NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:329.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss AL

Derasnya hujan malam ini, seorang gadis yang sedang merenungkan nasibnya sekarang, air mata terus berjatuhan tak ada niatan untuk di hentikan, bibirnya mengatup hanya ada isakan yang terdengar, matanya hanya tertuju pada satu benda dan kertas foto persegi kotak di tangannya dan seluruh tubuhnya bergetar hebat "Apa, yang harus aku lakukan." Jeritnya pilu.

Keputusan apa yang akan ia pilih. melepas atau menerimanya dan pergi menjauh ia butuh ketenangan.

Dan apa jadinya saat kehidupannya sudah tenang seolah olah takdir sedang mempermainkannya.

Ini tantangan hidup apakah ia bisa melawan traumanya karena masa lalu ataukah ia akan menemukan takdirnya bersamaan kembalinya dia dan orang orang masa lalu yang mulai hadir.


Heyy buat para reader semoga suka karena karya ini asli hasil imajinasi sendiri NO PLAGIAT NO CURI² MILIK ORANG LAIN, murni hasil berpikir sendiri 😁.

selamat membaca 💞

salam dari Author 💋😻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKSM 33

"Enggak dad, aku gak mau minta maaf sama anak itu, seharusnya anak itu yang meminta maaf," ucap Luna menolak.

"Iya, aku juga enggak mau dad." Dira pun menolak.

"Daddy tidak menerima penolakan, cepat kalian minta maaf pada anak itu," perintah Boby.

"Ohhh jadi kalian menolak, oke kalo begitu. Kak kau urus sisanya, lagi pula kau dengar bukan kalo anak mereka menolaknya," tuturnya seraya berlalu menghampiri Gino, Genio dan Lucas yang masih di situ.

"Hem," jawab Ansel singkat. "Juno kau tahu bukan? Apa yang harus dilakukan," perintahnya pada asistennya.

"Saya tahu tuan," ucapnya tegas.

Setelah Juno selesai mengerjakan apa yang di perintah oleh sang tuan, tiba tiba secara bersamaan mereka mendapat kabar buruk yang tidak ingin mereka dengar. Dua kepala kelurga itu saling pandang setelahnya mereka beringsut mendekati Ansel yang kini di kelilingi oleh para pengawalnya

"Tuan, tuan Ansel tolong kami tuan, kami akan menyuruh putri kami untuk meminta maaf pada anak itu," ucap orang tua Luna.

"Iya tuan, kami mohon, tolong jangan tarik kerjasama kita tuan, tolong tuan," ucap orang tua Dira mengiba.

"Iiih dad ngapain sih memaksa Dira buat minta maaf, yang salah anak itu, dia yang seharusnya minta maaf bukan sebaliknya," ucap Liliana tak terima.

"Diam kamu," bentaknya.

"Kok, daddy bentak mommy sih?" tanyanya kaget.

"Kamu mau perusahaan keluarga ku hancur hanya gara gara anak kamu itu, mau kamu hidup di jalanan, hah," hardiknya.

Ia yang selama ini sudah terbiasa hidup mewah, hidup enak tanpa harus bekerja keras, membayangkan kembali dikehidupan sebelum ia dinikahi oleh suaminya, ia benar benar ketakutan, ia tak ingin hidup melarat lagi. Begitupun Lusi yang tadinya ingin protes karena putri satu satunya harus meminta maaf pada anak kecil, kini lebih memilih bungkam karena ia tak ingin perusahaan yang di bangun suaminya dengan kerja keras harus hancur dalam sekejap, ia pun tak ingin kehilangan kemewahan dan hidup melarat.

"Ku beri kesempatan terakhir," ucap Ansel dingin.

"Baik baik tuan, terima kasih," ucap Boby dan Doni bersamaan.

Mereka pun menghampiri putri putri mereka untuk segera meminta maaf pada anak yang sudah di tampar anak mereka.

"Dad, Luna gak mau, pokoknya enggak," teriaknya bersikeras.

"Luna, cepat sekarang kau minta maaf kepada anak anak itu," perintah Boby dingin.

"Aku gak mau dad," ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.

"Jadi kau lebih memilih menjadi gelandangan gitu?" tanyanya sarkas.

"Ma maksud daddy apa?" tanyanya binggung.

"Lun, perusahaan sekarang dalam ambang kehancuran," jawab Lusi.

