NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mima

Demian tidak pernah diberi tahu jika tender yang berpeluang untung milyaran itu hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan dengan seorang Direktur yang sudah berkeluarga.

Tanpa pikir panjang, dia pun menarik Sarah, sekretarisnya, ke depan altar Gereja untuk dijadikan sebagai istri sah di detik-detik terakhir tender itu ditutup.

Sarah yang saat itu sedang mumet dengan urusan pekerjaan dan kekasihnya tidak diijinkan untuk protes dan mengelak. Dalam sekejap sebuah cincin berlian sudah melingkar di jari manisnya yang ia takutkan akan merusak semua mimpi-mimpi indahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta yang terungkap.

Seperti biasanya, Grasian akan mengantar Desty ke apartemennya setiap jam kantor mereka selesai. Meskipun punya mobil sendiri, sepertinya Desty sudah nyaman dengan kebiasaannya bersama Grasian. Lagipula kegiatan antar jemput itu bukan sekedar antar jemput biasa. Ada aktivitas lain yang membuat mereka menganggap antar jemput itu wajib untuk dilakukan.

"Kau yakin suamimu pulang besok? Aku tidak mau kepergok saat sedang bercinta denganmu," saat keduanya sedang berjalan di loby apartemen, Grasian sempat merangkul Desty dan membisikkan kata-kata sensual di telinga perempuan itu. Baginya itu termasuk bagian dari foreplay yang biasanya cukup ampuh membuat gairah Desty naik sebelum mereka berperang.

"Iya, Sayang. Kau tenang saja. Malam ini kau mau berapa ronde?"

"Selama yang kau bisa, Sayang... " Grasian menekan tombol lift di hadapannya. Sambil menunggu, mereka saling bersenda gurau. Grasian masih mengapit Desty di bawah ketiaknya. Perempuan itu pun memainkan jemari Grasian sambil sesekali menggigitnya dengan cara yang sensual.

Saat pintu lift terbuka, siapa yang menyangka mereka akan bertemu dengan Demian dan Sarah????

Ke empat pasang mata itu saling bertumbuk. Grasian dan Desty terbelalak dan dengan refleks saling melepaskan diri. Sangat kontras dengan Demian dan Sarah. Meskipun keduanya sedang berpegangan tangan, mereka sama sekali tidak melepaskan diri satu sama lain.

"Sarah?? Demian?? Kalian??" tanya Grasian dengan penuh tanya. Bahkan saat keduanya keluar dari lift pun, Sarah tidak kunjung melepaskan genggamannya terhadap Demian.

"Hai Gras, Hai Des, long time no see. Apa kabar?" tanya Sarah sembari tersenyum.

"E... e... kabar baik, Mba Sarah," Desty jelas sekali tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

"Syukurlah. Tidak usah gugup begitu. Aku dan Grasian sudah selesai, kau pasti tau. Sekarang aku sudah bahagia dengan suamiku."

"Suami?? Maksudnya, Bro?" wajah Grasian sudah memerah mendengar Sarah menyebut Demian sebagai suaminya. Berharap dia salah dengar atau Demian hanya sedang bercanda.

"Iya, Bro. Kita sudah menikah. Udah sebulan lebih," Demian sama sekali tidak takut. Dia bahkan mengangkat tangan mereka berdua untuk menunjukkan cincin pernikahan mereka.

Buggg!!!

Amarah Grasian sepertinya tersulut karena kedua orang itu dengan santainya memproklamirkan bahwa mereka sudah menikah, bahkan sudah satu bulan lamanya. Bukannya dia dan Sarah baru saja putus?

"Grasian!!!" Sarah dengan cepat melindungi Demian yang tersungkur.

"Katakan kalian berbohong, Sar! Kita baru saja putus dan kalian bilang sudah menikah selama satu bulan? Jadi siapa yang terlebih dulu selingkuh di sini? Kau atau aku, hah?" kini Grasian menarik Sarah dengan kasar dan mencengkeram kerah piyama gadis itu.

