NovelToon NovelToon
Ruby Yang Berduri

Ruby Yang Berduri

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Karena Taruhan / Putri asli/palsu / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Hidup dalam keluarga yang tidak bahagia. Ayahnya, ibunya, serta kakak laki-lakinya lebih perhatian dan melimpahkan kasih sayang pada putri tiri mereka, Rachel Carnida.

Ruby merasa tidak dicintai dan tidak dihargai oleh keluarganya sendiri. Dia berusaha untuk membuktikan dirinya dan mendapatkan perhatian keluarga, tetapi setiap upaya yang ia lakukan selalu gagal.

Ruby tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari, Ruby dibawa paksa oleh Cakra ke sebuah club dan diserahkan pada teman-temannya sebagai bentuk kakalahan Cakra dari taruhan. Ruby terkejut, perbuatan Cakra semakin menambah deretan luka yang selama ini sudah ia dapatkan.

Ruby pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi berusaha untuk mendapatkan cinta dari keluarganya. Tujuannya kini hanya satu; membalas dendam terhadap mereka yang selama ini telah menyakiti hatinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYB 33. Terlihat Lebih Manusiawi.

Saat hari mulai beranjak gelap, Ruby dan Amanda sudah kembali ke kediaman keluarga Rykhad. Emer juga baru saja pulang dari perusahaan, ia sudah tahu Ruby pergi bersama ibunya hari ini karena Amanda sempat mengabari putranya itu.

"Di mana Ruby, Mom?" tanya Emer saat melihat ibunya tengah menemani Rain bermain. Ia langsung mencari keberadaan sang tunangan saat tiba di rumah.

"Ruby ada di kamarnya, Son." Amanda berdiri dan mendekat pada putranya itu. "Temuilah dia. Sepertinya dia membutuhkanmu."

Emer mengangkat alisnya, merasa heran. "Apa sudah terjadi sesuatu?" tanyanya mendadak khawatir.

"Tadi kami tidak sengaja bertemu ibunya di mall."

Emer terkejut mendengar ucapan Amanda. Ia lekas menoleh ke lantai atas menatap kamar kakaknya-Riella yang ditempati oleh Ruby.

"Aku akan memeriksa Ruby, Mom." Emer beranjak langsung ingin menemui Ruby. Langkahnya begitu cepat hingga menaiki dua anak tangga sekaligus. Ia khawatir, apa Ruby kembali disakiti oleh keluarga Sanders.

*

*

*

Di dalam kamar yang begitu mewah itu, Ruby berdiri di depan jendela yang terbuka. Ia menatap rintik hujan lembut yang menyirami taman area belakang kediaman keluarga Rykhad.

Pemandangan yang begitu indah. Pemandangan yang berhasil mengunci tatapan Ruby karena kini ia melihat dirinya ada di bawah sana. Berdiri diam di sudut taman dengan tubuh yang menggigil di bawah derasnya air hujan.

Flashback on.

"Selamat ulang tahun!" Suara riang itu terdengar bersambut tawa gembira bocah perempuan yang begitu cantik dengan gaun indah yang ia kenakan.

Area taman sudah disulap dengan begitu cepat. Semua area dipenuhi boneka-boneka, balon berwarna-warni, dan berbagai mainan yang menarik.

"Hari ini aku ulang tahun. Aku ingin kado dari Mommy, Daddy dan juga Kakak!" Rachel kecil berucap pada kedua orang tuanya. Juga Cakra.

Roger dan Shinta tersenyum, mengusap sayang rambut putri kecil mereka dan meminta para pelayan mulai membawa beberapa masuk kado yang memang sudah mereka persiapkan untuk Rachel.

Melihat banyaknya kado untuk dirinya, netra Rachel begitu berbinar. Ia berlari dengan kaki kecilnya menghampiri tumpukan kado kado yang dibungkus dengan kertas yang indah.

Bocah perempuan itu bersorak bahagia, tak hanya di hari ulangtahunnya, kedua orang tuanya pasti akan mengabulkan segala keinginannya.

"Ini kado dariku." Cakra kecil juga datang, ia memberikan Rachel kotak kado berukuran sedang.

Rachel semakin senang. Semuanya tampak sempurna di hari ulang tahunnya.

Namun, saat suara lain terdengar. Senyum manis di wajah bocah perempuan itu seketika menghilang.

