NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman yang Nyata .

Danu yang tersulut emosi pun tak bisa membendung amarahnya . terlihat kuntadi yang memperhatikan danu dari kejauhan merasa danu sedang tak baik-baik saja , akhirnya Kuntadi pun langsung menghampiri danu yang sedang tak karuan tersebut .

" Danu ... ada apa ? mengapa terlihat sangat marah begitu ? " Kuntadi mencoba melakukan pendekatan dan mencari celah untuk menenangkan danu .

" Kau ada di pihak siapa ? di pihakku atau aziel .?!!" danu yang emosi pun bicaranya tak karuan .

" Maksudnya bagaimana danu ? istighfar , tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan , lakukan itu terus menerus " ujar Kuntadi .

Danu pun melakukan apa yang diarahkan oleh kuntadi.

Danu beristighfar dan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan secara terus menerus , hingga akhirnya ia sedikit tenang .

" Maaf kun , aku dikuasai amarah , namun aku tak bisa menyembunyikan kekecewaanku " ujar Danu .

" Apa yang sebenarnya terjadi , kecewa karena apa ? coba ceritakan agar melegakan hatimu walau sedikit setidaknya kau tak menyimpan itu sendiri " ujar kuntadi .

" Aku kecewa , baru saja aku melihat dengan mata kepalaku sendiri , aziel sedang bersama mbak syifa , dibawah pohon besar dibelakang pawon , mereka terlihat menikmati perbincangan mereka , dan terlihat mereka sangat dekat sekali " ujar danu.

Kuntadi pun terdiam , dan bergumam dalam hatinya .

# Aziel ? apa benar yang diucapkan danu ? apa benar aziel mendekati mbak syifa ? dia kan sudah kuberitahu bahwa danu menyukai mbak syifa , apa pernyataanku itu tak berpengaruh padanya ? tapi aku masih ragu dengan pernyataan danu , aku harus tanyakan langsung pada aziel # gumam kuntadi dalam hati.

" Mungkin hanya kesalahpahaman saja Danu , tak mungkin juga mbak syifa keluar dari pawon untuk menemui seorang murid ayahnya tanpa persetujuan ayahnya yaitu kiyai Ismajati yang juga guru kita . jadi kurasa itu hanya salah paham , mungkin saja kiyai Ismajati mengutus mbak syifa untuk memeberitahu sesuatu kepada aziel " ujar kuntadi yang mencoba menenangkan danu.

" Benar juga , tapi bukankah biasanya kiyai Ismajati akan memanggil langsung atau mendatangi langsung jika memang ada hal penting ? dan sangat tak mungkin kiyai Ismajati mengutus mbak syifa hanya untuk sekedar memberi aziel segelas teh dan sepiring camilan " Danu masih tak terima dengan aziel yang terlihat diperhatikan oleh syifa .

" Sudah , untuk saat ini tidak perlu dibahas , dan menurutku itu hanya kesalahpahaman . yang terpenting ingatlah Dan , kita berada di tempat yang ditujukan untuk menimba ilmu terutama soal agama , jadi perbanyaklah istighfar dan fokuslah pada tujuan sebenarnya " ujar Kuntadi yang sedikit tak senang dengan sikap danu yang seakan tergila-gila oleh wanita .

" Hmmmmm " Danu tak bisa menjawab pernyataan kuntadi dan memilih untuk diam .

Seketika suasana menjadi hening , danu terdiam karena pernyataan dari kuntadi . dan kuntadi pun sudah enggan berbicara karena terpikirkan untuk menemui aziel .

" Yasudah kalau begitu , kau sebaiknya perbanyak istirahat , rebahkan badanmu dan tenangkan pikiranmu .. aku masih ada urusan lain " ujar kuntadi sembari melangkahkan kaki meninggalkan danu .

# Aku harus bertanya langsung pada aziel , aku tak mau menjadi salah sangka pada akhirnya , dan aku pun tak yakin jika aziel sengaja untuk mengejar mbak syifa , aku yakin itu hal yang tidak direncanakan aziel dan juga tidak dipikirkan apalagi oleh mbak syifa # kuntadi bergumam dalam hati dengan melangkahkan kaki berniat mencari aziel .

Terlihat aziel yang baru saja kembali dari pohon besar belakang kediaman kiyai Ismajati dan hendak menuju kamarnya untuk mulai membersihkan diri .

" Ziiielll , azielll...." terdengar suara kuntadi memanggil aziel .

" Ehhh kun ..." aziel membalikkan badannya kearah kuntadi .

" Ziell , kamu dari mana ? " tanya kuntadi .

" Dari tempat biasa aku merebahkan badan , di bawah pohon besar belakang kediaman kiyai Ismajati " jawab aziel .