"Lepaskan tangan kotormu dari istriku, Grasian!!" Demian bangkit lagi lalu memberikan tinju pada Grasian dari sebelah kiri. Dengan cepat dia menangkap tubuh Sarah karena Grasian mencampakkannya saat pria itu akan tersungkur.

"Dasar ********! Ternyata selama ini kau berteman denganku hanya untuk mendekati kekasihku, hah???" amuk Grasian lagi. Mendorong-dorong tubuh Demian hingga mepet ke tembok resepsionis.

"Terserah kau mau menganggapnya seperti apa. Tapi pernikahan kami sah di mata agama dan hukum. Direstui orangtuanya juga. Kalau pun kami tidur bersama, sudah sah-sah saja. Bagaimana denganmu? Apa dulu kau berani mengabulkan ajakannya untuk menikah? Atau kau hanya ingin memanfaatkannya sambil bercinta dengan perempuan lain?" cibir Demian tidak mau kalah.

"Memanfaatkan apa maksudmu? Bahkan disentuh saja dia tidak mau. Kampungan sekali!"

Buggg!!

Kali ini Grasian mendapat tinjuan keras, tapi bukan dari Demian, melainkan dari Sarah yang sangat geram mendengar kalimat Grasian barusan.

"You know Gras? Aku bersyukur bisa menjaga diriku selama bersamamu. Kau pria yang tidak berguna!"

"Kurang ajar!" hampir saja Grasian membalas Sarah, kalau Demian tidak segera melumpuhkan kakinya di lantai. Desty yang sedari tadi hanya mematung, segera menghampiri Grasian dan membantunya berdiri.

"Sedikit saja kulitnya lecet karenamu, jangan harap kau bisa berjalan, Grasian. Kau! Tolong urus selingkuhanmu ini. Jangan sampai suamimu melihat kalian sedang berduaan malam ini," Demian merasa sudah cukup dengan Grasian. Dia pun menarik Sarah dalam dekapannya dan bersiap untuk pergi.

"Desty?" namun tiba-tiba suara lain menghentikan langkah mereka. Semua mata pun tertuju pada si empunya suara.

Mata Desty terbelalak. Dengan refleks dia melepaskan Grasian dari pegangannya, membuat pria itu tersungkur lagi.

"Benar kau selingkuh dengan pria ini?"

Desty gemetar. Diaberjalan menghampiri suaminya. Namun sebelum dia sampai, sebuah tamparan keras sudah melayang di pipinya, membuat langkahanya terhenti.

"Berani sekali kau membawa pria lain ke apartemen yang kuberikan. Kemasi barangmu sekarang juga. Keluar dari apartemenku!"

Demian dan Sarah saling berpandangan sebentar. Mereka tidak menduga suami Desty juga akan ada di sana.

"Sayang, aku menyesal. Jangan usir aku!" Desty dengan refleks bersujud memohon sambil memeluk lutut suaminya seraya menangis. Dia tidak mau diceraikan. Bagaimana bisa dia hidup tanpa uang dari pria itu?

"Pergi saja dengan selingkuhanmu ini. Bukankah dia anak pemilik perusahaan tempatmu bekerja? Tentunya dia pun punya banyak uang."

"Aku tidak mencintainya, Sayang. Aku akan meninggalkan dia. Aku janji!"

Grasian yang mendengar itu kembali tersulut api amarahnya. Setelah Sarah, Desty pun akan meninggalkannya?

"Apa kau bilang, Des? Kau tidak mencintaiku? Lantas apa yang kita lakukan selama ini?"

"Diam! Pantas saja Sarah memutuskanmu! Dasar laki-laki tidak punya pendirian!"

"Urus saja selingkuhanmu ini. Aku tidak peduli kalian saling cinta atau apa. Setengah jam, Desty! Barang-barangmu harus sudah keluar dari apartemenku!" suami Desty seakan tidak perduli akan drama istrinya itu. Dia menghempaskan Desty dari kakinya dan melangkah masuk ke dalam lift.