"Mom, itu gak mungkin, bukannya perusahaan daddy sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan tuan Ansel, jadi gak mungkin dalam sekejap akan hancur," ucapnya tak percaya.

"Justru itu, karena perusahaan daddy menjalin kerja sama dengan tuan Ansel, dia dengan mudah memutuskan kerja sama itu dan dampaknya semua investor yang menanam saham ke perusahaan daddy akan menariknya kembali dan kau tau betapa dahsyatnya pengaruh tuan Ansel bisa membuat perusahaan hancur lebur, jadi kalo kau tetap dengan pendirian mu siap siap saja hidup kita akan di jalanan, jadi sekarang kau datang dan segera meminta maaf pada mereka," desak Boby terhadap Luna.

"Mom," rengeknya

Lusi hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin suaminya bertambah marah bila ia membela Luna apalagi tuan Ansel hanya memberi kesempatan terakhir, ia tidak ingin hidup di jalanan.

"Lebih baik kau turuti apa yang daddy mu bilang, mommy belum siap jatuh miskin, Lun," ucapnya.

Akhirnya mau gak mau Luna maju untuk meminta maaf pada Gino dan Lucas, begitu pula pada Dira. Ia juga tak mau jatuh miskin apa lagi tadi sang daddy sudah mengultimatumnya. Mereka sampai di depan Gino dan yang lainnya. Bukannya langsung untuk meminta maaf tapi keduanya hanya diam dan saling lirik lirikan dan itu membuat gadis yang mengakui Ansel adalah kakaknya menjadi gemas.

"Kalian ini niat tidak sih untuk meminta maaf, jangan sampai kami yang ada di sini habis kesabarannya ya, oooh, apa kalian beneran mau jatuh miskin, baiklah," ancamnya. Saat hendak mengeluarkan suaranya, mereka dua berteriak bersamaan.

"Oke oke, tapi tolong jangan lakukan itu, kami akan meminta maaf," ucapnya mereka berdua.

Kembali saling melirik sebelum maju di depan Gino dan Lucas.

"Ka kami minta maaf," ucap Luna.

"I iya, kami minta maaf karena sudah berucap kasar tadi," ucap Dira. "Dan emmm dan. Lun, kau lah yang minta maaf, kau kan yang menamparnya," bisik Dira.

"Em, maaf untuk tamparan bibi tadi," tutur Luna.

"Seharusnya kami yang meminta maaf karena baju kedua bibi jadi kotor dan rusak," ucap Gino tenang, padahal beberapa saat lalu pipinya terkena tamparan Luna tapi di saat seperti ini anak itu tetap tenang pembawaannya.

"Iii iya kami sudah memaafkan kok, iya kan Lun?" tanya Dira.

"Iya iya," ucapnya mengangguk.

"Syukurlah, kami pun sudah memaafkan bibi sebelum bibi meminta maaf," ucap Gino.

"Te terima kasih," setelahnya mereka berlalu dari sana setelah mendapat anggukan Gino.

...****************...

"Hai, boleh kenalan gak?" tanya gadis cantik itu menghampiri si kembar dan Lucas.

"Wah mereka benar benar mirip dengan kak Ansel, hem wanita mana yang sudah menyentuh hati dingin kakak ku itu dan mungkin hanya dia satu satunya wanita yang tidak membuat kak Ansel berakhir di rumah sakit, aku penasaran dengan ibu mereka?" batinya bertanya

"Halo aunty cantik, boleh dong," jawab Gino

"Siapa nih namanya, o ya kalian kembar ya," tanyanya.

"Hum, kami kembar, perkenalkan ini kakak ku Genio dan aku adik Gino kami hanya beda 10 menit dan ini Lucas sahabat kami, nah giliran aunty, siapa kah gerangan nama aunty?" tanya Gino.

"Ehem, perkenalkan nama aunty Asha Carra Dominic dan terserah kalian mau memanggil siapa, Asha boleh, Carra juga boleh," jawab Asha.

"hem wajah mereka identik sekali tapi sekali lihat saja aku sudah bisa membedakan mana Genio dan mana Gino, apalagi warna mata Gino sangat mirip kakak dan grandpa dan mungkin warna mata Genio dari ibunya, wahhh aku sudah tak sabar memperkenalkan diri sebagai aunty mereka," batinya berseru bahagia.

Saat Asha berdiri dari jongkoknya matanya tak sengaja melirik pada wanita yang ada di belakang si kembar.

