NovelToon NovelToon
Ada System Di Smartphone

Ada System Di Smartphone

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Contest / System / Sistem / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.4
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Aku Rendy Purnomo, seorang pria biasa yang mendapatkan aplikasi yang tidak diduga yaitu Aplikasi Oracle. Aplikasi ini adalah aplikasi chat yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita ajukan.

Selain itu, aku juga terpilih menjadi Agen Oracle yang dimana aku akan mendapatkan hadiah poin yang bisa ditukarkan dengan aplikasi-aplikasi yang tidak masuk akal lainnya seperti Camera Indigo, sebuah aplikasi yang mampu melihat makhluk tak kasat mata dan masih banyak lainnya.

Aplikasi Oracle itu didapatkan olehku disaat aku dan sekeluarga mengalami kecelakaan namun dalam kecelakaan itu hanya aku yang selamat. Saat pemakaman, aku bertemu dengan paman Andika yang tinggal di Fukuoka, Jepang dan mengajak diriku untuk tinggal bersama di sana.

Aku pun menyetujuinya dan kembali ke rumah. Saat itulah, tiba-tiba ponsel pintar milik ibuku menyala sendiri dan muncul aplikasi Oracle. Setelah mempelajari aplikasi tersebut. Aku barulah tahu bahwa diriku telah mendapatkan System di dunia nyata seperti didalam novel atau Anime.

Dan inilah kehidupanku dengan adanya System di Smartphone milik Ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Festival pantai

Chapter 32. Festival pantai.

Aku Rendy Purnomo, saat itu aku bersama dengan band hanabi sudah tiba di belakang panggung. Pada festival ini terdapat beberapa acara diantaranya, live musik, bazzar, undian serta peluncuran kembang api pada malam harinya.

Pada festival itu pengujung pun mulai berdatangan dan para penjaga stand bazaar menawarkan barang dagangannya. Sedangkan diatas panggung tidak hanya kami yang mengisi acara ada beberapa band lainnya yang mengisi panggung sehingga kami harus menunggu giliran tampil.

Ditengah menunggu, aku melihat kelompok dari kembang api. Saat itu, aku pun berpikir suatu ide maka dari itu aku pun berdiri dari kursi dan meninggalkan kursi tunggu. Aku pun sadar bahwa kepergianku dilihat oleh Adine dan lainnya.

“Ren, kamu mau kemana?” tanya Ryutaro.

“Tunggu sebentar!”

Seusai menjawab itu, aku berlari menghampiri pria paruh baya yang merupakan ketua kelompok kembang api yang sedang duduk bersantai.

“Pak, bisakah aku mengajukan peluncuran kembang api setelah penampilan kami!”

“Aduh, maaf. Dek! Sepertinya sulit!” jawab ketua.

“Aku mohon!” ucapku sambil membungkukan badannya.

“Tetap saja, maaf!” jawab ketua yang masih tidak merubah keputusannya.

“Aku mohon!”

Aku tetap memohon kepada ketua tersebut.

“Pak Honda, aku juga memohon!” suara Ryutaro yang tiba-tiba menyambung permohonanku.

Aku pun yang mendengar itu melirik kesamping dan terlihat Ryutaro yang sedang membungkukan badannya juga. Tidak lama, kami menegakan kembali badan dan mendengar jawaban dari ketua kelompok kembang api.

“Walaupun Ryutaro juga ikut memohon tapi aku tidak bisa melakukannya.”

Saat mendengar jawaban itu, kami pun terus memohon.

“Aku mohon!” ucap serempak Aku dan Ryutaro.

“Aku memiliki ide, bagaimana jika kalian tampil diakhir? Maka, matahari sudah terbenam. Mungkin, aku bisa menyalakannya. Bagaimana menurut kalian?” ucap saran dari ketua kembang api.

Aku dan Ryutaro saling menatap juga tersenyum. Lalu, kami serempak membungkukan badan kembali.

“Terima kasih banyak.”

Sesudah itu, Aku dan Ryutaro pergi ke panitia live musik dan mengajukan agar band hanabi tampil di akhir. Lalu, pengajuan kami pun diterima.

“Baiklah, kalian akan tampil ke delapan,” ucap panitia festival.

Aku dan Ryutaro membungkukan badan kami.

“Terima kasih banyak.”

Seusai itu, kami pun kembali ke band Hanabi. Lalu, aku memberitahu mereka tentang kemunduran posisi tampil kami.

“Anuu … aku ingin mengatakan sesuatu.”

Saat aku mengatakan itu, mata semua teman-teman tertuju kepadaku.

“Ada apa?” tanya Erika.

“Sebenarnya, penampilan kita di undur dari kelima menjadi kedelapan!”

Aku yang mengatakan itu terlihat semua orang di band Hanabi merasa senang.

“Syukurlah, aku sempat gugup jika tampil ditengah-tengah!” ucap Erika.

“Aku juga,” ucap Kenzo.

Aku melihat Ryutaro dan saling tersenyum. Semua terlihat bahagia kecuali Adine karena sosoknya tidak ada disana.

