Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Mulai Bangkrut
"Ingat Meiren, meski kamu nanti sudah kembali kediaman jenderal. Pokoknya jangan pernah mau mengeluarkan uang sepeser pun. Kamu menikah ke keluarga jenderal bukan untuk ikut menanggung masalah disana. Kamu menikah dengan jenderal itu supaya hidupmu senang, bahagia, sejahtera!" ujar perdana menteri Shen.
Sebenarnya, kalau dari sudut pandang pria tua itu sendiri. Memang tidak ada yang salah dengan ucapannya. Siapa yang tidak ingin anaknya hidup tenang dan senang. Dia juga ingin seperti itu. Makanya dia sampai membiarkan anaknya mendekati jenderal.
Dia banyak mendengar kalau Lu Yansheng adalah jenderal yang punya prestasi gemilang. Itu sebuah kebanggaan tersendiri kan? makanya dia mau merawat Lu Yansheng di poskonya ketika Lu Yansheng terluka. Bahkan menyediakan apapun yang Lu Yansheng butuhkan saat itu.
Dia juga mendengar kalau semua bahan makanan dan pasokan perang itu asalnya dari kediaman Jinxi. Dia tentu saja sudah bisa membayangkan, betapa kayanya kediaman Jinxi itu. Dan sebagai kepala keluarga, Lu Yansheng pasti yang memiliki semua itu kan?
Sayangnya penyelidikannya sebatas itu. Hanya sebatas kalau Lu Yansheng punya istri seorang putri daerah, yang juga adik angkat kaisar. Naluri arogannya juga muncul saat itu. Seandainya, putrinya menikah dengan jenderal itu dan menjadi istri setara. Bukankah sama saja artinya putrinya juga punya status sama atau setara dengan adik angkat kaisar Jinhuan.
Mimpinya sungguh terlalu tinggi, tapi dia juga sudah berusaha keras mewujudkan mimpinya.
Shen Meiren mengangguk patuh pada ayahnya.
"Iya ayah, aku tidak akan biarkan nenek tua itu memaksaku mengeluarkan uangku. Seperti yang dilakukan oleh Mei Huarin yang bodohh itu!"
Perdana menteri Shen mengangguk puas.
"Ayah, lalu apa ayah punya rencana. Aku tidak senang tinggal di kediaman jenderal. Itu terlalu kecil, tujuan kita kan memang tadinya mau menguasai kediaman Jinxi!"
"Tentu saja ayah sudah memikirkan itu putriku. Keponakanmu Shen Xuelang yang akan melakukannya. Kita akan menculik Lu Yanzhi itu, lalu meninggalkannya satu malam bersama dengan Shen Xuelang. Kehormatan gadis itu akan tercemar, dan dia tidak akan punya pilihan lain. Selain harus menikah dengan Shen Xuelang!"
Shen Meiren menganggukkan kepalanya.
"Ayah, tapi dia punya pengawal bayangan. Tadinya aku berpikir mau mengirim orang menghabisinya, tapi pengawal bayangannya banyak sekali..."
"Memangnya kenapa kalau punya pengawal bayangan, mereka hanya akan muncul kalau gadis itu memanggilnya kan? kalau sebelum memanggil pengawal bayangannya dia pingsan. Mana dia bisa pengawal bayangan itu di panggil!"
Shen Meiren tersenyum senang. Ayahnya memang sangat pintar.
"Ayah benar, ayah memang hebat! tapi kenapa Su Menlong dan Wei Hua sampai bertarung dan mengacak-acak penginapan?"
"Kenapa lagi? supaya keberadaan kita ini diketahui oleh kaisar. Enak saja, bagaimana pun juga ayahmu ini perdana menteri kerajaan Yuzhuan. Aku datang, tapi suamimu yang tidak berguna itu tidak memberitahu kaisar. Dia itu meskipun pangkatnya jenderal tingkat dua, tapi dia juga tetap jendral. Orang yang tidak punya ambisi seperti itu, mana mungkin akan mendapatkan kesuksesan besar!"
"Aku tidak paham, ayah" sahut Shen Meiren singkat.
"Kita harus masuk istana Meiren. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan gelar. Kita harus merencanakan sesuatu, selamatkan seorang putri, atau bantu seseorang di istana. Kamu akan mendapatkan kebaikan kaisar. Bukankah dulu Mei Huarin mendapatkan kebaikan kaisar dengan cara seperti itu?" tanya perdana menteri.
Shen Meiren mengangguk paham. Mereka benar-benar orang-orang yang terlalu melihat segala sesuatu dari hasil dan keberhasilan orang saja. Mereka tidak mencoba mencari tahu, usaha dan kerja keras apa yang dilakukan orang itu sebelum dia berhasil.
