Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.
"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Seseorang
Liya memiliki benih-benih dari ruang penyimpanan miliknya. Pertama kali berkebun, dia di bantu oleh Pidi. Pidi membuatkan pagar, membuat piringan gundukan tanah itu berbentuk panjang, tanah gundukan yang gembur itu di tanam benih. Ada benih kacang panjang, benih kacang tanah dan benih kacang hijau. Itu kebun pertama Liya, biji setiap hasil panen selalu dia sisihkan untuk benih selanjutnya.
Lalu, untuk tahap ke dua, Liya mendapatkan benih buah-buahan dengan akar merambat, seperti benih semangka, benih stroberi, benih markisa, dan benih mentimun. Dia di bantu oleh Pidi dan Bayu.
Sementara kebun tahap ke tiga, dia di bantu oleh Loki, karena Pidi dan Bayu tengah sibuk membuat tempat tinggal mereka dan membuat ramuan obat untuk suku-suku mereka, obat nyamuk buatan Liya kemarin manjur dan di sukai juga oleh suku harimau dan suku ular. Sementara obat diare, juga sangat cocok untuk suku harimau, makanya Pidi menumbuk banyak buah rumbia.
"Aku salah ya Liya, maaf, aku akan perbaiki lagi!" Loki maju. "Mana yang harus aku perbaiki?" tanyanya.
"Tidak ada. Kerja kamu bagus, aku malah terkesima. Kamu hebat sekali. Lihat sisi tanah yang digembur ini, bahkan sisa rumput pun tak terlihat. Rapi dan benar-benar bersih sekali."
"Iya, aku pakai elemen api membakar semua rumput," jawabnya.
Liya mengayun tangannya, lalu tangannya mengeluarkan benih dari ruang penyimpanan. "Ayo tanam benih ini, ini adalah kentang."
Loki melihat sisi kentang dengan seksama. "Liya, ini bisa di makan?" Warna kentangnya gelap, mirip bongkahan tanah.
"Bisa, ini kentang berkualitas tinggi, benihnya saja aku dapatkan dari ruang penyimpanan aku, bukan sembarangan!" balas Liya.
Liya mencontohkan sekali saja, lalu dia tidak lagi melanjutkan, dia menatap tanah yang luas masih bersemak. Sedangkan Loki sibuk meneruskan menanam kentang.
Liya berdiri di tengah semak, berkonsentrasi, mencoba elemen angin. Dia pernah melihat Bayu mencabut pohon besar dari tanah dengan elemen angin miliknya.
"Dengan elemen angin level 6 ini, seharusnya bisa mencabut semak ini kan, masa cuma bisa buat niup api doang!" Liya mengayunkan tangan, lalu mengarahkan ke semak. Munculah angin kecil, meniup dan menggoyangkan semak itu kiri dan kanan.
Lagi, berulang kali Liya berusaha sampai berkeringat. "Baiklah, sepertinya elemen angin ini tak terlalu berguna! Bagaimana kalau di coba elemen api!" Liya menunjukkan semak, lalu berkata. "Terbakar!"
Api mulai hidup di pucuk semak, lalu perlahan menjalar ke bawah. "Hahaha, elemen api ini jauh lebih berguna!" Liya berkacak pinggang senang. Lalu pindah ke semak lain, memakai elemen api. Berpindah beberapa kali hingga api sudah menyebar luas, Liyya terjebak di tengah.
"Eh?" Asap sudah membumbung tinggi.
"Liyya!" Loki berteriak, terbang melayang melewati asap dan segera ke tempat Liya berdiri kini, sementara Liya? Semakin kacau, maksud hati ingin memadamkan api, dia mengeluarkan elemen api, api malah semakin menyala besar, lalu baru teringat ada elemen air yang sudah level 7.
Sayangnya, walaupun elemen api level tiga, tapi api sudah melahap dan menyala begitu besar, sehingga saat di siram dengan air, api malah mengamuk tinggi.
"Liya, kenapa bisa begini?" tanya Loki, dia mulai merentangkan kedua tangannya ke depan.
Telapak tangan Loki memunculkan satu bola api kecil sebesar bola pingpong berwarna hitam pekat, di tepian hitam itu berwarna biru dan merah.
