Melati gadis yatim piatu yang harus mencari nafkah buat diri sendiri dan untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya.
Setiap hari ada saja yang datang buat menagih hutang orang tuanya.
Rasa putus asa karena tak pernah dapat melunasi hutang peninggalan ayahnya membuat Melati menerima pernikahan kontrak, yang memintanya mengandung anak seorang pria yang arogan dan dingin.
Melati selalu menerima apapun yang dilakukan Jino pada dirinya. Ia berusaha menjadi istri yang baik walau Jino selalu berlaku kasar.
Tapi Jino sang suami masih saja tak pernah menganggap kehadirannya.
Hingga suatu hari Melati merasa lelah atas pernikahannya. Ia pergi meninggalkan suaminya ketika ia sedang mengandung anak keduanya.
Ketika Melati telah pergi, Jino baru mengetahui Nia istri pertama yang sangat dicintainya ternyata menipu dirinya dan telah berselingkuh.
Saat semuanya telah terungkap , Melati telah pergi jauh dari kehidupannya. Jino pada akhirnya sadar jika ia telah jatuh cinta pada Melati. Akankah cinta sang suami membawa Melati kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga puluh Empat
Sampai dihalaman rumah Melati, Jino langsung membuka pintu rumah dengan kunci yang ada ditangannya.
Jino menggendong Rendra menuju kamar Melati. Ia melihat Melati yang telah tertidur di ranjang.
Rendra diletakan disamping Melati. Jino lalu membangunkan Melati.
"Mela, bangunlah...." ucap Jino mengguncang tubuh Melati pelan.
Melati membuka matanya dan melihat wajah Jino yang begitu dekat dengannya.
"Mas Jino...."
"Kamu lihat kesamping, siapa yang aku bawa"
Melati membalikan tubuhnya dan melihat Rendara. Melati bangun dan menggendong Rendra kedekapan dadanya.
"Sayang bunda...kamu tambah ganteng aja, nak. Bunda kangen, Rendra juga kangen bunda ya...."
Melati mengecup seluruh bagian diwajah putranya. Rendra tersenyum dan tertawa melihat Melati yang bicara dengannya.
Jino memperhatikan semua itu dengan tersenyum juga.
"Mas, kenapa bawa Rendra malam malam. Apa mbak Nia mengizinkan"
"Aku tak perlu izin Nia untuk membawa Rendra pada bundanya"
"Tapi mbak Nia maminya Rendra jugakan, mas"
"Mulai hari ini Rendra akan tinggal bersamamu"
"Mas, kamu serius..." tanya Melati kaget
"Tentu saja, kamu ibu kandungnya. Rendra lebih baik tinggal bersamamu"
"Mas...bagaimana dengan mbak Nia"
"Udahlah, kamu jangan sebut namanya lagi. Aku capek...aku mau mandi"
"Aku siapkan air panas dulu, mas"
"Nggak usah, Mel. Biar aku aja. Kamu beemain aja dengan Rendra"
Jino masuk ke kamar mandi. Tanpa membuka bajunya Jino duduk di lantai , ia menghidupkan shower. Membiarkan air membasahi tubuhnya.
Air matanya jatuh membasahi pipi. Jino menarik rambutnya frustasi.
"Apa salahku padamu, Nia...kenapa kamu tega menipuku selama ini. Apa cinta yang aku berikan masih tak cukup bagimu sehingga kau mencari cinta pria lain. Apa ini balasanmu atas cinta tulus yang aku berikan. Ternyata selama ini kamu hanya bersandiwara mencintaiku. Apa ini karma bagiku yang selama ini berbuat kasar pada Melati. Ternyata sakit...begitu tau orang yang selama ini kita cintai dan kita percayai telah membohongi kita. Kamu akan menerima pembalasanku Nia...."
Jino menghapus air matanya yang telah bercampur dengan air dari shower. Ia membuka pakaiannya dan mengganti dengan handuk.
Jino mengganti pakaiannya dan ikut naik ke ranjang.
"Rendra udah tidur, Mel"
"Udah...mas. Mas apa kamu sudah makan. Aku siapkan makan dulu ya"
"Nggak usah, Mel. Aku nggak lapar. Kita tidur aja ya. Kepalaku pusing...."
"Aku pijatin ,mas"
"Nggak perlu , Mel. Nanti juga hilang jika di bawa tidur"
Melati akhirnya tidur dengan Rendra berada ditengah diantara dirinya dan Jino.
Pagi harinya, Melati terbangun ketika mendengar suara tangisan Rendra. Melati menyusui Rendra dan setelah tidur kembali Melati lalu ke dapur.
Melati menyiapkan sarapan buat Jino dengan senyum yang terus mengembang. Ia tak membayangkan akan tidur bersama Rendra.
"Apa yang terjadi antara mbak Nia dan mas Jino. Kenapa ia membawa Rendra. Apapun yang sedang terjadi, semoga mereka dapat mengatasinya dengan baik"
Ketika Melati sedang memasak, Jino yang telah bangun langsung memeluk pinggangnya dari belakang. Ia mengecup tengkuk Melati.
"Mas , udah bangun ya. Apa Rendra masih tidur"
"Masih, Mel. Kamu masak apa"
"Mie goreng seafood...."
Jino tiba tiba merasakan perutnya mual. Ia berlari ke kamar mandi dan muntah.
Melati menyusul masuk ke kamar mandi. Ia melihat Jino yang muntah. Melati meminat tengkuk Jino berharap dapat sedikit meringankan.