“Dimana, Adine?”

“Dia bilang mencari udara segar di sisi pantai belakang sini katanya!” jawab Erika.

“Ren, coba kamu kasih tahu dia! Dan jemput dia kesini untuk persiapan!” seru Ryutaro.

“Aku mengerti.”

Seusai itu, aku pun pergi kearah yang ditunjukan oleh Erika.

Setibanya dipantai, aku melihat Adine yang sedang melamun menatap laut dan ombak yang menghampirinya. Aku pun bergegas menghampirinya.

“Adine!”

Saat aku menyapa, Adine pun melihat kearahku dan tersenyum.

“Rendy, kamu menyusul kesini!”

“Tentu saja aku akan datang. Oiya, penampilan kita diundur menjadi paling akhir nanti!”

“Begitu ya,” jawab datar Adine dan dia pun kembali melihat ke arah laut.

Aku melihat wajah Adine yang gelisah dan cemas. Aku menduga, dia memiliki masalah dengan keadaan tubuhnya atau perasaan nya namun aku ingin mencoba menghiburnya.

“Adine, kamu kenapa?”

“Ren, aku tidak mengerti,” ucap Adine sambil menundukan kepalanya.

Aku yang berjarak jauh dengan Adine maka aku pun mendekatinya, saat Adine mengatakan itu.

“Aku mencoba berpikir sebelumnya. Semua tindakan dan kebaikanmu itu. Sekarang, kemana aku harus pergi?”

Aku pun mendengarkan curahatan hati Adine dengan berdiri disamping nya dan aku tidak bisa menjawab apa yang dikatakannya.

Adine yang berada disamping, menatap dan bertanya kepadaku.

“Ren, apa kamu akan berada di sisiku? Aku benar-benar tidak mengerti,” ucap putus asa Adine.

Aku yang melihat keputusasaan dari Adine membuatku bertindak dengan langsung memeluknya. Adine pun sontak menangis di dadaku.

“Aku juga … tidak bisa mengerti. Tapi, ada satu hal.”

Aku pun melepaskan pelukanku dan memegang kedua bahu Adine.

“Waktu sekarang ini, aku hanya ingin berada disisimu saja.”

Aku dan Adine pun saling bertatap muka juga tidak ada bahasa dalam tatapan tersebut.

“Ayo, sekarang kita tampil sebaik mungkin!” ucapku sambil memberikan tanganku untuk diraih.

“Hm,” gumam Adine yang menganggukan kepala dan dia meraih tanganku sehingga kami bergandengan tangan.

Sesudah itu aku pun mengajak berlari menuju panggung festival melewati beberapa pengunjung dengan tetap bergandeng tangan hingga kami tiba di belakang panggung dan terlihat pembawa acara dengan memarahi Erika dan lainnya.

“Maaf, kami terlambat!” seru Adine dari kejauhan.

“Yosha … ocha! Ayo!” ucap Kenzo yang langsung berdiri dari kursinya.

“Ayo kita tampil!” ucap semangat Erika yang menyusul berdiri dari kursi.

“Ren, Adine. Ayo!” ucap Ryutaro yang melihat kami dengan senyuman lebar.

Aku dan Adine menyadari tatapan dari Ryutaro itu maka kami pun bergegas melepaskan tangan kami.

“Iya, Ayo!”

Dan tibalah kami tampil diatas panggung dengan diiringi tepuk tangan dari para penonton termasuk paman Andika, Tante Kouri dan bahkan aku melihat Kak Agus yang tersenyum menonton kami.

Sedangkan diatas panggung kami persiapkan diri dengan Adine yang berdiri ditengah sebagai vokalisnya. Sesudah persiapan selesai, aku melihat satu persatu anggota band dan mereka menganggukan kepalanya. Sedangkan Adine menutup mata dan memegang dadanya.

Aku yang melihat hal itu memulaikan musik intro dengan petikan gitarku yang membuat Adine membuka matanya dan melihat kearahku lalu, dia tersenyum.

Setelah itu, Adine mengembalikan pandangannya dan memegang microphone nya. Lalu, Adine mulai menyanyikan lagunya.

# Adine:

♪ Sukidayo tte kimi no kotoba.

♪ Uso mitai ni ureshikute.

♪ Marude Chigatte Mieru.

♪ Itsumo miageru sora mo.

Aku pun melihat kearah Kenzo dan dia memulai memainkan drum nya.

♪ Gita o oshietekureru yubisaki.

♪ Tsutawaru nukumori sono yokogao mo.

♪ Tokubetsu ni kawaru.

♪ Kimi gairu dakede.

♪ Arifureta hibi mo.

♪ Ichibu ichibyou subete itoshiku naru.

♪ Ima kono shunkan.

♪ Jikan ga tomarunara.

♪ Dakishimete gyutto gyutto hanasanaide.

♪ Futari jisensha koide.

♪ Narande kisotta kaerimichi.

♪ Tsugi wa makenai kara ne.

