NovelToon NovelToon
Left After 7 Days Of Marriage

Left After 7 Days Of Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Anita Rachman

Giwang gadis desa yang menikah dengan pujaan hatinya, tapi dia di tinggalkan suaminya setelah tujuh hari menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Rachman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Baru saja mereka jalan beberapa langkah ponsel Adlan berdering.

"Tunggu." Tanpa sadar Adlan menarik tangan Giwang sembari menjawab panggilan yang masuk.

"Pak," ujar Giwang. Tapi Adlan terlalu fokus dengan ponselnya dan hanya meletakkan jari telunjuknya di bibirnya, Giwang tidak melanjutkan kalimatnya, dia hanya melihat tangannya masih di genggam bosnya.

"Adlan kamu di mana?" tanya Bobi dari ujung ponselnya.

"Aku di pasar," sahut Adlan jujur.

"Di pasar?" tanya Bobi heran. "Jangan bercanda," ujar Bobi yang tidak mempercayai omongan temannya.

"Iya aku di pasar," sahut Adlan sembari menurunkan tangannya ke jari jemari Giwang, hal itu membuat Giwang bingung.

"Pak," ujar Giwang lagi. Tapi pria itu sok cuek dengan keadaan di sekitarnya.

"Ngapain kamu di pasar?" tanya Bobi heran.

"Main golf," sahut Adlan.

"Jangan bercanda aku tanya serius," ujar Bobi lagi.

"Ke pasar ya belanja, seperti itu saja enggak tau," sahut Adlan malas.

"Aneh, tapi sudahlah aku mau tanya jam berapa kamu datang ke persidangan?" tanya Bobi.

Adlan melupakan sesuatu, karena gadisnya dia melupakan persidangan yang harus dihadirinya. Dia melirik Giwang di mana gadis itu langsung menunjuk tangannya ketika pria itu menoleh ke arahnya.

"Maaf," ujar Adlan.

"Iya aku maafkan tapi jam berapa kamu datang ke persidangan?" tanya Bobi yang salah mengartikan ucapan Adlan.

"Aku bukan minta maaf samamu," sahut Adlan sewot.

"Pak, saya ke sana ya," ujar Giwang dan terdengar oleh Bobi.

"Suara siapa itu?" tanya Bobi penasaran.

"Gadisku," sahut Adlan senang.

"Kamu sudah menemukannya?" tanya Bobi penasaran.

"Aku tidak menemukannya dia datang sendiri menemuiku."

"Aku tidak percaya," sahut Bobi masih di ujung ponselnya.

"Aku tidak bisa datang dan tidak mungkin aku meninggalkan gadisku, urus sidang hari ini," ujar Adlan.

"Tapi," belum selesai Bobi menanyakan panggilan telah terputus secara sepihak.

Adlan melebarkan langkahnya masuk ke dalam pasar. Ketika melihat pasar yang becek dia ragu untuk menginjakkan kakinya di dalam pasar itu tapi dari jauh dia bisa melihat gadisnya sedang membutuhkan bantuannya, di mana Giwang sedang menenteng tas kresek yang isinya pasti bahan makanan.

"Demi gadisku aku rela mandi becek," ujar Adlan dan berlari kecil seperti sedang syuting film India, biasanya aktor dalam film India berlari di pantai atau tempat yang lainnya, tapi Adlan berlari di tempat becek sehingga cipratan air mengenai beberapa pembeli. Ibu-ibu pada sewot tapi Adlan terlalu cuek dan terus saja berlari kecil mendekati Giwang.

"Sini," Adlan mengambil tas kresek dari tangan Giwang. "Saya bisa Pak," ujar Giwang menolak. "Untuk pekerjaan kasar urusan suami eh urusan pria," sahut Adlan gugup.

Adlan mengikuti Giwang dari belakang, kehadiran pria itu membuatnya risih, semua mata tertuju kepada mereka.

Giwang berhenti di penjual ayam potong. "Mbak body guardnya ya?" tanya penjual menunjuk ke arah Adlan dengan gerak kepalanya.

"Apa!" Adlan tidak terima. "Pak tenang," Giwang memegang dada Adlan menenangkan pria itu dan Adlan langsung tenang seketika.

Mereka telah selesai belanja. Baju Adlan bukan hanya bau muntah melainkan aromanya telah bercampur dengan bau pasar, begitu pun pakaian Giwang juga bau.

Adlan meletakkan belanjaan di bagasi mobil. Dia membukakan pintu mobil untuk Giwang. "Pak saya naik ojek saja," Giwang menolak karena takut muntah.

"Jangan seperti itu, kita berangkat bareng ya balik bareng," sahut Adlan tidak mau gadisnya jauh darinya.

"Saya takut muntah dan malah bisa mengotori mobil Bapak."

"Baju saja saya enggak marah apalagi mobil," sahutnya agar Giwang tetap naik mobilnya.

"Ayo masuk," ajak Adlan.

Akhirnya Giwang masuk ke dalam mobil ceper itu tapi sebelum naik dia membawa kantong kresek kecil untuk menampung muntahnya berjaga-jaga kalau nanti muntah di mobil.

***

Di tempat lain tepatnya di Perusahaan otomotif. Agung kesal karena tidak dapat menemukan jejak istrinya dan semakin kesal karena istrinya berduaan dengan pria lain dan tentunya lebih hebat darinya.

"Dia menghindariku hanya untuk pria itu," gerutu Agung kesal.

"Belum juga cerai tapi dia sudah memiliki kekasih," Agung kesal dan memukul mejanya dengan cukup keras.

"Aaaa!" teriaknya kesal.