# Dari arahnya benar , aku coba tanya lebih dalam untuk memastikannya # gumam kuntadi dalam hati .

" Ada apa kun ? kenapa tiba-tiba diam begitu ?" tanya aziel yang heran melihat tingkah kuntadi .

" Eee tidak ziel , kamu dari pohon besar belakang kediaman kiyai Ismajati ? yang di belakang pawon itu ?" tanya kuntadi gugup .

" Iya , memangnya ada apa kun ? aku merasakan ada yang mengganjal di hatimu " ujar aziel yang merasa tak nyaman dengan rasa yang ada di dalam hati kuntadi.

" Eeemmm memang ada hal yang ingin kutanyakan , tapi sebelumnya jangan berburuk sangka padaku , karena aku hanya ingin memastikan saja " ujar kuntadi .

" Hmmmmm , tanyakanlah , tapi ini menjelang maghrib , bukan aku mengelak , namun saranku sebaiknya kita berbincang setelah melaksanakan shalat isya , agar bisa leluasa untuk berbicara" ujar aziel.

" Astaghfirullah... benar juga , baiklah kalau begitu, setelah melaksanakan shalat isya aku akan menemui disini , kita berbicara di kamarmu saja ya " ujar kuntadi .

" Baiklah.. " ujar aziel.

Aziel pun bergegas untuk membersihkan diri , begitu juga dengan kuntadi.

# Apa yang sebenarnya terjadi ? ada apa lagi ini ? apakah soal danu lagi ? apa dia masih penasaran dan masih membicarakan kejadiannya yang dia alami ? hmmmmm # aziel bergumam dalam hatinya selagi ia membersihkan diri.

Tiba waktu maghrib , semua murid sudah berada di mushola berikut dengan kiyai Ismajati.

shalat maghrib pun dilaksanakan dengan berjamaah , seusai shalat maghrib kiyai Ismajati melanjutkan tausyiah sembari menunggu waktu Isya .

Namun danu masih belum bisa menghilangkan rasa kesalnya , tatapannya kepada aziel penuh dengan amarah dan kebencian.

Kiyai Ismajati yang memperhatikan murid-muridnya itu pun seketika tersadar bahwa ada yang lain dari raut wajah dan tatapan danu kepada aziel , tak heran kiyai Ismajati berfikir ada apa diantara muridnya tersebut . karena sementara kiyai Ismajati memberi tausiyah , pandangan danu lebih sering tertuju pada aziel . namun kiyai Ismajati tak ingin langsung bertanya pada muridnya tersebut , beliau mencari waktu yang baik untuk mengajak muridnya tersebut berbicara .

Para murid berikut kiyai Ismajati pun selesai melaksanakan shalat isya , makan malam pun sudah dilaksanakan, kiyai Ismajati pun kembali ke kediamannya , namun kali ini tidak seperti biasa danu pun langsung kembali ke kamarnya , yang sebelumnya danu selalu membereskan peralatan yang digunakan untuk makan dan membawa ke pawon , kali ini ia enggan melakukan itu . membuat Cahyo dan Aziel merasa heran , namun tidak dengan Kuntadi , karena Kuntadi sudah mengetahui sebabnya .

" Tumben danu langsung pergi , tidak seperti biasanya seperti itu ..." ujar Cahyo

" Sudah , jika danu tidak mau , kita yang masih berada disini langsung saja membereskan dan membawa ini semua ke pawon " ujar Kuntadi langsung memotong perkataan Cahyo agar tidak ada pembahasan lebih lanjut .

" Iya iya , hanya heran saja , tidak seperti biasanya " jawab Cahyo .

" Ssstttt , sudah , ayo segera bereskan ini " ujar Kuntadi yang sembari membereskan peralatan yang digunakan untuk makan .

Aziel yang terdiam memperhatikan pembicaraan kedua temannya itu , seketika ia tersadar bahwa ada sesuatu dengan danu , dan kuntadi sudah mengetahuinya . namun aziel masih belum mengerti masalah apa yang sedang terjadi .

# Aku yakin terjadi sesuatu , sikap dan bahasa yang kuntadi lontarkan mencerminkan dia mengetahui persoalan yang sedang terjadi # gumam aziel dalam hati .

Setelah membereskan semua , Cahyo , Kuntadi , dan Aziel pun bergegas kembali ke kamarnya masing-masing . Kuntadi mengatur strategi agar Cahyo tak bertanya-tanya dan menaruh curiga padanya , Kuntadi pun terus berjalan dengan Cahyo hingga Cahyo memasuki kamarnya , namun ketika Cahyo memasuki kamarnya , Kuntadi langsung berjalan lurus dan memutar menuju kamar aziel .

Setibanya Kuntadi di depan kamar aziel .

" Assalamualaikum..." kuntadi mengucap salam .

" Walaikumsalam...masuklah kun " jawab aziel .

