Season 1 (Tamat)
Karena dendam yang membara di hati salah satu CEO muda bernama Rayhan Johnson. Ia berani menikahi seorang gadis cantik bernama Della agar dendamnya terbalaskan, tapi bukan dendam terbalaskan yang didapatkan malah ia terjebak dalam pernikahan itu dan jatuh cinta pada istrinya.
Season 2 (Melanjutkan kisah anak-anaknya)
Perbedaan kasta, usia dan agama meliputi kisah ini. Kisah percintaan setiap anak-anaknya berbeda. Ada menikah karena kesalahpahaman, dan kisah cinta yang terhalang oleh agama.
Sholatlah agar hatimu tenang
Istighfarlah agar kecewamu hilang
Dan berdoalah agar bahagiamu
Segera datang;)
@Cacil_0307
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. DENDAM MEMBAWA CINTA
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
#DENDAM MEMBAWA CINTA#
"Baiklah !!" ucap Rayhan membuka resleting gaun Della, sedangkan Della membelakangi Rayhan karena resletingnya ada di belakang.
Rayhan perlahan-lahan membuka resletingnya, terlihat punggung Della yang putih serta mulus membuat Rayhan gelisah memandanginya.
Della yang merasa resletingnya sudah bisa terbuka setengah, akhirnya membalikkan badannya agar Rayhan tak membuka keseluruhannya.
"Terima kasih atas bantuannya, maaf! biar Della saja yang melanjutkannya," ucap Della yang sudah menghadap Rayhan. "Kalau gitu Mas boleh keluar karena Della mau membersihkan diri dulu," ucap Della lagi membuat Rayhan tersadar dari pikirannya.
"Ahh... iya aku akan keluar," ujar Rayhan langsung keluar dari kamar mandi.
"Sial !! Kenapa aku bisa terangsang hanya cuma melihat itu saja, padahal tubuh wanita yang lebih seksi saja aku tak bereaksi seperti tadi." gerutu Rayhan sambil mengacak-ngacak rambutnya yang frustasi.
Della yang sudah selesai mandi akhirnya keluar, ia masih tetap menggunakan hijabnya walaupun hanya Rayhan saja di dalam, tapi ia masih agak canggung untuk memperlihatkan rambutnya kepada Rayhan.
Rayhan yang melihat Della sudah keluar dari kamar mandi langsung masuk ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Della yang melihat tingkah aneh Rayhan sedari tadi menjadi merasa bingung, akhirnya ia memutuskan untuk ke meja riasnya.
Setelah lama di kamar mandi Rayhan belum ada tanda-tanda untuk keluar, Della yang lelah menunggu Rayhan keluar akhirnya tertidur dengan masih menggunakan hijabnya karena sedari tadi Della sudah sangat mengantuk.
***
Pagi yang belum menampakkan cahaya matahari, tapi di dalam sebuah kamar terlihat seorang yang sudah bangun karena itulah kebiasaan bangun sebelum cahaya matahari menyapanya.
Della yang belum sepenuhnya bangun menggeliatkan tubuhnya, ia merasakan ada yang menindih perutnya. Ia melihat perutnya ada sebuah tangan kekar melingkar di perutnya.
Ia mengedarkan pandangannya ke samping tempat tidurnya, terlihat ada kaki-laki di sampingnya membuat ia berteriak histeris.
"Ahhhhrggh...." teriak Della melihat Rayhan yang ada di sampingnya membuat Rayhan terbangun dari tidurnya.
"Ada apa ? Kenapa kamu teriak-teriak ?" tanya Rayhan dengan suara khas bangun tidur.
"Astaghfirullah'halazim... maaf Mas aku kira tadi aku masih tidur sendirian jadi aku kaget melihat Mas yang ada di sampingku."
"Sudah-sudah tidak pa-pa, mungkin kamu belum terbiasa," ucap Rayhan berlalu kembali tidur tapi di tahan oleh suara Della.
"Mas mau ngapain ?" tanya Della yang melihat suaminya kembali ingin tidur.
"Ya tidur lagi lah "
"Apa tidak sebaiknya Mas sholat dulu baru melanjutkan tidurnya, lagipula kita sudah terlambat untuk sholat Subuhnya."
"iya, Mas akan sholat tapi kamu aja duluan sholatnya."
"Lebih baik kita sholat bareng-berang biar Mas jadi imannya," ucap Della membuat Rayhan menjadi panik, bagaimana tidak ia tak tau cara menjadi imam jangankan imam ia saja jarang untuk sholat.
"Bagaimana caraku untuk menjadi imam, sholat saja aku sudah lupa kapan terakhir kali aku melakukannya." batin Rayhan.
"Mas... kenapa mas diam ?" tanya Della yang melihat suaminya sedari tadi melamun.
"it...itu...."
belum selesai Rayhan melanjutkan ucapannya, tapi terhenti oleh suara ponsel yang bergetar.
Dert.....dert......dert
"Untuk saja ada yang menelpon jadin aku bisa ada alasan." batin Rayhan.