♪ Mata issho ni kaerou.

♪ Watashi no kotoba ni kimi ga noseru merodii.

♪ Ima shika dasenai otodakara.

♪ Kimi to kanadetaii.

♪ Kamisama ga kureta.

♪ Kakegae no nai toki.

♪ Tatoi subete ushinatta toshitemo.

♪ Meguri kuru kisestu.

♪ Aoi umi no soba de.

♪ Kimi to sugoshita.

♪ Hibi wo wasurenai yo.

Aku pun melangkah kearah mic dan memulai bernyanyi juga.

#Aku:

♪ Nando mo tadotta jikan.

Saat bernyanyi, aku pun tersadar bahwa Adine melihat kearahku dengan senyuman lebar.

♪ Futari de maki modoshita rekoodo.

♪ Kimi wo mamorita nda.

Dalam lirik ini, aku melihat kearah Adine yang terus melihatku.

#Adine:

♪ Moshimo negai kanau no kara.

Adine menyanyikan lagu ini dengan terus menatapku.

#Aku:

♪ Hitori ni nante shinaikara.

#Adine dan aku:

♪ Zutto sono te tsunaide iteee.

Dan instrument pun masuk seusai lirik ini. Lalu, Adine menghadap ke penonton.

#Adine:

♪ Kimi to deau tame.

♪ Umarete kita nda.

♪ Sekai de ichiban watashi shiawase dayo.

#Adine dan Aku:

♪ Ashita taiyou ga noboranai toshite mo.

♪ Afureru ai ni tsutsumarete itakara.

#Adine:

♪ Na … na … na.

Lalu, kami pun masuk ke instrument terakhir dan mengakhiri nyanyian kami.

*Sumber: Lagu Miwa dan the stroboscorp band – Aiokuri.

Aku dan Adine pun saling menatap serta memberikan senyuman.

Plok! Plok! Plok! Waaa…

Iringan tepuk tangan yang meriah menutup penampilan kami dan semua penonton terlihat senang.

Ciunggg! Bang! Ciunggg! Bang!

Kembang api yang besar pun diluncurkan menghiasi langit yang sudah hampir malam dengan warna juga bentuk bunganya.

Kembang api itu pun membuat Adine menatapnya dan dia sangat senang dengan hal itu.

“Indahnya,” ucap senang Adine.

Tidak hanya Adine, Kenzo pun yang duduk di kursi drum berdiri untuk melihat kembang api begitu juga para penonton dan pengunjur festival pantai lainnya.

Saat Adine yang terfokus dengan kembang api. Aku pun menghampirinya dan berdiri disampingnya.

“Happy birthday, Adine!”

“Terima kasih dan pandai sekali kamu, Ren untuk membuatku terkesan,” ucap Adine yang terus menatap kembang api.

“Begitulah, bagaimana menurutmu?”

“Apa yang membuatmu pintar seperti ini?” tanya Adine yang masih terus menatap kembang api.

“Entahlah!”

Seusai aku mengatakan itu, Adine menatapku.

“Terima kasih, Ren. Ini merupakan hadiah ulang tahun terbaik ku,” ucap senang Adine.

“Sama- sama.”

Melihat senyuman kebahagian dari Adine membuatku juga bahagia dan pada saat itu juga aku mendapatkan pesan masuk yang tertuliskan bahwa aku telah mendapatkan 40 poin dari misi permintaan dengan ini genaplah sudah aku mengumpulkan 500 poin.

Aku harap bisa menyelamatkan Adine.

**

Oke, hari ini aku update dan istirahat mundur menjadi hari senin.

Terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu untuk membaca novelku.

See Ya... Next chapter.

1
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
MC lemah 🙄🙄
fendy haodi
Luar biasa
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
bagusnya kalo pake foto Al atau anime
siKocak
semoga kisah petualangan dan perjuangan Rendy masih berlanjut
siKocak
semoga ada kelanjutan ceritanya
FD21
sepuluh rekening g tuh😹😹😹
FD21
mang eak😂😂😂
uwa_botak
Luar biasa
ester agustina
Wah kita sama golongan/Smile/
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★: kenapa pake kata aku gak enak dibaca pake aku
total 1 replies
Kaira
Luar biasa
Gede Renbounty
thor gmn kabar utk saham online nya... apa rendy sdh bermain saham apa belum thor
biar mcnya dpt kekayaan juga
Irfan Saputra
y

wiklworpp
Irfan Saputra
ii
Sang M
memalukan host payah. gak punya nyali dan dominasi. close aja. bosan
Sang M
lama2 membosankan.kurang menarik
Sang M
jelas system.....goblok lu....
Munif Mutawakil
Luar biasa
Fabrigio
menyebalkan
Fabrigio
ups, sudah jelas aku mah sohi suka dengan rend
Fabrigio
Rendy kan udah menangis seluruh levelnya, berarti anator supermarket semuanya ada berhak dengan dia gitu koma, garis baru bagi yang tahu tolong kasih tahu ya guys, thank you so much, selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!