberapa saat kemudian, Elena pun tertidur pulas.

Ia masuk ke dunia alam bawah sadarnya. Kini dirinya berada di alam mimpi. Terlihat kedua orang tuanya tengah terduduk di kursi meja makan. Elena mengedarkan pandangan ke sekitar, ia menyadari bahwa keadaannya kini tengah terduduk di kursi makan, dengan meja makan di hadapannya. “Sayang, makanlah!” ucap sang ibu yang berada di seberang meja.

“Kenapa kau diam saja? Apa makanannya tak enak? Bukannya kau sangat suka steik tenderloin?” tanya sang ayah dengan raut wajah yang cemas.

Elena terkesiap, ia baru menyadari bahwa sedari tadi di hadapannya itu, terhidang sebuah piring dengan makanan yang tampak begitu lezat. Elena tersenyum canggung. Ia segera mengambil alat makan, yang ada di kedua sisi hidangan untuknya. Dengan gugup, Elena memotong daging dan tak lupa tangan kirinya menusuk daging memakai garpu. Sepotong demi sepotong, Elena mulai melahap dan mengunyah daging steik yang begitu lezat itu.

Hingga, tiba-tiba sesuatu hal terjadi. Disela-sela makan bersama mereka itu. Sebuah asap perlahan menutupi mereka. Perlahan tapi pasti, asap itu mulai membuat tenggorokan Elena terganggu. Terdengar suara ibu yang sesekali terbatuk dan meneriakkan nama dirinya. “Elena! Ukhuk... ukhuk... Elena!” teriak sang ibu dari balik kepungan asap tebal.

Elena terbatuk. Ia pun berteriak dan mencari sang ibu dan sang ayah. Dengan pandangan tertutup asap, Elena mulai berjalan tergopoh-gopoh. Ia berusaha mencari pintu atau jendela untuk ia bisa keluar dari sana. Semakin lama, pernapasannya semakin terganggu. Beberapa saat berjalan. Elena tiba di sebuah tangga. Ia sudah tak kuasa dengan hawa panas dan kepulan asap yang ada di sekelilingnya itu. Perlahan, Elena mengingat letak tangga rumah dan pintu keluar dimana ruangan makan di rumahnya itu berada.

Ya, ia mencoba mengingat rumahnya yang masih memiliki tangga, sebelum satu tahun kemudian di ganti dengan lift. Saat itu kedua orang tua Elena mengalami kecelakaan. Dan yang tersisa hanya sang ayah yang lumpuh. Setahun kemudian sang ayah pun pergi meninggalkannya. Jadi Elena yakin bahwa di mimpinya kini, ketika lift masih belum di bangun dan taman belakang masih belum luas seperti sekarang.

Ukhuk...ukhuk...

Elena terus terbatuk karena asap hitam yang tebal mengelilinginya. Setelah upaya-nya keluar dari ruangan tersebut. Lama kelamaan, tubuhnya mulai lemah. Ia kelelahan dan masih terjebak di ruangan tersebut. Perlahan tubuhnya mulai terjatuh. Ia tak kuasa bahkan untuk merangkak dan menyeret kakinya sekali pun. Terdengar suara teriakan kembali yang menyebut nama dirinya.

“ELENA....” ucap suara pria dan wanita.

Elena yang telah terjatuh tersungkur diatas lantai itu mulai berusaha membuka matanya, namun suaranya sudah hilang. Ia tak sanggup bahkan untuk memanggil kedua orang tuanya tersebut. “A-ayah... i-ibu...,” ucap Elena dengan suara berbisik dan kali ini kesadarannya mulai menghilang. Seketika Elen tergeletak tak sadarkan diri.

*

Pagi menyingsing, tirai jendela terbuka. Begitu pula dengan sirkulasi udara, yang keluar masuk dari jendela yang terbuka mulai menghangat. Setidaknya hari ini keadaan di sana tak terlalu dingin dari sebelumnya. Ya, meskipun akan tetap dingin jika di bandingkan dengan musim panas. Saat ini pukul delapan pagi. Lucy yang telah berpakaian rapi, dengan riasan di wajahnya. Ia berjalan menuju kesisi ranjang di mana Elena tertidur pulas.

“Elena? Hei! Ayo, cepat bangun!” ucap seseorang bersuara perenpuan yang dikenal Elena. Seketika itu, Elena pun terbangun tiba-tiba terduduk. Dengan wajah terkejut seolah ia mengalami hal mengejutkan. Lucy yang berada di sampingnya pun merasa terkejut dengan sikap Elena. Karena ia membelalakkan matanya lebar. Dan napasnya tersengal. “A-apa, kau baik-baik saja?” tanya Lucy yang terlihat gugup dan khawatir dengan keadaan Elena.

Elena mengangguk pelan. Terlihat keringat yang membanjiri dahinya. Bergegas, Lucy mengambil gelas berisi air putih dan diberikannya pada Elena. “Minumlah!” ujar sang sahabat yang dikenal begitu cerewet itu.

“Tarik napasmu perlahan... dan hembuskanlah,” tutur Lucy dengan mempraktikkan gerakan telapak tangan yang mengayun keatas dan kebawah.

Setelah beberapa saat kemudian, Elena pun menjadi lebih baik. Ia bergegas pergi menuju ke kamar mandinya karena ia harus membilas tubuhnya pagi ini. Untung saja, alat pemanas air keran telah selesai diperbaiki. Elena bergegas membasuh dirinya dengan air hangat, setelah tubuhnya di tutupi dengan busa sabun. Beberapa menit kemudian, Elena masuk kembali ke dalam kamar.

Seperti biasa ia mengganti baju di ruangan wardrobe. Elena pagi ini memakai pakaian yang tak biasanya. Karena Lucy yang memilihkan pakaian yang akan dikenakannya. Dan karena Lucy ingin memakai pakaian yang sama dengan Elena. Dan wanita bersurai coklat keemasan itu hanya menyanggupi keinginan sang sahabtnya itu agar ia tak banyak bicara. Toh, tak ada ruginya ia berpakaian sama persis, bersama sang sahabat dekatnya itu.

Namun setelah selesai berpakaian, ia merasa ada hal yang aneh dengan pakaian itu. Elena menatap ke arah cermin di dalam ruangan wardrobe tersebut. “Tunggu, apa ini adalah Dirndl?” ujar Elena dengan menoleh kearah Lucy.

Sang sahabatnya itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala pelan. Ia mendekati Elena dari belakang punggungnya dan memegang bahunya seraya pandangannya menatap kearah cermin. “Lihatlah! Kau begitu cantik dengan baju apa pun yang kau kenakan, tuan putri!” ujar Lucy yang memuji Elena dengan senyum merakah menampakkan kebahagiaan. “Astaga! Aku kan sudah bilang tak ingin pergi ke festival itu!” gerutu Elena kesal, dengan bergegas membuka kancing bajunya satu persatu.

To be continue.

 

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!