Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.
Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.
Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.
Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Yuda belum menjawab tawaran dari tuan Andi, masih memikirkan dampak baik buruk untuk dia ke depannya. Hal ini tidak ada dalam rancangan hidupnya beberapa bulan ke depan.
Kesunyian menyelimuti ruangan itu untuk beberapa saat. Tuan Andi juga tak ingin mendesak Yuda, membiarkan Yuda berfikir tanpa intimidasi dari siapapun.
"Dalam perjanjian prakerja, selama tiga bulan pertama, saya harus menjalani masa percobaan. Jadi, mungkin untuk dua bulan ke depan saya akan membantu tuan Andi, sebagai bentuk tanggung jawab saya menyelesaikan masa training kerja saya di rumah ini.
Namun untuk menerima tawaran tuan Andi tadi, saya baru akan memutuskan dua bulan yang akan datang."
Akhirnya Yuda memecah keheningan dengan keputusan sementaranya.
Tuan Andi terdiam, memikirkan jawaban yang Yuda berikan. Mario, pengacara tuan Andi membisikan agar menuruti saja keinginan Yuda, kedepannya mereka bisa meyakinkan Yuda untuk menerima tawarannya.
"Baik, pak Yuda. Saya terima jawaban pak Yuda, anggap saja ini sebagai jalan untuk mengenal perusahaan saya lebih dekat."
"Oke, karena satu masalah sudah clear. Maka kita lanjut ke tahap selanjutnya." Mario yang sedari tadi hanya diam saja, akhirnya berbicara.
"Jam sepuluh, saya ingin mengajak pak Yuda ke rumah makan saya! Masih ada waktu sekitar satu jam lagi, pak Yuda bisa mempersiapkan diri."
"Baik, tuan. Kalau begitu saya keluar dulu."
"Gimana Yuda menurut lu, Yo?" Tuan Andi dan Mario adalah dua orang sahabat sejak jaman kuliah dulu. Meski begitu untuk urusan kerjaan mereka tetap profesional.
"Kesan pertama penuh perhitungan dan bertanggung jawab. Kita lihat saja ke depannya dia seperti apa."
"Tapi gue yakin, Yuda orangnya bisa dipercaya. Sebulan dia kerja bareng gue, dia sangat amanah sama kerjaannya."
"Maaf, mas Andi. Ibu mau bilang kalau tadi, pak Yuda kemari bersama istrinya."
"Oh.. iya nggak apa-apa. Paviliun untuk mereka tinggal sudah disiapkan, bu?"
"Sudah, mas."
"Ibu nanti mau ikut ke rumah makan atau gimana?"
"Ibu di sini aja, mas."
"Iya, nggak apa-apa." Tuan Andi mengerti, jika ibu asuhnya sudah tak muda lagi.
"Kalau begitu, ibu permisi keluar."
"Lo udah nemuin orang tua lo?" Mario tahu, jika sejak kecelakaan, tuan Andi belum menemui orang tuanya kembali.
"Nanti sore, sepulang dari restoran."
"Minta maaf lo sama orang tua lo!"
"Pasti itu, sudah banyak dosa gue sama mereka."
¤¤FH¤¤
Keluar dari ruang kerja tuan Andi, Yuda langsung menemui Afifah.
"Assalamualaikum, dek..." Yuda mengetuk pintu paviliun, yang terkunci dari dalam.
"W,aalaikum salam.. Sebentar mas." Afifah yang saat itu sedang menata baju mereka ke dalam lemari, segera keluar kamar untuk membuka pintu.
Yuda langsung masuk begitu pintu dibuka. "Ada yang ketinggalan, mas?"
"Duduk sini, dek! Mas mau bicara." Yuda mengajak Afifah duduk di kursi yang berada tepat di depan mereka. Yuda harus merundingkan masalah ini dengan istrinya.
Yuda menceritakan dengan detail tentang tawaran tuan Andi dan jawaban sementara yang Yuda berikan tadi.
"Menurut adek, apa sudah tepat jawaban yang mas berikan pada tuan Andi? Mas belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalu tuan Andi."
"Adek rasa, jawaban mas sudah tepat. Mengulur waktu. Sambil mas cari tahu kebenarannya, mas berdo'a meminta petunjuk dari Alloh. Adek juga pasti akan membantu dengan do'a."
"Jika tahu akan seperti ini, dulu mas menolak pekerjaan ini."
"Istighfar mas. Tidak baik berandai-andai, itu bisikan syaithan. Dulu mas menerima pekerjaan ini, dengan banyak pertimbangan, melibatkan Alloh di dalamnya, masukan dari orang tua kita, Insya Alloh jalan yang dipilih adalah yang terbaik.
Begitupun sekarang, kita serahkan semuanya pada Alloh, kita mohon petunjuknya lagi, langkah apa yang harus mas ambil."
