NovelToon NovelToon
Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Romansa Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:502
Nilai: 5
Nama Author: Nayla Zidan

Dua minggu terjebak sendirian di Mall yang penuh mayat hidup, aku pikir kewarasan adalah satu-satunya senjataku. Sampai akhirnya, sekelompok gadis SMA datang membawa keceriaan yang tidak masuk akal di tengah kiamat. Di antara zombi yang kelaparan dan gadis-gadis yang hidup dalam delusi, apakah aku bisa bertahan sebagai satu-satunya orang yang masih melihat kenyataan? Selamat datang di Klub Kehidupan Sekolah yang sesungguhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla Zidan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33: [Volume 2] — Gelombang Radio dan Teror Sunyi

Lantai sepuluh apartemen tua ini terasa sangat dingin. Aku dan Kurumi duduk di pojok ruangan yang tersembunyi, hanya diterangi cahaya bulan yang masuk lewat jendela pecah. Di depan kami, radio rampasan itu berdesis, mengeluarkan suara statis yang menusuk telinga.

"Bisa nggak, Dan?" Kurumi bertanya sambil memeluk lututnya, menahan gigil.

"Logikanya, frekuensi ini dienkripsi secara sederhana. Hanya butuh waktu," jawabku tenang. Tanganku yang masih memiliki jejak urat hitam memutar knop radio dengan presisi.

Tiba-tiba, suara statis itu berubah menjadi suara manusia yang terdistorsi.

"...sektor 4... evakuasi dibatalkan... Screamer terlihat di sekitar stasiun... Jangan gunakan senjata api... ulangi, jangan gunakan senjata api..."

"Screamer lagi," gumam Kurumi. "Kenapa mereka dilarang pakai senjata?"

"Karena Screamer tidak berburu dengan mata," kataku sambil menatap kegelapan kota di bawah sana. "Logika sistem predator mereka: Ekolokasi. Satu tembakan senjata api sama saja dengan menyalakan lampu suar di tengah kegelapan bagi mereka."

Kurumi menelan ludah. "Jadi tadi... pas kamu lawan penjarah itu..."

"Untungnya aku menghabisi mereka tanpa suara tembakan yang berarti. Tapi para penjarah itu sempat menembak satu kali ke arahku. Itu sudah cukup untuk menarik perhatian mereka ke sini."

Aku menyerahkan radio itu pada Kurumi. "Simpan ini. Kalau ada suara kode 'Omega', beritahu aku."

Aku berdiri dan berjalan menuju jendela. Di kejauhan, aku melihat siluet yang aneh di atas atap gedung seberang. Makhluk itu kurus, memiliki kaki yang sangat panjang, dan lehernya terlihat bengkak—seolah-olah penuh dengan kantung suara.

Itu dia. Screamer.

"Zidan, lihat!" Kurumi menunjuk ke arah jalanan di bawah apartemen kami.

Kelompok penjarah yang tadi kuhajar ternyata masih ada yang selamat, tapi mereka tidak beruntung. Dari kegelapan gang, tiga sosok Screamer melompat dengan kecepatan luar biasa. Tanpa suara, tanpa peringatan. Hanya terdengar suara jeritan singkat yang langsung diputus oleh suara robekan daging.

"Dunia ini sudah bukan milik manusia lagi, Kurumi," kataku tanpa menoleh. "Nirvana hanya puncak gunung es. Daratan utama ini adalah laboratorium raksasa yang sudah gagal total."

"Lalu kita harus ke mana?" suara Kurumi gemetar.

Aku menoleh padanya, menatap matanya dalam-dalam. "Kita cari stasiun radio utama. Jika Nirvana masih punya koneksi di sini, pasti ada pusat kendali di kota ini. Dan di sana, aku akan mencari cara untuk menstabilkan mutasi dalam tubuhku ini... sebelum aku benar-benar berubah menjadi salah satu dari mereka."

Kurumi terdiam, lalu dia mendekat dan memegang ujung jaketku. "Apapun yang terjadi... jangan berubah sendirian ya, robot dingin."

Aku hanya terdiam. Logikaku tidak punya jawaban untuk kalimat itu.

Saran Ilustrasi Chapter 33:

Setting: Ruangan apartemen yang gelap dan berantakan, dengan jendela besar yang pecah memperlihatkan pemandangan kota mati di bawah sinar bulan.

Karakter:

Zidan: Berdiri di dekat jendela, menatap ke luar dengan ekspresi tajam. Siluetnya terlihat gagah namun misterius dengan bekas urat hitam di lehernya.

Kurumi: Duduk di lantai sambil memeluk radio tua yang menyala, menatap punggung Zidan dengan tatapan cemas dan sedih.

Detail: Di luar jendela, di kejauhan, terlihat siluet makhluk Screamer yang sedang bertengger di atas gedung lain (seperti gargoyle).

Vibe: Melancholy, Tense, dan Mysterious.

Catatan Penulis:

Zidan mulai menyadari bahwa musuh di daratan utama jauh lebih berbahaya dan taktis. Pengenalan Screamer menambah elemen horor dalam perjalanan mereka. Hubungan Zidan dan Kurumi perlahan mulai bergeser dari sekadar "rekan survival" menjadi sesuatu yang lebih personal, meski Zidan tetap berusaha menutupinya dengan logika.

1
Nadja 🎀
waah kyk anime saja! kereen!
Zidanmahiru: terimakasih telah mampir
total 1 replies
Garuda Bayang
mayan lah yaaaa kurang pake gambar ajaaa
Zidanmahiru
apanya kak yg dipisah?
Zidanmahiru: judul nya kah?kalau iya ga sengaja ke pisah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!