Sedangkan Demian dan Sarah yang masih menonton dari tempat mereka, memutuskan untuk pergi. Kebetulan tadi mereka turun untuk mencari makan. Tidak disangka akan mereka bertemu Grasian dan akan ada kejadian seperti ini.

"Sar! Mau kemana kau?" Grasian meneriaki mereka, namun keduanya seakan tidak perduli.

"Des! Kau benar-benar akan meninggalkanku?"

Grasian yang malang. Desty pun meninggalkannya dan menyusul suaminya ke dalam lift. Tinggallah dia sendiri. Di tengah-tengah kebingungan antara ingin mengejar Sarah atau Desty. Saat pintu lift Desty sudah tertutup, dia pun sudah tidak melihat Demian dan Sarah lagi.

"Brengsekkkkkkk!!!" teriaknya frustasi sambil menjambak rambutnya. Tidak peduli orang-orang yang menatapnya aneh dan jijik.

Kenapa tiba-tiba jadi begini? Sarah dan Demian, bagaimana bisa mereka menyembunyikan ini dariku? Sudah satu bulan? Berarti selama ini Sarah tidak pernah memikirkan ajakanku untuk balikan. Pantas saja, dia sudah bersama si keparat itu. Kurang ajar! Berani-beraninya mereka bermain di belakangku. Awas saja! Tunggu pembalasanku!

Dengan tergesa-gesa dia meninggalkan loby apartemen. Menghindari tatapan orang-orang yang sedari tadi seakan ingin ikut menghakiminya. Dia terlalu malu, apalagi resepsionis apartemen itu sudah sangat mengenalinya saking seringnya berkunjung ke sana. Dia sudah tidak tahu harus menaruh wajahnya dimana.

*****

Sementara itu di mobil Demian...

"Nggak sakit kok, Yangggg.... udah nggak apa-apa... "

"Apanya yang nggak apa-apa? Ini berdarah loh bibirnya. Udah kita pesan makan online aja, kita obati lukamu dulu," perintah Sarah kesal sambil membersihkan sudut bibir Demian dengan tisu.

"Udah, nanti juga bisa diobatin, habis makan. Sekarang kita cari seafood. Katanya tadi mau makan seafood kan?"

"Memangnya bakalan bisa makan dengan bibir luka gini? Perih yang ada. Ini juga pipimu merah. Kalau nggak segera di kompres bisa biru besok."

Demian tersenyum. Kekhawatiran Sarah sebenarnya sudah menghilangkan semua rasa sakit di wajahnya. Apalagi sampai melihat mata wanita itu sedikit berkaca-kaca. Dia terlalu senang dikhawatirkan sampai sebegitunya.

"Ya udah. Aku nurut istriku aja. Kita naik lagi?"

"M... "

"Oke. Tapi kita pesan dulu ya?"

Sarah mengangguk. Dia pun membiarkan Demian memesan makanan mereka lewat aplikasi online. Setelah driver-nya ketemu dan sudah dikonfirmasi ulang, Demian kembali menyimpan ponselnya.

"Come on baby, kita bikin baby lagi."

"Nggak ada! Kita mau ngobatin lukamu!"

Demian tergelak. Dia dan Sarah sudah turun dari pintu masing-masing.

"Kita masuk, pasti semua mata pada ngeliatin. You ready?" Demian mengapit Sarah lagi di bawah ketiaknya.

"Kayaknya aku harus mulai terbiasa dengan lirikan orang-orang. Apalagi setelah keributan tadi, aku yakin besok kantor bakalan rame. Grasian pasti nggak akan terima begitu saja soal kita," jawab Sarah dengan santai. Mereka sudah kembali masuk loby dan dugaan Demian benar. Seketika mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.

"Kau yakin bakalan kuat, Sayang? Aku khawatir Grasian akan melakukan hal yang tidak-tidak selama kau di luar pengawasanku."

"Memangnya dari satu sampai sepuluh, berapa peluang aku akan berada di luar pengawasanmu? Perasaan i'm always stick on to you along day..."

