Plakkkk!!!
Kia menampar pipi ayahnya dengan berlinang air mata.
" Kia tidak akan pernah menuruti semua keinginan ayah, selama ini Kia sangat sabar menghadapi kelakuan ayah. Tapi sekarang?? kesabaran Kia sudah habis, ayahh, sudah habis!! "
Iya, dia adalah Kriya Anastasya, seorang gadis cantik yang akan dinikahkan dengan seorang rentenir duda beranak lima.
Ayahnya yang tega menukarnya hanya demi uang. Apakah itu bisa disebut ayah??
Tapi dengan bantuan Al sang pengusaha terkenal itu, Kia bisa lolos dari pernikahan tersebut.
Yang ternyata Al adalah orang yang pernah menyelamatkan dia dulu, orang yang sangat dingin pikirnya.
Kisah Kia masih berlanjut saat Al meminta Kia menjadi istrinya. Jika Kia menolak permintaannya itu, Al tidak segan-segan menjebloskan kakak dan ayah Kia kedalam penjara.
Tidak ada pilihan lain selain dirinya mengikuti kemauan Al.
Jadi, bagaimanakah kisahnya nanti??
Apakah keduanya bisa memberikan cinta satu samalain, atau malah sebaliknya keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangannya karena ego masing-masing??
Yukk simak kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMDTM BAB#32
Andre tercengang dengan perlakuan Vira itu. Tidak menyangka jika dirinya sekarang sedang dipeluk oleh seorang wanita.
Deg!
Deg!
Deg!
Suara detak jantung Andre yang berbunyi begitu cepat.
" Heyy, apa yang kamu lakukan?? " tanya Andre.
Menghempaskan tangan Vira yang sedang memeluknya itu.
" Auwwwww " pekik Vira saat dia terhempas diatas ranjang karena dorongan Andre.
" Dasar lemah! " ucap Andre.
Seketika Vira melototkan matanya, berdiri dari jatuhnya itu.
" Apa kamu bilang tadi??? " tanya Vira dengan suara meninggi.
" Lemah!! " jawab Andre singkat padat.
Plakkk!!
Vira memukul punggung Andre.
" Apa kau bilang tadi?? lemahh?? dasar laki-laki sinting! " ucap Vira bersungut-sungut.
" Aku bukan wanita lemah seperti apa yang kau ucapkan itu! "
Vira berkacak pinggang didepan Andre diatas ranjang itu.
" Dan jangan pernah kau berkata perempuan itu lemah. Jika bukan karena ibu mu yang berjuang kau tidak akan lahir dimuka bumi ini! jadi janganlah kau meremehkan seorang wanita hanya karna hal kecil. "
Vira berucap sambil menunjukkan jari-jarinya kewajah Andre.
Andre hanya diam mendengar perkataan Vira tadi.
" Ibu..... " ucapnya pelan, menatap kosong kearah depan.
Vira melongo mendengar ucapan Andre tadi.
Ibu,,, batinnya.
" Kenapa dengan ibumu?? " tanya Vira.
Dia kembali duduk didekat Andre.
" Tidak apa-apa, " jawab Andre cepat.
Vira yang memang tidak mengerti hanya mengangguk mengiyakan.
" Hemmm,,,, aku mau bertanya. Apa benar tadi malam kau memelukku? " tanyanya ragu.
" Itu sudah tidak penting lagi. Sekarang keluarlah dari apatermen ku! "
" Jadi, kau mengusirku? " tanya Vira.
" Iya."
" Pria macam apa kau ini! " ucap Vira kembali bersungut-sungut.
" Lihat itu!! " Menunjukkan jam didinding yang terpajang didalam kamar. Bola mata Andre mengikuti kemana arah jari telunjuk Vira.
" Apa kau bisa disebut laki-laki?? " tanyanya.
" Kenapa tidak? lihat! aku seorang laki-laki bukan?? "
" Tidak. Kau bukan seorang laki-laki. Laki-laki itu hanya nama untuk menutupi topengmu saja."
Vira menatap kearah Andre, menaikkan kedua alisnya secara bergantian.
" Mana ada seorang laki-laki yang membiarkan perempuannya berjalan sendiri dijam segini."
" Kau bukan wanitaku, " sahut Andre cepat. Menatap kembali kearah Vira.
" Memang aku bukan wanitamu. Tapi apa kau tega membiarkanku pulang dipagi dini begini? "
" Kenapa tidak?? aku sudah terbiasa pulang seperti itu. "
" Kauu sungguh laki-laki konyol yang pernah aku temui di dunia ini, " jawab Vira kesal sendiri.
Bagaimana tidak kesal jika dia disuruh pulang sendiri saat jam 3 pagi, sungguh laki-laki konyol yang pernah dia temui selama ini.
" Saya sudah tidak menerima tamu untuk menemani saya."
Vira kembali melototkan matanya saat mendengar ucapan Andre.
" Kau menganggapku wanita malam?? " tanya Vira.
" Bukan. Aku tidak berucap seperti itu " jawab Andre santai.
" Lalu?? " tanya Vira menaikkan kedua alisnya bergantian.
" Keluar! " perintah Andre pelan.
" Tidak! " kekeh Vira.
" Kauu yang keluar! "
Menarik lengan tangan Andre.
" Apa yang kau lakukan?? " tanya Andre berusaha melepas lengannya.
Sesampainya didepan pintu kamar apatermen.
" Sekarang kau tidur diluar. Tidak baik wanita dan laki-laki yang bukan halal tidur satu ranjang. "
Brakkkk!!!!