Rayhan segera mengambil ponselnya dan mengangkat teleponnya.
"Mas mau menerima telpon dulu, biar kamu sholat duluan saja nanti Mas nyusul," ucap Rayhan pergi menjauh dari Della, Della yang disuruh duluan langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
"Untung saja kau menelpon." ucap Rayhan ke si penelpon.
"Emangnya ada apa Tuan ?." tanya Brayen yang menelpon.
"Tidak papa !! Apa gerangan kamu menelpon sepagi gini ?."
"Maaf Tuan bila saya menganggu istirahat Anda, tapi saya ingin mengabarkan bahwa ada penggelapan uang di kantor."
"Sial !! siapa yang sudah berani-beraninya mengelapkan uang kantor ?."
"Saya belum tau pasti apakah yang saya curigai benar atau tidak yang mengelapkan uang kantor."
"Kau selidiki siapa yang sudah mengelapkan nya, setelah kamu tau bawa di ke markas dan siksa dia."
"Baik Tuan. Apakah Anda akan ke kantor hari ini ?."
"Tidak !! Mungkin lusa aku akan ke kantor karena hari ini aku akan mengantar istriku untuk pindah barang."
"Baik Tuan saya akan secepatnya mengurusnya."
"Baik. kamu harus secepatnya mengetahuinya. kalau gitu saya matikan telponnya."
Tut...tut....tut
"Sial !! siapa yang sudah berani bermain dengan ku," ucap Rayhan dengan raut wajah ingin membunuh.
"Mas, apakah Mas sudah selesai dengan menelponnya ?" tanya Della yang sudah selesai dari sholatnya dan menghampiri Rayhan.
"Ah iya."
"Kalau Mas sudah selesai lebih baik Mas sholat dulu, karena sebentar lagi waktunya akan habis,"
"Iya sudah Mas pergi dulu ke kamar mandi dulu," ucap Rayhan seraya pamit ke kamar mandi
***
Rayhan dan Della sedang ada di dalam mobil, rencananya mereka akan pergi ke rumah Della untuk mengambil baju dan barang-barang seperlunya saja, karena di rumah Rayhan sudah tersedia lengkap fasilitasnya.
"Mas ayo kita turun !!" ajak Della yang sudah sampai di depan rumahnya.
"Ayo !!."
Mereka yang sudah turun di dalam mobil langsung masuk ke dalam rumah yang sudah disambut oleh buk Tiwi.
Della yang niatnya ke sini untuk mengambil barang-barangnya langsung menuju kamarnya. Sedangkan Rayhan duduk di ruang tamu ditemani oleh buk tiwi.
Della yang sudah selesai mengemasi barang-barangnya langsung keluar menemui suaminya dan ibunya.
Mereka yang hanya datang untuk mengambil barang saja langsung pamit untuk pulang, karena Rayhan akan mengajak Della pindah ke rumah utama yang akan mereka tempati.
"Ibu Della pamit pulang dulu ya," ucap Della sambil mencium tangan ibunya begitu pula dengan Rayhan yang mencium tangan mertuanya itu.
"Kamu harus menjadi istri yang baik bagi suami mu dan patuhi perintah suamimu," nasehat buk Tiwi kepada anaknya itu.
"Iya Bu, insyaallah Della akan menjadi istri yang baik."
"Dan Nak Rayhan, Ibu titip kepada nak Rayhan untuk menjaga anak ibu karena itu sudah menjadi tanggung jawab mu bukan lagi tanggung jawab Ibu."
"Iya buk, Rayhan akan menjaga Della."
"Dan satu lagi jangan terlalu dipikirkan bila kala kelakuan Della seperti anak kecil nantinya, karena itu kelakuannya di rumah," ucap buk Tiwi sambil tersenyum.
"Ihh... Ibu kan Della malu..." ucap Della malu karena ucapan ibunya sedangkan Rayhan hanya tersenyum mendengarnya ucap ibu mertuanya.
"Ya udah kita pamit pulang saja Bu salam buat Bang Andri sama Mbak Shinta," ucap Della yang sudah tak bisa menahan malu di depan suaminya.
"Kami pamit pulang dulu Bu, as'salamualaikum..." pamit juga Rayhan Kepada mertuanya.
"Wa'alaikumussalam..." jawab buk Tiwi yang sudah melihat anak dan mantunya masuk ke dalam mobil.
Mereka berdua sudah masuk ke dalam dan langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Rayhan karena di sana mereka akan tinggal.
BERSAMBUNG...
Della juga,,,, baru menampar sekali aja udah
merasa bersalah,,,,, apa kabar dengan perlakuan Reyhan selama kalian bersama sampai ibumu meninggal gara2 surat cerai yg di berikan oleh Rey. jadi Della yg oon... sebelum menerima Rey kembali, ingatlah perlakuan nya dlu. tapi wanita yg sudah di mabuk cinta kayak Della Tdk akan memikirkan semua itu, Krn cinta yang sudah membuat Della menjadi buta.