Demian tertawa kecil, dicubitnya pipi istrinya itu pelan, "Oke then. Jangan pernah jauh-jauh dariku. Kalau bisa ruanganmu akan ku pindah ke dalam ruanganku."

Mereka sudah berada di dalam lift khusus tamu VVIP.

"Hahahaha, no no no. Untuk itu aku menolak. Aku butuh privasi, Sayang. Apalagi kalau aku sedang santai, biasanya aku akan stalking instagram oppa-oppa Korea kesukaanku."

"What the... mereka itu plastik, Sar. Kenapa bisa suka sih?"

"Huss! Nggak boleh nge-judge sembarangan gitu! Kalau pun plastik ya biar aja. Kita para cewek kan bebas mau suka. Sama seperti kalian suka nonton bola. Kita nggak larang kan?"

Tinggg! Suara lift berdenting. Mereka sudah sampai di lantai unit Demian.

"Tapi kan beda. Kita suka nonton bola, itu karena suka permainannya, buka pemainnya. Yakali suka sama cowok," Demian masih berargumen sambil membuka pintu unitnya. Sarah kesenangan mendengar nada Demian yang mulai terdengar kesal.

"Ya udah sihh... nggak usah dibahas lagi. Pokoknya kita suka. Kalau cowok-cowok anggap itu nonsense, ya itu urusan kalian. Iya k_"

Sepertinya Demian sudah terlalu muak mendengar kata-kata Sarah. Saat pintu tertutup, dia langsung membekap bibir mungil Sarah dengan bibirnya yang masih terluka.

"Cerewet! Jangan pernah bahas plastik-plastik itu lagi di depanku. Atau ku buang handphone-mu itu, " ancamnya sesudah dia melepaskan ciumannya. Lalu tidur begitu saja di sofa. Mood-nya sedikit berubah.

Sarah terkikik geli. Lucu sekali melihat Demian cemburu pada laki-laki yang hanya bisa dilihat Sarah lewat layar kaca, bukan di dunia nyata.

"Tapi aku kan belum bilang kalau..." Sarah mendekati sofa dan menaiki tubuh Demian perlahan, "suamiku jauh lebih keren dari mereka..."

"Cih! Kalau lebih keren kenapa harus lihat yang lain?"

Sarah mati kutu. Benar juga sih. Sepertinya dia sudah salah membahas soal oppa-oppa korea di depan Demian. Suaminya itu sudah terlanjur kesal sekarang.

"Iya dehh, aku nggak lihat oppa-oppa lagi. Mulai sekarang cuma akan ada satu oppa di hidupku. Oppa Demian."

Demian masih cuek dengan menutup matanya. Tangan kanannya diangkat dan diletakkan di kening seakan ingin menunjukkan dia benar-benar kesal. Padahal sebenarnya dia geli mendengar kalimat Sarah barusan dan dia pun sangat tergoda karena Sarah duduk di atas tubuhnya.

"Malas ah. Nggak percaya."

"Sayanggggg... percaya dongg... jangan ngambek. Ntar lukanya nggak aku obatin loh."

"Aku bisa obatin sendiri."

Tiba-tiba Sarah mencium bibir Demian. Tubuhnya sengaja ditekan kuat-kuat karena Sarah yakin hanya itu yang bisa meruntuhkan pertahanan Demian.

"S... sana Sar! Aku... Hmmph... Aku...."

Godaan Sarah terlalu kuat untuk diabaikan. Sesuatu di bawah sana pun sudah berdiri hanya karena digesek-gesek oleh Sarah. Maklum saja, celana piyama Sarah yang tipis langsung mentransfer kehangatan sel**gkangan wanita itu ke miliknya dan membuat benda pusaka itu langsung berdiri.

Demian pun membuka matanya dan memeluk Sarah dengan posesif. Dibalasnya ciuman Sarah dengan kasar dan sedikit menggigit. Diabaikannya saat Sarah merintih kecil, karena istrinya itu layak mendapatkan hukumannya.