***

Mereka telah sampai. Seperti biasa Giwang langsung muntah ketika turun dari mobil tapi Adlan cukup sigap dan dia selamat dari muntahan itu.

"Hari ini kamu sudah muntah untuk ketiga kalinya, pasti kamu lemas," ujar Adlan kasihan.

"Enggak Pak," sahut Giwang ingin segera menyelesaikan tugas masak makan siang agar bisa kembali ke Restoran.

Giwang dan Adlan membawa belanjaan itu ke dalam dan ketika masuk rumah ada Bobi yang sedang menunggunya.

Melihat temannya membawa belanjaan membuat Bobi heran apalagi ada gadis di belakang temannya yang langsung masuk ke dapur.

"Gila bener," ujar Bobi heran dengan kegilaan temannya.

"Tunggu aku di samping!" titah Adlan.

Bobi tersenyum sembari memperhatikan penampilan sahabatnya dari atas sampai bawah. Sepatu mahal temannya tidak terlihat mahal lagi yang ada cipratan air becek memenuhi sepatu mahal itu.

"Kamu bau banget," ujar Bobi sembari menutup hidungnya.

"Sudah sana keluar!" usir Adlan.

Bobi keluar menuju beranda yang ada di dekat kolam renang. Adlan meletakkan belanjaan di mini bar dapur, dia melihat Giwang sedang menata bahan-bahan makanan untuk di simpan di dalam kulkas.

"Gusi nama kamu Gusi kan?" Adlan melupakan nama gadisnya.

"Iya Pak nama saya Gusi berdarah," sahut Giwang kesal karena namanya di ganti.

"Oh salah ya, maaf saya lupa."

"Gigi nama saya Gigi," sahut Giwang tanpa mau menyebutkan nama aslinya.

"Oh iya Gigi," Adlan menganggukkan kepalanya. "Selesai beres-beres kamu bisa mandi di kamar tamu yang ada di lantai bawah dan pakaian bisa kamu cuci di ruang laundry," ujar Adlan sembari naik ke lantai atas.

Giwang enggan untuk mandi tapi badannya benar-benar bau. Selesai beres-beres, dia menuju kamar tamu dan mencari pakaian yang bisa digunakannya selama pakaiannya di cuci. Giwang menemukan kimono handuk di dalam lemari. Dia membersihkan badannya di dalam kamar mandi yang mewah.

Adlan turun dari lantai atas dan menemui Bobi.

"Jelaskan padaku siapa gadis itu?" tanya Bobi ketika temannya telah ada di hadapannya.

"Sebelum aku jawab, siapa yang menghadiri persidangan?" tanya Adlan.

"Rose dan tim."

"Kenapa bukan kamu?" tanya Adlan curiga.

"Karena aku penasaran dengan suara gadis yang terdengar di percakapan kita."

Adlan tersenyum sembari duduk dengan mengangkat satu kakinya. Melihat penampilan temannya yang hanya mengenakan celana pendek, dia yakin kalau Adlan tidak akan ke kantor hari ini.

"Jangan bilang kamu tidak ke kantor hari ini," tebak Bobi.

Adlan menjawab dengan anggukan kepalanya. "Gila benar, cewek itu bisa membuat kamu jadi seperti ini," ujar Bobi heran.

"Ceritakan padaku bagaimana kamu bertemu dengannya?" tanya Bobi penasaran.

Adlan menceritakan tentang dia telah mempekerjakan koki dari Restoran Zero selama satu minggu sampai kesalahan menu yang di buat Giwang membuatnya bertemu dengan gadisnya.

"Sepertinya kalian memang jodoh, sekian lama ternyata takdir mempertemukan kalian," ujar Bobi.

"Aku berharap dia jodohku," sahut Adlan senang.

"Ya sudah seret ke KUA," Bobi semangat menantikan temannya menikah.

"Tidak segampang itu ferguso," sahut Adlan dan membuat Bobi kesal.

Bersambung...

Follow Instagram : anita_rachman83

seputar novel hanya di info di instagram tidak ada di grup.

🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014!

1
Naimatul Jannati
aku baca ulang ttep z😂😂😂😭😂😂bacanya,.bngek bnget siti😂😂😂
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga menjadi putri dan cucu yg dholihah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga gana sukses membuat ibu Ana terpedona
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Komplotan kompor dateng
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Coba tanya aja ka Anisa mm mau jujur gak
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Roni spt ya udh punya nomer yayuk
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Luluhkan singa betina didalam😂🫢🫢
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Siapa tahu Dodit bisa berubah dengan adany musibah ini
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Nyesel kan Budhe kalo udh kayak gini, makane jangan terlalu masuk dengan harta
☠⏤͟͟͞R🍎aTin W🦋𝐙⃝🦜🪀
Bener kekurangan gak hrs mencuri
☠⏤͟͟͞R🍎aTin W🦋𝐙⃝🦜🪀
Astaghfi
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Astaghfirullah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga Yayuk gak. Kabur kaburan
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Tapi kenapa mesti harus bu die seh Pakdhe bundir kan dosa, iya kita tau Pakdhe malu ke adlan dan gigi tapi gak mesti harus bundir
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Reuni para wanita yg suka membukingigi
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Tapi Budhe emang nyinyir dan harus dapet pelajaran
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Yah emang sih mereka tetep sodara
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Astaghfirullah apa gak malu kalo kaya gitu, mana Dodit lariii ketahuan abnget dia kan penakut gak bertanggung jawab
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Nah loh adlan bakalan marah, masukin ke penjara pasti pencuriii
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Astaghfirullah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!