NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Kini Jullian di izinkan masuk ke dalam kamar tempat Dilvi berada, ia terkesiap Dilvi begitu terlelap apakah dia tidak sadar suara-suara orang masuk ke dalam, langkah Jullian mendekat menatap lamat-lamat wajah Dilvi, ia terkulai, bukan meringkuk kelelahan tapi ini seperti tidak sadarkan diri.

 

“Kau memberi nya obat tidur!”tatap tajam Jullian pada Richard di dalam kamar.

 

“Itu campuran obat demam nya, sebentar lagi dia bangun!”sahut Richard santai sekali.

 

“Aku tidak percaya!!” tatapan Jullian nyalang “Apa yang kau lakukan pada istri ku!” sarkas Jullian mendorong tubuh Richard.

 

Richard beringsut, mencekal tangan Jullian yang mendorong nya,”Tidak ada, kau bisa menuntut ku jika dalam 30 menit lagi dia tidak bangun!”

 

Jullian kembali mentap pada Dilvi di ikuti Richard yang memilih ke sisi lain, kedua nya menatap ke arah yang sama, “Awas saja jika terjadi sesuatu hal pada istri ku!”Jullian menjadi kurang yakin apakah ucapan Richard tentang hal-hal yang dia lakukan nya tadi bersama Dilvi adalah benar melihat kondisi Dilvi seperti ini.

Richard mendekat pada ranjang ia membungkuk akan mengambil tangan Dilvi, namun secepat kilat Jullian menepis nya, “Kau tidak punya rasa malu, ada suami nya di depan nya!”

 

Richard terbahak-bahak,”Suami nya haha, bahkan di belakang suami nya, dia dan aku melakukan hal-hal lebih dari ini…”

 

Creeekc,

Jullian lagi-lagi tersulut emosi mengeluarkan senjata milik nya membidik tepat di kepala Richard,“Jangan salahkan aku jika peluru ini bersarang di otak mu!”

 

Richard menurunkan tangan Jullian yang menjulurkan Revolver di kepala nya,”Tenang lah, kenapa kau membuat keributan!”

 

Jullian sangat enggan Richard menyentuh barang milik nya, ia pun menepis, “Singkirkan tangan mu, awas! aku akan membawa Dilvi sekarang!” ambil alih Jullian tangan Dilvi siap mengangkat nya.

Richard menyingkir, sedikit berjarak. “Nikmati hari-hari terakhir mu!” seringai Richard membiarkan Jullian mengangkat tubuh Dilvi.

 

Kini hampir menjelang pagi suasana dingin pepohonan sekitar mansion semakin menusuk kulit bercampur dengan kencang nya angin dari baling-baling helicopter yang baru tiba di kirimkan Gio untuk menjemput Jullian di semenanjung utara, rintik-rintik embun mulai membasahi pelataran utama, Jullian bergegas memasukan Dilvi ke dalam helicopter, Richard berjalan keluar menghantarkan kepergian mereka.

“Aku akan segera menyelesaikan dan mengambil nya dari mu!” pekik Richard ketika mereka masuk ke dalam helicopter

 

 

Helicopter mulai mengudara, meninggalkan Mansion di tengah hutan itu, Jullian meletkkan Dilvi tepat di sebelah nya, baru beberapa menit mengudara suara memekak dari helicopter dan getaraan nya benar-benar menggangu Dilvi walaupun dia sudah di pasangkan headphones tetap saja masih terasa menggangu di telinga.

Reaksi obat seperti nya sudah menghilang, Dilvi memicingkan mata tiba-tiba ia terkesiap melonjak bangkit dari tempat duduk dengan tubuh terikat seatbelt “Apa yang terjadi?”shock Dilvi.

 

Jullian memegangi Dilvi, “Tidak ada, tenanglah” pererat Jullian genggaman tangan nya.

“Kenapa kita di Helicopter?” Dilvi terperangah mengedarkan pandangan nya pada seorang yang mengoperasikan helicopter, dan pesekitaran yang masih gelap, “Kita dimana?”

 

“Aku menjemput mu, dari Mansion Richard” tatap Jullian melepaskan pegangan nya.

 

“Richard?”Dilvi mencoba mencerna, memutar ulang semua nya, hal-hal terakhir yang di lakukan nya, lalu tepaku mengingat terakhir kali ia bersama Richard, tapi apa yang terjadi apakah aku pingsan? Jullian bertemu Richard? Di menjemput ku?  Apa yang mereka bicarakan? Dilvi berada di antara perasaan tidak enak, ia kembali bergelut di fikiran nya, kenapa aku seburuk ini suami ku menjemput ku di mansion kekasih ku.

 

Ya tuhan, Ampuni aku.

 

“Jull?” Dilvi menatap lirih.

“Kenapa? Ada masalah?”