Sebelum makanan yang mereka pesan datang, Demian masih sempat melucuti piyama Sarah dan menyelesaikan satu babak yang panas di atas sofa.

"Kau gila, Demian!" Sarah tidak menduga akan melayani Demian dengan dadakan begitu. Tapi bagaimana pun dia menyukainya dan itu pengalaman baru bagi mereka. Bercinta di sofa tidak terlalu buruk.

"Gila gila begini kau cinta kan, Sayang?" sahut Demian nakal sambil membersihkan bagian bawahnya di kamar mandi yang terbuka.

"Hm. Dan aku pun sepertinya sudah gila bisa mencintaimu. Buruan sini, aku obati lukamu dulu."

Demian keluar dari kamar mandi dan mendapati Sarah sudah ready dengan kotak P3K-nya. Dia membiarkan wanita itu merawatnya dengan telaten. Membersihkan lukanya dengan alkohol lalu mengoleskan sedikit betadine. Kemudian mengompres pipinya dengan es batu untuk beberapa menit.

"Maafin aku ya... karena aku, kau harus dapat luka-luka seperti ini..."

"Nggak apa-apa, Sayang. Besok-besok mungkin akan lebih parah dari ini. Kau harus stand by bawa kotak P3K," jawab Demian sambil tersenyum. Dia merangkul Sarah dengan satu tangannya yang bebas. Sementara satunya lagi masih memegang es batu yang tertempel di pipi.

"Sepertinya ide pindah ruangan bukan ide yang buruk. Dengan begitu we can take care one each other... " celetuk Sarah yang kemudian disambut tawa oleh Demian.

"Penasaran gimana caranya my wife take care of me... "

"Underestimated samaku, hmmmm?"

"Hahaha, no no no. Aku nggak meragukan kekuatanmu. Kau pasti bisa melindungiku dengan baik," Demian memuji sambil mengecup pipi Sarah lagi.

Suara bel berbunyi pertanda makanan pesanan mereka sudah datang. Demian pun bangkit dan berjalan ke arah pintu.

*****

1
Khairul Azam
klo gak suka sama dalam kenapa jg mau dicium munafik ini si sarah,
Khairul Azam
bego aja ini si sarah, udah disligkuhin jg, cinta tp jgn buta
Khairul Azam
bego aja itu si sarah
Sunny Kwok
Luar biasa
vit
😍😍😍
vit
Terima kasih kk author atas cerita kerennya... 😘😘
vit
Terima kasih kk author... 😘😘
vit
Sama2 egois, terutama cowoknya 😒
Nami chan
semangat
my_
ceritanya ringan, seru... suka bacanya..
Anies
aaaah... end beneran ini? berasa belum rela cerita mereka udahan.. aku sampe marathon seharian loh baca ini...
Anies
ngeGemesin banget sih mereka...
Anies
hai salam kenal kak author.. aku pembaca kak Oot di aplikasi sebelah cerita Dom-Cha dan Edrik-Zura.. aku panasaran sama cerita Mama Ember jadi kepoin kesini tapi katanya harus baca cerita Ini dulu jadi akhirnya baca Cerita Damian-Sarah dulu deh.. dan ternyata Ceritanya menarik dan aku suka..
Mom's Al Habsyi
seru bgt cerita ny
Ibu Aline
bagusss
Nurwana
astaga Demian... kau org yg punya hati tdk si....???? gampang sekali Thu bibir bicara ttng sifat kekanak-kanakan.... hello... disini Thu kamu mempermainkan dua hati.....tau tdk kamu itw laki laki yg egois.
kok bisa ya si sarah nih temenan dgn pelakor / wanita jalang kyk desty yg jelas2 ngerebut pacar si sarah yg dulu dan main belakang dan kepergok pula?? ckckck gak masuk akal sih. luar biasa klo ada wanita kyk si sarah. sangat langka
knp ya sarah bisa segoblok itu ?
R_3DHE 💪('ω'💪)
🤣🤣🤣🤣🤣
Retno Pujowatie
bagus....suka ama ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!