Jino membasuh wajahnya setelah memuntahkan semua isi perutnya.
"Mas, kamu nggak apa...."
"Nggak apa, Mel. Sudah hampir dua minggu aku merasakan ini. Tiap pagi mual dan muntah"
"Mungkin mas lagi mengidap yang namanya kehamilan simpatik mas."
"Apa itu, Mel"
"Tanda tanda kehamilan yang biasanya dialami dan dirasakan ibu diawal kehamilan, tapi dirasakan oleh ayah sang bayi"
"Jadi itu semua yang biasanya dialami ibu hanil ya, Mel"
"Iya mas. Aku buatkan teh hangat ya biar agak enakan perut mas"
Jino mandi dan setelah itu ia menuju meja makan dan menyantap sarapan yang disediakan Melati.
Setelah sarapan Jino pamit. Ia janji ingin bertemu dengan orang suruhannya di kantor.
Ricky mengatakan jika ia memiliki bukti tentang hubungan antara Nia dan Alex.
Jino mengendarai mobilnya dengan perasaan marah dan kecewa. Ia masih berharap jika semua itu mimpi. Tapi kenyataannya Nia memiliki hubungan dengan Alex. Dan selama ia dibodohi dan dibohongi Nia.
Sementara itu Nia yang melihat Jino keluar dari rumah Melati menghampirinya.
Ia mengetuk pintu rumah Melati. Tak lama terdengar langkah kaki membukakan pintu.
"Mbak Nia..." ucap Melati kaget
"Boleh aku masuk, Mel"
"Tentu saja mbak, silakan"
Nia masuk kerumah itu dan Melati mempersilakan Nia buat sarapan.
"Rendra mana ,Mel"
"Masih tidur ,mbak..."
"Aku nggak tau Mel, apa salahku. Kenapa Jino membawa pergi Rendra. Kamu tau kan Mel, jika Rendra sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Aku tak bisa tidur tanpa melihat Rendra" ucap Nia dengan menangis
"Aku juga kaget ketika mas Jino membawa Rendra ,mbak"
"Jino nggak mengatakan alasannya padamu, Mel"
"Nggak ada ,mbak"
Nia memakan mie goreng dengan perlahan. Melati membersihkan piring piring bekas ia masak.
Nia berdiri dibelakang Melati dan mengambil sapu tangan dari dalam saku roknya. Ia membekap mulut Melati dengan sapu tangan yang ternyata telah diberinya obat bius.
Melati perlahan hilang kesadaran. Ia akhirnya pingsan. Nia memapah tubuh Melati dengan kesulitan menuju kamarnya.
Ia membaringkan Melati di tempat tidur dan membuka pakaian Melati menyisakan pakaian dalamnya saja. Ia melihat Rendra yang masih tertidur.
Setelah itu Nia mengirim pesan pada Raka dari ponsel Melati.
"Raka ...tolong aku. Jino ingin menyakitiku. Ia tau kita sering berhubungan"
Setelah mengirim pesan dengan Raka, tak lama ia menerima balasannya.
"Tunggu Melati, aku akan segera ke sana. Kamu tenang ya. Jino tak akan aku biarkan menyakitimu"
Nia membaca balasan dari Raka dengan senyum licik.
"Lihat saja , Raka. Aku ingin melihat kamu dan Melati disakiti Jino. Akan aku bikin ia salah paham dengan kalian. Aku tak mau Jino hanya menyakitiku saja"
Nia lalu mengirim pesan buat Jino dari ponsel Melati.
"Mas Jino, cepat pulang. Rendra sakit. Aku takut mas...."
Setelah mengirim pesan buat Jino, Nia langsung keluar dari kamar Melati. Ia tak ingin Raka melihatnya.
Nia masuk ke mobilnya yang berada di seberang rumah Melati. Tak lama ia melihat Raka turun dari mobilnya dan langsung masuk, karena pintu rumah sengaja Nia buka lebar.
Raka melihat Melati yang pingsan hanya menggunakan pakaian dalam.
"Astaga...apa yang terjadi Melati" ucap Raka mendekatinya. Raka mencoba menutupi tubuh Melati dengan selimut. Ia mengguncang tubuh Melati.
"Melati bangun...kamu kenapa" ucap Raka cemas. Ia melihat Rendra yang mulai terbangun dari tidurnya.
Jino yang sedang bertemu dengan Ricky memintanya menunggu. Ia kembali ke rumah. Dan langsung berlari masuk kerumah menuju kamar. Jino melihat Raka yang membungkuk hampir memeluk Melati sedang mengguncang tubuhnya.
"Sedang apa kamu Raka. Kenapa kamu ada di kamar Melati" ucap Jino dengan amarah.
Raka kaget melihat kehadiran Jino. Ia langsung berdiri tegak.
*****************
Terima kasih....
walopun belum sepenuhnya buat Kimberley, but it's okay..
seiring berjalannya waktu, semoga Raka benar2 bisa mencintai Bee sepenuhnya seperti dulu lg..
selalu suka sama semua cerita novelmu mam..
walopun banyak komen pro dan kontra, hal itu sudah wajar dan lumrah..
mau seperti apapun bagusnya kita, pasti ada aja yg gak sepaham..
sabar dan tetap semangat ya mam..
para reader setia tetap mendukung kok, termasuk aku, hehe..
oke deh, cus lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat berkarya meski beragam komen yg berdatangan..
semoga sukses selalu dimanapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