Hana seorang kariawan biasa yang harus menerima perjodohan dengan anak atasannya yang bernama Rico. Hana pun menyanggupi meski tak ada cinta antara mereka berdua. Ia rela berkorban asalkan atasannya bisa sembuh dan mau di operasi.
Namun, harapan tak selalu sesuai kenyataan. Sang atasan meninggal dunia di saat pernikahannya yang belum genap 24 jam.
Karena merasa tak ada lagi alasan untuk bertahan, akhirnya Rico memutuskan secara sepihak untuk bercerai.
Hana merasa terluka dan di campakkan. Namun, ia juga tak bisa memaksa untuk mencoba menjalani pernikahan mereka. Putusan perceraian keluar. Hana harus menjadi janda perawan.
Tiga bulan setelah perceraian, nasib buruk menimpa Hana hingga membuatnya hamil dan pergi sejauh mungkin.
Mampukah Rico menemukan Hana dan bertanggung jawab. Atau hanya penyesalan yang menghantuinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aluna sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Welcome Jepang
Seminggu kemudian, Ryan benar-benar mewujudkan keinginan istrinya berlibur ke Jepang. Ia juga turut serta membawa Ika. Dengan senang hati Ika ikut meski nantinya akan jadi pengasuh Aksa, lumayan nggak keluar uang buat berlibur pikir Ika waktu Hana menwarkannya ikut.
Ryan memilih hotel yang berada di daerah Ginza yang letaknya di jantung kota Tokyo. Dan Ryan memilih hotel Mitsui Garden Hotel Ginza Premier untuk mereka menginap selama seminggu.
Ia juga membuka dua kamar, kamar untuknya dan Hana bertipe kamar double (moderate) dengan berbagai fasilitas lengkap berada dalam kamar, untuk Aksa dan Ika kamar twin dengan ranjang yang terpisah.
"Sayang, coba lihat kesini!" seru Ryan yang berdiri di jendela room mereka. Saat Hana melihatnya, ia begitu takjub melihat pemandangan kota Jepang dari hotel itu.
"Ini indah sekali." ucapnya takjub.
"Kamu suka?" tanya Ryan yang memeluknya dari belakang dan menyamdarkan dagunya di atas kepala Hana.
"Suka. Ini kayak mimpi. Terima kasih!"
Cup
Hana mencium pipi Ryan saat ia mendongakkan kepalanya.
"Hari ini kita istirahat dulu, nanti malam baru kita jalan-jalan buat kulineran." ujar Ryan yang sudah membawanya ke atas kasur mereka.
"Tapi aku mau mandi dulu. Ini lengket semua."
"Ikut!" goda Ryan.
"Ayo. Sekalian kamu pijitin, yah!"
Mendapat lampu hijau dari istrinya dengan kecepatan cahaya Ryan menggendong tubuh Hana dan membawanya ke dalam kamar mandi.
~
"Nah sekarang kita istirahat dulu, pesan papa kamu nanti malam baru jalan-jalannya." titah Ika pada Aksa.
"Ounty juga mau mandi dulu!" tentu Ika tak akan mensia-siakan berada di kamar mewah itu untuk menggunakan fasilitasnya.
Jam tujuh malam setempat, mereka sudah berkumpul di loby hotel untuk berjalan kaki keluar mencari makanan. Ini salah satu alasan Ryan memilih kota Ginza, karena tempatnya berfasilitas lengkap. Restoran, hotel, area belanja.
Hanya membutuhkan beberapa menit maka sudah sampai di restoran yang di tuju. Berbagai macam makanan Jepang sudah tersaji di atas meja.
"Ayo kita makan!" ujar Ryan mengawali makan mereka. Ekspresi mereka berbeda-beda saat mencicipi makanan. Terlebih Hana, Ika, dan Aksa. Sedangkan Ryan ia tidak terlalu heran karena sudah beberapa kali melakukan perjalanan bisnis ke Jepang.
"Papa, setelah ini kita kemana?" tanya Aksa di sela makannya.
"Hmmm untuk jalan-jalan jauh kita besok saja mulainya. Karena kamu mau masuk SD maka papa akan membawa kalian ke Ginza Itoya, di sana kamu bisa membeli barang untuk kamu sekolah dengan karakter yang unik. Nanti kalau kalian lapar lagi maka kita bisa langsung makan lagi di Ginza Itoya di lantai dua belasnya. Gimana! Mau!"
"Mau, mau, pa!" seru Aksa bersemangat.
"Kalian berdua gimana?" tanya nya pada Hana dan Ika.
