NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Shen Yu berdiri di tengah ruangan yang sempit itu. Ia menutup matanya lagi, kali ini memvisualisasikan sebuah ranjang lipat yang empuk dan nyaman yang ia lihat di area perabotan tadi. Ia membayangkan benda itu ada di hadapannya, ingin dikeluarkan dari ruang penyimpanan.

"Muncul!"

Wush!

Dengan suara halus, sebuah ranjang lipat berukuran single tiba-tiba muncul entah dari mana dan mendarat dengan lembut di lantai kayu.

"Wah..." Shen Yu langsung memeluk tiang ranjang itu dengan penuh kegembiraan. "Luar biasa! Sangat mudah!"

Dengan antusias, ia mulai mengeluarkan barang-barang lain satu per satu: lemari pakaian kecil, meja belajar, kursi empuk, dan karpet tebal. Ruangan yang tadinya kosong melompong kini perlahan terisi menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Meskipun dari luar rumah ini terlihat sangat tua, berdebu, dan hampir ambruk, di dalam kamar ini sangat bersih. Lantai kayunya halus tanpa setitik debu pun beterbangan; dindingnya kering dan tidak lembap. Sejak awal ia bangun di sini, ia tidak pernah merasa gatal atau terganggu oleh debu.

"Pantas saja Qin Yu bisa bertahan hidup di sini," gumam Shen Yu sambil menyentuh dinding. "...karena anak ini rajin membersihkannya sendiri meski hidup sebatang kara."

Rasa haru kembali menyelinap di hati Shen Yu. Pemilik tubuh ini sungguh anak yang kuat.

"Tenang saja, Tuan Qin Yu," bisiknya pelan. "Aku akan hidup dengan baik!"

Belum sempat ia selesai mengatur perabotan, perutnya berbunyi nyaring.

Guk... guk...

Rasa lapar yang hebat langsung menyerang. Wajar saja—sejak sadar di dunia ini, sepertinya ia belum makan apa-apa. Energi yang terpakai untuk menerima ingatan baru dan bersenang-senang di Ruang Ajaib tadi sangat besar.

"Lapar sekali..." Shen Yu mengusap perutnya sambil tersenyum lebar. "Tapi tenang saja, sekarang aku tidak perlu lagi memakan akar-akaran atau buah liar yang rasanya aneh."

Ia berdiri tegak di tengah ruangan, mengangkat tangannya ke udara. Dalam pikirannya, ia hanya membayangkan sebuah keranjang besar berisi bahan makanan segar.

Wush!

Seketika itu juga, sebuah keranjang anyaman besar muncul perlahan dari udara tipis dan mendarat dengan lembut di lantai.

Shen Yu membukanya dengan antusias. Isinya sangat lengkap! Ada telur ayam segar berwarna cokelat mengkilap, beberapa bungkus mie instan berbagai rasa, sosis kemasan yang masih utuh, serta berbagai camilan manis dan asin.

"Wow," gumamnya penuh kegembiraan.

Tidak hanya itu, ia kembali memejamkan mata dan berkonsentrasi. Kali ini ia memanggil peralatan dapur.

Satu per satu benda muncul begitu saja: sebuah kompor portable gas yang kecil dan praktis, sebuah panci masak anti lengket, sendok sayur, mangkuk keramik, dan yang paling penting—sebuah galon besar berisi air mineral jernih dan bersih.

Shen Yu segera menyusun peralatan itu di sudut ruangan yang agak lapang. Ia memasang kompor, memutar knopnya, dan tsak! api biru menyala bersih. Tidak ada asap yang mengepul seperti saat membakar kayu bakar.

Ia menuangkan air ke dalam panci dan menunggunya mendidih. Suara air yang mulai berdesir dan hangatnya api membuat suasana gubuk reyot itu tiba-tiba terasa sangat hangat dan... seperti rumah yang sebenarnya.

"Hari ini makanannya spesial. Menu favorit: Mie Ramen Spesial!"

Shen Yu bersenandung pelan sambil memecahkan telur ke dalam air yang mulai mendidih, lalu memasukkan mie dan bumbunya. Aroma harum makanan yang gurih segera memenuhi seluruh ruangan, menghalau bau apek kayu yang tadinya tercium samar.

Untuk pertama kalinya sejak ia menjadi Qin Yu, ia bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan yang sesungguhnya.

Hari demi hari berlalu dengan sangat indah bagi Shen Yu.

Setelah memiliki Ruang Ajaib itu, hidupnya berubah drastis. Tidak lagi makan akar-akaran pahit, tidak lagi tidur di alas kasar, dan tidak lagi kedinginan. Gubuk reyot itu kini menjadi tempat tinggal yang nyaman dan hangat baginya.

Setiap pagi ia bangun dengan segar, mandi menggunakan sabun wangi, menyisir rambut panjangnya dengan rapi lalu mengikatnya, dan menikmati makanan lezat yang bisa ia pilih sesuka hati. Siang harinya ia bisa membaca buku-buku yang ia keluarkan dari supermarket, atau sekadar bersantai di kursi empuk sambil menikmati suasana desa yang sunyi.

Shen Yu benar-benar merasa damai dan bahagia. Ia pikir, ia bisa hidup tenang seperti ini selamanya—jauh dari keramaian dan masalah.

Namun, kedamaian itu tidak bertahan selamanya.

Suatu siang, saat Shen Yu sedang duduk santai di beranda rumah menikmati camilan, telinganya menangkap suara yang sangat asing di tempat sunyi ini.

Tok... tok... tok...