 

Dilvi masih kebingingungan benar-benar malu pada diri nya telah di jemput Jullian kediaman lelaki lain, sejurus kemudian tiba-tiba saja Dilvi menjatuhkan kepala pada lengan Jullian, ada ucapan maaf yang ingin ia sampaikan tapi tercekat di leher nya, sementara Jullian harus bisa senetral mungkin menyikapi diri nya, mengingat dalam hitungan waktu dia harus melepaskan Dilvi kepada Richard.

 

Jullian tidak mengindahkan, lelaki itu tidak merespon, membuat Dilvi berfikir lelaki ini sedang marah pada nya.

“Kau marah?” tanya Dilvi tidak memindahkan kepala nya.

 

“Tidak, kembali lah duduk di tempat mu!”ujar Jullian menoleh ke arah lain.

 

Dilvina malu sendiri mendapati keacuhan Jullian, ia pun menegakkan tubuh nya untuk kembali bersandar pada headboard cabin miliknya, namu ekor mata Dilvina terus memperhatikan Jullian yang sedari tadi hanya diam benar-benar acuh dan tidak mempedulikan.

Dilvina menerbitkan sebuah senyuman, bersamaan dengan mentari yang mulai menerbitkan diri, menyilaukan cahaya nya menembus kaca helicopter memperjelas rahang lelaki di sebelah nya, manik yang berkilau, garis bibir yang tipis dengan hidung yang tinggi yang sedari tadi sengaja tidak ingin melihat nya.

"Jullian anderson" gumam Dilvi dalam hati, tersenyum mengalihkan wajah nya.

Beberapa menit berselang mereka sudah berada di atas kota manila, kini Helicopter siap landing di atas helipad appartemen setelah meminta izin pengelola, 2 menit kemudian helicopter pun mendarat, Jullian turun lebih dulu memegangi tangan Dilvi untuk mengikuti, sejurus kemudian Dilvina menggeleng, “Kaki ku sakit!” Dilvi berkilah.

 

Jullian yang masih memasang wajah datar pun berbalik badan, mengintruksi Dilvi untuk naik Ke punggung nya, Dilvi melengkungkan tawa dengan senang hati naik ke punggung Jullian, melingkarkan kedua lengan nya pada leher Jullian, dengan wajah yang di letakkan pada pundak kanan Jullian.

 

“Sudah, jalan lah!”perintah Dilvi tidak segan mempererat lingkaran tangan nya.

Jullian melangkah perlahan, merasakan hangat tubuh Dilvi di sebalik punggung nya, sebuah kenyamanan sedang ia rasakan, apa lagi wajah Dilvi tepat di sebelah wajah nya, menciptakan rasa ingin menghujami banyak kecupan pada pipi nya.

Sayang nya ia harus mengubur keinginan itu dalam-dalam, lagi-lagi tentang perjanjian yang baru ia buat bersama Richard.

 

Tidak ada pembicaraan apapun di perjalanan menuju unit appaetement mereka, Dilvina masih bergelut dengan fikiran nya, bagaimana. bisa ia sampai di Mansion Richard.

 

Hingga sampailah mereka di depan pintu, Jullian menekan panel angka dan mereka masuk ke dalam nya.

“Mau di turuni di atas atau di sini?”ujar Jullian berhenti

 

“Mau seperti ini saja!” geleng Dilvi tidak mau di turunkan mendusel-dusel hidung nya pada pundak Jullian, dengan kedua lengan semakin mempererat di leher Jullian.

 

Mengaliri sesuatu hal pada otak Jullian, ada apa dengan Dilvina, “Turun lah!”

Dilvi lagi-lagi menggeleng, “Aku merindukan mu” sandar kan Dilvi lagi kepala nya pada pundak Jullian lagi.

 

“Apa?”

 

“Kau tuli, aku bilang aku merindukan mu,Julliet!” ulang Dilvi lagi memukul Jullian.

 

Jullian terkesiap, ucapan itu keluar daru mulut wanita yang di inginkan nya, Sesuatu yang menggelitik namun menciptakan rasa hangat menyelimuti hati nya, ia berbalik meletakan Dilvi ke soffa, “Kau bilang apa?” tatap Jullian manik Dilvina.

 

Dilvi mengulurkan tangan nya, melampirkan senyuman, “Aku ingin di peluk...”rengek Dilvina mengulurkan tangan nya, lagi-lagi membuat Jullian terperanjat.

Sedetik kemudian Jullian mendekap Dilvi membuat Dilvi terlonjak kebelakang, mendapati Jullian yang memeluk nya erat-erat, meresapi dalam-dalam wanita yang di perjuangakan nya wanita yang di inginkan nya, terdengar jelas helaan lega nafas Jullian, mengusap-mengusap haru di rambut Dilvi, wajah nya tidak berhenti menghujami di puncak kepala Dilvina.

 

Kali ini mereka melupakan yang baru terjadi, Jullian melupakan semua nya, yang mereka rasakan adalah ingin melepas rindu sebuah kerinduan dari sebuah perasaan yang entah sejak kapan di mulai dan tiba-tiba saja ada.

 

 

To be continue

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!