ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan kinan
Kinan memasuki ruang kerjanya dengan nafas yang memburu dan vicky yang sedang bermain ipad di sofa menatap sang mommy penuh tanda tanya.
“Mom, are you okay?” Tanya sang putra sambil menatap kinan intens.
Kinan tidak menjawab pertanyaan sang putra, dia berjalan ke arah meja kerjanya dan langsung menyambar tasnya.
“Honey, kita pulang sekarang" ucap kinan lalu menggandeng tangan sang putra keluar ruangannya, sedangkan sang putra hanya mengikuti sang mommy menuju parkiran.
"Loh sayang, kok tumben sudah pulang?” Tanya luhan saat melihat atensi putri bungsunya dan cucunya memasuki mansion.
Kinan tanpa banyak bicara langsung menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam sedangkan luhan yang melihat tingkah kinan menoleh ke arah vicky yang sedang duduk di sofa
“Kenapa dengan mommymu sayang?" Tanya luhan sambil duduk di sebelah vicky.
Sang cucu mengedikkan bahunya sebagai jawaban jika dirinya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan sang mommy.
Sementara itu di dalam kamar kinan meringkuk dengan air mata yang mengalir tanpa henti, memori kesakitan itu muncul lagi.
Pria yang dirinya benci sekaligus dirinya cintai tiba-tiba muncul lagi di hadapannya dan yang membuat kinan ketakutan adalah sepertinya suaminya itu menyadari kemiripannya dengan sang putra.
Kinan sangat takut jika suatu saat mereka berdua tahu jika mereka ayah dan anak, kinan takut jika victor merebut vicky darinya.
Waktu makan malam tiba dan semua sudah berkumpul kecuali kinan yang sejak pulang dari perusahaan tetap di dalam kamar.
"Dimana kinan?” Tanya sehun saat tidak melihat putri bungsunya di meja makan.
"Sebentar grandpa, vicky panggilkan mommy dulu” pamit sang cucu lalu berlari menuju kamar sang mommy.
Setelah kepergian vicky.
"Pah, klien hari ini papa tahu siapa?” Tanya mingyu sambil menatap sehun.
"Siapa?” Tanya sehun.
"Kim victor, suami kinan” ucap mingyu yang membuat semuanya menatap tidak percaya.
"Tunggu, maksudmu perusahaan kim yang bekerja sama dengan kinan itu milik suaminya?” Tanya woonie dan diangguki oleh mingyu.
“Papa tidak tahu masalah ini?" Tanya woonie sambil menatap sehun.
“Papa hanya tahu jika yang akan melakukan kerja sama adalah perusahaan kim, tapi papa tidak tahu jika pemiliknya kim victor” jelas sehun.
Tak beberapa lama vicky turun tanpa kinan
"Sayang, dimana mommymu?” Tanya luhan.
“Mommy tidak membuka pintu kamarnya grandma" ucap vicky lalu kembali duduk di tempatnya.
Setelah selesai makan malam luhan bergegas menuju kamar kinan sambil membawa nampan makan malam untuk putrinya.
"Sayang, buka pintunya ini mama” panggil luhan sambil mengetuk pintu kamar kinan tapi setelah diketuk beberapa saat tak ada respon dari dalam.
"Bagaimana?” Tanya sehun yang tiba-tiba muncul di belakang istrinya.
"Tidak ada jawaban pah” ucap luhan khawatir.
"Sebentar papa ambilkan kunci cadangan dulu” ucap sehun lalu beranjak dari sana.
Tak beberapa lama sehun datang sambil membawa kunci cadangan, setelah beberapa saat pintu kamar kinan terbuka dan suasana kamarnya tampak gelap pertanda putrinya sama sekali belum menyalakan lampunya.
Sehun bergegas menyalakan lampu dan tampaklah sang putri yang bergelung di bawah selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh mungilnya.
“Sayang" panggil luhan sambil mengelus surai kinan setelah sebelumnya meletakkan nampan berisi makanan di atas nakas.
Kinan perlahan membuka matanya dan mendapati sang mama yang duduk di samping ranjangnya.
"Mah, kenapa disini?” Tanya kinan bingung.
"Kamu sejak tadi pulang terus di kamar bahkan melewatkan makan malam, kamu ada masalahkah sayang?” Tanya luhan lembut berusaha memancing putrinya untuk jujur.
Kinan menggeleng pelan.
"Kinan hanya sedikit pusing” ucap kinan lirih.
"Papa panggilkan dokter ya” ucap sehun yang ternyata masih di berada di kamar kinan, kinan menggeleng pelan pertanda dirinya menolak saran sang papa.
“Kalau begitu kamu harus makan malam, kami tidak ingin kamu jatuh sakit sayang" bujuk luhan dan kinan pun mengangguk patuh.
Sementara itu di kamar mingyu dan woonie terlihat vicky yang tengah berbicara serius dengan mereka berdua.
"Jadi kamu sudah tahu jika kim victor daddymu?” Tanya mingyu memastikan dan vicky pun mengangguk pasti.
"Sejak kapan sayang?”, tanya woonie.
