NovelToon NovelToon
Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:457.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: secrednaomi

Ini adalah lanjutan dari Kultivasi Raja Bayangan, jadi baca dulu jilid pertama dan kedua sebelum ke novel ini...

Liu Yuwen adalah seorang kultivator jenius yang pernah lahir di dunia, ia mencapai puncak beladiri sampai dijuluki sebagai kultivator tiada tanding karena hampir tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Di puncak kekuatannya, Liu Yuwen tidak menyangka ia justru akan tewas oleh sebuah racun yang diberikan adiknya.

Racun itu membuat Liu Yuwen terbunuh, dalam kematianmya rasa marah dan dendam menguasai hatinya karena pengkhianat sang adik, Liu Yuwen berjanji akan membalas kejahatan adiknya jika diberi kesempatan.

Nyatanya kesempatan itu terwujud saat Liu Yuwen terbangun di tubuh seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.

Liu Yuwen yang mengerti dirinya hidup kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berencana membalaskan dendamnya pada sang adik, meski kekuatan kembali kesemula namun selama dirinya terus berlatih, Liu Yuwen yakin bisa mencapai puncak kekuatannya sepert

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 33 — Situasi Perkemahan

"Apa ada lagi yang protes, aku tidak keberatan jika harus memenggal beberapa kepala lagi?" Lan Hua mendengus kesal.

Nu Bai mengerutkan dahinya, ia yang merupakan rekan Lan Hua sejak lama sekalipun merasa tindakan gadis itu sebelumnya terlalu berlebihan.

"Apa kau sudah gila-! Mereka adalah pion kita dan kau membunuhnya? Kau ingin menghancurkan rencana yang sudah disusun oleh Ketua Yan..." Nu Bai bereaksi keras.

"Tidak ada gunanya mempunyai budak yang tidak mau menuruti keinginan majikannya." Lan Hua melipat tangannya di dada, menolak disalahkan.

Nu Bai mengumpat, kultivator yang dibunuh Lan Hua sebelumnya selain memiliki posisi yang penting di sekte mereka, ketiganya juga memiliki kultivasi di tingkatan Alam Kaisar.

Di Kekaisaran Langit Utara, kultivator diranah tersebut sangat diperhitungkan. Nu Bai tidak ingin Lan Hua membunuh lebih banyak lagi kultivator tingkat tinggi apalagi hanya karena emosi.

Suasana ruangan pertemuan mendadak menjadi tegang ditambah perlahan tercium bau amis dari tiga jasad sebelumnya.

Nu Bai menghela nafas lalu memerintahkan mereka bubar serta mengikuti rencana yang sudah Lan Hua katakan tadi. Kali ini tidak ada lagi yang protes bahkan para petinggi sekte tampak buru-buru setuju sebelum meninggalkan ruangan pertemuan dengan cepat.

"Apa kau yakin rencana ini akan membuat kultivator misterius itu muncul?"

"Seharusnya demikian, karena aku menyuruh mereka menyebarkan informasi tentang adanya artefak disini. Jika dia tertarik pada artefak tersebut maka dia harus datang dan mengambilnya."

Nu Bai mengelus dagunya, ia sempat berpikir kekuatan seperti apa yang dimiliki kultivator misterius tersebut karena sepertinya sosok itu tidak sesederhana yang Lan Hua atau dirinya pikirkan.

Sementara Lan Hua dan Nu Bai sedang membahas tentang Liu Yuwen, Lan Kugu sedang menuju kediaman putrinya kembali yang berada di markas pertama.

"Pion dan budak ya... Tidak kusangka di umur yang setua ini aku akan dianggap seperti itu." Lan Kugu tertawa pelan, tawa yang menunjukkan kekesalan bercampur kekecewaannya.

Lan Kugu yang merupakan pemimpin dari Sekte Darah Naga, salah satu jagoan di aliran hitam yang sangat ditakuti kini harus dianggap pion oleh orang lain ketika seharusnya dirinya duduk dipuncak dunia persilatan dengan nama besarnya.

Tidak dalam mimpi terburuk sekalipun Lan Kugu akan dipanggil demikian, hal ini membuatnya merasa semua latihan, semua dedikasi, semua pengorbanan yang sudah ia lakukan sepanjang hidupnya menjadi sia-sia.

Alasan Lan Kugu menjadi kuat karena tidak ingin ditindas atau diperintah oleh orang lain, jika diposisinya sekarang ia masih di perlakukan seperti itu maka untuk apa latihannya selama ini.

Lan Kugu menghela nafas, merasa telah kehilangan arah tujuan hidupnya. Satu-satunya yang menjadi harapan Lan Kugu saat ini adalah berharap Tujuh Dosa Pedang segera meninggalkan kekaisaran ini atau lebih baik lagi meninggalkan benua ini.

"Ayah, ada apa?"

Lan Shishi beberapa kali memanggil ayahnya namun tidak direspon, barulah saat ia mendekat Lan Kugu menyadarinya.

"Tidak apa-apa..." Lan Kugu hanya mengulas senyum tipis didepan putrinya. "Shishi aku ingin istirahat, pastikan tidak ada orang yang menemuiku."

Lan Kugu merasa tubuhnya begitu lelah, fakta perbedaan kekuatan ia dan Lan Hua sebelumnya membuat banyak pikiran berkecamuk di kepalanya. Lan Kugu langsung meninggalkan Lan Shishi yang masih kebingungan dengan sikapnya.

***

Untuk mengisi waktu, Liu Yuwen memilih menelusuri perkemahan sekte aliran putih yang lain, dengan Aruna keduanya berjalan bersama-sama sambil mempelajari situasi lebih jauh.