Dan sepertinya, dua orang ayah dan anak itu sangat ambisius.
Sementara itu di kediaman jenderal, nyonya tua Wang semakin sakit kepala. Lagi-lagi dia harus mengeluarkan uang untuk keluarganya Shen Meiren.
"Kalau begini terus, kita benar-benar akan kehabisan uang sebelum kamu mendapatkan gaji!"
"Ibu, ibu jangan khawatir. Aku akan pergi ke restoran, aku akan lihat bagaimana perkembangan disana! biasanya kita bisa mendapatkan 30 tael dari restoran itu setiap bulan!" kata Lu Yansheng.
Dia mungkin lupa, kenapa restoran bisa mendapatkan keuntungan sebesar itu. Tentu saja karena Mei Huarin selalu punya resep baru yang belum pernah ada di jaman ini. Itu membuat semua orang menjadi penasaran tentunya. Tapi setelah dia pergi, apa mungkin restoran masih menghasilkan pendapatan yang sama?
"Pergilah!"
Nyonya tua Wang menghela nafas lega. Untung saja mereka masih punya satu restoran. Ya, meski awalnya Nyonya tua Wang sempat menentang, pendirian restoran itu. Dia berpikir kalau membeli rumah dan tanah lebih membuat mereka terlihat kaya dan banyak harta.
Tapi, kala itu Mei Huarin menyarankan untuk membangun sebuah usaha yang bisa di gunakan sebagai penghasilan tambahan.
Jenderal Lu Yansheng tiba di restoran itu setelah setengah jam. Letaknya memang ada di pusat ibukota. Tapi, begitu dia sampai di depan restoran. Restoran itu terlihat sepi. Tidak ada satu pun pelanggan.
"Pei He!" panggil Lu Yansheng pada pengurus restoran.
Seorang pria yang tadinya tertidur di meja kasir segera bangun dan gelagapan setelah mendengar suara Lu Yansheng.
Dia tidak sempat mencuci muka. Hanya bisa mengusap wajahnya saja dengan tangan.
"Je... jenderal!"
Wajah Lu Yansheng terlihat sangat suram.
"Ada apa ini? kenapa restoran sepi sekali?"
"Jenderal, mau bagaimana lagi. Gosip tentang anda sudah menyebar sampai di sini. Tidak ada yang mau bekerja lagi, koki kita mengundurkan diri. Para pelayan yang mayoritas wanita yang pernah di tolong oleh nyonya jenderal juga mengundurkan diri. Tanpa koki dan pelayan, bagaimana restoran akan berjalan tuan Jenderal. Para pelanggan kan biasanya juga para pedagang yang dibawa nyonya jenderal. Sekarang mereka sangat enggan masuk ke restoran ini, karena namanya restoran keluarga Lu!"
Tangan Lu Yansheng terkepal kuat.
"Sudah seperti ini, kenapa tidak memberitahuku!" pekik Lu Yansheng marah.
"Jenderal, aku sudah datang ke kediaman jenderal. Tapi seorang pelayan bernama Chuying mengusirku. Aku bilang mau mengatakan masalah yang terjadi di restoran. Tapi dia bilang jenderal sedang sibuk merawat majikannya!" Pei He bicara dengan nada yang semakin lama semakin merendah.
Dari tatapan matanya, jelas dia juga sudah kehilangan respek pada jenderal.
"Nah, mumpung Jendral datang. Hari ini aku juga mau mengundurkan diri. Tidak masalah gaji bulan ini tidak di bayar. Jenderal urus saja restoran ini sendiri!"
Pei He bahkan langsung meletakkan kunci restoran di atas meja. Dan meninggalkan restoran dengan langkah cepat. Rasanya seperti menghilangkan beban tidak enak di bahunya.
Setelah Pei He pergi. Mendadak Lu Yansheng merasa restoran itu sangat sepi. Memang sepi sebenarnya, tapi sekarang menjadi sangat sepi.
Matanya menatap kunci restoran. Lalu ke arah meja-meja kosong di sekitarnya. Dulu, semasa Mei Huarin yang mengurusnya. Restoran ini sangat ramai, menghasilkan banyak keuntungan untuk kediaman jenderal. Kini...
***
Bersambung...
Lalat² seperti Perdana Menteri Xie emang harus di bersihkan dari istana..
Dan Lu Yansheng.. Jadi mantan perwira, itulah yg pantas untuk mu.. 😏
ttp semangat kak,,,💪
aku kira cerita ibu nya yanzi... tapi gak PP bagus ko ini.. asalkan tegas aja si lu yanzi nya kak😍😍😍😍