*HARAP BIJAK*
Tulisan ini mengandung konten dewasa dan dikhususkan untuk yang sudah berusia 18+
Chloe adalah wanita yang dianugerahi dengan tubuh sempurna, hidup berkecukupan dan dikejar banyak lelaki. Setiap orang yang melihatnya sekilas akan menginginkan hidup sepertinya. Namun, tidak dengan dengannya. Apakah yang terjadi pada Chloe?
Mengampuni adalah satu kata yang mudah diucapkan namun sulit bahkan hampir mustahil Chloe lakukan. Masa lalu mengikatnya seperti tali dan mengikutinya layaknya bayangan.
Bagaimana Chloe bangkit dari masa lalu? Akankah ia berhasil melaluinya? Atau justru semakin tenggelam dan larut didalamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SRIYANTI 150317, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daniel
Bella dan keluarga kecilnya menikmati waktu bersama dengan cara mereka sendiri. Bella bukan tak mau berhenti bekerja menjadi PSK namun keadaan membuatnya terikat. Bahkan ia ingin memperbaiki segalanya jika ada kesempatan kedua. Bayang-bayang masa lalu tak jarang menghampirinya dan mengintimidasi.
“Mom, kita sudah bisa pulang kerumah dan mencari sekolah mana yang akan kita tuju untuk Max.”
“Baiklah kalau begitu. Max, ayo sayang. Apa kau mau es krim lagi?”
“Aku sudah sangat kenyang Mom.”
Bella menggandeng ibunya dan menggenggam tangan Max untuk memasuki mobil untuk kembali kerumah.
...****************...
Daniel yang masih mencintai Michelle mengikuti Michelle tanpa sepengetahuannya. Daniel mengikuti Michelle sampai kekantornya. Saat berada di parkiran, ia mengejar Michelle dan menarik lengannya.
Michelle yang terkejut teriak spontan. Namun, setelah ia tahu bahwa yang menarik lengannya adalah Daniel ia tak bergeming.”
“Michelle, aku ingin bicara padamu.”
“Tak ada yang perlu di bicarakan lagi. Lagipula aku ada rapat setengah jam lagi. Tolong jangan ganggu aku.”
“Aku minta waktumu 5 menit saja. Boleh?”
“Baiklah dan tak lebih.”
“Michelle, kau tahu aku sangat mencintaimu. Kau tahu hatiku tak berubah untukmu. Kau tahu tak pernah ada yang lain dihatiku sejak terakhir kali bersamamu. Jika kau sebelumnya datang hanya ingin mencari tempat berlindung, aku sudah memaafkan mu. Namun, satu hal yang perlu kau tahu bahwa aku tak akan membuka pintu lagi untukmu. Aku berharap kau bahagia bersama Richard. Tolong jangan egois lagi Michelle karena itu bisa melukai orang lain. Kau tahu kan rasanya patah? Tolong jangan lakukan lagi pada siapapun. Kekuatan hati setiap orang lain berbeda-beda. Mungkin begitu mudah untukmu membuat seseorang jatuh hati tapi butuh waktu yang lama untuk melupakan. Aku pamit dan ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir. Ini sulit bagiku tapi bukankah ini pilihan satu-satunya untukku? Jaga kesehatanmu dan bahagialah selalu.”
Daniel mengucapkan setiap kata dengan kesungguhan. Matanya menunjukkan betapa ia mencintai Michelle namun juga terluka dengan apa terjadi. Daniel membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Michelle begitu saja.
Michelle yang tak tahu harus berkata apa memilih diam. Ia justru bicara didalam hatinya.
“Jaga dirimu baik-baik Daniel.”
Michelle berjalan dengan sedikit keraguan dalam hatinya. Hatinya terasa sakit dengan cara perpisahan mereka.
Daniel adalah pria sederhana dan tak banyak berbicara. Ketika ia jatuh hati maka segalanya akan di lakukan untuk wanita yang ia cintai.
...****************...
Chloe diminta oleh Axcel untuk menemuinya. Mereka ingin membicarakan terkait kegiatan anak-anak panti mengunjungi pabrik makanan.
Terlihat Axcel sedang menungu Chloe. Ia menggunakan hoodie biru dongker dengan celana jeans serta kacamata hitam yang bertengger dimatanya.
Beberapa saat kemudian muncul Chloe dengan pakaian sopan tak seperti biasanya. Rambutnya di ikat dan memakai riasan yang sederhana.