Matanya menyipit untuk melihat dengan jelas lagi kalo ia tak salah orang, setelah beberapa detik ia mengingatnya lantas ia berseru "Kak Tarissa, kak Rissa kan?"

Tarissa yang sedari awal mengenal dengan jelas siapa gadis itu ia hanya diam tak ada niatan untuk menyapanya duluan.

"Ternyata ingatan mu masih tajam," ucapnya datar.

"Aihhsss kau ini kak dari dulu tak pernah tersenyum tak seperti saudari mu itu yang manipulatif dan sampai sekarang jadi lintah untuk kak Astar," ucapnya mengadu. "Kau kemana saja, kak Astar selama ini mencari mu, kejadian waktu itu hanya salah paham kak," tuturnya bertanya.

"Aku dimana itu bukan urusan mu," ujar Tarissa dingin. "Ayo kita kembali ke meja," ajaknya pada si kembar dan yang lainnya.

"Dadah aunty cantik," pamit Gino dan Lucas. Genio hanya menatapnya tanpa bersuara.

"Dadah juga tampan, sampai bertemu kembali," harap Asha.

"Hah, dia tetap tak berubah, tak bisa tersentuh," batinya sedih

Akhirnya ia kembali ke meja, tetapi ia tak kembali ke mejanya ia malah mendatangi meja sang kakak bersama asistennya.

...****************...

Di belakang backstage

"Ah perfect," gumam madam.

Tok tok tok

"Madam," panggil panitia.

"Sebentar madam ada di dalam," ucap Merry. Yang kebetulan hendak keluar tetapi urung karena ada panitia yang mencari madam dan ia kembali ke dalam untuk memanggil.

"madam," panggil Merry.

"Ya ada apa Merry, kau bilang akan keluar kenapa cepat sekali?" tanya madam.

"Iya madam tapi ada panitia penanggung jawab di depan nyariin madam," tutur Merry.

"Bilang saja sebentar lagi saya ke depan, setelah menyelesaikan gaun yang dikenakan Yashica," perintahnya.

"Baik madam." Merry pun kembali ke depan untuk menyampaikan pesan madam ke panitia.

Beberapa saat kemudian.

Setelah madam menyelesaikan pekerjaannya ia melangkah ke depan untuk menemui panitia penanggung jawab yang sudah menunggunya.

"Bagaimana?" tanya madam.

"Begini madam, apa semua sudah siap?" tanya panitia.

"Iya semua sudah siap, hanya menunggu giliran saja," jawab madam Lu.

"Baik kalo begitu, madam bisa membawa mereka di beĺakang panggung untuk persiapan karena sekarang sisa dua peserta lagi yang sedang tampil," jelas panitia.

"Oke," ucap madam singkat.

Setelah panitia kembali ke tempat, madam membawa model dadakan Yashica dan Alexa di belakang panggung.

♤♡◇♧

Jangan lupa dukung selalu karya ku .

like, komen dan subscribenya yaaa

Love You All 😊😘

1
Agustina Amy
lanjut kak tambah seru aj ceritany
Agustina Amy
percaya diri bngt tuch si bella...blom tahu dy siapa ansel
Agustina Amy
Lanjut kak tambah seru ceritanya
fatmawati (pipit)
mungkin gk ya shica hamil muda
Farida Irwanq: mereka kayaknya belum,menjalankan malam pertama setelah menikah.
total 1 replies
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
torku update ya
Farida Irwanq
Terimakasih kak thor.. semoga anaknya cepet sembuh.
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor. nanggung nih.. apa kah itu mama nya yasicha
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor🙏
Farida Irwanq
semangat up kak thor di tunggu bab selanjutnya. terimakasih banyak🙏
Farida Irwanq
Semangat up nya kak thor. trimakasih🙏
Farida Irwanq
makasih kak thor. selalu menunggu
Agustina Amy
sllu d' tunggu updatenya Thor...jng lama" ya
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor,trimakasih🙏
Agustina Amy
Jujur Thor aq kasihan sma leo... bikin bs melarikan dri aj Thor Leony...biar logan g' makin dendam yg akhirnya merugikan dri logan sndri
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor trimakasih banyak🙏
Glastor Roy
makasih torku update ya
Farida Irwanq
up lgai kak thor
reza indrayana
ai kembal sudah kenal ternyata dengan sang opa.. 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!