"Sekitar dua puluh lima sekte bergabung dalam penyerbuan ini, lima diantaranya adalah sekte besar di dunia persilatan..." Aruna seperti biasa menjelaskan pada Liu Yuwen meski sang pemuda sendiri tidak bertanya kepadanya.

Selain Sekte Nada Kehidupan, ada juga perwakilan sekte dari Pilar Pedang Kebenaran dan Bulan Biru.

"Bukankah ada satu sekte besar lagi?" Tanya Liu Yuwen menanggapi.

Aruna langsung mengetahui sekte yang dimaksud pemuda tersebut. "Benar, tapi Sekte Api Baja tidak ikut campur selama dalam perang ini, sama kasusnya seperti Sekte Bulan Biru waktu lalu."

Liu Yuwen menggeleng pelan, tidak menutupi rasa kecewanya. 'Tadinya jika mereka membantu perang ini, mungkin aku bisa melupakan masalah lama dengannya, sepertinya mereka benar-benar harus diberi pelajaran...'

Pandangan Liu Yuwen segera teralihkan oleh hiruk-pikuk di perkemahan itu, banyak orang sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri yang lebih mempersiapkan diri sebelum berperang nanti.

Senjata, pil penyembuh, termasuk memeriksa jumlah makanan ikut diperhitungkan dalam skala perang sebesar ini.

"Mereka sepertinya terlihat tidak takut mengikuti perang ini, bahkan terkesan semangat, apakah Tuan mengetahui penyebabnya?" Aruna tampak kebingungan saat menemukan ada keadaan yang tidak berada pada tempatnya.

Liu Yuwen baru menyadari saat Aruna bertanya hal itu kepadanya, "Hm... Mungkin karena mereka percaya diri bisa memenangkan peperangan ini dengan mudah."

"Seperti itu?" Aruna cukup terkejut.

Liu Yuwen menambahkan bahwa beberapa waktu ini sekte aliran putih sudah menyerbu markas aliran hitam dan selalu berhasil dengan kemenangan

Kultivator aliran putih mungkin menganggap markas aliran hitam kali ini sama dengan markas sebelum-sebelumnya, yang membedakan adalah jumlah pasukan yang dibutuhkan dalam penyerbuan markas tersebut.

Tentu alasan utama para kultivator itu semangat bukan karena bisa memenangkan pertempuran ini melainkan apa yang akan mereka peroleh setelahnya.

Harta jarahan dari setiap markas aliran hitam selalu berjumlah besar, mereka menginginkan adanya keuntungan besar jika mengikuti perang ini.

Aruna memangut-mangutkan kepalanya, merasa masuk akal dengan pemikiran Liu Yuwen.

"Saat perang nanti aku ingin kau memimpin kelompok asosiasi Aruna, aku harap kalian saling menjaga dan melindungi..."

"Bagaimana dengan Tuan?"

"Aku tetap bersama kalian, tapi aku yakin ada situasi yang membuatku harus bergerak sendiri jadi saat aku pergi, kau jadi pemimpin sementara."

Aruna tiba-tiba menghentikan langkahnya yang membuat Liu Yuwen mengerutkan dahi dan menghentikan langkahnya juga.

"Ada apa?" Liu Yuwen meminta penjelasan pada gadis itu.

"Tidak, aku hanya merasa Tuan selalu sibuk ketika di situasi pertarungan, apa Tuan tidak pernah memikirkan keselamatan diri sendiri?"

Seingat Aruna, Liu Yuwen sudah banyak menyelamatkan banyak nyawa bahkan pada mereka yang tidak mengenalinya. Sikap Liu Yuwen seolah mengatakan bahwa keselamatan semua orang merupakan tanggung jawabnya.

Liu Yuwen terdiam sebentar, memejamkan matanya untuk mengetahui jawaban jujur dari dirinya sendiri. "Mungkin karena aku menganggap dengan kekuatanku sekarang aku bisa menyelamatkan banyak orang. Seperti kata orang, Kekuatan yang besar mempunyai tanggung jawab yang besar juga..."

"Tapi keselamatan Tuan juga harus diperhitungkan?" Aruna kurang setuju.

"Aku mengetahui batas kemampuanku lebih dari siapapun Aruna..." Liu Yuwen tersenyum, mendekati gadis itu dan mengelus pipinya. "Terimakasih, aku tahu kau selalu mengkhawatirkan keselamatanku."

"Bagi Aruna, Tuan adalah segalanya." Jawab gadis itu pelan.

Liu Yuwen harus akui, ia tersentuh dengan jawaban tersebut.

1
Asiana Tyas
cerita yg bagus....kapan lanjutannya thor
Doni Rama
cerita udh tamat
pampam
Ma Bianfu bermutasi menjadi kekeluargaan karena sering menyerap batu permata siluman, bagaimana dengan Liu Yuwen ya, dia akan menjadi apa, kan sering menyerap batu permata siluman jg
malik Kh4n
apa author nya mati ya
Tony Yulianto
kebiasaan lama author kambuh lagi
cerita yang satu demikian juga
lama tidak ada lanjutannya
entah ada apa dengan dirinya
Prajapati
authornya tidur panjang,
Prajapati
kira2 author kemana ya?
MATAHARI ☀️
Kayaknya dah pensiun
Doni Rama
lama kali update nya Thor
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
hilang lagi thor.....kapan up nya ..🤔🤔🤔
Maulana Putra
update... donggg thorrr
Rizky Adeva
mantap thor lanjutkan
Rizky Adeva
keren bgt thorr lanjutka part 4
Nazam Roni
kenapa kok tidur thor😍😍🤭
Nazam Roni
lama nungguin thor🤭🤭
Raju
1.000 bagian lah...
kalau 100 dikit kaleee....
Shi yau... kdepannya bakal jadi SHI YOU....
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 💪💪😀
Zainal Arifin
joooooooosssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!