NovelToon NovelToon
Mr. Cold & My Sunny Wife

Mr. Cold & My Sunny Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

Gisel (23 tahun) adalah definisi "matahari" berjalan: ceria, blak-blakan, dan punya selera humor yang terkadang sedikit ‘nakal’. Hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa menikah dengan Dewa, CEO dingin yang aura intimidasi-nya bisa membekukan ruangan. Dewa bukan cuma sekadar duda kaya, ia adalah pria yang menutup rapat hatinya demi mendiang istrinya dan ketiga anaknya yang super nakal.


Mampukah ocehan ceplas-ceplos Gisel mencairkan gunung es di hati Dewa? Dan bagaimana jadinya jika si gisel positive vibes ini harus menghadapi tiga anak tiri yang siap mengujinya, sementara sang suami masih bayang-bayang masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Rahasia di Balik Pintu Kamar

Sebelum meninggalkan rumah Hana, Gisel memegang kedua tangan gadis itu dengan erat. Tatapannya serius, jauh dari kesan main-main. "Hana, rahasiakan pertemuan kita hari ini. Jangan bilang siapa pun, termasuk Raka. Tante butuh waktu untuk memikirkan cara terbaik membantu kamu," bisik Gisel.

Gisel menyelipkan amplop berisi sedikit uang ke tangan Hana sebagai bantuan darurat, lalu ia bergegas pergi. Di sepanjang jalan pulang, Gisel hanya bisa melamun. Pikirannya kacau balau. Ia merasa penderitaannya dulu tidak ada apa-apanya dibanding neraka yang harus dilalui Hana selama bertahun-tahun.

"Gila... Hana hebat banget bisa bertahan sejauh ini," gumam Gisel sambil menyeka sudut matanya yang basah.

Sesampainya di rumah, hari sudah gelap. Gisel melangkah masuk ke kamar dengan hati-hati. "Duh... kok merinding sih?" ucap Gisel pelan sambil mengusap lengannya.

"Malam-malam begini... dari mana saja kamu?"

"Waaaa!" Gisel berteriak kaget dan hampir melompat. Ia membalikkan badan dan melihat sosok Dewa duduk diam di sofa kamar yang gelap gulita.

"Mas! Ngapain sih duduk gelap-gelapan begini? Kayak jelangkung tahu nggak!" omel Gisel sambil buru-buru menyalakan lampu kamar.

Cahaya lampu kini menerangi wajah Dewa yang tampak kaku dan dingin. "Kata Bibir, kamu sudah pergi sejak aku berangkat kerja tadi pagi. Kamu ke mana seharian ini, Gisel?"

Gisel menelan ludah, otaknya berputar cepat mencari alasan. "Em... itu... ada sedikit urusan, Mas."

"Urusan? Urusan apa sampai malam begini?" kejar Dewa, matanya menyipit penuh selidik.

"Iya, urusan penting pokoknya! Udah ah, aku mau mandi, gerah banget!" Gisel mencoba kabur menuju kamar mandi untuk menghindari interogasi lebih lanjut.

"Gisel! Aku belum selesai bicara!" tegas Dewa sambil berdiri.

Gisel berhenti di depan pintu kamar mandi, lalu menoleh dengan senyum nakalnya yang muncul kembali. "Ya sudah, kalau Mas masih mau lanjut ngobrol, mending kita lanjut di dalam kamar mandi aja gimana? Mau sekalian mandiin aku nggak?" goda Gisel sambil mengedipkan mata.

Dewa langsung terdiam. Ia membuang muka dan kembali duduk di sofa dengan wajah kaku, tak sanggup meladeni godaan ceplas-ceplos istrinya.

Gisel tertawa renyah sambil menutup pintu kamar mandi. "Selamet... selamet... Untung dia gampang banget kena skakmat," bisik Gisel lega. Ia mencoba menenangkan detak jantungnya sambil bergumam sendiri.

Berikut adalah narasi lanjutan untuk Bab 33 yang menutup malam itu dengan kesalahpahaman kocak khas Gisel yang smart tapi polos.

Dua bulan berlalu, dan rahasia tentang Hana mulai terasa seperti bisul yang siap meledak di kepala Gisel. Ia sudah tidak tahan menyimpannya sendiri. Malam itu, dengan jantung berdebar, Gisel memberanikan diri mendekati Dewa yang masih berkutat dengan pekerjaannya di ranjang.

"Mas... sibuk gak?" tanya Gisel sambil duduk di tepi tempat tidur, memainkan ujung sprei.

Dewa menoleh sekilas. "Kenapa?"

"Boleh aku ngobrol sedikit?"

Melihat raut wajah Gisel yang tidak biasa, Dewa langsung menutup laptopnya. Ia melepas kacamata bacanya dan menaruhnya di nakas. "Bicaralah," ucap Dewa singkat, memberikan perhatian penuh.

Gisel pun menarik napas panjang. Ia menumpahkan semuanya—dari A sampai Z. Ia menceritakan tentang Hana yang diperkosa kakak tirinya, tentang Baim anak kecil yang lucu itu, hingga tentang ibu tiri yang kejam. Gisel bicara berapi-api, berharap suaminya yang hebat ini akan langsung mengerahkan pengacara atau polisi.