"Mommy, kado untukku mana?" tanya Ruby kecil yang memang sedari tadi sudah ada di sana. Hari ini juga hari ulang tahunnya. Tapi ia tidak mengenakkan gaun indah seperti yang Rachel kenakan.

Netra polosnya menatap pada banyaknya tumpukan kado itu. Mengira jika di sana juga sudah terdapat kado untuknya yang dipersiapkan oleh Roger dan Shinta.

Namun sayang, itu hanya harapan Ruby. Karena Rachel langsung berteriak meminta ia untuk menjauh dan mengatakan semua hadiah itu adalah miliknya. Roger segera meminta pelayan untuk membawa Ruby kecil masuk, tapi Ruby menolak.

"Mom, aku juga ingin..." Ruby kecil masih mencoba berbicara, tapi Shinta tidak memperhatikannya. Semuanya fokus pada Rachel. Ruby melihat mereka membimbing Rachel untuk segera memotong kue ulang tahun.

"Rachel sayang, kau sudah besar dan cantik sekali," kata Shinta, sambil memeluk Rachel dengan erat. Begitu juga dengan Roger dan Cakra.

Ruby kecil merasa seperti tidak ada di sana, dan air matanya mulai menetes. Ia hanya menginginkan kado. Satu kado dari banyaknya tumpukan kado yang Rachel dapatkan. Ruby tidak mengerti mengapa ia tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti Rachel dan Cakra.

Setelah memotong kue, keluarga Sanders terlihat melakukan foto bersama. Shinta dan Roger memeluk Rachel dan Cakra, sementara Ruby berdiri di pinggir dengan wajah sedihnya. .

"Aku ingin ikut foto," kata Ruby dengan suara polosnya yang terdengar begitu lembut. Ia ingin bergabung, ia ingin merasakan dekapan hangat itu dan berada di antara keluarganya lalu berfoto bersama.

"Kemarilah," pinta Shinta yang membuat wajah Ruby seketika berbinar. Ia tersenyum, kaki kecil telanjangnya sudah ingin berlari. Namun, urung saat mendengar perkataan Shinta selanjutnya. "Tapi kau harus berdiri di belakang, karena Rachel dan Cakra yang penting hari ini."

Ruby kecil tak jadi mendekat. Wajahnya yang mungil seketika berubah ingin menangis. Air matanya menetes tanpa bisa dicegah, anak kecil itu menahan kuat isakannya, dengan mata basah yang terus menatap ke arah di mana keluarga Sanders tengah melakukan foto bersama tanpa dirinya.

Ruby merasa seperti tidak termasuk di dalam keluarga Sanders, ia tidak tahu mengapa dirinya tidak dicintai. Hati kecil bocah perempuan itu seakan bisa tenggelam dalam kesedihan yang ia rasakan. Ia terus menangis tanpa suara.

Dan seakan alam bisa merasakan perih hati kecilnya, hujan deras tiba-tiba mengguyur taman. Semuanya berlarian masuk ke dalam rumah, para pelayan pun terlihat sibuk mengamankan kado milik sang anak majikan.

Ruby tetap tinggal. Ia hanya menangis, berdiri di taman dan membiarkan seluruh tubuh kecilnya basah karena air hujan.

Ruby kecil tampak tak perduli dengan dinginnya, tangisnya kian kencang, bersaing dengan suara gemuruh derasnya air hujan. Ruby terus berdiri di sana, menangis sendirian sementara dunia di sekitarnya berlarian mencari perlindungan dari hujan.

Flashback off.

Ruby tersentak ketika tiba-tiba selimut hangat terpasang di pundaknya. Emer pelakunya, tunangannya itu bergerak menutup jendela kamar yang terbuka.

"Kenapa jendelanya dibiarkan terbuka? Hujannya memang tidak deras, tapi anginnya terlalu kuat. Kau kedinginan," gerutu Emer dan setelahnya ia berbalik menghadap Ruby.

Emer bisa melihat ada yang lain dari Ruby. Netra wanita itu merah dan Ruby bergegas mengusap wajahnya.

"Kau menangis?"

"Tidak."

"Jangan berbohong padaku."

"Emer!" Ruby mendorong tubuh tunangannya itu yang mendekat dan langsung memeluknya, tapi tak berhasil.

"Ibumu melukaimu?"

"Tidak..." jawab Ruby menggigit bibirnya.

