Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
"Miko, kenapa dia disini sama orang tuanya juga?" tanya Syela dalam hati melihat keakraban kedua keluarga itu diruang tamu.
Syela masih bersembunyi dibalik dinding dapur itu sambil sesekali mengintip mereka disana, saat semua orang menuju dapur lah Ibu muda itu mendengar pembicaraan orang orang tersebut.
"Syela beneran nggak mau pulang dari luar negri?" Cokro Ayah Miko tiba tiba bertanya yang sedikit membuat Handoko terdiam dikursinya. Syela melihat itu dari tempatnya.
Handoko berdehem sebentar. "Iya, anak itu betah tinggal dengan kekasihnya disana" jawabnya.
Mendengar itu bukan keluarga Miko yang terkejut tapi malah Syela sendiri. "Drama apa lagi ini?" gumamnya. Sedangkan Miko diam membisu menikmati makanannya dengan lesu.
"Anak itu kalau sudah punya kekasih baru kenapa tidak bicara langsung dengan Miko, malah tiba tiba menghilang begini, tidak mau pulang lagi" ujar Mama Miko dengan nada kesal, kecewa jika Putranya dikhianati.
"Iyakan jeng, saya juga sudah nyerah menasehatinya" tambah Mama Susi ikut memojokkan putrinya sendiri.
Syela masih mendengarkan saja percakapan semua orang di meja makan dengan tangan terkepal. Tentu saja dia merasa marah dengan drama yang dibuat mantan orang tuanya itu. Kecewa dan tak menganggapnya boleh saja tapi jangan menambah keburukannya juga. Soal Miko jika memang dia harus memutuskan hubungan bisa dengan caranya sendiri tidak perlu sandiwara seperti ini.
Dari percakapan orang tua disana Syela menyimpulkan jika dirinya telah selingkuh diluar negeri dan segera menikah disana tanpa restu orang tua apalagi berniat pulang keindonesia. Gadis itu sudah menjadi gadis liat diluar sana.
"Ya sudah, biarlah dia bahagia disana, toh Miko juga sudah dapat penggantinya ya kan Nak Catherine" ujar Mama Miko membelai rambut Catherine yang memang duduk disebelahnya.
Deg, deg, deg. Jantung Syela berdegup kencang mendengar perkataan batal calon Ibu mertuanya tersebut.
"Jadi kapan bagusnya tanggal pernikahan kalian? " tanya Handoko dengan nada riang gembira sedang sang putri yang berasa dibalik dinding kecewa tak terkira.
"Lebih cepat lebih baik, Miko" tambah Ayah Miko.
Sedangkan Miko yang sejak tadi terdiam belum bisa menjawab pertanyaan kedua orang tua itu. Pikirannya masih melayang memikirkan mantan tunangan yang katanya selingkuh diluar negeri.
Kabar yang dia dengar dari sahabat gadis itu sendiri. Catherine yang di taunya sudah menjadi anak angkat kedua orang tua Syela itu memberi kabar beberapa hari lalu. Setelah beberapa kali keduanya bertemu untuk sekedar curhat dan lainnya, Catherine malah mengajukan tawaran untuk menjadi pengganti Syela. Dan tak habis pikirnya Miko malah menerima entah karena pengaruh minuman atau memang dia perlu pengganti untuk saat ini. Karena saat permintaan itu terlontar keduanya tengah di sebuah klub menikmati gemerlapnya dunia malam.
"Sayang" tegur Catherine memegang tangan Miko untuk menyadarkannya.
Miko mendongak sesaat mengedarkan pandang pada semua orang. "Miko....... "
"Bulan depan, iya bulan depan kan Sayang" Catherine yang menjawab cepat sambil menggenggam erat tangan Miko.
"Ok, kalau gitu awal bulan depan kalian akan menikah" putus Cokro yang diangguki Handoko juga kedua istri mereka. Semuanya nampak senang terutama Catherine tapi Miko hanya tersenyum paksa.
Dan Syela, jangan ditanya bagaimana. Gadis itu sudah menangis dalam diam berlari menuju kamarnya. Kenapa semua ini terjadi padanya, kenapa kesialan dan kesedihan terus datang kepadanya. Apa salahnya sampai Tuhan memberikan cobaan yang bertubi tubi begini.