"Sudah hampir 1 tahun ini dan itu tidak sengaja, mama woonie tahu setiap malam mommy selalu menangis memanggil nama daddy” jelas vicky.
"Benarkah sayang?” Tanya woonie tidak percaya.
"Lalu apakah kamu juga membenci daddymu sayang?” Tanya woonie lagi.
"Entahlah mama woonie, tapi bukankah akan terlihat jahat jika kita langsung membenci orang yang bahkan kita sama sekali belum pernah bertemu" jelas vicky.
“Kamu benar sayang, kita memang tidak bisa langsung membencinya bukan" ucal mingyu sambil mengelus rambut putranya.
“Lalu apa rencanamu sayang?" Tanya woonie.
“Vicky belum mempunyai rencana apapun mama woonie, tapi vicky punya keinginan jika mommy bisa bersama lagi dengan daddy. Vicky ingin suatu saat jika vicky tidak ada masih ada daddy yang menjaga mommy” jelas vicky pelan.
Woonie menarik putra adiknya itu ke dalam pelukannya.
“Jika kamu ingin seperti itu maka kami akan mendukungmu, tapi itu akan sangat sulit karena mommymu sangat membenci daddymu bukan" kata woonie.
“Bukankah benci dan cinta beda tipis" ucap vicky sambil tersenyum.
Keesokan harinya saat kinan sampai di ruangannya terlihat victor yang sudah duduk di salah satu sofa.
“Selamat pagi sayang", sapa victor dengan senyum andalannya.
"Mau apa anda pagi-pagi sudah datang?” Tanya kinan sambil berjalan ke kursi kebesarannya.
"Menemui istriku tentu saja” ucap victor sambil berjalan ke arah pintu dan menguncinya dari dalam, setelahnya victor berjalan mendekat ke arah kinan dan menarik tangan wanita itu ke arahnya dan menahan pinggang kinan dengan tangannya.
"Maaf, maaf sudah menyakitimu” ucap victor tiba-tiba sambil menatap lekat manik onyx di depannya saat ini, sedangkan kinan masih bungkam menunggu apa yang dikatakan pria didepannya saat ini.
“Aku tahu kesalahanku tidak akan bisa kamu maafkan karena telah membohongimu tapi percayalah soal aku mencintaimu itu nyata" ucap victor.
“Le-lepas" ucap kinan lirih berusaha melepaskan rengkuhan tangan victor di pinggangnya.
“Tidak, sebelum kamu mendengarkanku" ucap victor tegas yang seketika membuat kinan berhenti memberontak.
“Aku hampir gila karena kepergianmu dulu, hidupku hancur saat kamu membawa pergi separuh jiwaku. Aku sangat merindukanmu sejak hari dimana dirimu menghilang dan aku merasa hancur di hari kamu mengatakan jika kamu membenciku" ucap victor lirih.
“Aku teramat sangat merindukanmu" ucap victor sambil mengangkat dagu kinan dan pelan tapi pasti menarik tengkuk wanita itu supaya lebih dekat. Kinan hanya bisa diam seolah terhipnotis.
"Aku mencintaimu sayang” ucap victor pelan lalu setelahnya melabuhkan satu ciuman di bibir ranum wanita yang masih sah menjadi istrinya tersebut. Kinan yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya diam tanpa membalas tapi tidak munafik saat ini dadanya berdetak sangat cepat.
Tanpa diduga victor menggigit pelan bibir bawah istrinya yang membuat kinan sedikit memekik dan dengan cepat victor melesakkan lidahnya ke dalam rongga mulut kinan dan mulai mengabsen deretan gigi di dalam bibir istrinya.
Dan entah sejak kapan tangan kinan mengalun di leher victor sedangkan victor hanya tersenyum tipis di sela ciuman mereka saat menyadari sang istri membalas ciumannya.
Tak beberapa terdengar suara pintu yang diketuk dari luar, kinan yang menyadari apa yang terjadi berusaha melepaskan ciuman mereka tapi victor justru menahan tengkuk istrinya dan karena kesal dan merasa kehabisan nafas kinan menggigit bibir victor yang membuat pria itu dengan tidak rela melepaskan ciuman mereka.
Setelah kinan merapikan penampilannya kinan pun langsung membuka pintu dan tampaklah hoseok yang berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
“Selamat pagi nona kinan, setengah jam lagi meeting kita akan dimulai” ucap hoseok sopan dan kinan pun mengangguk canggung lalu setelahnya kembali ke dalam ruangannya mengambil beberapa berkas lalu berjalan melewati hoseok.
“Saya akan membahasnya dulu dengan asisten saya" ucap kinan gugup lalu setelahnya meninggalkan ruangannya dengan langkah cepat. Setelah kepergian kinan terlihat victor yang juga keluar dari ruangan kinan dengan muka masamnya.
"Lho vi, kamu di dalam ya tadi” ucap hoseok terkejut sedangkan victor hanya menatap jengah asistennya tersebut.
"Ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan di dalam tadi?” Tanya hoseok penasaran.
"Menjinakkan indukan kelinci yang sedang marah” jawab victor santai lalu berjalan meninggalkan hoseok yang terbengong dengan jawaban victor.