Apa yang kamu akan lakukan jika kamu dijebak oleh Saudari dan Ibu Tirimu untuk menerima jodoh yang seharusnya bukan untuk dirimu sendiri.
Apalagi pria yang harus ia nikahi adalah pria yang sangat arrogan dan memiliki cacat serta lumpuh.
Sedangkan Ervin yang sudah hampir 100 kali menghancurkan perjodohan antara Ibunya dengan para wanita, kali ini menerima kegagalan. Karena dari 100 wanita, Belviana lah satu - satunya wanita yang tidak kabur saat melihat dirinya yang cacat.
Entah karena Belviana hanya seorang pengganti Emilie, atau dia memiliki maksud tertentu.
“Apa dia lagi berpura-pura tidak tahu apa yang aku maksud ? Mau aku sendiri yang mengatakan kekuranganku ?” seru Ervin dalam hatinya.
Bagaimana kisah antara Belviana dan Ervin ?
Selamat Membaca
IG @ma2.zan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Begitu Keluarga Kalandra pergi dan Belviana. Emilie keluar dari rumah dan langsung menuju ke kendaraannya. “Kamu mau kemana??” tanya Nia kepada Emilie.
“Cari angin Ibu!” balas Emilie malas kepada sang Ibu dan berlalu masuk ke dalam mobil. Dia benar – benar merasa di permalukan oleh sang Ibu karena sikapnya yang mau Emilie dekat dengan kedua orang tua Ervin.
Emilie segera melajukan kendaraannya keluar gerbang, “Arrrghhhh Sial sial sial!!! Dasar pria cacat! Sok kecakepan! Sok kebagusan!! Siapa juga yang mau sama lo!” gerutu Emilie yang merasa terhina saat Ervin lebih memilih Belviana ketimbang dirinya. Meskipun dia juga tidak ingin. Tapi melihatnya langsung dan merasakannya membuat harga dirinya di injak – injak.
“Huft!! Belviana sialan!” maki Emilie. Dan sekarang dia bingung harus pergi kemana. Teman – temannya saat ini sedang sibuk pemotretan. Hanya dia saat ini yang sedang kosong.
“Apa aku ke apartment Ryan aja ya? Aku mau kasih kejutan ah….” Gumamnya penuh bahagia. Namun sebelum mampir ke Apartment Ryan, Emilie mampir ke sebuah department store untuk membeli gaun tidur baru yang begitu menggoda.
Dua menit pun berlalu, tanpa mengabari Ryan, Emilie turun dari mobilnya dengan hati gembira. Wanita seksi itu menaiki lift langsung menuju unit milik Ryan. Tepat di depan pintu, Emilie memencetn bel.
Cukup lama ia menunggu hingga pintu terbuka. “Berapa – “ ujar wanita yang membuka pintu dengan berbalut handuk. Menutupi dada dan pahanya.
Emilie membelalak terkejut. “Gladys…??”
Dia tidak menyangka melihat sahabatnya Gladys berada di Apartment Ryan, padahal dia yang menjadi pacar Ryan adalah pertama kali dia menginjakkan kakinya di sini.
“Emilie.. Kamu di sini?” sahut Gladys dengan senyuman manis. Dia berpikir yang menekan bel adalah driver ojol yang membawa pesanan makan malam untuk dirinya dan Ryan.
“Di… Dimana Ryan?” tanya Emilie dengan raut wajah penuh amarah. Tapi dia berusaha tenang di depan sahabtnya. “Apa yang kamu lakukan di Apartment Ryan?”
“Ohh Kak Ryan lagi di dalam kamar mandi,” jawab Gladys santai tanpa raut wajah bersalah, “aku di sini? Temanin kak Ryan.”
“Untuk apa kamu temanin Ryan di sini!!!! Seharusnya aku!! Hah!!!” Emilie sudah tidak dapat menahan amarahnya.
Tiba – tiba terdengar suara pintu kamar terbuka. Terlihat Ryan yang baru saja keluar dengan rambut basahnya dengan handuk terikat di pinggangnya.
“Emilie? Kenapa kamu ada di sini?!”
Emilie merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ryan pertama kali melihatnya, bukannya panik. Tapi kekasih yang ia cintai dan banggakan itu terlihat begitu santai, seolah tidak ada yang terjadi.
“A… apa katamu?? Lalu apa yang di lakukan Gladys di sini…?” tanya Emilie dengan suara bergetar menahan air matanya yang hendak luruh.
“Ryan sayang, siapa yang datang?” suara wanita kembali terdengar, dan keluar dari kamar hanya mengenakan handuk yang sangat pendek untuk menutupi dada dan bagian sensitifnya.
“Lu… Lu…?” Emilie lagi – lagi terkejut. Melihat salah satu teman nya yang merupakan salah satu model milik Ryan sekarang baru saja keluar dari kamar kekasihnya.
“A… apa yang terjadi Ryan!? Jelaskan padaku!!!!!” teriak Emilie histeris, merasa dirinya begitu di khianati. Pria yang dia agung – agungkan di depan dua wanita ini ternyata memiliki affair dengan kekasihnya itu.
Dirinya merasa benar – benar di khianati dan malu.
Ryan menghela napas kasar dan berjalan mendekat ke arah Emilie, “Tenanglah Emilie, ini salah kamu sendiri karena datang ke apartmentku tanpa izin! Padahal sudah sering aku katakan jangan pernah ke apartmentku! And see ? Karena keputusanmu, kamu melihat yang seharusnya kamu tidak ketahui. Dan hubungan kita akan baik – baik saja!” tukas Ryan sambil memegang dagu Emilie.
Air mata Emilie jatuh berderai mendengar penuturan Ryan, bukannya meminta maaf. Tetapi kekasihnya itu sekarang malah menyalahkan dirinya.
“Dasar berengsek kau Ryan!” maki Emilie.
Ryan tersenyum smirk, “Beginilah aku. Terserah kamu mau menerimaku atau tidak. Karena yang lain tidak keberatan. Benarkan Gladys, Lulu?”
Gladys dan Lulu menghampiri Ryan dan memeluk lengan pria itu di sisi kiri dan kanan mereka. “Tentu saja sayang, selama kita bisa bersenang – senang…” ucap Lulu dengan genit.
“Iya sayang, semakin rame semakin seru… hehehe…” imbuh Gladys sambil menatap rendah emilie yang selama ini selalu saja memarkan Ryan di depannya.
Kekasih sahabatnya yang selama ini juga menjadi pria di ranjangnya. Dan saat ini Gladys dan Lulu merasa puas melihat wajah Emilie yang begitu malu dan menyedihkan.
“Jadi bagaimana sayang? Apakah kamu ingin bergabung?” tanya Ryan sambil menyunggingkan senyuman angkuhnya.
Emilie seketika merasa mual dan muak. Wanita cantik itu berlari keluar dari apartment dengan perasaan malu dan marah.
tapi aku nunggu tamat ajah, ogah di gantung lama✌️✌️🙏
asal lamu tau aj y ,, sebelum orang yg kamu suruh mencelakai Belviana terlaksana,, justru kamu sendiri yang akan menerima hukuman dari Ervin ..🤪🙄