*nguuuukkk

suara kuntadi membuka pintu kamar aziel .

" Duduklah , tenangkan dulu hati dan pikiranmu kun , aku tahu kau sedang gelisah " ujar aziel .

" Ya , kau benar ziel , aku memang sedang gelisah saat ini " jawab Kuntadi

" Sekarang ceritakanlah perlahan , apa yang membuatmu gelisah , dan apa yang mengganggumu " ujar aziel .

" Aku gelisah memikirkan temanku , tepatnya kedua temanku , ya dua orang temanku , aku gelisah memikirkannya " ujar kuntadi

" Temanmu ? kedua temanmu ? ayolah kun , langsung saja pada inti pembicaraan , jangan membuatku bingung " ujar aziel.

" Ya , kedua temanku , kau dan danu .. aku memikirkan kalian ..." ujar Kuntadi.

" Hmmmmm lantas , apa yang kau khawatirkan , dan kenapa harus aku dan danu ?" ujar aziel .

" Begini , sebelum aku menemuimu sore tadi , danu bercerita kepadaku , tentang dirimu , yang berada di belakang kediaman kiyai Ismajati , lebih tepatnya itu belakang pawon , karena lebih dekat dengan pawon " ujar Kuntadi.

# Perasaanku mulai tak enak , apa mungkin danu melihat aku dan syifa sedang bersama ? pasti itu permasalahannya , tapi aku tak merasakan kehadiran danu saat aku bersama syifa , sepertinya aku terlalu ceroboh dan terhanyut dalam kesenangan saat bersama syifa tadi # gumam aziel dalam hati.

" Ziel ... ??? apakah kau sudah mengerti maksudku ? " lanjut kuntadi yang melihat aziel yang tiba-tiba terdiam dengan tatapan kosong .

" Eeemmmm ya , sepertinya aku sudah mengetahui titik permasalahannya ... Pasti Tentang Syifa " jawab aziel .

" Benarkah ? ziel , aku yakin apa yang terjadi hanyalah kebetulan , kau tak bermaksud untuk mendatangi mbak syifa , benarkan ? Dan aku yakin danu hanya salah paham , ini semua kesalahpahaman " ujar kuntadi meyakinkan dirinya sendiri .

" Benar , aku sama sekali tak bermaksud untuk menemui syifa , apalagi mempunyai niat dengan sengaja pergi ketempat itu untuk mengganggu syifa , aku berani bersumpah atas hal itu... Dan untuk soal salah paham , itu bukanlah kesalahpahaman , kau salah jika bicara itu kesalahpahaman, karena itu terjadi nyata kun " jawab aziel .

" Benar sih , itu nyata , tapi menurutku itu kesalahpahaman , karena danu salah paham atas dirimu ... namun Alhamdulillah , aku yakin kau tak begitu ziel ... dan aku sangat yakin itu semua hanya sebuah kebetulan , dan danu hanya salah paham " ujar kuntadi.

" Memang benar kun , semua itu sebuah kebetulan , murni semua itu sebuah kebetulan dan bukan atas kehendakku , dan untuk danu anggap saja itu kesalahpahaman yang nyata untuknya " ujar aziel .

" Apapun itu kesalahpahaman yang nyata atau apa itu namanya intinya aku percaya padamu , namun aku masih bertanya-tanya mengapa bisa ada syifa disitu bersamamu ziel ? dan ditambah lagi pengakuan danu dia melihat kau di suguhkan segelas teh dan sepiring camilan , apakah itu benar ? bagaimana mulanya bisa terjadi begitu ziel ? bisakah kau ceritakan padaku ? " ujar kuntadi .

" Baiklah , kuceritakan mulai dari awal ... mulanya aku bertujuan untuk menenangkan diri dibawah pohon besar itu , terang saja ada yang kupikirkan , jadi aku ingin menenangkan hati dan pikiranku . karena kau pun mengetahuinya kalau aku senang berbaring dibawah pohon ketika siang hari , kebetulan aku merasa nyaman ketika aku bersandar dan berbaring di bawah pohon besar yang berada di belakang pawon itu , jadi aku memilihnya sebagai tempat yang cocok untuk menenangkan diri " ujar aziel .

" Lalu ....????" tanya kuntadi yang masih penasaran.

" Lalu aku berbaring , hingga aku terlelap , tak sadar ada yang membangunkanku , dan itu adalah syifa , jujur aku tak mengetahui yang lainnya karena aku terbaring hingga terlelap di bawah pohon itu . yang aku tahu hanyalah syifa membangunkanku sudah membawa segelas teh dan sepiring camilan ditangannya , awalnya kukira dia memintaku untuk mengantarkannya kepada seseorang , namun ketika kutanya akan dibawa kemana dan untuk siapa akan aku bawakan , dia menjawab itu untukku , dan ia memintaku untuk meminum dan memakan camilannya , itu saja yang aku ketahui dan begitulah alur ceritanya " aziel menceritakan kejadian tadi kepada kuntadi dengan jelas dan berusaha tidak ada yang ia sembunyikan sedikitpun dari kuntadi .

