NovelToon NovelToon
SILENT RESIDUE

SILENT RESIDUE

Status: tamat
Genre:Action / CEO / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

lent Residue mengisahkan pernikahan tanpa cinta antara Nathan Ryu, seorang putra mahkota Ryu Corp yang memilih mengabdi sebagai Kapten Pasukan Khusus, dan Alveera Mayra, dokter magang idealis yang terpaksa setuju menikah demi menyelamatkan posisi keluarganya di dunia medis. Hubungan dingin mereka yang penuh jarak diuji ketika mereka bertemu di zona konflik Distrik Marvella, di mana Alveera baru menyadari bahwa suaminya yang kaku adalah "malaikat maut" yang paling ditakuti di medan perang. Namun, bara konflik yang sesungguhnya baru dimulai saat mereka kembali ke pusat kota; Nathan harus menjabat sebagai CEO untuk melindungi Alveera dari sabotase bisnis, tepat saat mantan kekasih Nathan muncul kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALJU BERDARAH DI CANARY WHARF

Udara di dalam laboratorium bawah tanah itu mendadak menjadi racun. Asap biru dari tangki kimia yang pecah mulai memenuhi ruangan, menciptakan residu yang menyesakkan paru-paru. Alarm darurat melengking membelah kesunyian malam London, bersahut-sahutan dengan suara ledakan kecil dari panel listrik yang korsleting.

"Alveera, pakai ini!" Nathan Ryu menarik masker gas dari sabuk taktisnya dan memasangkannya ke wajah istrinya dengan gerakan kilat. Ia tidak peduli pada dirinya sendiri yang mulai terbatuk karena gas saraf yang mulai menyebar.

"Nathan, kau juga harus pakai!" teriak Alveera Mayra di balik masker, suaranya teredam namun penuh kekhawatiran.

"Aku sudah terbiasa dengan racun mereka, Alveera. Fokus pada napasmu dan bayi kita," Nathan mencengkeram pistolnya, matanya tajam menatap ke arah Jenderal Sterling yang sedang diseret paksa oleh pengawalnya menuju lift evakuasi pribadi.

Sterling memegang sebuah koper hitam metalik berisi file induk yang menyimpan seluruh data biometrik dan kontrak ilegal Mawar Perak. "Habisi mereka! Jangan biarkan residu itu keluar dari gedung ini hidup-hidup!" teriak Sterling sebelum pintu lift tertutup.

---

Baku tembak pecah di antara lorong-lorong laboratorium yang sempit. Nathan bergerak seperti badai, melepaskan tembakan presisi yang melumpuhkan musuh satu per satu sambil terus memosisikan tubuhnya sebagai tameng bagi Alveera.

"Elena! Blokir akses helipad! Jangan biarkan Sterling lepas!" perintah Nathan melalui radio.

"Sedang kucoba, Kapten! Tapi sistem pertahanan udara mereka terlalu kuat. Kau harus naik ke atap sekarang!" suara Elena terdengar di tengah deru ketikan komputer yang cepat.

Nathan menarik tangan Alveera, berlari menaiki tangga darurat karena lift sudah disabotase. Setiap anak tangga terasa seperti beban berat bagi Alveera yang mulai kelelahan, namun ia menggigit bibirnya, menolak untuk menyerah.

Begitu mereka mendobrak pintu menuju atap gedung, badai salju London langsung menyambut mereka dengan hantaman angin sedingin es. Salju putih mulai menutupi lantai beton yang gelap. Di ujung atap, sebuah helikopter hitam dengan logo mawar perak sedang memanaskan mesinnya.

"Berhenti di sana, Sterling!" raung Nathan.

Sterling berbalik di ambang pintu helikopter. Angin kencang menerbangkan rambut putihnya. "Kau gigih sekali, Nathan. Tapi kau lupa satu hal... aku adalah arsitek dari semua ini. Aku yang menciptakan 'The Reaper', dan aku juga bisa menghapusnya."

Sterling memberi isyarat pada seorang penembak jitu yang bersembunyi di balik ekor helikopter.

*DOR!*

Peluru itu menyerempet lengan kiri Nathan, membuatnya terhuyung. Alveera menjerit, ia segera merogoh tas medisnya dan melemparkan sebuah botol kimia kecil—cairan disinfektan konsentrasi tinggi—ke arah penembak jitu itu sebagai pengalih perhatian.

"Sekarang, Nathan!" teriak Alveera.

Nathan mengabaikan rasa perih di lengannya. Ia menerjang maju di atas salju yang licin, melakukan tackle keras pada Sterling tepat sebelum pria tua itu masuk ke helikopter. Koper hitam itu terlempar ke tepi gedung, menggantung berbahaya di atas ketinggian ratusan meter.

Mereka bergulat di atas atap yang membeku. Sterling, meski sudah tua, memiliki kekuatan yang tak terduga karena modifikasi biologis yang ia lakukan pada dirinya sendiri. Ia mencengkeram luka bahu Nathan yang belum sembuh, membuat Nathan mengerang kesakitan.

"Kau akan mati di sini, di atas kota yang menghancurkanmu!" desis Sterling.

Alveera melihat koper itu hampir jatuh. Ia tahu data di dalamnya adalah satu-satunya cara untuk membersihkan nama Nathan selamanya. Ia berlari menembus badai salju, mengabaikan peringatan bahaya di kepalanya.

"Alveera, jangan!" teriak Nathan.

Tepat saat Alveera berhasil meraih koper itu, Sterling melepaskan diri dari Nathan dan mengeluarkan pisau lipat, mengarahkannya ke Alveera. Nathan tidak punya waktu untuk berpikir. Ia melompat di depan Alveera, membiarkan pisau itu menusuk sisi perutnya sendiri demi melindungi istrinya.

"NATHAN!" Alveera menangkap tubuh Nathan yang tumbang.

Di saat yang sama, Elena berhasil meretas sistem navigasi helikopter. Mesin helikopter itu tiba-tiba meledak karena overload sistem, menciptakan lidah api yang menyambar Sterling dan melempar pria itu jatuh dari tepi gedung menuju kegelapan London yang dingin.

Hening seketika menyelimuti atap gedung, hanya menyisakan suara angin dan salju yang turun perlahan. Sterling telah tiada, jatuh bersama semua rahasia busuknya.

Nathan terbaring di atas salju yang kini berubah menjadi merah pekat karena darahnya. Alveera segera menekan luka tusukan di perut Nathan dengan kedua tangannya, air matanya jatuh membeku di pipinya yang dingin.

"Tetaplah bersamaku, Nathan... jangan berani-berani kau menutup mata!" isak Alveera, ia mulai melakukan tindakan medis darurat di tengah badai.

Nathan tersenyum tipis, tangannya yang gemetar menyentuh pipi Alveera, lalu turun ke arah perut istrinya. "Kopernya... kita berhasil... Anak kita... akan tumbuh di dunia yang bebas..."

"Kau juga akan tumbuh bersamanya! Aku tidak akan membiarkanmu menjadi residu di sini!" tegas Alveera, matanya berkilat penuh tekad seorang dokter yang tak mau kalah dari maut.

Di kejauhan, sirene polisi dan tim medis mulai terdengar mendekat. Mawar Perak telah hancur di tangan kaptennya sendiri dan dokter yang menjadi jiwanya.

---

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Emi Sudiarni
kren critanya
Nia nurhayati
jangan menyerah dan putus asa alviera ayo semangattt
Nia nurhayati
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!