Suara derap kaki kuda yang berat, diikuti oleh suara ringkikan hewan yang terdengar jelas.

Shen Yu tersentak, camilan di tangannya hampir jatuh. Ia menegakkan tubuhnya, wajahnya berubah serius.

Itu bukan satu atau dua kuda. Suaranya sangat ramai, berderet panjang—sepertinya ada lebih dari sepuluh ekor, bahkan mungkin dua puluh!

Jantung Shen Yu berdegup kencang seolah mau copot. "Ada orang datang! Banyak sekali!"

Tanpa pikir panjang, ia langsung melompat berdiri dan berlari masuk ke dalam rumah. Ia menutup pintu utama kayu yang reyot itu, lalu segera masuk ke kamar tidurnya dan mengunci pintu kamar dari dalam dengan gembok sederhana yang ia siapkan.

Tapi itu belum cukup!

"Dilarang ada yang ketahuan!" batinnya berteriak panik.

Shen Yu mengibaskan tangannya dengan cepat, berkonsentrasi sekuat tenaga.

"Masuk kembali!"

Satu per satu barang modern itu lenyap begitu saja. Kasur empuk, sofa, meja, kompor masak, sisa makanan, hingga karpet tebal semuanya menghilang kembali ke dalam Ruang Ajaib dalam sekejap mata.

Hanya dalam hitungan detik, kamar itu kembali terlihat kosong, sederhana, dan sesuai dengan penampilan rumah yang terlihat miskin. Shen Yu hanya menyisakan sebuah tikar tipis dan bantal guling biasa agar tidak terlalu mencolok.

Baru saja ia selesai dan duduk bersandar di dinding dengan napas terengah-engah, suara-suara keras dan kasar terdengar menggema di luar rumah.

"Cepat! Pasang tenda-tenda di sini! Kita akan bermalam di tempat ini!"

"Jaga jarak, pastikan area sekitar aman!"

"Kalian berdua, periksa rumah-rumah tua itu, pastikan tidak ada bahaya!"

Suara perintah yang tegas dan galak terdengar di mana-mana. Mereka tidak hanya lewat—mereka benar-benar turun dan mulai mendirikan kemah.

Shen Yu memeluk lututnya, kedua tangannya mencengkeram ujung bajunya dengan sangat kuat hingga buku-bukunya memutih.

"Mereka... mereka akan tinggal di sini?" bisiknya gugup.

Suasana yang tadinya sunyi kini berubah menjadi hiruk-pikuk suara orang bekerja, kuda meringkik, dan bentakan.

Shen Yu menelan ludah dengan susah payah.Perasaannya mengatakan hal ini tidak baik. Kelompok orang asing ini sepertinya tidak berniat pergi sebentar lagi.

Mulai hari ini, ketenangannya telah berakhir.

Suara langkah kaki berat terdengar semakin dekat, beradu dengan lantai kayu yang berdecit. Seseorang sedang memeriksa setiap sudut rumah reyot ini.

Krak!

Pintu depan yang tadinya tertutup rapat didorong paksa dari luar. Getaran itu terasa hingga ke dinding kamar tempat Shen Yu bersembunyi. Jantungnya seakan berhenti berdetak sejenak.

Tanpa ragu sedikit pun, Shen Yu memusatkan pikirannya. Dalam sekejap mata, tubuhnya lenyap dari kamar itu dan berpindah masuk ke dalam Ruang Ajaib.

Ia berdiri di depan pintu kaca supermarket besar itu, napasnya terengah-engah, telinganya masih menangkap samar suara dari dunia luar. Ia harus tetap waspada.

Di sisi lain, seorang pria berperawakan tinggi besar dengan mengenakan baju zirah yang mengkilap dan sabuk pedang masuk ke dalam rumah. Matanya yang tajam mengamati sekeliling dengan cermat. Ia adalah salah satu pengawal elit rombongan itu.

Ia berjalan mendekati pintu kamar di bagian dalam. Dengan satu tangan, ia mendorong pintu itu terbuka lebar.

"..."

Pria itu terdiam.

Kamar itu benar-benar kosong. Tidak ada siapa-siapa di sana. Tidak ada ranjang mewah, tidak ada perabotan aneh—hanya ruangan kosong dengan lantai kayu dan sebuah tikar tipis yang tergulung rapi di sudut.

Namun, alis pria itu mengerut dalam. Ada sesuatu yang terasa sangat janggal.

Meskipun bangunan ini terlihat sudah tua dan hampir roboh, kamar ini terlalu bersih.Lantainya mengilap tanpa debu sebutir pun, udaranya segar tidak pengap, dan tidak ada sarang laba-laba atau kotoran yang menumpuk seperti rumah tak berpenghuni pada umumnya.

Bahkan baunya pun bersih, tidak berbau apek atau busuk.

"Ini..." gumamnya pelan. "Tidak mungkin tempat ini ditinggalkan lama. Seseorang pasti tinggal di sini, atau setidaknya sering membersihkannya."

Ia berjalan beberapa langkah masuk, memeriksa setiap sudut, mencoba mencari jejak atau petunjuk lain, tapi tidak menemukan apa-apa. Keberadaan orang di sini seolah menghilang begitu saja.

Pria zirah itu menggeleng pelan, merasa situasi ini cukup aneh. Ia tidak berani mengambil kesimpulan sendiri. Dengan cepat ia berbalik badan dan berjalan keluar kamar, lalu keluar dari rumah tersebut.

Ia harus segera menemui atasannya dan melaporkan temuan aneh ini.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!