Emer tak lagi bertanya. Ia bisa mendengar suara Ruby menjawab dengan bergetar. Pria itu semakin memeluk Ruby dan terus mengusap punggung yang sudah berbalut selimut itu.

"Menangis saja. Aku sudah melihatmu menangis tadi," ucap Emer pelan. Dan akhirnya Ruby kembali menangis dalam pelukan hangatnya.

Dengan sabar, Emer membiarkan Ruby menangis dalam pelukannya. Ruby menyembunyikan wajahnya di dada Emer, dan menggunakan dasi pria itu sebagai tisu untuk membuang ingusnya.

Melihat itu semua, Emer hanya tertawa. Ruby seperti anak kecil di matanya.

"Aku tidak perduli dasimu, aku hanya butuh tempat untuk membuang ingus," kata Ruby dengan suara yang tercekat. Ia tahu Emer sedang mentertawakannya.

Emer tersenyum. "Tidak apa-apa, dasi ini memang untukmu. Aku tinggal minta agar Nyonya Emer ini untuk membelinya lagi nanti"

Ruby mendengus mendengar Emer menyebutnya sebagai Nyonya dan tersenyum kecil di antara air matanya, "Maaf."

Emer memeluk Ruby lebih erat, "Tidak perlu minta maaf, aku suka melihatmu seperti ini. Kau terlihat lebih manusiawi, tidak memendam semuanya sendiri."

***

Emer, Author nak numpang buang juga, bukan buang ingus, tapi buang beban kehidupan. Maukah kau menanggungnya, Emer? Huwakkkkkkk 😭🤧

1
Vivi Octavianty
👍👍😍😍😍🌷🌷
Tutik Sekawan
Luar biasa
Shee_👚
karya cakra ko gak da ya kak??🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: ada kok kak, judulnya 'setahun untuk mencintaimu'
klik aja profil Author, di bawah letaknya
total 1 replies
Katherina Ajawaila
keren Outhour, simpel dan bhs nya bagus 😘
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: terima kasih kakak 😍😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
kasihan amat, akhir bahagia semoga itu pelacur Sinta jgn dtng unjuk in muka nanti stres lg momy safira 😘
Katherina Ajawaila
kasihan, momy ya mmg hrs lat maknya yh sdh besar karna Ruby sesdh lahir momy nya di stres karna pelacur nya Roger, sedih amat liat nya coba pakai visual rhour, halunya makin ngena deh 😭
Katherina Ajawaila
Cakra bego modal mokondo doank, makanya jgn suka main jablai jd utk hal yg baik pasti takut dulu 😡
Katherina Ajawaila
shinta pelacur kejebak lo Roger, mantap tabur tuai lo pelacur di pelihara istri nya di buat hancur. mati aja lo Roger 😖
Katherina Ajawaila
gembel li Sm jalang dan gendo nya, tidur aja ber 3 di emperan😡
Katherina Ajawaila
ko Cakra ikutan jahat ya sm ade kandung sendiri, dasar bodok buta huruf mau aja di manfaatin 😡
Katherina Ajawaila
mmg enak ngk Roger, kalau menyia nyia kan anak kandung pasti ada balasannya 🤭
Katherina Ajawaila
sedih baca yg bab ini, jd ingat yg lalu😭
Katherina Ajawaila
dasar mak Lampir langsung aja keluar jurus sihir nya, 😖Sinta sinting
Katherina Ajawaila
kel Emer keren, baik bukan kel nya Ruby, kaya tau maruk serakah anak di jual buat kesenangan sendiri 🙃
Katherina Ajawaila
Ruby lg tes jimad sm Rachel danRoger😖
Katherina Ajawaila
Rachel licik pecundang ngk malu murah ahklak 😡
Katherina Ajawaila
semoga terbongkar semua kelicikan kel Ruby 🤭
Katherina Ajawaila
Rachel aja tuh jual biar kalian senang, ortu apa sprt itu kedagingan lebih kuat, udh tiua ngk sadar diti😡
Katherina Ajawaila
kel Toxic, cabut aja Ruby dr rmh yg terasa sprt. neraca, numpang aja di rmh teman, cari kerja yg layak yg msh hargain. kamu
Katherina Ajawaila
aku mampir thour, awal cerita yg penuh prihatin, somoga cerita nya menarik SMP dgn ending, sukses outhour😘
Mayraa_Tapaa: izin ya autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah yu ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, dan akan update setiap hari✨️🙏🏻
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!