Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 DESI
Sesampainya di tempat latihan, Mita sudah menunggu Guntur.
"Gun, kok kamu jadi telat latihan?"
"Sorry Mit, untuk saat ini aku harus bekerja menjadi Bodyguard menggantikan Ayahku."
"Hah, jadi Bodyguard? Terus, bagaimana dengan latihanmu? Minggu depan kamu bertanding loh Gun, kamu jangan main-main," seru Mita.
"Aku gak pernah main-main, aku bakalan minta sama pelatih supaya jadwal latihan ku di ubah jadi sore atau malam."
"Astaga."
"Sudah jangan banyak protes, Ayah aku sekarang sedang sakit tidak mungkin aku biarkan dia terus bekerja seperti itu. Jadi mau tidak mau aku yang harus menggantikan pekerjaan Ayah," sahut Guntur.
Mita tidak bisa berkata apa-apa lagi, Guntur merangkul pundak Mita dan masuk ke dalam tempat latihan.
Guntur langsung menemui pelatih dan meminta izin soal jadwal latihan yang berubah menjadi sore atau malam.
"Kalau kamu bekerja sebagai Bodyguard, apa kamu tidak akan kelelahan? Kamu jangan main-main Guntur, kamu itu atlet yang sangat diandalkan saat ini dan Minggu depan kamu akan bertanding mempertahankan gelar kamu. Saya tidak mau, kalau sampai kamu kelelahan dan akhirnya bisa mempengaruhi pertandingan kamu nanti," seru pelatih.
"Insya Allah saya masih bisa mempertahankan gelar saya, Pak. Saya janji akan berlatih dengan giat," sahut Guntur.
Sang pelatih terdiam sejenak sembari menatap ke arah Guntur. "Baiklah, saya izinkan kamu bekerja tapi ingat, saya tidak mau sampai kamu kelelahan apalagi sampai mempengaruhi pertandingan kamu nanti."
"Baik Pak, saya akan buktikan kalau saya bisa mempertahankan gelar saya," sahut Guntur mantap.
"Oke, ya sudah sekarang kita latihan."
Guntur mulai berlatih dan Mita memperhatikan Guntur dari bawah ring. Mita akan sigap memberikan minum dan handuk kepada Guntur.
Guntur mulai berlatih, tapi di saat sedang berlatih tiba-tiba sekelebat bayangan Princes yang tadi telanjang mulai lewat di otaknya membuat Guntur tidak fokus.
Bugghh...
Satu pukulan mengenai wajah Guntur membuat Guntur tersungkur.
"Astaga Guntur!"
Mita dan pelatih dengan cepat naik ke atas ring.
"Aduh, kenapa kamu bisa sampai Kenap pukul?" kesal pelatih.
"Maaf Pak, tadi saya sedikit melamun," sahut Guntur.
"Melamun? kok bisa di saat sedang berlatih kamu melamun? Apa yang sedang kamu pikirkan?" bentak pelatih.
"Maaf Pak, saya janji tidak akan ceroboh lagi."
Guntur mulai bangkit dan kembali berlatih, Mita beserta pelatih kembali turun dan memperhatikan Guntur.
"Guntur kenapa? Tidak biasanya dia seperti ini? Apa dia sedang ada masalah?" batin Mita.
Dua jam pun berlalu, Guntur duduk selonjoran di lantai dan Mita dengan sigap memberikan air minum kepada Guntur.
"Terima kasih, Mit."
"Kamu kenapa Gun? Tidak biasanya kamu seperti ini?" tanya Mita.
"Tidak apa-apa, Mit."
"Jangan bohong, kamu itu tidak akan bisa berbohong sama aku. Jujur saja, ada apa denganmu?"
"Serius Mit, aku tidak apa-apa."
Guntur meneguk air mineral itu sampai tandas, Mita tetap saja merasa curiga dengan Guntur.
"Sial, kenapa bocah itu tiba-tiba muncul di pikiranku? Mana yang terbayang kejadian tadi siang lagi," batin Guntur.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam, Guntur pamit pulang tapi sebelum pulang ke rumah Princes, dia mengantar Mita dulu.
Guntur mulai melajukan motornya, dan Mita memeluk Guntur dari belakang. Mita sangat bahagia, karena di saat seperti inilah Mita bisa memanfaatkan situasi untuk memeluk Guntur.