"Aku mencoba elemen api untuk membakar semak ini, malah semakin besar setelah aku mencoba memadamkan dengan elemen angin," jawab Liya.
Bola hitam di telapak tangan Loki menyedot semua api. Liya berdecak kagum melihat kekuatan elemen api level 15 milik suami siluman rubahnya itu. Sungguh, luar biasa!
"Liya!"
"Liya!"
Dari sana, tampak Pidi sudah berwujud harimau menerjang api yang baru saja padam, sementara Bayu tubuh setengah ularnya sedikit gosong karena melompat di dalam api itu tadi.
"Dasar licik, seharusnya kau mengeluarkan jurus elemen api kamu lebih dulu, sebelum aku melompat ke dalam api!" Bayu berkacak pinggang menatap kesal pada Loki.
"Warna kulitmu yang hitam tidak ada bedanya jika terkena api bukan, tetap saja hitam!" balas Loki.
"Kamu tidak apa-apa Liya?" tanya Pidi cemas, memotong perdebatan antara Loki dan Bayu.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Terimakasih telah mencemaskan aku Pidi Bayu dan terimakasih Loki sudah memadamkan api.
"Jangankan memadamkan api, tinggal dalam kobaran api pun aku siap demi kamu Liya," kata Liya dan tidak tinggal dengan baju yang di pakai merosot, menunjukkan tulang selangka dan bahunya yang berotot putih bersih mulus.
Bayu dan Pidi muak sekali melihat gaya baju merosot Rubah licik ini.
"Heleh, kau kan rubah, coba saja tinggal dalam ombak air bisa tidak?" tantang Bayu sombong.
"Aku tidak mau berdebat dengan kamu." Lalu menoleh pada Liya. "Liya, kentang baru saja selesai aku tanam, lalu apalagi?" tanya Loki.
Cih! Bayu mendecih kesal. Loki tahu dengan jelas, siluman ular seperti Bayu bisa hidup di dua alam, darat dan air. Jadi, di jamin Bayu bakalan menang. Melompat dalam kobaran api saja dia bisa, hanya terbakar kulit luar, perihal kulit luar, Bayu sering berganti kulit.
"Cepat sekali selesainya? Benarkah?"
"Benar, periksa saja, mari!" Loki mengulurkan tangan.
Liya menerima uluran tangan itu. Loki menangkap pinggang Liya dan membawanya melayang ke tempat menanam kentang. Sedangkan Pidi dan Bayu kembali ke rumah. Mereka harus melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Liya memeriksa, Loki menanam kentang dengan baik.
"Bagus sekali. Kalau begitu bantu aku membersihkan semua lahan yang terbakar itu. Lihat, dari pohon itu sampai pohon itu, aku mau menanam jagung!" kata Liya menunjuk pohon dari atas sana hingga bawah sana.
"Jagung?"
"Iya, nanti kamu bakalan tahu, sekarang ayo bantu!"
"Baik."
Loki menggunakan elemen api membakar lahan, tapi api yang dia gunakan kecil dan terkontrol. Sedangkan Liya, semua tanah yang sudah di bakar bersih oleh Loki, dia membenamkan sulur elemen kayunya ke dalam tanah, merambat dan membuat tanah retak, sehingga mudah di bentuk gemburan.
Menanam jagung tak perlu menggemburkan tanah, membuat bedengan tanah memanjang, cukup di bersihkan semaknya saja, lalu digempur sedikit agar memudahkan menimbun benih dengan tanah saat setelah di masukkan ke dalam lubang.
Setelah semuanya selesai, semak dibakar habis oleh Loki, tanah digembur Liya dengan sulurnya, barulah mereka menanam benih jagung.
Sementara itu, jauh dari dalam hutan sana, sepasang mata tak henti-hentinya memperhatikan semua yang dilakukan Liya secara diam-diam.
"Adik!" Seseorang muncul di belakangnya. Dia menoleh dengan wajah datar.
"Kamu sudah lama memperhatikan betina itu. Ada apa? Apa dia mengganggu kamu?" tanyanya. Kemudian melangkah maju sejajar dengan adiknya. "Dia hanya seekor angsa betina!"
biar semangat ......
q tunggu lanjutanya