"Astaghfirulloh, Ampuni hamba ya Alloh. Terima kasih ya, dek. Selalu menjadi penyejuk hati mas!"
Yuda merengkuh tubuh Afifah, dan mencium keningnya.
"Sebaiknya sekarang kita shalat dhuha saja."
Yuda dan Afifah segera bersiap untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah.
Yuda berdo'a lebih lama setelah selesai shalat, meminta kepada Alloh supaya dituntun dalam memutuskan perkara ini. Ada istri dan calon anaknya yang harus dia lindungi.
Afifah juga meminta hal yang sama, semoga Alloh memberi yang paling baik untuk dia, suami, dan calon anak mereka.
¤¤FH¤¤
Yuda sudah di dalam mobil, bersama supir tuan Andi dan Mario. Yuda duduk di depan samping supir, di belakang tuan Andi dan Mario.
Di dalam mobil, tuan Andi menjelaskan gambaran kerja Yuda, sebagai manager yang akan mengelola penuh rumah makan miliknya. Untuk saat ini, Yuda akan mengelola cabang pusat. Karena pusat hanya mengelola rumah makan, sedang dua cabang lainnya, selain rumah makan, di sana tersedia penginapan, arena outbond, perkebunan dan peternakan.
Pelanggaran yang dilakukan pengelola sekarang adalah penambahan biaya belanja dan pemangkasan laba rumah makan. Sebenarnya, Mario dan bu Lina sudah memperingatkan mereka, namun tak mereka dengar, dengan alasan bukan pemilik rumah makan yang melaporkannya.
Yuda melirik ke arah jendela, dia merasa kenal dengan jalan yang dilaluinya.
"Maaf tuan, kalau boleh saya tahu, dimana alamat rumah makan cabang pusat?"
"Sebentar lagi kita sampai, rumah makannya dijalan Pasundan, dekat daerah perkantoran. Pak Yuda pasti tahu tempatnya, karena dekat dengan kantor PT. CAHAYA GEMILANG ABADI. Tempat pak Yuda dulu bekerja."
Yuda sedikit kaget, tuan Andi mengetahui tempat dulu dia bekerja, namun ingat, pasti tuan Andi sudah memeriksa berkas lamaran kerjanya.
"Kenapa pak Yuda keluar dari perusahaan papa saya?"
"Ingin ganti suasana bekerja saja, tuan."
Saat tuan Andi, mengetahui, Yuda pernah bekerja di perusahaan papanya, dia langsung mencari informasi penyeban Yuda keluar, ternyata tak ada alasan khusus, hanya dari informasi diketahui rekam jejak Yuda saat bekerja bersih, karenanya tuan Andi akan berusaha mempertahankan Yuda, agar mau bekerja padanya.
Mobil berhenti di pelataran parkir rumah makan. Yuda mengetahui rumah makan ini, beberapa kali kantornya mengadakan acara di tempat ini. Rumah makan mewah untuk kalangan menengah ke atas. Yuda bahkan bisa melihat kantor lamanya dari pelataran parkir. Yuda tak menyangka jika dia harus kembali bekerja di daerah ini lagi.
Tempatnya selalu ramai karena letaknya yang strategis, pusat kota di kelilingi oleh banyaknya perkantoran dan pertokoan, seperti butik-butik brand terkenal, salon kecantikan bahkan showroom mobil.
Mereka disambut oleh satpam, yang langsung menyapa tuan Andi. Suasana di dalam masih belum rame, hanya beberapa pengunjung yang datang untuk sekedar minum kopi, jam makan siang masih sekitar satu jam setengah lagi.
Beberapa waitres lama menyapa tuan Andi. Tuan Andi menuju meja kasir, dan melihat data di dalamnya, beralih menuju dapur. Kepala koki menyambut kedatangan tuan Andi dengan wajah riang, dan berjanji akan membuatkan makanan kesukaan tuan Andi untuk makan siang.
Yuda dan Mario sedari tadi hanya mengikuti di belakang tuan Andi. Keluar dari dapur, tuan Andi menuju sebuah ruangan yang dijadikan kantor manager. Tuan Andi langsung membuka pintu, tanpa mengetuknya dulu, pintu yang tidak terkunci langsung memperlihatkan isi di dalam ruangan itu, Yuda langsung membalikan badan untuk tak melihat pemandangan di depannya, sedang tuan Andi dan Mario tersenyum sinis.
Dua orang berlainan jenis yang ada diruangan, kaget saat pintu dibuka, selama ini tak pernah seorangpun berani masuk ke ruangan itu. Saat akan mengeluarkan amarahnya, melihat siapa yang datang keduanya ketakutan seperti melihat arwah penasaran
"Mas Andi..."
"Andi..."
Bersamaan keduanya memanggil nama tuan Andi.
BERSAMBUNG
asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.