Semua yang dulu setia dan selalu ada untuknya perlahan tapi pasti menjauh tanpa aba aba, hanya sang Bayi lah yang sekarang ada dihadapannya tanpa meminta balasan.
Kali ini tangis yang beberapa minggu sudah ditahan tumpah rumah juga dari mata Syela. Sakit hati dengan perlakuan kedua orang tuanya yang sudah berkali kali menusuk jantungnya. Seolah olahraga tidak cukup dengan menjadikannya orang lain, mengangkat sahabatnya menjadi anak angkat dan sekarang juga memaksa tunangannya menikah dengan orang lain. Sungguh kejam takdir ini.
Kalau saja memang harus ia meninggal kan dan memberikan Miko kepada Catherine mungkin dia akan rela jika mantan orang tuanya itu meminta secara baik baik. Tapi yang terjadi malah harus dengan drama yang amat sangat memojokkan dirinya. Seolah semua yang terjadi adalah kesalahannya.
Malam itu Syela kembali menangis dikesunyian malam.
****
Beberapa hari setelahnya Syela masih seperti biasa pura pura tak tau apa apa. Dia diam dan fokus mengerjakan pekerjaan rumah itu saja. Sampai satu hari suatu hal terjadi yang membuat sedikit demi sedikit kebusukan seseorang terbongkar.
Hari itu dirumah besar Handoko tak ada orang, Pria paruh baya itu sudah pergi kekantor sedangkan Catherine dengan Mamanya pergi ke butik gaun pengantin. Tidak ada yang memberitahu Syela tapi tak sengaja dia dengar obrolan Ibu dan Anak barunya itu didalam kamar, waktu lewat dari membersihkan lantai atas.
Bel rumah berbunyi menandakan ada seorang yang ingin bertamu dari balik pintu. Syela yang ada didapur pun terpaksa beranjak untuk membuka kan pintu, lupa dengan amanat Tuan rumah jika ia dilarang muncul dihadapan orang lain. Sepertinya sifat sifat pembantu sudah terpatri diotaknya.
"Iya, Siapa?" tanyanya saat pintu mulai terbuka.
Dan saat keduanya saling berhadapan yang terkejut malah "Syela".
Miko terperangah menatap Syela yang tiba tiba ada dihadapannya. Diamatinya dan iya ini Syela pikirnya, walau penampilan gadis itu berubah drastis dari sebelumnya.
Grep.
Langsung saja pria itu memeluk erat tubuh mantan tunangannya itu. "Syela ini benar benar kamu kan" ucapnya lagi nampak senang sekali sudah bisa menemukan sang pujaan hati.
Bahagia bertemu sang kekasih tak dirasakan juga oleh Syela, bukannya senang gadis itu malah mendorong tubuh Miko "lepasin aku Miko" ucapnya.
"Kenapa, aku kangen kamu Syela, kamu kemana aja" jawab Miko heran dengan sikap Syela.
"Ada dan aku nggak kemana mana, aku selalu disini" jawab Syela tenang.
Miko menaikkan satu alisnya, ada yang berbeda dari Syela selain penampilan nya tapi apa dia tak tau. "Kalau kamu disini, kenapa Papamu bilang kamu masih diluar negeri?".
"Papaku, siapa aku nggak punya Papa" tukas Syela.
"Apa maksudmu Syela, Pak Handoko Papamu".
Syela berdecih "Dia Tuan Handoko, pemilik rumah ini bosku bukan Papaku" terangnya yang semakin membuat Miko tak mengerti.
Miko menggenggam baju Syela kuat. "Syela ada apa, kenapa kamu bilang begitu".
Baru Syela ingin menjawab tapi teriakan seseorang membuat keduanya beralih ke sumber suara.
"MIKO, SYELA!!!!"
bersambung.......
😞 Aku agak sedih nhi like sama komennya belum rame, ramein kolom komentar dan juga likenya yah.... aku juga pengen denger pendapat kalian buat alur ceritaku, ditunggu ya 😘😘
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya