Dista Keinadira, harus menelan rasa pahit kala Pamannya menjadikan sebagai alat penebus hutang. Kepada sosok pria lajang tua kaya raya yang memiliki sifat dingin dan sulit ditebak yaitu, Lingga Maheswara.
Pernikahan yang hanya dianggap nyata oleh Dista itu selalu menjadi bumerang dalam rumah tangga mereka. Lingga selalu berbuat kasar kepada Dista yang selalu saja mengharapkan cinta darinya.
•••••
"Satu ucapan cintaku akan setara dengan derasnya air mata yang akan kau keluarkan, Istriku.." Kata Lingga disela isak tangis menyakitkan Dista.
∆∆∆
Halo, jangan lupa follow dan dukung selalu🙃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMP~BAB 33
Vania heran melihat Lingga pagi-pagi sudah marah dengan Malik yang baru saja sampai. Dan juga ada bodyguard lain yang menunduk merasa bersalah, bahkan kemarahan dari Lingga tidak pernah vania lihat sebelumnya.
“Kenapa kalian tidak bisa menemukan Distaku? Cepat cari dia sampai ketemu!” Perintah Lingga dengan suara yang lantang membuat bodyguard itu langsung pergi menjalankan tugasnya.
Malik hanya bisa menghela napas panjang. Tatapan Malik tertuju pada Vania yang langsung memeluk Lingga dari belakang. Sungguh menjijikkan, itulah reaksi dari Malik kala melihat Vania.
“Sayang, kenapa juga kau mengharapkan kembalinya wanita itu?” Tanya Vania sembari mengarahkan tangan Lingga agar pria itu menatap kearahnya.
Bahkan disaat seperti itu, Lingga tidak menatap kearah Vania sama sekali. Malah terus menatap kearah pintu masuk, membuat Vania menjadi heran dan tentunya kesal.
“Bahkan sudaha ada aku, kenapa juga masih memikirkan wanita itu?!” Tanya Vania dengan kesabaran yang sudah habis.
Lingga melepaskan genggaman tangan Vania, ia menatap kearah Malik yang juga masih sama menatapnya.
“Temukan Distaku, aku mau malam ini dia harus datang dan bertekuk lutut di kakiku. Meminta maaf atas kelakuannya saat ini, kalau tidak…” Lingga menggantung kalimatnya, ia menatap tajam Malik yang masih menatap nya.
“Aku akan membunuh Paman dan Bibinya, katakan itu padanya!” Teriak Lingga yang mana langsung mendapatkan anggukan mantap dari Malik.
Mata tajam Lingga terus menatap kepergian Malik, tangan pria itu mengepal erat. Dan berhasil membuat Vania heran tentunya, bahkan Lingga menjauhkan tangan Vania dari sekitar tubuhnya.
“Jangan sentuh aku saat ini, Vania.. Aku sedang kesal!” Ucap Lingga dengan sangat tegas.
Vania kesal tentunya, tapi ia tahu seperti apa perasaan Lingga saat ini. Maka Vania tidak ada pilihan lain selain untuk bersabar saja saat ini. Vania tidak mau jika Lingga kesal nantinya dan malah membuat kacau keadaan, jadi Vania mengalah saja. Berlalu pergi dari Lingga, lebih baik ia memanjakan dirinya dikamar.
Kepergian Vania tentu saja Lingga langsung menghela napas lega, ia melihat foto di ponselnya. Dimana ada salah satu bodyguard yang mendapatkan gambar jika Dista digendong oleh Malik. Hal itu membuat darah Lingga seakan mendidih, ia tidak tahu ada hubungan apa sebenarnya antara Malik dan Dista.
“Kau berani mengkhianati ku, itu berarti kau sama saja menantang nyawamu sendiri, Dista!” Ucap Lingga sembari membanting ponselnya di lantai.
Lingga bangkit dari duduknya, menarik dasi yang cukup menyesakkan pernapasannya. Kemarahan Lingga sudah tidak bisa terbendung lagi, ia menginginkan Dista saat ini juga.
•
Sementara Dista sedang asik duduk di Taman Mansion Malik, ia bernyanyi kecil sambil bermain dengan kelopak bunga mawar yang sengaja ia petik tadi. Pandangan mata Dista langsung tertuju pada mobil Malik yang memasuki perkarangan, dan ada mobil lain yang menyusul dibelakang.
Cepat-cepat Dista langsung bersembunyi, ia bersembunyi dibalik rumput hingga memungkinkan para orang-orang Lingga menemukannya.
“Kenapa kalian mencurigai ku?” Tanya Malik sambil bersandar pada badan mobil.
“Jangan banyak bicara, Tuan Malik.. Kami tahu bahwa kau orang terakhir yang bersama dengan Nona Dista, jangan sembunyikan dia lagi!” Suara bodyguard itu sangat lantang tentu saja Dista masih mendengar nya.
“Dimana Nona Dista?” Tanya salah satu bodyguard yang siap melayangkan senjata tajam itu kepada Malik yang berdiri dengan tenang.
Dista masih melihat itu, ia terkejut tentunya melihat Malik diancam seperti itu oleh orangnya sendiri. Tentu saja timbul perasaan bersalah dihati Dista, ia menangis sambil menatap Malik yang diperlakukan selayaknya pencuri di Mansionnya sendiri.
“Cepat! Tunjukan dimana Nona Dista!” Perintah bodyguard itu, bahkan sedikit mendorong tubuh Malik. Memang Dista tidak melihat ketidakberdayaan diwajah Malik, pria itu kelihatan tenang saja.
Tentunya Dista merasa posisinya saat ini tidak aman, Dista mencari cara lain. Dista melihat pagar yang menjulang tinggi itu, ia melihat kondisi para bodyguard yang sibuk mencari diluar. Tanpa berpikir dua kali, Dista langsung kabur dengan memanjat pagar tinggi itu.
Tidak lupa menyempatkan menghapus jejaknya sendiri, bahkan Dista dengan mudah melompat dari pagar tinggi itu. Ia langsung berlari sekencang mungkin, Dista tidak mau merepotkan Malik lagi. Dista tahu seperti apa Lingga dalam melakukan orang, ia tidak mau Malik terkena imbasnya.
Disisi lain, Malik terlihat tenang menunjukkan kearah yang harus diperiksa para bodyguard di Mansionnya.
“Apa kalian menemukan Dista?” Tanya Malik dengan ekspresi yang begitu tenang.
Sementara empat bodyguard itu sudah berkeliling mencari, tapi tidak menemukan bayangan atau mungkin ada pertanda jika Dista berada di Mansion Malik.
“Ada apa ini?” Suara itu mengejutkan Malik dan empat bodyguard itu.
Terlihat Mawar dan Erlan yang sudah berdiri dengan tangan berkacak pinggang, mereka paling tidak suka Mansionnya dimasuki orang asing.
“Apa Lingga sudah tidak tahu aturan lagi?” Tanya Erlan kepada empat bodyguard itu.
“Maaf, Tuan.. Kami hanya mencari keberadaan Nona Dista, karna kami curiga jika Tuan Malik menyembunyikan istri Tuan Lingga,” Jawab salah satu bodyguard.
Tentu saja Mawar dan Erlan tertawa. “Mana mungkin anakku menyembunyikan istri Lingga, dia tidak seberani itu. Dan juga, Mansion kami tidak sembarangan membawa orang asing masuk,” Jelas Mawar yang mana mendapatkan kepercayaan dari empat bodyguard itu.
“Baiklah, maafkan kami, Tuan Malik.. Kami sudah salah paham, kami akan menjelaskan semua ini kepada Tuan Muda nanti.” Ucap bodyguard itu yang mana membuat Malik mengangguk saja.
Empat bodyguard suruhan Lingga itu pun pergi, barulah Malik menghela napas lega. Erlan memastikan dulu jika empat bodyguard itu sudah pergi, lalu ia menghampiri Malik yang sepertinya benar-benar menyembunyikan istri dari Lingga.
“Dari yang ayah lihat, kau benar-benar menyembunyikan istri Lingga..” Tebakan Erlan membuat tubuh Malik membeku.
“Apa itu benar, Nak?” Tanya Mawar yang sepertinya juga menebak hal yang sama dengan sang suami.
“Aku tidak menyembunyikan istri orang, ayah, Ibu.. Aku hanya melindungi Dista saja.” Jawab Malik jujur apa adanya, ia tidak mau menyembunyikan apapun sekarang.
Mawar dan Erlan saling tatap satu sama lain dengan pikiran mereka masing-masing. Sementara Malik langsung mencari Dista di kamarnya, ia menjadi khawatir dengan wanita itu. Setidaknya Malik lega karna Dista tidak ditemukan, ia merasa harus segera membawa Dista sejauh mungkin sekarang dari Lingga.
Pamannya wkwkkwkw luar binasa bukan luar biasa lagi di luar akal udh sifatnya apa orang begini calon penghuninsurga wkwkkwkw gk jamin juga jmaaf ya agak gk bisa nerima
Wkwkwkkwkw wanita goblok gk tau apa yg pantas di sebut gk bisa menghargai diri sendiri
Penderitaannya dgn dalih mencari pahala , wkwkkwkw pahala itu bukan hanya dgn melayani suami yg biadab yg ada mati, sholeha yg keliru 🥶