Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Video call
Evan menatap Raisa beberapa detik sebelum akhirnya terkekeh pelan.
"Padahal tadi katanya udah minum pil KB."
Raisa langsung cemberut malu.
"Iya… tapi tetep aja takut."
Evan mengangguk kecil pura-pura paham.
"Oh jadi mas ini dianggap ancaman besar?"
"Mas sendiri yang bilang kalau KB bisa kebobolan."
Evan malah tersenyum makin jahil.
"Berarti kamu sadar mas subur."
"Mas!" Raisa langsung menutup wajahnya malu.
Evan tertawa puas melihat reaksinya.
Raisa menurunkan tangannya pelan lalu berkata lirih,
"Aku serius… aku nggak mau nanti orang kampung ngomongin aku macam-macam."
Senyum Evan perlahan memudar.
Ia menatap Raisa lebih lembut.
"Mas ngerti."
Raisa terdiam sambil memainkan ujung bajunya.
"Aku udah jadi bahan omongan karena cepat dekat sama kamu… kalau sampai hamil sebelum nikah pasti lebih parah."
Evan menghela napas pelan lalu menggenggam tangan Raisa.
"Denger ya, Sa."
Raisa menoleh pelan.
"Mas memang banyak salah sama kamu."
Tatapannya terlihat serius sekarang.
"Tapi mas nggak akan bikin kamu jalanin semuanya sendirian."
Hati Raisa terasa hangat mendengar nada bicara Evan yang berbeda dari biasanya.
"Aku takut nanti orang tua aku kecewa…"
Evan mengusap punggung tangannya pelan.
"Makanya mas mau datang baik-baik."
Raisa menatap wajah Evan beberapa detik.
"Kalau mereka nolak?"
Evan tersenyum tipis.
"Berarti mas harus usaha lebih keras sampai diterima."
Raisa tanpa sadar ikut tersenyum kecil.
Namun beberapa detik kemudian Evan kembali menggoda pelan,
"Tapi kalau mas nginep malam ini… mas janji tidur baik-baik."
Raisa langsung menyipitkan mata curiga.
"Bener?"
Evan mengangguk cepat.
"Bener."
Raisa masih menatap curiga.
"Soalnya tadi di mobil kamu bilang bisa sampai pagi."
Evan langsung tertawa keras.
"Itu refleks."
"Mesum."
"Iya, tapi mesumnya sama calon istri sendiri."
Pipi Raisa kembali merah.
Ia akhirnya membuka pintu mobil sambil menggeleng kecil.
"Udah ah… aku masuk dulu sebelum kamu ngomong makin aneh."
Evan tersenyum sambil memperhatikan Raisa turun dari mobil.
Tatapannya lembut jauh berbeda dibanding saat bersama orang lain.
Evan menurunkan kaca jendela mobil sambil menatap Raisa yang sudah berdiri di depan pagar.
"Mas pulang dulu."
Raisa mengangguk kecil.
"Iya."
Namun sebelum menyalakan mobil, Evan masih sempat tersenyum jahil.
"Nanti malam kita VCS ya."
Raisa langsung melotot malu.
"Udah sana pergi!"
Evan malah tertawa kecil puas melihat wajah merahnya.
"Oke, calon istri."
Raisa buru-buru menutup pagar sambil menggeleng malu.
"Dasar mesum…"
Mobil Evan akhirnya pergi meninggalkan rumah itu.
Raisa masuk ke dalam rumah yang terasa sepi. Baru saja ia meletakkan tas dan paper bag belanjaannya di sofa—
ponselnya tiba-tiba berdering.
Raisa melirik layar ponselnya.
"Ibu…"
Ia langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo, Bu."
Suara ibunya terdengar serius dari seberang sana.
"Halo, Raisa."
Raisa langsung duduk pelan di sofa.
"Iya, Bu… ada apa?"
Ibunya terdengar ragu beberapa detik sebelum akhirnya bertanya pelan,
"Nak… apa benar yang dibilang mertua kamu?"
Jantung Raisa langsung berdebar.
"Maksud Ibu…?"
Suara wanita itu terdengar semakin hati-hati.
"Katanya… kamu hamil."
Raisa langsung menelan ludah.Tangannya mulai dingin.Ibunya kembali bertanya dengan nada bingung,
"Itu anaknya Aditya, kan?"
Raisa terdiam.Belum sempat menjawab ibunya kembali bicara,
"Tapi tadi mertua kamu bilang… sekarang kamu dekat sama Evan. Katanya kalian pacaran sampai kamu hamil."
Raisa langsung memejamkan mata pelan.
Dadanya terasa sesak mendengar semuanya ternyata sudah sampai ke telinga orang tuanya.
"Bu… aku bisa jelasin."
Namun suara ibunya terdengar lebih dulu, campur bingung dan kecewa."Raisa… sebenarnya apa yang terjadi?"
ulat bulu mulai berdatangan...
Raisa kamu harus kuat menghadapi para uget uget yang mengincar Evan...
semangat naik ranjang
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