Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesabaran Adam
Holly sedang memasak di dapur rambutnya di kucir kuda dengan peluh yang berjatuhan di sekitar wajahnya menunjukkan betapa aktif wanita itu di pagi yang cerah ini. Holly sangat sibuk sampai dia tidak menyadari jika ada pria yang sedang menatapnya dari pintu dapur dengan menyenderkan badannya di pintu tersebut sembari mengamati gerak-geriknya kesana-kemari.
Radja merasa sangat bahagia karena dia bisa melihat perubahan pada sang Istri yang terlihat begitu mencolok di hari ini entah kesambet setan dari mana wanita itu bisa melakukan hal sederhana seperti memasak-ralat bagi wanita lain hal ini sangat sederhana namun bagi Holly hal ini cukup ekstra melelahkan jika mengingat dirinya yang selalu bangun di siang hari dan selalu mengandalkan para pelayan kini harus mengurus rumah sendirian.
"Sayang kamu sedang memasak apa?" tanya Radja sembari masuk kedalam dapur melihat sebagian makanan yang sudah tersaji di meja makan.
"Aku masak nasi goreng dan juga telor ceplok Mas," ucap Holly dengan membawa satu cangkir kopi dan menaruhnya di atas meja.
"Baunya sangat harum sekali," puji Radja sembari menyeka peluh di jidat istrinya lembut seakan mencoba menghilangkan rasa lelah sang Istri yang baru saja selesai membuatkannya sarapan pagi.
"Mas. Kamu sudah mandi?" tanya Holly dengan melihat wajah suaminya yang kelihatan segar di pagi hari ini tidak seperti dirinya yang bau masakan karena berkutat sejak tadi pagi di dapur.
"Iya, sekarang kamu cepat mandi. Mas akan tunggu kamu di sini dan kita sarapan bersama," ucap Radja yang langsung di balas anggukan kepala oleh Istrinya.
_ _ _
Kediaman Adam.
Adam bersama dengan Bi Susi memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi sedangkan Ailin masih berada di atas tempat tidur entah mengapa kondisinya terasa lemah, dia seakan merasa mual di pagi hari ini mungkin karena anak yang ada di dalam kandunganku sudah mulai rewel. Tapi hal ini sangat wajar di saat kondisi kehamilannya masih sangat muda.
Selang beberapa waktu Adam masuk kedalam kamar membawa nasi goreng dengan irisan daging setengah matang yang di cincang, makanan ini adalah makanan kesukaan Ailin jika sarapan di pagi hari. Ailin sudah membersihkan dirinya hanya saja dia kembali duduk berselonjor di atas tempat tidur. Saat melihat suaminya masuk kedalam kamar dengan membawa nampan.
Adam belum sampai di hadapan Ailin namun wanita itu sudah merasakan mual yang teramat sangat dia merasakan seakan perutnya terasa seperti sedang di aduk-aduk, Ailin langsung menutup hidungnya dengan tangan saat mencium aroma makanan yang di bawa oleh suaminya.
"Mas. Jauhkan makanan itu dariku, aku merasa mual," rengek Ailin dengan membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Sayang ini adalah nasi goreng dengan irisan daging cincang kesukaan kamu," ucap Adam mencoba menjelaskan pada sang Istri tentang makanan yang dia bawa saat ini.
"Hoek!" Ailin menggembungkan pipinya dan segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dengan masih menutup hidungnya dengan tangan saat dia melewati suaminya.
"Sayang. Maafkan aku, kamu tenang saja Mas akan mengembalikan makanan ini ke dapur," Adam tidak marah dia justru panik melihat Istrinya mual seperti ini ingin sekali dia membantu istrinya di dalam kamar mandi namun jika makanan ini masih tetap berada di dalam kamar Adam takut sang Istri akan mual kembali jika mencium aroma makanan ini di dalam kamar mereka.
