hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah di sekolah
Aku sedang dalam perjalanan pulang bersama orang tuaku sedangkan kakak tinggal di rumah nenek, malam hari jalan yang kami lalu begitu gelap dan sepi membuat suasana menjadi sedikit menakutkan, aku selalu berdoa di sepanjang jalan berharap kami baik-baik saja.
memakan waktu 20 untuk kami sampai rumah, walaupun hanya 2 hari aku meninggalkan rumah entah kenapa begitu sangat lama, aku melihat rumah yang berdiri samping rumahku tidak ada cahaya dari lampu membuat suasana rumah itu tampak suram, aku penasaran apakah kak melin dan ayahnya sudah mengetahui tentang yang lihat tadi siang, Kembali memikirkan itu membuat pikiranku lelah, menatap keatas melihat bulan yang menerangi gelapnya langit malam, memejamkan mata sebentar untuk mengatur ulang pikiranku yang rumit.
Aku membuka mata sinar matahari masuk menyinari wajahku, bangun dari tempat tidur dan bersiap untuk pergi kesekolah. Sambil memakan sarapan aku membuka ponsel milikku ada begitu banyak pesan yang tidak sempat aku baca, pesan dari teman-temanku bahkan telpon dari kak Melin tidak aku angkat aku merasa sedikit bersalah.
aku berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki, sampai di sekolah entah kenapa semua orang menatap ke arahku dengan tajam, aku mengabaikan tatapan itu dan terus berjalan menuju kelas sama seperti tadi tatapan teman sekelasku juga begitu tajam menusuk ke arahku. Aku melihat ke tempat duduk Imel dia masih belum sampai begitu juga Keiza, dua teman dekatku datang terlambat.
kelas dimulai dan mereka berdua masih belum juga datang, seisi kelas tampak menghindari tatapan mata denganku, hari ini terasa berbeda tidak ada yang bertanya mau itu guru ataupun teman-teman yang lain hanya diam seperti menjauhi aku.
Berjalan di lorong menuju kelas setelah membeli makanan di kantin aku bisa mendengar orang-orang membicarakan aku.
" bukankah itu dia? Kupikir dia orang yang baik " salah satu siswi berbicara sambil menatap jijik kearah ku.
pembicaraan seperti itu terus terdengar setiap aku melewati seseorang, bahkan Dahlia yang biasanya dekat denganku sedikit menjauhkan dirinya.
Aku hanya membeli beberapa roti untuk istirahat siang ini, baru saja aku menggigit roti wali kelas muncul memanggilku, aku mengikuti wali kelas sampai ruang guru, disana dia menampilkan video yang membuat aku sangat terkejut.
Sebuah video yang dengan jelas menampakkan wajah Keiza dan Inda, video itu memperlihatkan Keiza yang sedang memukuli seseorang kemudian aku muncul bersama Imel di video itu,dan video berakhir saat Inda mengambil ponsel milik orang yang dipukuli Keiza.
wali kelas itu kemudian memperlihatkan video yang lain, aku bisa melihat wajah mori di video itu tanpa sedikitpun sensor, mori sedang berada diruangan tertutup bersama pria tua.
- aku melakukan ini untuk pacarku -
- jadi kamu di suruh pacar kamu ya -
- iya soalnya dia butuh banyak uang -
- kamu pasti sangat menyayangi pacarmu -
- ya aku sangat menikmatinya -
- ah melihat senyum manismu membuat om semakin terangsang -
Aku memalingkan wajahku seketika saat video itu mulai menunjukan sesuatu yang vulgar, handphone itu kemudian di matikan oleh wali kelasku.
" ibu pernah melihat perempuan itu waktu itu dia datang kesini bersama kamu kan, kamu melakukannya? " wali kelas itu bertanya dengan nada tegas.
" tidak, aku tidak melakukannya " suaraku terdengar pelan.
" haa... Ibu percaya sama kamu, tapi mungkin teman-teman kamu tidak kamu tahu kemarin kelas jadi sangat kacau karena video ini " wali kelasku menghela nafas, kemudian memberitahu soal kejadian kemarin.
Aku hampir tidak percaya setelah mendengar cerita yang terjadi kemarin, aku memasuki dengan penuh emosi, aku mengambil tas dengan cepat kemudian berjalan lagi untuk meninggalkan kelas.
" aku tidak percaya kalian melakukan sesuatu yang buruk kepada Imel hanya karena video yang tidak tahu di upload oleh siapa " dengan nada keras aku berbicara ke seisi kelas dan pergi sambil membanting pintu dengan cukup keras.
Aku berjalan dengan cepat hampir seperti berlari menuju rumah Imel, sesampainya disana aku mengetuk pintu terus menerus sampai ada yang menjawab, akhirnya pintu terbuka.
" permisi Tante Imel nya ada? " aku dengan sopan bertanya.
" dia lagi gak enak badan dari kemarin, ngomong-ngomong kamu bolos? " ucapnya dengan santai, sepertinya dia tidak tahu tentang kejadian itu.
" iya aku bolos, boleh aku bertemu dengan Imel? "
" silahkan saja dia ada di kamarnya, kalian jangan berbuat macam-macam ya Tante mau keluar sebentar " setelah berbicara kemudian pergi meninggalkan aku. Masuk kedalam aku berdiri didepan kamar Imel, tidak ada jawaban.
" Mel ini aku Aidan " suaraku dengan lembut memanggilnya.
Pintu terbuka, aku bisa melihat Imel yang tampak lesu rambutnya sedikit berantakan tidak seperti biasanya.
" kamu gak apa-apa? " aku menanyakan kondisinya.
Imel tak menjawab hanya menatapku dan kemudian dia memelukku lalu menangis dalam pelukanku, melihat Imel menangis membuat hatiku terasa sakit aku memeluk balik tubuh Imel dengan lembut. Sial berani-beraninya mereka membuat temanku menangis. emosiku sedikit meninggi melihat seseorang yang aku hargai menderita.