Namun, setelah semua cerita dramatis itu selesai, Dewa hanya bereaksi datar. "Hem..."

Gisel melotot. "Kok 'hem' doang sih, Mas?!"

"Lalu?" tanya Dewa santai, seolah baru saja mendengar laporan cuaca.

"Ih, nyebelin banget sih!

Tapi dengan cepat, Dewa menarik tangan Gisel hingga gadis itu terduduk kembali di dekatnya. Dewa mendekatkan wajahnya, membisikkan sesuatu tepat di telinga Gisel. Hembusan napas hangatnya menyebar dari leher hingga telinga, membuat bulu kuduk Gisel meremang seketika.

"Semua itu... tergantung usaha kamu," bisik Dewa dengan suara berat yang menggoda.

Gisel mematung. Otaknya yang smart mendadak macet total. Ia berbalik menatap Dewa dengan tatapan bingung yang sangat polos. "Usaha? Maksudnya aku harus kerja di mana lagi, Mas? Apa aku harus cari loker di perusahaan Mas buat bayar pengacara Hana?"

Dewa terdiam. Ia menatap Gisel dengan tatapan tak percaya. Niat hati ingin meminta "jatah" atau servis lebih sebagai imbalan bantuan, eh istrinya malah mengira dia disuruh cari kerja sampingan.

Dewa bingung, Gisel makin bingung, bahkan penulisnya pun ikut bingung dengan jalur pikiran Gisel yang melenceng jauh dari kode-kode romantis.

"Gisel... bukan kerja di kantor," desis Dewa sambil memijat pangkal hidungnya, merasa gagal total menjadi pria penggoda malam itu.

Gisel malah makin semangat. "Terus apa? Jualan pulsa? Atau bantu cuci mobil Mas setiap pagi? Oke deh, asal Mas bantu Hana!"

Dewa hanya bisa menghela napas panjang dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya. "Tidur, Gisel. Tidur. Besok aku bantu urus semuanya sebelum kamu benar-benar daftar jadi cleaning service di kantorku."

1
merry
pergi menjauh lh sel tgu ank mu lhr dluu,, raka dikit dikit marahh
aku
berharap gisel sm adit, bahagya lah mereka 😭
merry
wa Dr pd kmu sibuk curiga,, emosiin gaje cemburu buta gt,, bgss carii tau tuu pergrtaknn silumann ularr sm nenek sihirr mrkk lg ngrimm org buat celakaiin calon ank mu,,
merry
kyk bpkmu sifatt mu raka pentinginn emosii tnp cri kbnrann yaa
aku
mudahan adit diatas nya dewa. dr cinta smpe ekonomi. biar nyahok!!
Gaishan Ahzar
terlalu sakit jdi Gisel...mending nyari kebahagian lain jgn balik ma Dewa,
merry
gk tegas bgtt,, gmpng bgt tuduh org pdhl dewa tau gisel orgy kyk gmnn,, lgian ngpn cb kesini sm Bianca,, moga 3 ank y hncur krn ulh nenek y hncur bukn dlm hal yg ngk baik ya,, mksdy jdi dingin Pemberontak biar mm y dewa wlpun Bianca jdi ibu mrk tdk ank bisa tahlukin anky dewa
merry
pergi ajj sel biar 3 cucu y jdi pembangkang ank y dewa tmbh dingin dan juga kejam
merry
secara logika y si org tu mn mau pyn mantu kyk hana dan cucu tri Dr ank y ha a dan kakak tiri ya itu resikko berat bisa jdi bhn gossip org org mngkin bisa buat perusahan dewa hilng kepercyaa Dr klien y,, tp krn in menyankut Cinta mau gk mau dewa ngalahh biar raka gk di hasut Bianca
Gaishan Ahzar
kecewa berat ma Dewa ga pernah benar2 perjuangin Gisel,katanya CEO tapi kok bodoh...dah lah Gisel move on aja,lelah berjuang dan mencintai sendirian....
Gaishan Ahzar
udah ckup Gisel nangisin Dewa...
merry
biar kn hana menata hdp y dulu hilngin truma y dulu sukses dulu br dech mkrinn nikh🙏🙏🙏biar kn raka tau sel biar JDI Keputusann raka klo gk diksh tau tar raka mengira xlian dh bhongin dia lohh
merry
hrs y ka kak tri y Dilaporinn dgn kasus Pemerkosaa enk bgtt ud hncurin hana trs nikh sm cwe lainn,, Dan laporinn jugaa mm tri y yg jhtt bgtuu juga bpk yg gk bisa ksh keadlinn buat ank kndung y sndrii,, bantuuin sel hana ya kirim dia ke luar ngrii gt,,,
Lilik Lailiyah
😄😄😄
merry
Ayo raka ajkk mmu yg bar bar itu cari tau knp Hana di perlakuknn seperti itu,, psti mm tri y klo ngk Bibi y Hana tuu
merry
raka juara 3 kt y encer knp cm juara tiga,, itu gisel heboh bgtt ud kyk juara 1sjjjj🤣🤣🤣🤣🤣
Mudahlia Fitha
bner" udah kyak rombongan telur ceplok 😂😂😂😅
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ada aja buat jawab
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/semprul udah kyak sepeda yg remnya blong
merry
ternyta Ada batu sandungann jugaa perjlnn gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!