_ _ _
Adam masuk kedalam kamarnya kembali dengan membawakan susu ibu hamil untuk sang Istri, dia masih mencoba mengatur nafasnya karena berjalan cepat dari dapur menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas rumah ini. Dia melihat Ailin sedang duduk di sofa sembari menyandarkan kepalanya di bantalan sofa dengan mata terpejam lalu pria itu mendudukkan tubuhnya perlahan di ruang kosong samping istrinya.
"Sayang minumlah susu isi walaupun sedikit agar janin yang ada di dalam kandunganmu sehat," jelas Adam dengan mengusap lembut punggung tangan Istrinya sayang.
Ailin mulai mendudukkan tubuhnya dengan tegap dan menuruti keinginan suaminya. Dia meminum susu tersebut sampai tersisa setengah di dalam gelasnya. Adam tersenyum lembut mengetahui jika wanita itu tidak mual lagi setelah meminum susu yang dia buatkan.
"Mas maafkan aku karena tidak bisa memakan sarapan pagi yang telah sudah payah kamu buat," ucap Ailin sembari menaruh gelas berisi susu itu di atas meja. Guratan penyesalan terlihat di wajahnya saat menatap Suaminya.
"Hei kamu bicara apa Sayang. Anak kita pasti sangat manja dan dia sampai membuat mu merasakan mual seperti ini," ucap Adam dengan pengertian. "Anak Papa. Jangan nakal ya di dalam sana lihat itu kasihan Mama dia sampai tidak bisa sarapan pagi," ucap Adam dengan mengusap lembut perut Ailin yang masih datar.
"Mas. Kamu tidak marah?" tanya Ailin heran.
"Kenapa harus marah? Aku justru harus lebih sabar lagi untuk menuruti keinginan kamu dan juga calon anak kita ini," ucap Adam dengan tersenyum tulus. "kamu mau sarapan pagi pakai apa?" tanya Adam yang tidak tega jika melihat istrinya belum makan sesuap nasipun.
"Mas kita bisa terlambat datang kekantor, nanti Pak Ray dan juga Sani akan terlambat juga," ucap Ailin yang tidak pernah egois.
"Aku sudah menyuruh mereka berangkat terlebih dahulu, sekarang kamu bilang saja pada Mas. Mau makan apa pagi ini?" tanya Adam lagi.
"Aku pengen kuah sup yang di berikan irisan daging ayam dan juga keju," ucap Ailin sembari meneguk ludahnya sendiri saat membayangkan makanan tersebut masuk kedalam mulutnya.
Mengerutkan keningnya heran, "Sayang. Apa kamu serius?" tanya Adam mencoba meyakinkan dirinya akan permintaan sang Istri yang terlihat aneh itu.
"Iya. Mas. Aku ingin makan itu," jawab Ailin mantap. "tapi aku pengen Mas Adam yang membuatnya," ucap Ailin dengan mengigit bibir bagian bawahnya takut sang Suami menolak permintaannya.
"Baiklah, asalkan kamu makan," ucap Adam. Dan langsung di jawab anggukkan mantap oleh Ailin lengkap dengan senyuman mengembang di bibirnya.
_ _ _
Ailin sudah berada di kantor dengan Sani dia baru saja tiba di tempat ini sekitar 30 menit yang lalu. Tubuhnya sudah merasa lebih segar setelah mendapatkan asupan makanan yang di masak oleh suaminya tadi saat di rumah.
"Ailin," panggil Sani sembari melihat kearahnya dari meja kerjanya.
"Hem," jawab Ailin singkat dengan mengalihkan pandangannya dari laptop menatap Sani.
"Radja sekarang berkerja di perusahaan ini mulai tadi pagi. Dia menanam saham yang cukup besar pada perusahaan Suami kamu," jelas Sani pada sahabatnya. Ini semua Sani ucapkan agar Ailin tidak terkejut jika sewaktu-waktu berpapasan dengan Radja di dalam perusahaan ini.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....