Berbeda dengan Guntur, walaupun mereka sudah bersama selama dua tahun tapi Guntur sama sekali tidak punya perasaan apa-apa kepada Mita bahkan Guntur tidak merasakan jantungnya berdebar saat dekat dengan Mita, lain halnya jika dekat dengan Princes meski mereka baru bertemu tadi pagi tapi jantung Guntur sudah mulai bermasalah.
"Gun, kok kamu bawa tas besar?" tanya Mita disela-sela perjalanannya.
"Iya, soalnya mulai sekarang aku tinggal di rumah Princes."
"Princes? Siapa dia?"
"Dia adalah gadis yang aku jaga saat ini."
Tiba-tiba suasana hati Mita berubah saat mendengar Guntur ternyata menjadi Bodyguard seorang gadis.
"Memangnya siapa gadis itu? Manja banget pakai harus dijaga Bodyguard segala?" ketus Mita.
"Kamu tidak tahu ya kalau Princes itu putri tunggalnya Tuan Raj pemilik perusahaan terbesar di negara kita ini."
"Raj Aryankah?"
"Iya."
"Pasti anaknya manja banget," ketus Mita.
"Bukan manja lagi, tapi sangat manja," sahut Guntur.
"Sudah ketebak, pasti dia merengek kepada kedua orangtuanya untuk menjadikan kamu Bodyguardnya, secara saat ini kan kamu sedang viral menjadi atlet MMA yang paling tampan."
"Tidak, justru dia tidak tahu kalau aku yang akan menggantikan Ayahku."
"Oh...apa dia cantik?" tanya Mita.
"Memangnya kenapa kamu tanya dia cantik?"
"Apa gadis itu lebih cantik dariku? Soalnya dulu Mamanya sempat heboh juga."
"Heboh bagaimana?" tanya Guntur.
"Waktu aku masih kecil, istri Raj Aryan itu disebut sebagai wanita buruk rupa karena wajahnya hancur dan sekarang cantik itu akibat operasi plastik. Kali aja anaknya juga buruk rupa karena kan gen awal yang akan mempengaruhi keturunan," sahut Mita.
"Sepertinya Nyonya Kiran memang cantik sejak lahir dan waktu itu wajahnya hancur mungkin saja karena kecelakaan karena Princes cantik kok, cantik banget malah kaya Barbie hidup," seru Guntur.
Guntur tanpa sadar memuji kecantikan Princes membuat Mita semakin panas, Mita tidak mau bertanya lagi kepada Guntur hingga tidak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Mita.
"Terima kasih ya Gun, sudah mau mengantarkan aku pulang. Jangan lupa besok kamu harus latihan lagi."
"Siap, kalau begitu aku pamit dulu ya."
Guntur segera menancapkan gasnya dan pergi meninggalkan Mita. Sementara itu di rumah Princes, Daddy Raj dan Mommy Kiran sangat terkejut dengan keputusan Kakek Rahul.
"Pa, Raj tidak setuju kalau Princes harus diperlakukan seperti itu. Princes itu sudah punya segalanya jadi Princes tidak perlu harus mempunyai keahlian segala," seru Daddy Raj.
"Iya Pa, buktinya Kiran. Walaupun Kiran tidak bisa apa-apa, tapi Mas Raj mau menerima Kiran apa adanya," sambung Mommy Kiran.
"Raj, Kiran, kehidupan kita itu berputar. Sekarang kita memang punya segalanya tapi kan kita tidak tahu ke depannya kita akan seperti apa? Kamu Kiran masih beruntung dijodohkan oleh Allah dengan Raj yang memang sudah punya segalanya. Tapi apa kalian memikirkan bagaimana nasib Princes ke depannya?"
"Maksud Papa apa?" tanya Mommy Kiran.
"Kita tidak tahu jodoh Princes itu siapa, bagaimana kalau Princes berjodoh dengan pria biasa-biasa? harta kita memang tidak akan habis, tapi apa salahnya kalau kita berikan Princes keahlian supaya dia tidak menjadi anak yang manja dan bisa merasakan bagaimana susahnya mencari uang."
Daddy Raj dan Mommy Kiran saling pandang satu sama lain.
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Daddy Raj.
"Kalian tidak usah memikirkan apa-apa, karena Papa sudah menyerahkan semuanya kepada Guntur karena Papa yakin kalau Guntur bisa merubah Princes dan Papa minta sama kalian, jangan menegur apa pun kepada Guntur karena Papa sudah menyuruh Guntur untuk sedikit keras kepada Princes," seru Kakek Rahul.
Daddy Raj dan Mommy Kiran mau tidak mau harus menuruti semua keinginan Kakek Rahul.