" Benarkah demikian ziel ? aku memang sudah yakin kau tidak mungkin dengan sengaja mencari atau menemui mbak syifa , namun kali ini aku jadi bertanya-tanya apa maksud dan tujuan mbak syifa , dan bagaimana awalnya dia bisa datang membawakanmu teh dan camilan , sunggu membuat bingung " ujar kuntadi yang kini bingung dengan maksud dan awal mula syifa bisa melakukan hal itu .

" Aku yang menjalaninya saja bingung , apalagi kau yang hanya mendengar cerita kun " ujar aziel menghela nafas .

" Tak mungkin aku bertanya langsung pada mbak syifa kan ? sangat tak mungkin " ujar kuntadi.

" Ya jika kau nekat ingin tahu , silahkan saja tanya , mewakili kebingunganku , heheheh " ujar aziel tertawa

" Jangan kira kau bisa memperalatku ziel ..." ujar kuntadi menatap aziel dengan sinis.

" Halaaahhh begitu saja langsung sinis menatapku , aku hanya bercanda. lagipula kau pun terlihat antusias sekali dengan permasalahan ini " ujar aziel menenangkan kuntadi yang sedang sensitif .

" Aku hanya tak ingin kau dan danu berseteru , aku tak ingin ada permasalahan diantara kalian. biar bagaimanapun kalian tetap temanku , satu tempat denganku , yang berarti juga saudaraku , dan kalian berdua pun adalah saudara " ujar kuntadi.

" Tidak perlu dicemaskan , ada saatnya aku menjelaskan pada danu , dan aku yakin dia bisa menerima penjelasanku " ujar aziel tersenyum .

" Baiklah , namun pastikan danu bisa menerima penjelasanmu ziel , agar ia tak memendam rasa benci terhadapmu " ujar kuntadi.

" Yaaa doakan saja mudah-mudahan danu bisa menerimanya penjelasanku " ujar aziel .

" Ya pasti ku doakan ... ehhh tapi ada yang aneh .... tunggu , aku melewatkan sesuatu , aku baru tersadar " ujar kuntadi yang teringat sesuatu.

" Ada apa lagi kuuunn ???? masih tak percaya padaku ?" tanya aziel.

" Bukan , bukan itu , tungguu .. aku mencoba mengingatnya ...." ujar kuntadi berfikir keras.

" Hmmmmm ...." aziel menghela nafas melihat tingkah kuntadi .

setelah mengingatnya , kuntadi pun langsung menanyakannya pada aziel .

" Naaaahhhh ... iya ... kenapa kau menyebut mbak syifa tanpa menggunakan kata mbak ??? aziel , jelaskan padaku sejauh apa hubungan kaliaannn ? haduuuuhhh apa jangan-jangan memang ada hubungan antara kalian ? ..." ujar kuntadi yang panik .

" Hahahhh , tidaaak , dia memintaku untuk menyebutnya dengan nama saja , dia bilang agar dia tak canggung padaku , begitu sih ujarnya " jawab aziel dengan santai.

" Hah ..??? sungguh , aku tak siap untuk kedepannya , aku hanya berdoa yang terbaik untuk kedepannya , terutama danu , aku berdoa agar dia bisa menerima kenyataan . karena dari ucapanmu , sepertinya mbak syifa menaruh hati padamu " ujar kuntadi.

" Sudah tidak perlu dibahas , pembicaraan dan pemikiranmu sudah mulai kacau kun " ujar aziel .

Sementara itu , ditempat lain , tepatnya dikamar Syifa . Syifa yang terlihat sedang bahagia , bersenandung tipis sambil menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri.

" Hmm hmmm hmmmmmmm ... hihii , subhanallah , matanya yang kecoklatan itu membuatku tak henti-henti memikirkannya hihi " syifa bergumam bahagia .

Seketika ia pun beristighfar .

" Astaghfirullah , ya Allah , ampuni hamba .. Bukan maksud hamba mengagumi makhluk selain Engkau ya Allah ... hamba hanya takjub dengan CiptaanMu ya Allah .. Astaghfirullah, astaghfirullah...." syifa yang beristighfar namun wajahnya berseri karena masih merasa bahagia bisa bertatapan langsung dengan aziel .

Tak sadar Syifa sudah membuat kegaduhan diantara murid ayahnya tersebut. Memang Bukan salahnya , namun semestinya syifa bisa lebih memperhatikan sekelilingnya dan memahami orang lain .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!