"Kami ikut saja. Sekalian juga mungkin ada yang di beli nanti di sana." sahut Hana.
"Ok. Ayo kita habiskan makanannya."
~
Ginza Itoya
"Wah, bagus-bagus, Pa!" sahut Aksa antusias melihat aneka barang alat tulis di sana. Ia juga takjub melihat aneka pena dengan ribuan warna.
"Pilih yang mana kamu mau."
Bukan kali ini saja Ryan memanjakan Aksa, sebelum menjadi papanya pun Ryan senang membelikan Aksa barang mahal atau barang khas dari daerah tempatnya perjalanan bisnis.
"Pa, aku mau tas itu juga, hmmm terus buku, pulpen, binder, walpaper. Wah banyak Pa!"
Hana dan Ika juga membeli beberapa barang yang menurut mereka sangat di butuhkan untuk bekerja dan tentunya juga untuk oleh-oleh.
Setelah berkeliling hampir dua jam, mereka memutuskan untuk pulang. Aksa juga sudah terlelap di gendongan Ryan.
Cup
Ryan dan Hana bergantian memberikan kecupan di kening Aksa sebelum mereka meninggalkannya untuk kembali ke kamar mereka.
Rasanya satu minggu waktu yang singkat untuk mengekplor keindahan kota Jepang. Ryan benar-benar memanjakan mereka bertiga dengan berkunjung ke tempat-tempat ikonik.
Tokyo Tower,
Shibuya Crossing
Meiji jingu Shrine, Rainbow Bridge, Shinjuku Gyoen National Garden, dan hari ini hari terkahir mereka maka Ryan akan membawa mereka ke Disneyland. Tentunya dengan biaya yang tidak sedikit karena sebagian tempat tidak satu arah dengan kota Ginza.
"Papa beli tiket dulu, kalian tunggu sebentar." ujar Ryan.
Tidak lama ia datang dengan membawa empat tiket di tangannya.
"Ayo, kita masuk."
Di sini Aksa paling antusias, bagaimana tidak banyak tokoh-tokoh disney yang di pajang di sana. Ada juga wahana bermain.
Berbagai macam wahana telah mereka coba. Dan lengkungan tawa tak pernah lepas dari bibir mereka berempat.
~
"Sayang, aku sangat bahagia. Terima kasih untuk semuanya." ucap Hana haru kala mereka berdua sedang menikmati pemandangan malam kota Tokyo dari jendela room mereka.
"Kalian bahagia aku juga bahagia." mengecup kepala Hana. Tak lupa tangannya membelai perut rata Hana dari luar baju tidur Hana.
"Kau ingin anak laki-laki atau perempuan?" tanya Hana.
"Kalau boleh memilih, aku ingin perempuan agar ia cantik seperti kamu." ujarnya sambil menjawil hiding bangir Hana.
"Kenapa tidak laki-laki saja agar tampan sepertu mu."
"Hmmm baru menyadari kalau aku tampan, ya!" goda Ryan yang di sambut dengan cubitan di tangannya.
"Sudah ada Aksa. Apa kamu tidak liat kalau dia menuruni ketampanan ku. Tapi nanti cukup satu saja, aku nggak mau kamu harus di operasi lagi lebih dari dua kali. Aku sangat sakit membayangkannya." tutur Ryan sendu ketika ia mengingat bagaimana perjuangan Hana dulu melahirkan Aksa.
Hana membalikkan tubuhnya memeluk Ryan erat. "Terima kasih, terima kasih." gumamnya di sela isakan tangisnya "Jangan pernah tinggalkan kami."
"Tidak akan pernah kecuali maut yang akan memisahkan kita." Ryan pun mengeratkan pelukannya.
Bersambung
Episode kali ini benar-benar mengeksplor kota Jepang. Negara ini salah satu negara impian untuk di kunjungi.
Maafkan jika ceritanya mungkin masih flat, kalau pun ada konflik nggak akan berat, coz hidup author aja sudah berat 😂😂😂😂
Terima kasih yang sudah berkenan mampir, jan lupa like, komen, dan vote ya.
Cerita ini sudah proses kontrak, jadi mohon dukungannya. Syukur-syukur kontraknya cepat keluar dan ada penghasilannya. Kalau pun nggak ada akan saya anggap untuk belajar.
sprtny author ingin mmbuat hana kembali pd org lama yg justru menyakiti Hana. sedih.....
sprtny author ingin mmbuat hana kembali pd org lama yg justru menyakiti Hana. sedih.....