“Ada apa kau mengajakku bertemu? Bukankah aku belum mengatakan ‘iya’ untuk kegiatan anak-anak panti?”
“Kami berharap kau ikut berpartisipasi Chloe. Melihat tak akan semua anak ikut, itu artinya akan ada pengurus panti yang tinggal.”
“Hmm, aishh kau ini. Kapan kegiatannya?”
“Sabtu ini. Bagaimana?”
“Hahhhh (menghela nafas). Baiklah kalau begitu. Apa yang harus aku lakukan disana?”
“Memandu anak-anak dan bersikap manis lah.”
“Aku bersikap manis selama ini pada anak-anak. Hanya padamu saja tidak.”
“Oh begitu, hehehe. Kau juga akan terlihat sangat cantik jika pakaian yang kau gunakan nanti seperti sekarang.”
Dengan mata melotot, Chloe menatap Axcel. Chloe kesal namun ia tak menunjukkan seperti biasanya karena hatinya mulai melunak untuk Axcel.
“Baiklahhhhh.”
“Aishhh, kita sampai lupa untuk memesan makanan. Kau mau apa? Aku akan traktir.”
“Tidak perlu. Aku sedang diet.”
“Kau terlihat sangat kurus bagaimana kau bisa diet?”
“Hahhhh, kurus? Bagiku ini belum ideal.”
“Jangan sampai kau sakit. Boleh diet tapi jangan lupa jaga kesehatan.”
“Aishhhh, terserah kau saja. Apakah pembicaraan ini sudah selesai?”
“Sudah tapi nenekku meminta mu untuk kerumah jika kau sedang tak sibuk.”
“Benarkah?” (Mata berbinar dan sumringah)
“Tentu.”
“Akhhh, aku mau sekali. Mari kita berangkat sekarang. Kau makan dirumah saja.”
Axcel yang mendengar nya memilih untuk mengalah pada Chloe. Ia membawa Chloe kerumah Marry dengan motor miliknya. Ia memang tak membawa mobil begitu pula Chloe.
“Chloe, tolong jangan memelukku walaupun aku tahu kau tak akan melakukannya.”
“Apa maksudmu berkata seperti itu? Apa karena aku *******?”
“Ti....tidak Chloe. Maaf jika kau tersinggung dengan perkataanku. Hanya saja, aku berpikir bisa saja kau tak biasa dan takut jika dibonceng sedangkan kau tahu aku adalah seorang Pater. Tolong mengerti lah Chloe, maaf jika aku salah memilih kata-kata.”
“Aku memaafkan mu kali ini. Lain kali jika kau masih berkata seolah-olah merendahkanku maka aku akan membuatmu menyesal.”
“Baiklah. Mari kita berangkat.”
Axcel menyesal kurang berhati-hati dengan pemilihan kata yang ia ucapkan. Ia tak bermaksud merendahkan Chloe. Ia hanya perlu menjaga sikapnya.
Sedangkan Chloe tak menyangka bahwa Axcel bisa merasa menyesal seperti barusan. Tak biasanya wajahnya tampak sangat merasa bersalah. Biasanya ia akan sangat percaya diri dengan ucapannya.
Karena fokus dengan pikiran mereka masing-masing tak sengaja Axcel melakukan rem mendadak yang membuat Chloe spontan memeluknya.
Sesaat setelah sadar, Chloe langsung melepaskan pelukannya.
“Maaf Chloe. Aku kurang fokus dan ini adalah salahku.”
“Baguslah jika kau mengakuinya.”
Axcel mengemudi lebih berhati-hati dan fokus dengan jalanan yang berada didepan nya. Hingga akhirnya ia sampai di rumah neneknya.
Chloe yang melihat rumah Marry terkagum dibuatnya. Rumah minimalis namun mewah terlihat sangat elegan. Banyak bunga dengan berbagai warna tumbuh dengan rapi dan indah. Cat rumah Marry menambah keindahan rumah itu.
“Aishhhh, selera nenek mu sangat bagus sekali. Aku semakin menyukai nenek,” ucap Chloe kagum.
“Hahaha, semakin mengenalnya kau akan semakin kagum dibuatnya.”
Axcel akhirnya mengajak Chloe untuk memasuki rumah Marry.
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
saling dukung sukses bersama kk
feedback nya ya kk🙏
jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:
"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊
ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
like karya q ya
cinta rasa covid-19
the Thunder's love