Menutup pintu dengan kencang.
" Heyyy. Ini apatermenku, kenapa kau yang mengatur " triak Andre dari luar.
" Masabodo!! " jawab Vira dari dalam kamar.
" Dasar wanita. Tadi aja nangis nggak jelas, sekarang? sungguh menyebalkan! " ucap Andre.
" Hilanglah sudah kedinginanku," ucapnya memelas.
............................
" Mas, bangun! " ucap Kia.
Menggoyang-goyangkan tubuh Al sambil menggendong tubuh Arkhan
" Emmmm."
Mengheliat tidak menentu, menutupi wajahnya menggunakan bantal.
" Mas, udah pagi. Bangunlah! apa Mas tidak pergi kekantor?? "
" Papa, bangun. Alkhan dudah lapal, pelut Alkhan sangat lapal papa. "
" Iya. "
Membuka matanya.
" Mas, mandi disini?? " tanya Kia.
" Iya."
" Baiklah. Akan aku siapkan baju untuk Mas lagi. "
" Hemmm. "
Turun dari ranjang, melangkahkan kakinya pergi dari sana meninggalkan Arkhan dan Kia.
15 menit kemudian.
Semua sudah berkumpul dimeja makan yang ada dirumah itu.
" Ehhhh, ada menantu. Kapan disini?? " tanya Aldi basa-basi. Duduk disamping Alif.
" Tadi malam."
Alif hanya menatap sinis kearah Al yang ada didepannya itu. Al hanya bersikap santai seperti biasa.
" Nak, Ayah minta uang boleh dong, " ucap Aldi sembari memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Kia menatap kearah ayahnya itu, menghela nafasnya pelan.
" Kia cuma punya uang sedikit, yah. Itu mau Kia buat modal jualan. "
" Jualan apa lagi?? suami kamu kan tajir, minta sebanyak-banyaknya kepada dia. Buat apa suami?? buat pajangan?? " ucap Aldi.
" Bukan itu, Yah. Kia hanya ingin mencari pekerjaan saja, apa ayah lupa saat kecil dulu Kia pernah bilang sama ayah jika Kia ingin menjadi seorang penjahit yang terkenal, maka dari itu Kia ingin memulainya dari sekarang. Lagipula Kia sangat bosan dirumah tidak melakukan ap,,,,,,,,,,, "
Brakkkkk!!!!!
Al yang merasa terganggu dengan perdebatan itu menggebrak meja dengan kencang.
Yang disana terjolak kaget semua, menatap kearah Al.
Al berdiri dari duduknya.
" Sekarang juga kita pulang!! " ucap Al, " Tidak ada tapi-tapian!! "
Melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Kia memejamkan matanya sebentar. Lalu berdiri dari duduknya.
" Yah, Kak. Kia pamit dulu" ucapnya.Menggendong Arkhan.
" Sarapanlah dulu! " jawab Alif yang sedari tadi hanya diam.
" Biarkan saja dia pergi, " sahut Aldi.
" Kia pamit. Asalamualaikum."
Melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.
Dimobil Kia hanya diam, tidak berani berbicara sedikitpun. Arkhan hanya diam, sesekali mentap kearah Al dan Kia secara bergantian.
Al mengemudi dengan perasaan campur aduk. Tidak mengeri dengan yang terjadi saat ini. Dirinya merasa tidak pantas selama ini menjadi suami saat mendengar Kia ingin bekerja.
" Kenapa kau tiba-tiba ingin bekerja?? Apa uang yang aku berikan selama ini kurang? " tanya Al memecah keheningan, tanpa menatap kearah Kia sedikitpun.
" Tidak sama sekali," jawabnya, juga tanpa menatap kearah Al.
" Lalu?? " tanya Al.
" Aku tidak pernah menggunakan uang Mas Al seikit pun. "
Al melirik Kia sebentar, " Apa kau tidak sudi menggunakan uang dariku?? "
" Bukan. "
" Lalu kenapa kau mempermalukan ku didepan kakak dan ayahmu itu?? " tanya Al.
" Aku tidak bermaksud mempermalukan Mas Al."
" Mas, " Menatap kearah Al.
" Aku tidak akan menggunakan uang yang Mas berikan kepadaku. Aku akan mengembalikan uang itu saat kita berpisah nanti. Dan Mas tadi bertanya, kenapa aku ingin bekerja?? " Kia menatap kearah Al dengan perasaan campur aduk. Dia tidak yakin dengan ucapannya itu, " Karena, suatu saat kita berpisah aku harus menyiapkan mental dan juga hatiku. Aku masih mempunyai Arkhan yang harus ku perjuangkan saat itu juga. Apa Mas Al lupa dengan surat perjanjian nikah kita?? "
Sakit, iya itulah yang dirasakan Kia sekarang. Berusaha tegar, tidak mau menangis dihadapan kedua laki-laki itu.
Tapi semua berkata lain, Kiaa menitihkan air matanya tepat dipucuk kepala Arkhan.
Al yang mendengar ucapan Kia itu terlihat sangat marah. Dia melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
" Jangan pernah berucap kata berpisah. Aku sungguh muak dengan itu!! " triak Al.
Kia mendekap tubuh Arkhan dengan sangat erat. Arkhan yang melihat mamanya menangis sambil memeluknya itu juga ikut menangis.
" Apa aku salah jika berucap seperti itu??? " tanya Kia dengan berlinang air mata.
Al tidak menjawab ucapan Kia, dia menambah kecepatan mobilnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.